Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Lampu Lalu Lintas Bermasalah, Ancaman Kecelakaan yang Perlu Ditangani Cepat

Amelia Ulya Ramadhani
Ditulis oleh Amelia Ulya Ramadhani diterbitkan Senin 15 Des 2025, 16:09 WIB
Kondisi lalu lintas yang berantakan di perempatan Batununggal, Kota Bandung (4/12/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amelia Ulya)

Kondisi lalu lintas yang berantakan di perempatan Batununggal, Kota Bandung (4/12/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amelia Ulya)

Sebagai warga Kota Bandung, muncul keprihatinan terhadap kondisi lalu lintas yang belakangan ini menimbulkan persoalan di lapangan. Salah satu temuan yang cukup mendapat sorotan terjadi di kawasan Batununggal, tepatnya di sebuah perempatan yang menjadi jalur lalu lintas padat dan kerap dilalui berbagai jenis kendaraan.

Pada titik tertentu, lampu lalu lintas menampilkan sinyal hijau dari dua arah secara bersamaan. Ini mungkin terlihat normal pada awalnya, tetapi setelah memperhatikan lebih saksama, akan terlihat bahwa arus dari kendaraan di kedua arah tersebut memiliki kecenderungan untuk melaju lurus atau berbelok yang dapat membingungkan pengguna jalan. 

Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakpastian yang berpotensi memicu konflik antar kendaraan. Pengendara yang melaju lurus bisa berhadapan dengan pengendara yang berbelok dari arah lain, sementara pengendara yang hendak berbelok pun terpaksa mengandalkan insting karena tidak ada penanda yang jelas tentang siapa yang seharusnya didahulukan. 

Sebagai warga yang melewati area itu, saya menyaksikan sendiri bagaimana kendaraan sering saling menahan, saling klakson, bahkan beberapa kali hampir bersenggolan. Situasi ini juga bisa membahayakan pengendara dan pejalan kaki yang melintas di sekitar perempatan.

Permasalahan ini sebenarnya terkesan sederhana dan bukan permasalahan besar yang membutuhkan anggaran luar biasa. Namun, lampu lalu lintas merupakan alat dasar untuk keselamatan jalan, sehingga kerusakan atau kesalahan pengaturan lampu lalu lintas sekecil apa pun seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bandung melalui jajarannya..

Meskipun Wali Kota Mumahmmad Farhan mungkin memiliki sejumlah agenda dan prioritas yang berbeda, pembenahan seperti ini adalah contoh nyata dari pelayanan publik yang dinikmati masyarakat secara langsung. Warga berharap sistem pemantauan dan evaluasi lampu lalu lintas dapat diperkuat.

M. Farhan selaku Wali Kota Bandung juga dapat meningkatkan saluran pelaporan warga, karena banyak warga  yang tidak tahu ke mana harus melapor ketika menemukan permasalahan tersebut. Kecelakaan dapat dicegah lebih awal jika tempat untuk melaporkannya cepat, mudah, dan responsif.

Permasalahan di Batununggal ini seharusnya menjadi pengingat bahwa keamanan lalu lintas melibatkan detail teknis yang sering diabaikan selain pengaturan kendaraan yang besar. Lampu lalu lintas yang tidak sinkron sama berbahayanya dengan jalan berlubang atau rambu yang tidak ada.

Saya yakin bahwa keselamatan warga Bandung adalah prioritas utama M. Farhan sebagai Wali Kota Bandung. Namun, komitmen itu harus ditunjukkan melalui tindakan nyata. Ini penting terutama ketika berurusan dengan risiko kecil yang memiliki dampak besar. Pembenahan ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga akan mengurangi risiko kerugian material dan jiwa.

Sebagai warga, kami tentu siap membantu dan memberi tahu jika diperlukan. Kami berharap orang tertinggi di Kota Bandung tersebut segera mempertimbangkan kembali pengaturan lampu lalu lintas di perempatan Batununggal dan area lain yang mungkin menghadapi masalah serupa.

Kota Bandung harusnya bisa menjadi kota yang tidak hanya hidup dan indah, tetapi juga aman bagi semua orang jika diurus dengan baik dan benar. Kami harap kelalaian teknis dapat diperbaiki dengan cepat agar tidak mengancam keselamatan.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen lalu lintas di seluruh Bandung perlu dilakukan secara berkala. Jangan sampai kejadian serupa terulang di wilayah lain hanya karena kurangnya pemantauan atau pembaruan perangkat pendukung jalan. Teknologi yang lebih modern dan sistem koordinasi antar persimpangan dapat menjadi solusi jangka panjang.

Masyarakat berharap M. Farhan dapat menghadirkan komunikasi dua arah yang lebih terbuka dengan warga terkait isu-isu keselamatan publik. Transparansi mengenai proses perbaikan, jadwal pengecekan, hingga tindak lanjut laporan masyarakat akan membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama pemerintah dengan warga dalam menciptakan kota yang lebih tertib dan aman. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Amelia Ulya Ramadhani
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)