Benang Kusut Kota Bandung: Penataan Kabel Tak Bisa Lagi Ditunda

2 menit baca
Masayu Khoerunnisa
Ditulis oleh Masayu Khoerunnisa diterbitkan
Kabel-kabel yang menggantung tak beraturan di Jl. Katapang, Lengkong, Kota Bandung, pada Rabu (03/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Masayu K.)
Kabel-kabel yang menggantung tak beraturan di Jl. Katapang, Lengkong, Kota Bandung, pada Rabu (03/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Masayu K.)

Terlihat pemandangan kabel-kabel menjuntai tanpa pola menjadi pemandangan yang tidak bisa dilewatkan di setiap sudut Kota Bandung. Kabel yang tumpang tindih bagaikan benang kusut tak berarah dibiarkan menggantung, di Jl. Katapang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Kondisi seperti ini bahkan sudah dianggap biasa bagi sebagian warga, meskipun sebenarnya menyimpan banyak sekali risiko. Rangkaian kabel yang bertumpuk terlihat seperti siluet yang menggantung pada saat malam gelap dan minim penerangan.

Tidak hanya keindahan Kota Bandung yang rusak karena kabel-kabel yang tumpang tindih, tetapi juga rasa aman dan nyaman masyarakat. Kabel-kabel yang menjuntai tak beraturan di setiap sisi kota, sama sekali tidak mencerminkan citra Paris Van Java Kota Bandung. 

Di beberapa titik, kabel-kabel tersebut hanya dibiarkan menggantung tanpa dilepas meskipun kabel tersebut sudah mati dan tak digunakan. Kabel yang sudah mati pun terlihat menjadi seperti layer tambahan, dan hal ini terus terjadi dari tahun ke tahun.

Perbaikan yang dilakukan pemerintah Kota Bandung yang menyeluruh di setiap sisi Kota Bandung sampai saat ini belum terlihat sama sekali. Beberapa warga Kota Bandung sudah sering mengeluhkan hal tersebut, baik dari sosial media yang mereka miliki atau forum diskusi warga.

Penataan ulang kabel-kabel tersebut hanya akan dilakukan jika ada kejadian atau insiden tertentu alias hanya dilakukan secara parsial. Pada kenyataannya masalah terkait kabel-kabel ini membutuhkan solusi yang menyentuh akar masalahnya, bukan sekedar penyelesaian sementara saja.

Kabel-kabel yang timpang tindih terlihat di sekitar Simpang Siliwangi, Kota Bandung pada Rabu (03/12/2025). (Sumber: Masayu K | Foto: Masayu K)
Kabel-kabel yang timpang tindih terlihat di sekitar Simpang Siliwangi, Kota Bandung pada Rabu (03/12/2025). (Sumber: Masayu K | Foto: Masayu K)

Di beberapa kota besar di Indonesia sudah diterapkan program penataan kabel bawah tanah sebagai solusi jangka panjang pemerintah daerah. Pemindahan jaringan kabel ini ke dalam saluran khusus di bawah tanah juga akan memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap cuaca ekstrem.

Walikota Bandung seharusnya sadar bahwa sebenarnya Kota Bandung memiliki peluang untuk menerapkan langkah tersebut secara bertahap di kawasan prioritas. Pendekatan utility corridor atau penataan jaringan layanan publik ke dalam satu koridor khusus juga dapat diterapkan.

Utility corridor telah berhasil diterapkan di beberapa kota besar Asia, dan metode tersebut terbukti mengurangi risiko insiden yang tidak diinginkan. Dampak buruk akibat kabel-kabel ini bisa terjadi kapan saja, Walikota harus lebih aware terhadap hal tersebut.

Jika tidak ingin mengeluarkan biaya yang terlalu tinggi, Walikota dapat melakukan pencabutan kabel yang sudah tidak difungsikan. Pemerintah bisa bekerja sama langsung dengan pihak terkait untuk menyeleksi kabel-kabel yang sudah tidak berfungsi.

Pemimpin nomor satu di Kota Bandung ini harus sesegera mungkin untuk menindak lanjuti hal tersebut. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan sistem koordinasi yang jelas agar penataan kabel tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja.

Penataan kabel-kabel ini bukan hanya tentang estetika Kota Bandung saja, hal ini juga  menjadi bagian dari keselamatan masyarakat. Perhatian khusus terkait permasalahan ini harus segera diberikan oleh Walikota Bandung demi keamanan dan hunian yang layak untuk warga Kota Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Masayu Khoerunnisa
Mahasiswi Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Linimasa 27 Jun 2026, 21:52

Dari Kencleng Polisi Menjadi Bangunan Nyaman dan Aman

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung.

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)
Linimasa 26 Jun 2026, 15:18

Hikayat Kampung Pembuat Panci di Bandung, Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Kampung Cikalang Kaler di Bandung telah puluhan tahun memproduksi panci. Kini mereka bertahan di tengah perubahan teknologi dapur modern.

Pengrajin di kampung pembuat panci Cileunyi, Kabupaten Bandung, bertahan di tengah perubahan zaman. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:04

Perkembangan Industri Perfilman Indonesia dari Tahun 1950-2026

Menelisik sejarah panjang perfilman di Indonesia dan karya-karya tersohor yang muncul sepanjang delapan dekade.

Judul film Darah dan Doa (1950). Film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia (Sumber: Wikipedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:33

Eksistensi Arumba sebagai Musik Tradisional Sunda di Tengah Modernisasi

Arumba merupakan alat musik tradisional dari Sunda yang masih eksis hingga saat ini meskipun berada di tengah arus modernisasi.

Kegiatan siswa memainkan Arumba sebagai bentuj pelestarian seni musik tradisional Sunda di lingkungan sekolah (Sumber: dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 14:13

Kuy Ah ... ke Sekolah Swasta

Melihat sekolah swasta yang sekarang semakin banyak melahirkan pelajar berprestasi hebat.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 13:09

Perbankan di Indonesia Integrasikan UMKM dalam Membangun Citra Positif

Publikasi BSI terkait integrasi UMKM halal menarik dianalisis: website menggunakan kata kunci formal, sedangkan Instagram menggunakan bahasa yang lebih sederhana bagi audiens.

Kedai-kedai UMKM di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 12:50

Dari Patriarki ke Femisida: Membaca Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Warisan Struktur Historis

Bagaimana sistem kuasa yang diwariskan lintas generasi membentuk, menormalkan, dan melanggengkan kekerasan terhadap perempuan hingga titik terparahnya.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 11:25

Panduan Berkunjung ke Lembang Park and Zoo: Kebun Binatang Bergaya Eropa di Dataran Tinggi Bandung

Lembang Park and Zoo menawarkan kebun binatang modern, wahana bermain, safari mini, hingga cat café unik di kawasan sejuk Lembang.

Lembang Park and Zoo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:42

HANI dan Tren Modus Operandi Kasus Narkotika

Bandung Raya kian rawan narkoba dengan adanya industri rumahan tembakau sintetis.

Polda Jabar musnahkan narkotika. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan))
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 09:16

Peringatan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan

Mata dibutakan, bibir digunting: krisis keamanan berbasis gender yang mengancam perempuan.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Sumber: Unplash)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 08:20

Memperjuangkan Representasi Anak-Anak Autis Bersama Komunitas Autistik

Peluncuran Boneka Barbie autis pada website dan instagram PT Mattel menunjukkan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anak-anak penyandang autisme dalam bentuk boneka.

Ilustrasi anak autisme. (Sumber: Pexels | Foto: Mah mud)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 07:56

Makna Sejati Karangan Bunga KDM untuk Jakarta

Provinsi lain perlu belajar dari Jakarta terkait dengan keberhasilan mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) dan sukses menata sistem pengembangan SDM.

Karangan bunga KDM untuk HUT Jakarta (Sumber: tangkapan layar)