Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

3 menit baca
Juli Prasetya
Ditulis oleh Juli Prasetya diterbitkan
Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri. Peran ibu sangatlah vital dan strategis dalam konteks pendidikan, dalam hal ini sebagai seorang yang mendidik, membesarkan, merawat, dan membersamai anak dari mereka kecil hingga mereka bisa berpikir sendiri. Betapa peran dan posisi ibu sangat penting dan strategis di sini, karena ibulah yang menjadi madrasatul ula sekolah pertama bagi anak. Maka di sini posisi ibu bisa menjadi katarsis untuk dapat memperkenalkan sekaligus melestarikan bahasa ibunya, dimulai dengan komunikasi sehari-hari dengan bahasa ibu sejak dini.

Sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi anak, ibulah yang kemudian menjadi orang pertama yang akan memperkenalkan anak kepada bahasa ibunya sendiri, karena ibulah yang menjadii pendidik dan yang menemani tumbuh kembang anak. Anak memiliki fase-fase perkembangan dalam hidupnya, dan di fase pertumbuhan dan imitasi seharusnya seorang ibu sudah menyisipkan bahasa-bahasa ibu yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari kepada anak-anaknya. Bahasa ibu digunakan tidak hanya sebagai sarana komunikasi semata, tetapi juga sebagai upaya untuk merawat dan memperkenalkan jati diri seorang anak terhadap kebudayaannya sendiri.

Setiap daerah di seluruh Indonesia memiliki bahasa daerahnya sendiri. Tidak kurang dari 700-an bahasa daerah yang ada di wilayah Nusantara. Kita tidak kekurangan keanekaragaman dan kekayaan budaya dan bahasa. Kita hanya kekurangan orang yang mau menggunakannya dan menjaganya. Padahal kita bisa membiasakan diri menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari. Dan orang pertama yang bisa dan memungkinkan untuk melakukan itu adalah; ibu.

Bahasa mencerminkan jati diri dan watak masyarakat penggunanya. Dalam konteks Banyumas misalnya, bahasa Banyumas memiliki entitas tentang kesetaraan, jiwa egaliter, dan demokratis.  Banyumas adalah wilayah yang memiliki identitas sosial dan kultural yang khas. Hal ini Bisa dilihat dari watak masyaraktnya seperti cablaka, cacundan, blakasuta, egaliter, glogok soar dan semblothongan .

Bahasa Banyumas/penginyongan (tapi masih banyak orang-orang yang menggunakan isitlah ngapak) merupakan turunan dari bahasa Jawa Kuna, yang tidak memiliki tingkatan atau perjenjangan bahasa. Hal ini pula pernah dikemukakan oleh salah satu Sastrawan dan Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari. Menurutnya Bahasa Penginyongan berakar pada tradisi masyarakat Jawa Kuna yang sudah dikenal semenjak era Majapahit, bahasa tersebut tidak berkasta, sehingga dikenal sebagai bahasa yang sangat egaliter. Ini yang membedakannya dari bahasa Jawa Surakarta maupun Yogyakarta yang mengenal perjenjangan.

Bahasa adalah organisme hidup yang akan terus tumbuh, berkembang, bahkan jika perlu bertarung dari jaman ke jaman. Sebagai orang yang mengaku berbudaya setidaknya jangan sampai kita melupakan akar dan jati diri kebudayaannya sendiri, galilah, kalau bisa terus pelajari dan perdalam. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya para leluhur terdahulu. Karena jika kesadaran akan jati diri dan berbahasa ibu itu hilang, maka bersiaplah kehilangan sesuatu yang paling penting dari diri kita. Orang-orang yang tidak lagi mengenal asal-usul, akan kehilangan identitas kulturalnya, sekaligus kearifan lokalnya. Mereka akan teraleniasi dari diri mereka sendiri, lupa dari mana mereka berasal, dari mana mereka dilahirkan, dibesarkan, dan ke mana tempat mereka kelak berpulang.

Dan orang pertama yang memungkinkan untuk memperkenalkan kita dengan kebudayaan, bahasa daerah, jati diri kita sendiri sebagai seorang pribadi sekaligus sebuah bangsa adalah seorang perempuan yang bernama ibu. Ibulah orang pertama yang menanamkan di dalam kepala dan hati anak-anaknya tentang kesadaran untuk menggunakan, menjaga, merawat, dan bangga dengan bahasa ibunya.  Ibulah yang memberikan pengetahuan dan teladan pertama kepada anak-anaknya bagaimana menggunakan bahasa ibu sebagai sarana komunikasi sekaligus sebagai sarana berekspresi lahir batin dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam bahasa ibulah kita bisa menemukan ekspresi paling murni, jujur, dan kadang filosofis dari sebuah perasaan di dalam sebuah masyarakat. Dan hanya bahasa ibulah yang bisa mengajarkan kita untuk memahami sebuah adat, tradisi, jati diri, dan kebudayaan di dalam masyarakat tidak hanya secara lahir, tapi juga batinnya. Karena bahasa ibu adalah bahasa tertinggi untuk memahami batin atau jiwa masyarakat penggunanya. Dan sekali lagi, semua itu pertama-tama diajarkan oleh seorang perempuan yang kita sebut sebagai ibu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Juli Prasetya
Tentang Juli Prasetya
Penulis asal Banyumas. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)