Terjangkau namun Belum Efisien, Trans Metro Pasundan di Mata Mahasiswa

3 menit baca
Dheana Husnaini
Ditulis oleh Dheana Husnaini diterbitkan
Suasana di dalam bus Trans Metro Pasundan di sore hari pada hari Selasa (2/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dheana Husnaini)
Suasana di dalam bus Trans Metro Pasundan di sore hari pada hari Selasa (2/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dheana Husnaini)

Bus kota yang selalu menjadi teman setia, mengalir di tengah hiruk pikuk kota Bandung. Melihat setiap langkah kecil dengan secercah harapan menuju impian besar, (Selasa, 2 Desember 2025).

Kehadiran Trans Metro Pasundan (TMP) di Bandung adalah salah satu upaya nyata Walikota M. Farhan untuk mengubah transportasi umum dengan harga terjangkau dan modern. Di tengah tingginya biaya transportasi online serta kemacetan yang semakin padat, TMP hadir sebagai alternatif bagi mahasiswa. 

Jihan Athaya dan Sahwa Fidya, keduanya merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bandung, mereka telah menggunakan Trans Metro Pasundan (TMP) sejak mereka memulai kuliah. Sebagai mahasiswa yang merantau, mereka lebih suka menggunakan transportasi umum daripada transportasi online karena biaya yang terjangkau dan terbilang mudah di akses.

”Kelebihanya yaitu udah pasti murah bagi masyarakat apalagi pelajar atau mahasiswa. Kalau misalnya punya kartu tanda pelajar, hanya bayar Rp2.000 aja. Fasilitas dalam busnya juga dingin, nggak kena panas dan polusi, nyaman kalo buat perjalanan,”ujarnya.

Salah satu daya tarik transportasi ini adalah kemudahan akses yang dimilikinya, masyarakat bisa dengan mudah menjangkau bus tersebut karena halte pemberhentian yang kebanyakan dekat dan dapat diakses dengan mudah. Proses pembayaran melalui sistem non- tunai juga membuat transaksi lebih praktis di zaman modern seperti saat ini, fasilitas yang terdapat pada bus dianggap cukup nyaman dengan pendingin ruangan dan kebersihan yang terjaga di dalamnya.

Namun, untuk memberikan pengalaman transportasi umum yang menyenangkan, ada beberapa PR yang harus diperhatikan. Menurut pengalaman Sahwa sebagai pengguna, terkadang sopir bus mengemudi dengan terlalu cepat dan terburu-buru sehingga membuatnya merasa tidak nyaman, kadang sopir juga bisa berbicara dengan nada yang tidak ramah. Meskipun tak sering terjadi, hal semacam ini harusnya menjadi catatan penting mengenai standar keamanan dan pelayanan.

Trans Metro Pasundan (TMP) juga dinilai belum sepenuhnya efisien dari segi waktu, disebabkan oleh rute yang memutar dan sistem pemberhentian yang hanya berhenti di halte tertentu. Pengguna harus melewati lokasi yang mereka tuju terlebih dahulu sebelum bisa turun di halte terdekat, hal tersebut menyebabkan perjalanan jadi lebih lama dan tidak efisien, terutama bagi mereka yang sangat sibuk.

Selain itu, jadwal kedatangan yang tidak pasti menjadi hambatan. Walaupun memiliki aplikasi resmi yaitu Mitra Darat yang dapat memantau posisi bus, banyak pengguna masih bingung saat menggunakannya, rute yang ditampilkan tanpa penjelasan yang jelas dan penanda arah yang kurang terlihat membuat pengguna baru kesulitan memahami jalur bus.

Keberadaan TMP juga belum memberi pengaruh besar terhadap pengurangan kemacetan. Bus ini belum memiliki jalur tersendiri sehingga masih menyatu dengan jalur umum dan tetap terjebak kemacetan. Maka, keefektifan transportasi ini sebagai solusi alternatif belum dirasakan secara signifikan.

Meskipun masih memiliki banyak kekurangan, pengguna tetap optimis dan mendukung keberlanjutan TMP.  "Meskipun masih ada kurangnya, aku masih rekomendasiin TMP ke teman - teman terdekat. Tapi emang cocoknya dipakai kalau lagi santai, nggak lagi terburu buru,” ungkapnya.

“Harapan aku sih nantinya rutenya bisa ditambahin dan pelayanan untuk verifikasi kartu pelajar dan lansia lebih dipermudah," tegas Jihan.

Trans Metro Pasundan termasuk salah satu kemajuan besar dalam transformasi transportasi publik yang efisien dan murah. Namun, masukan dari masyarakat harus ditanggapi dengan hati-hati, meskipun layanan dikelola oleh berbagai instansi, Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota M. Farhan, tetap bertanggung jawab untuk memberikan layanan yang nyaman di seluruh kota.

Peningkatan tampilan dan fitur pada aplikasi, pelatihan dan penertiban pengemudi, perbaikan jadwal, dan pembuatan jalur khusus merupakan contoh beberapa upaya yang harus dipertimbangkan demi memperbaiki sarana transportasi umum tersebut. Trans Metro Pasundan memiliki peluang untuk menjadi salah satu transportasi publik di Kota Bandung yang bukan hanya murah tetapi juga memberikan  kenyamanan. Hal tersebut dapat tercapai jika masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama demi membangun transportasi umum yang lebih baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)