Flyover Nurtanio: Titik Terang Kemacetan Bandung di Akhir Tahun 2025

2 menit baca
Siti Zahra Nurazizah Wijayanti
Ditulis oleh Siti Zahra Nurazizah Wijayanti diterbitkan
Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)
Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)

Flyover Nurtanio adalah proyek jembatan layang yang baru dibangun dan dirancang di Kota Bandung untuk mengatasi kemacetan di persimpangan Jalan Dr. Abdurrahman Saleh dan Jalan L.M.U Nurtanio (Garuda), khususnya akibat perlintasan sebidang rel kereta api dengan frekuensi tinggi yang selama ini menjadi titik padat lalu lintas. Proyek ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan sekaligus membantu operasional kereta api di salah satu kawasan paling padat di Kota Bandung.

Perencanaan pembangunan Flyover Nurtanio telah digagas beberapa tahun lalu untuk bagian dari upaya pemerintah guna memperbaiki arus lalu lintas yang parah di Kota bandung. Selain meningkatkan kelancaran pergerakan kendaraan dan mengurangi kemacetan, proyek ini berperan dalam memperkuat keterhubungan sistem transportasi kereta api, termasuk integrasinya dengan jalur kereta cepat serta laynan feeder di kawasan Bandung. Pembahasan awal juga menyoroti penerapan konsep green infrastructure untuk pembangunan berkelanjutan

Perkembangan dan Tahap Perancangan Pembangunan Flyover Nurtanio juga berlangsung secara bertahap dengan tantangan dan percepatan sebagai berikut:

1. Dimulainya Konstruksi (2023-2024)

Pengerjaan pembangunan fisik dimulai dari Agustus 2023 dengan cakupan area yang meliputi Jalan Abdulrahman Saleh, Jalan Garuda, serta perlintasan jalur kereta api. Memasuki pertengahan 2024, proyek ini berlanjut pada tahap pengecoran struktur utama.

2. Tantangan Pada Awal Tahun 2025

Aktivitas konstruksi menyebabkan kemacetan baru akibat penyempitan jalan karena pembangunan yang sedang berlanjut memicu keluhan dari warga mengenai waktu perjalanan yang menjadi lebih lama sebelum flyover selesai dibangun.

3. Percepatan dan Kontrak lanjutan

Pembangunan dilanjutkan pada September 2025 dengan kontrak baru dan target penyelesaian dalam 100 hari kerja, menuju akhir 2025

4. Proses Terkini (Desember 2025)

Hingga akhir 2025, progres mencapai 87,7 persen. Pemerintah menargetkan penyelesaian akhir Desember 2025. Proyek pembangunan tengah mengupayakan agar sebagian akses dapat dibuka pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Flyover ini memiliki panjang total 550 meter dan lebar aspal 10,5 meter (total 11,5 meter termasuk parapet), dengan desain girder utama yang aman melintasi rel kereta.

Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)
Flyover Nurtanio. (Sumber: Dok. Pemprov Jabar)

Manfaat utama pembangunan Flyover Nurtanio ini bisa dilihat dari kemampuannya yang mengurangi kemacetan parah di kawasan Andir yang disebabkan oleh perlintasan sebidang kereta api sehingga arus kendaraan tidak lagi terhalang oleh palang pintu. Di sisi lain dengan adanya pembangunan jalan layang ini turut mendukung kinerja tranportasi rel dengan meminimalkan gangguan antara lalu lintas dengan jalan operasional kereta api, termasuk penguatan sistem feeder serta integrasi dengan kereta cepat Whoosh.

Sebagai dampak lanjutan, konektivitas antarwilayah di Kota Bandung menjadi semakin baik, sehingga mobilitas masyarakat berlangsung lebih lancar dan pada saat yang sama turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pergerakan orang serta distribusi barang yang lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Algoritma Media Sosial Hanya Menguntungkan Politisi

Flyover Nurtanio menjadi bukti wujud nyata komitmen pembangunan infrastruktur perkotaan yang secara tidak langsung mendengarkan kebutuhan mobiltas masyarakat. Meski menghadapi keterlambatan dan gangguan sementara, proyek ini didorong pemerintah pusat dan Kota Bandung untuk rampung akhir 2025, siap dinikmati warga di awal 2026.

Flyover Nurtanio diharapkan tidak hanya memberikan manfaat untuk jangka pendek bagi mobilitas harian masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kelancaran transportasi perkotaan secara berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Zahra Nurazizah Wijayanti
@_zzahranw on instagram

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)