Bagaimana Parkir Liar menyebabkan Kemacetan di Bandung?

Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat
Ditulis oleh Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat diterbitkan Jumat 26 Des 2025, 20:20 WIB
Aktivitas lalu lintas pada siang hari yang padat merayap bersamaan dengan parkir liar di Jalan Mulawarman dekat BEC, pada tanggal 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Aktivitas lalu lintas pada siang hari yang padat merayap bersamaan dengan parkir liar di Jalan Mulawarman dekat BEC, pada tanggal 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Seperti mimpi rasanya jika tinggal di daerah yang sejuk dan menyegarkan mata dengan kehangatan warga di kota Bandung. Akan tetapi, pesona Kota Bandung sendiri telah berubah menjadi kota yang penuh desak, baik di hari-hari normal maupun akhir pekan.

Kota Bandung sendiri memiliki sebuah permasalahan yang sering diperbincangkan di ruang publik dan tidak pernah selesai, yakni kemacetan. Permasalahan tersebut terus hadir dalam perbincangan di ruang publik, hingga pada saat debat kontestasi pemilihan kepala daerah.

Kemacetan yang terjadi Kota Bandung sendiri menjadi polemik yang sering menjadi kritik terhadap pemangku kebijakan di Kota Bandung. Termasuk ke pemerintahan Kota Bandung terkini yang dipegang oleh Bapak Muhammad Farhan sebagai Walikota Bandung sejak akhir tahun 2024.

Kemacetan dapat disebabkan seperti menumpuknya kendaraan di satu jalan, hingga pengemudi yang melawan arah, sehingga jalan seakan-akan menjadi satu jalur. Tapi, ada salah satu penyebab kemacetan yang jarang diketahui, yaitu keberadaan parkir liar yang mengambil setengah bahu jalan.

Masalah parkir liar ini menyebabkan kemacetan bukan karena jumlah kendaraan yang banyak, tetapi karena menyempitnya jalan untuk lahan parkir liar. Karena semakin menyempitnya jalan karena parkir liar ini, kemacetan sering terjadi karena jalan tersebut hanya muat untuk satu mobil.

Kendaraan yang sedang parkir di bawah rambu lalu lintas dilarang berhenti di Jalan Mulawarman pada siang hari, pada tanggal 3 Desember 2025 (Sumber: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)
Kendaraan yang sedang parkir di bawah rambu lalu lintas dilarang berhenti di Jalan Mulawarman pada siang hari, pada tanggal 3 Desember 2025 (Sumber: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Seperti Jalan Purnawarman dekat Bandung Electronic Center, kendaraan pribadi sering parkir di bahu jalan dan menghalangi zebra cross. Contoh tersebut baru terjadi di satu jalan saja, belum jalan lain yang lebih buruk dibandingkan jalan purnawarman.

Keberadaan parkir liar sebenarnya  sudah disadari oleh Walikota Bandung dengan respon yang cenderung lambat dan tidak konsisten. Setiap kali ada operasi penertiban parkir liar, juru parkir tersebut akan kembali karena tidak terkena efek jera sama sekali.

Solusi Walikota Bandung sekaligus mantan penyair tersebut seperti konsep park and ride yang menggabungkan lahan parkir dan wisata kuliner. Solusi tersebut justru tidak dapat menunaskan keberadaan parkir liar dan akan membuat oknum-oknum parkir liar semakin banyak.

Solusi yang harus digunakan harus benar-benar berasal dari masukan seluruh masyarakat dan pihak terkait dengan Kota Bandung. Sehingga, orang nomor satu di Kota Bandung tersebut harus memiliki solusi berdasarkan masukan dari warga maupun para pekerja.

Kondisi pertigaan disertai keberadaan parkir liar di Jalan Gatot Subroto pada pagi hari, tanggal 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)
Kondisi pertigaan disertai keberadaan parkir liar di Jalan Gatot Subroto pada pagi hari, tanggal 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Cara untuk mengatasi parkir liar adalah membangun lahan parkir bawah tanah, menutup jalan-jalan tertentu untuk kendaraan pribadi, dan memperbanyak feeder. Selain itu, patroli aktif yang dijalankan tiap hari oleh aparat gabungan dapat mengurangi jumlah oknum parkir liar.

Baca Juga: Fasilitas Kurang Lengkap Dianggap Penyebab Kemacetan, Layanan Transportasi Umum Kapan Ditingkatkan?

Solusi yang disebutkan berdasarkan konsep tata letak superblock yang memaksa pengguna kendaraan pribadi untuk tidak merasa nyaman berkendara di kota. Sehingga membuat pengguna tersebut terpaksa untuk jalan kaki, ini lebih menguntungkan dibandingkan konsepnya Pemerintahan Muhammad Farhan, yakni park and ride.

Kendati demikian, solusi tersebut adalah cara bagaimana mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan lahan parkir liar untuk memaksimalkan area pedestrian. Harapan saya kepada Bapak Muhammad Farhan memakai solusi tersebut agar jumlah parkir liar dan kemacetan di kota Bandung dapat berkurang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 18:15 WIB

Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Bagaimana rasanya mencintai kota seperti kekasih? Dari Bandung yang terasa asing di kening hingga Bandung yang asyik untuk dikenang.
Bangku yang terduduk di Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Koleksi Pribadi Penulis | Foto: Penulis)
Ayo Jelajah 25 Jan 2026, 17:21 WIB

Sejarah Pasar Cimol Gedebage Bandung, Surga Thrifting Kota Kembang di Ujung Jalan

Jejak sejarah Pasar Cimol Gedebage bermula dari Cibadak hingga menjadi pusat pakaian bekas terbesar di Bandung.
Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 16:13 WIB

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Bila makna kata berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakannya.
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)