Cibaduyut: Sentra Sepatu yang Berubah Menjadi Sentra Kemacetan

2 menit baca
RanggaRep
Ditulis oleh RanggaRep diterbitkan
Tampak jalanan yang dipenuhi kendaraan di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung (04/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Yudhistira Rangga Eka Putra)
Tampak jalanan yang dipenuhi kendaraan di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung (04/12/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Yudhistira Rangga Eka Putra)

Kota Bandung tidak dapat dipisahkan oleh kemacetan yang sudah menjadi permasalahan utama selama kota ini berdiri di Indonesia. Dari Cihampelas sampai Cibaduyut, tidak satupun daerah di kota ini terlewat oleh kemacetan yang sangat membuat hati panas setiap pulang beraktivitas.

Berbicara mengenai kemacetan, daerah Cibaduyut menjadi jalanan yang selalu dilalui banyak orang setelah berkegiatan panjang. Setiap sore jalanan ini dapat dibilang sebagai lautan kendaraan yang harus dihadapai selama kurang lebih 50 menit lamanya.

Kemacetan ini disebabkan oleh volume kendaraan yang padat melintasi jalur ini serta tergolong jalanan yang kecil untuk dilalui. Tidak heran dikarenakan jalanan ini langsung menghubungkan antara daerah Cibaduyut mengarah ke daerah Kopo-Soreang.

Titik utama kemacetan ini berada di pertigaan antara Jalan Cibaduyut dengan Jalan Indrayasa yang mengarah ke Jalan Moch Toha. 

Di sisi lain, parkir dipinggir jalan juga menjadi salah satu faktor pendukung kemacetan yang terjadi di Jalanan ini. Tidaklah heran, Cibaduyut sendiri merupakan salah satu dari banyaknya kawasan yang menjual beragam jenis sepatu di Kota Bandung.

Salah satu bentuk ketidaknyamanan melewati jalanan ini juga adalah aspal yang retak, mengakibatkan pengendara motor rawan mengalami kecelakaan. Hal-hal tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian khusus Walikota Bandung yang menjadi pihak utama promotor pergerakan Kota Bandung.

Situasi Kemacetan dibawah Flyover Leuwi Panjang di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung (04/12/2025) (Sumber: Yudhistira Rangga Eka Putra | Foto: Yudhistira Rangga Eka Putra)
Situasi Kemacetan dibawah Flyover Leuwi Panjang di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung (04/12/2025) (Sumber: Yudhistira Rangga Eka Putra | Foto: Yudhistira Rangga Eka Putra)

Walikota Bandung M. Farhan sudah sepatutnya paham mengenai situasi ini yang seharusnya menjadi perhatian khusus untuk bisa ditindaklanjuti. Kemacetan sudah menjadi keresahan utama masyarakat sebagai bukti nyata buruknya tata kelola Kota Bandung yang masih jauh dari kata baik.

Farhan perlu membuka mata selebar-lebarnya bahwa Cibaduyut jauh dari kawasan yang nyaman untuk dilalui. Perlu adanya perubahan pengelolaan tata jalan yang baik supaya Jalanan Cibaduyut bisa nyaman serta jauh dari kata kemacetan

Pria berambut putih tersebut seharusnya sadar kendaraan yang melalui Cibaduyut sudah melebihi kapasitas yang dapat dilalui. Perlu adanya pelebaran jalan ataupun opsi jalan lain untuk masyarakat bisa dengan mudah berpergian dengan nyaman.

Baca Juga: Harapan Baru untuk Taman Tegallega sebagai Ruang Publik di Kota Bandung

Pria yang lahir di Bogor itu juga seharusnya melalui pihak terkait perlu menetapkan kebijakan dengan tidak boleh parkir menggunakan bahu jalan yang berakibat kemacetan yang tidak kunjung selesai. Penegasan perlu dilakukan jangan hanya berbentuk teguran, tapi harus adanya bukti nyata sanksi yang ditetapkan.

Pimpinan tertinggi Kota Bandung itu juga perlu sadar bahwasannya jalanan di Cibaduyut masih jauh dari kata aman. Retaknya aspal jalanan menjadi bukti ketidakseriusan Farhan untuk paham kenyamanan serta keamanan berkendara bagi masyarakat di Kota Bandung.

Pada akhirnya Walikota Bandung M. Farhan masih memiliki banyak PR yang perlu diselesaikan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai seorang pemimpin di kota ini. Harapan besar akan selalu muncul bagi para pemimpin-pemimpin yang selalu semangat dan terus maju untuk tetap berproses bagi daerahnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)