Belajar di Era Digital: Media, Sahabat Baru ASN

5 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: dinkominfo.demakkab.go.id)
Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: dinkominfo.demakkab.go.id)

Dulu, ketika kita mendengat kata “belajar”, yang terbayang adalah suasana kelas, mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan tugas, lalu pulang dengan membawa PR. Kini, konsep itu telah berubah. Di era teknologi dengan memanfaatkan media pembelajaran, siapa saja di mana saja dan kapan saja bisa belajar lewat layar gawai, obrolan singkat di komunitas, atau bahkan dari pengalaman kerja sehari-hari.

Kini framing-nya bukan lagi tentang “kapan kita belajar”, tapi “bagaimana media membentuk cara kita belajar.”

Di balik euforia digitalisasi media belajar, muncul pertanyaan, bagaimana media dikatakan edukatif dan siapa yang menjamin mutunya? Lantas bagaimana menghitung jam belajar, ketika pengalaman belajar difasilitasi ragam media dalam e-learning hingga microlearning?

Pengalaman belajar yang berkualitas datang dari ekosistem pengembangan media belajar yang solid. Desain media belajar yang baik tidak lahir dari software, tetapi dari kompetensi manusia.

Dalam lembaga pelatihan atau Corporate University (Corpu) spesialis media pembelajaran memegang peran kunci sebagai arsitek pengalaman belajar digital. Mereka menggabungkan seni, teknologi, dan psikologi belajar menjadi satu dengan rangkaian materi yang utuh.

Spesialis media dituntut mampu merancang pesan visual dan naratif yang menarik. Memahami tentang psikologi belajar orang dewasa, agar mereka tahu apa yang memotivasi peserta dan bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Mereka juga harus terampil menggunakan authoring tools, LMS, hingga teknologi berbasis AI untuk mengubah ide menjadi media yang menarik dan mudah diakses. Terakhir, mereka pun harus mampu melakukan kolaborasi lintas profes, misal dengan widyaiswara, desainer kurikulum, dan manajer pelatihan untuk bersama-sama mengalirkan skenario pembelajaran dalam variasi media belajar yang relevan, utuh, dan berorientasi hasil.

Berbekal kemampuan-kemampuan tersebut, spesialis media tidak lagi sekadar content creator. Lebih dari itu, karena kinerja mereka diukur dari dampak edukatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran, perubahan perilaku kerja, juga kinerja organisasi.

Dari Modul ke Metaverse

Dulu, media pembelajaran seperti: buku/modul, bahan tayang/slide, atau video singkat berperan sebagai pelengkap. Sekarang, media adalah pengalaman belajar itu sendiri.

E-learning, microlearning, gamification, augmented reality (AR), atau virtual reality (VR) membuat belajar lebih hidup, kontekstual, dan menarik. Namun, tidak semua training centre mampu beradaptasi, banyak media dibuat secara ad hoc dan tanpa desain rencana pembelajaran. Akibatnya, konten tampak bagus secara tampilan, tapi tidak mengedukasi.

Di sisi lain, peserta pelatihan datang dari latar belakang yang beragam. Generasi muda biasanya lebih suka video singkat dan media sosial, sedangkan peserta senior cenderung nyaman dengan modul cetak atau diskusi langsung. Ada yang cepat menangkap lewat visual, tapi ada juga yang butuh waktu untuk merenung dan berlatih.

Ketika media selaras dengan karakter pebelajar, proses belajar menjadi alami. Jika sebaliknya, menciptakan kejenuhan, bahkan resisten terhadap pembelajaran.

Oleh karena itu, media pembelajaran tidak bisa dibuat seragam, perlu variasi dan yang terpenting sesuai dengan karakteristik peserta pelatihan, mulai dari latar belakang pendidikan, generasi, daerah asal, hingga budaya organisasi agar pembelajaran terasa lebih dekat, relevan dan mengena kepada pesertanya.

Kehadiran media di beberapa konteks telah menggantikan kehadiran pengajar, seperti video interaktif, chatbot pembelajaran, dan AI tutor yang membantu peserta belajar mandiri. Namun, di balik kecanggihan itu, ada satu hal yang tak tergantikan, human touch. Empati, bimbingan, dan makna relasional menjadi fondasi psikologis kepuasan belajar.

Media dapat mengajarkan apa dan bagaimana, tapi hanya manusia yang bisa memberi makna “mengapa”. Kombinasi keduanya melahirkan pengalaman belajar yang utuh, rasional, emosional, dan kontekstual.

Membingkai Media dalam Desain Pembelajaran 70:20:10

Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Agar penggunaan media searah kompas kurikulum pelatihan. Chief Learning Officer (CLO) Corpu perlu mengoordinasikan penyelarasan pengembangan media dengan desain pelatihan. Desain pelatihan populer saat ini, menggunakan model 10:20:70 yang dikembangkan Lombardo & Eichinger.

Media dalam konteks ini merupakan ekosistem yang mendukung pembangunan pengalaman belajar berkelanjutan. Media pembelajaran menjadi penghubung di antara ketiga formula dalam model tersebut.

Pada ranah 10% ( formal Learning), media membantu menyampaikan konsep dasar dan struktur berpikir. Modul interaktif, video pembelajaran, atau e-learning memberi kerangka pemahaman dasar yang sistematis. Desain medianya tentu harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan membangun personalisasi pembelajaran.

Pada ranah 20% ( sosial learning), posisi media memperkuat hubungan manusia dengan pengetahuan. Forum daring, grup learning community, coaching mentoring, atau microblog organisasi menjadi media yang memfasilitasi ASN untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan memberi umpan balik. Di sinilah media memperpanjang “sentuhan manusia” dalam ruang digital.

Pada ranah 70% (experiental learning), media menyertai pembelajaran nyata di tempat kerja. Job aid digital, mobile learning, hingga video storytelling dari rekan sejawat akan membantu ASN belajar dari tantangan dan solusi sehari-hari. Media di ranah ini berfungsi sebagai pendamping refleksi, dan project assisantance.

Empat Pilar Media Berdampak

Untuk memastikan media pembelajaran berdampak, dibutuhkan empat pilar utama, yaitu: penyusunan pedoman nasional pembelajaran lintas media, penetapan standar media, penguatan mekanisme penjaminan mutu media, dan pengembangan ekosistem profesi pengembangan teknologi pembelajaran.

Perubahan bentuk dan cara belajar di era digital menuntut adanya pedoman nasional yang mengatur penggunaan metode belajar lintas media, termasuk konversi jam pembelajaran (JP). Pedoman ini disusun oleh LAN RI sebagai instansi Pembina Pelatihan Aparatur dengan berpijak pada Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2018 mengatur pengembangan kompetensi PNS. Dengan demikian, kegiatan webinar, membaca artikel, atau modul e-learning sebagai jenis-jenis media yang digunakan dalam satu rangkaian pelatihan modern dapat diukur secara presisi dan proporsional di setiap penyelenggara pelatihan instansi.

Misalnya, 1 jam webinar setara 1 JP, membaca artikel jurnal berbahasa Indonesia setara 0,5 JP, menonton video pendek dengan teknologi H5P setara 0,5 JP, atau penyelesaian satu modul daring di LMS setara 3 JP,. Selain itu perlu juga diatur jumlah JP maksimal penggunaan media untuk memastikan variasi media belajar mampu mendorong motivasi peserta menyelesaikan learning journey.

Selanjutnya, untuk memastikan kualitas media, diperlukan kejelasan standar kriteria media yang baik terutama pada tiga aspek, yaitu: isi, teknis, dan pedagogis. Standar isi menjamin relevansi dengan capaian pembelajaran (CPL). Standar teknis memastikan aksesibilitas, kualitas audio-visual, dan kompatibilitas lintas platform. Sementara standar pedagogis menekankan sifat media yang aktif, interaktif, dan eye-catching.

Setiap media pembelajaran yang diproduksi harus melewati proses review oleh subject matter expert (SME), uji teknis, pilot testing, dan evaluasi berdasarkan umpan balik. Keseluruhan proses tersebut merupakan penjaminan mutu yang dilakukan oleh tim Quality Assurance (QA) khusus media pembelajaran. Tim ini memastikan bahwa setiap media yang dirilis benar-benar mendukung capaian belajar dan layak digunakan secara luas.

Pada Akhirnya, ketika jam belajar lintas media diatur secara nasional, standar isi ditegakkan, mutu dijamin secara berlapis, dan ekosistem pengembangan teknologi pembelajaran diperkuat, maka media pembelajaran bukan sekadar soal teknologi atau format, tetapi tempat pengetahuan dihidupkan dan pengalaman dipertukarkan untuk meningkatkan kualitas birokrasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)