Lampu Lalu Lintas Bermasalah, Ancaman Kecelakaan yang Perlu Ditangani Cepat

3 menit baca
Amelia Ulya Ramadhani
Ditulis oleh Amelia Ulya Ramadhani diterbitkan
Kondisi lalu lintas yang berantakan di perempatan Batununggal, Kota Bandung (4/12/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amelia Ulya)
Kondisi lalu lintas yang berantakan di perempatan Batununggal, Kota Bandung (4/12/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Amelia Ulya)

Sebagai warga Kota Bandung, muncul keprihatinan terhadap kondisi lalu lintas yang belakangan ini menimbulkan persoalan di lapangan. Salah satu temuan yang cukup mendapat sorotan terjadi di kawasan Batununggal, tepatnya di sebuah perempatan yang menjadi jalur lalu lintas padat dan kerap dilalui berbagai jenis kendaraan.

Pada titik tertentu, lampu lalu lintas menampilkan sinyal hijau dari dua arah secara bersamaan. Ini mungkin terlihat normal pada awalnya, tetapi setelah memperhatikan lebih saksama, akan terlihat bahwa arus dari kendaraan di kedua arah tersebut memiliki kecenderungan untuk melaju lurus atau berbelok yang dapat membingungkan pengguna jalan. 

Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakpastian yang berpotensi memicu konflik antar kendaraan. Pengendara yang melaju lurus bisa berhadapan dengan pengendara yang berbelok dari arah lain, sementara pengendara yang hendak berbelok pun terpaksa mengandalkan insting karena tidak ada penanda yang jelas tentang siapa yang seharusnya didahulukan. 

Sebagai warga yang melewati area itu, saya menyaksikan sendiri bagaimana kendaraan sering saling menahan, saling klakson, bahkan beberapa kali hampir bersenggolan. Situasi ini juga bisa membahayakan pengendara dan pejalan kaki yang melintas di sekitar perempatan.

Permasalahan ini sebenarnya terkesan sederhana dan bukan permasalahan besar yang membutuhkan anggaran luar biasa. Namun, lampu lalu lintas merupakan alat dasar untuk keselamatan jalan, sehingga kerusakan atau kesalahan pengaturan lampu lalu lintas sekecil apa pun seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bandung melalui jajarannya..

Meskipun Wali Kota Mumahmmad Farhan mungkin memiliki sejumlah agenda dan prioritas yang berbeda, pembenahan seperti ini adalah contoh nyata dari pelayanan publik yang dinikmati masyarakat secara langsung. Warga berharap sistem pemantauan dan evaluasi lampu lalu lintas dapat diperkuat.

M. Farhan selaku Wali Kota Bandung juga dapat meningkatkan saluran pelaporan warga, karena banyak warga  yang tidak tahu ke mana harus melapor ketika menemukan permasalahan tersebut. Kecelakaan dapat dicegah lebih awal jika tempat untuk melaporkannya cepat, mudah, dan responsif.

Permasalahan di Batununggal ini seharusnya menjadi pengingat bahwa keamanan lalu lintas melibatkan detail teknis yang sering diabaikan selain pengaturan kendaraan yang besar. Lampu lalu lintas yang tidak sinkron sama berbahayanya dengan jalan berlubang atau rambu yang tidak ada.

Saya yakin bahwa keselamatan warga Bandung adalah prioritas utama M. Farhan sebagai Wali Kota Bandung. Namun, komitmen itu harus ditunjukkan melalui tindakan nyata. Ini penting terutama ketika berurusan dengan risiko kecil yang memiliki dampak besar. Pembenahan ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga akan mengurangi risiko kerugian material dan jiwa.

Sebagai warga, kami tentu siap membantu dan memberi tahu jika diperlukan. Kami berharap orang tertinggi di Kota Bandung tersebut segera mempertimbangkan kembali pengaturan lampu lalu lintas di perempatan Batununggal dan area lain yang mungkin menghadapi masalah serupa.

Kota Bandung harusnya bisa menjadi kota yang tidak hanya hidup dan indah, tetapi juga aman bagi semua orang jika diurus dengan baik dan benar. Kami harap kelalaian teknis dapat diperbaiki dengan cepat agar tidak mengancam keselamatan.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen lalu lintas di seluruh Bandung perlu dilakukan secara berkala. Jangan sampai kejadian serupa terulang di wilayah lain hanya karena kurangnya pemantauan atau pembaruan perangkat pendukung jalan. Teknologi yang lebih modern dan sistem koordinasi antar persimpangan dapat menjadi solusi jangka panjang.

Masyarakat berharap M. Farhan dapat menghadirkan komunikasi dua arah yang lebih terbuka dengan warga terkait isu-isu keselamatan publik. Transparansi mengenai proses perbaikan, jadwal pengecekan, hingga tindak lanjut laporan masyarakat akan membangun kepercayaan dan memperkuat kerja sama pemerintah dengan warga dalam menciptakan kota yang lebih tertib dan aman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Amelia Ulya Ramadhani
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)