Flyover Nurtanio: Titik Terang Kemacetan Bandung di Akhir Tahun 2025

Siti Zahra Nurazizah Wijayanti
Ditulis oleh Siti Zahra Nurazizah Wijayanti diterbitkan Minggu 28 Des 2025, 12:48 WIB
Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)

Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)

Flyover Nurtanio adalah proyek jembatan layang yang baru dibangun dan dirancang di Kota Bandung untuk mengatasi kemacetan di persimpangan Jalan Dr. Abdurrahman Saleh dan Jalan L.M.U Nurtanio (Garuda), khususnya akibat perlintasan sebidang rel kereta api dengan frekuensi tinggi yang selama ini menjadi titik padat lalu lintas. Proyek ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan sekaligus membantu operasional kereta api di salah satu kawasan paling padat di Kota Bandung.

Perencanaan pembangunan Flyover Nurtanio telah digagas beberapa tahun lalu untuk bagian dari upaya pemerintah guna memperbaiki arus lalu lintas yang parah di Kota bandung. Selain meningkatkan kelancaran pergerakan kendaraan dan mengurangi kemacetan, proyek ini berperan dalam memperkuat keterhubungan sistem transportasi kereta api, termasuk integrasinya dengan jalur kereta cepat serta laynan feeder di kawasan Bandung. Pembahasan awal juga menyoroti penerapan konsep green infrastructure untuk pembangunan berkelanjutan

Perkembangan dan Tahap Perancangan Pembangunan Flyover Nurtanio juga berlangsung secara bertahap dengan tantangan dan percepatan sebagai berikut:

1. Dimulainya Konstruksi (2023-2024)

Pengerjaan pembangunan fisik dimulai dari Agustus 2023 dengan cakupan area yang meliputi Jalan Abdulrahman Saleh, Jalan Garuda, serta perlintasan jalur kereta api. Memasuki pertengahan 2024, proyek ini berlanjut pada tahap pengecoran struktur utama.

2. Tantangan Pada Awal Tahun 2025

Aktivitas konstruksi menyebabkan kemacetan baru akibat penyempitan jalan karena pembangunan yang sedang berlanjut memicu keluhan dari warga mengenai waktu perjalanan yang menjadi lebih lama sebelum flyover selesai dibangun.

3. Percepatan dan Kontrak lanjutan

Pembangunan dilanjutkan pada September 2025 dengan kontrak baru dan target penyelesaian dalam 100 hari kerja, menuju akhir 2025

4. Proses Terkini (Desember 2025)

Hingga akhir 2025, progres mencapai 87,7 persen. Pemerintah menargetkan penyelesaian akhir Desember 2025. Proyek pembangunan tengah mengupayakan agar sebagian akses dapat dibuka pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Flyover ini memiliki panjang total 550 meter dan lebar aspal 10,5 meter (total 11,5 meter termasuk parapet), dengan desain girder utama yang aman melintasi rel kereta.

Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)
Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)

Manfaat utama pembangunan Flyover Nurtanio ini bisa dilihat dari kemampuannya yang mengurangi kemacetan parah di kawasan Andir yang disebabkan oleh perlintasan sebidang kereta api sehingga arus kendaraan tidak lagi terhalang oleh palang pintu. Di sisi lain dengan adanya pembangunan jalan layang ini turut mendukung kinerja tranportasi rel dengan meminimalkan gangguan antara lalu lintas dengan jalan operasional kereta api, termasuk penguatan sistem feeder serta integrasi dengan kereta cepat Whoosh.

Sebagai dampak lanjutan, konektivitas antarwilayah di Kota Bandung menjadi semakin baik, sehingga mobilitas masyarakat berlangsung lebih lancar dan pada saat yang sama turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pergerakan orang serta distribusi barang yang lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Algoritma Media Sosial Hanya Menguntungkan Politisi

Flyover Nurtanio menjadi bukti wujud nyata komitmen pembangunan infrastruktur perkotaan yang secara tidak langsung mendengarkan kebutuhan mobiltas masyarakat. Meski menghadapi keterlambatan dan gangguan sementara, proyek ini didorong pemerintah pusat dan Kota Bandung untuk rampung akhir 2025, siap dinikmati warga di awal 2026.

Flyover Nurtanio diharapkan tidak hanya memberikan manfaat untuk jangka pendek bagi mobilitas harian masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kelancaran transportasi perkotaan secara berkelanjutan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Zahra Nurazizah Wijayanti
@_zzahranw on instagram

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)