Bagaimana Parkir Liar menyebabkan Kemacetan di Bandung?

3 menit baca
Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat
Ditulis oleh Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat diterbitkan
Aktivitas lalu lintas pada siang hari yang padat merayap bersamaan dengan parkir liar di Jalan Mulawarman dekat BEC, pada tanggal 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)
Aktivitas lalu lintas pada siang hari yang padat merayap bersamaan dengan parkir liar di Jalan Mulawarman dekat BEC, pada tanggal 3 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Seperti mimpi rasanya jika tinggal di daerah yang sejuk dan menyegarkan mata dengan kehangatan warga di kota Bandung. Akan tetapi, pesona Kota Bandung sendiri telah berubah menjadi kota yang penuh desak, baik di hari-hari normal maupun akhir pekan.

Kota Bandung sendiri memiliki sebuah permasalahan yang sering diperbincangkan di ruang publik dan tidak pernah selesai, yakni kemacetan. Permasalahan tersebut terus hadir dalam perbincangan di ruang publik, hingga pada saat debat kontestasi pemilihan kepala daerah.

Kemacetan yang terjadi Kota Bandung sendiri menjadi polemik yang sering menjadi kritik terhadap pemangku kebijakan di Kota Bandung. Termasuk ke pemerintahan Kota Bandung terkini yang dipegang oleh Bapak Muhammad Farhan sebagai Walikota Bandung sejak akhir tahun 2024.

Kemacetan dapat disebabkan seperti menumpuknya kendaraan di satu jalan, hingga pengemudi yang melawan arah, sehingga jalan seakan-akan menjadi satu jalur. Tapi, ada salah satu penyebab kemacetan yang jarang diketahui, yaitu keberadaan parkir liar yang mengambil setengah bahu jalan.

Masalah parkir liar ini menyebabkan kemacetan bukan karena jumlah kendaraan yang banyak, tetapi karena menyempitnya jalan untuk lahan parkir liar. Karena semakin menyempitnya jalan karena parkir liar ini, kemacetan sering terjadi karena jalan tersebut hanya muat untuk satu mobil.

Kendaraan yang sedang parkir di bawah rambu lalu lintas dilarang berhenti di Jalan Mulawarman pada siang hari, pada tanggal 3 Desember 2025 (Sumber: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)
Kendaraan yang sedang parkir di bawah rambu lalu lintas dilarang berhenti di Jalan Mulawarman pada siang hari, pada tanggal 3 Desember 2025 (Sumber: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat) (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Seperti Jalan Purnawarman dekat Bandung Electronic Center, kendaraan pribadi sering parkir di bahu jalan dan menghalangi zebra cross. Contoh tersebut baru terjadi di satu jalan saja, belum jalan lain yang lebih buruk dibandingkan jalan purnawarman.

Keberadaan parkir liar sebenarnya  sudah disadari oleh Walikota Bandung dengan respon yang cenderung lambat dan tidak konsisten. Setiap kali ada operasi penertiban parkir liar, juru parkir tersebut akan kembali karena tidak terkena efek jera sama sekali.

Solusi Walikota Bandung sekaligus mantan penyair tersebut seperti konsep park and ride yang menggabungkan lahan parkir dan wisata kuliner. Solusi tersebut justru tidak dapat menunaskan keberadaan parkir liar dan akan membuat oknum-oknum parkir liar semakin banyak.

Solusi yang harus digunakan harus benar-benar berasal dari masukan seluruh masyarakat dan pihak terkait dengan Kota Bandung. Sehingga, orang nomor satu di Kota Bandung tersebut harus memiliki solusi berdasarkan masukan dari warga maupun para pekerja.

Kondisi pertigaan disertai keberadaan parkir liar di Jalan Gatot Subroto pada pagi hari, tanggal 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)
Kondisi pertigaan disertai keberadaan parkir liar di Jalan Gatot Subroto pada pagi hari, tanggal 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Davi Rivaldo Ramadhan Hidayat)

Cara untuk mengatasi parkir liar adalah membangun lahan parkir bawah tanah, menutup jalan-jalan tertentu untuk kendaraan pribadi, dan memperbanyak feeder. Selain itu, patroli aktif yang dijalankan tiap hari oleh aparat gabungan dapat mengurangi jumlah oknum parkir liar.

Baca Juga: Fasilitas Kurang Lengkap Dianggap Penyebab Kemacetan, Layanan Transportasi Umum Kapan Ditingkatkan?

Solusi yang disebutkan berdasarkan konsep tata letak superblock yang memaksa pengguna kendaraan pribadi untuk tidak merasa nyaman berkendara di kota. Sehingga membuat pengguna tersebut terpaksa untuk jalan kaki, ini lebih menguntungkan dibandingkan konsepnya Pemerintahan Muhammad Farhan, yakni park and ride.

Kendati demikian, solusi tersebut adalah cara bagaimana mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan lahan parkir liar untuk memaksimalkan area pedestrian. Harapan saya kepada Bapak Muhammad Farhan memakai solusi tersebut agar jumlah parkir liar dan kemacetan di kota Bandung dapat berkurang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)