Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Kemacetan Bandung Makin Tidak Terkendali, Warga Mulai Kehabisan Sabar

Exnachia Clara
Ditulis oleh Exnachia Clara diterbitkan Senin 01 Des 2025, 15:31 WIB
Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan November akibat padatnya arus kendaraan. (Foto: Exnachia Clara)

Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan November akibat padatnya arus kendaraan. (Foto: Exnachia Clara)

Kemacetan di Kota Bandung semakin terasa padat dan mulai membuat banyak warga kehilangan kenyamanan saat beraktivitas. Jalan-jalan utama yang dulu masih bisa dilewati dengan cukup lancar kini hampir selalu padat, bahkan pada hari biasa sekalipun.

Hampir setiap sore daerah Sukajadi, Pasteur, Riau, hingga Dago berubah menjadi jalur yang nyaris tidak bergerak. Perjalanan singkat yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa menit sering berubah menjadi hampir satu jam. Banyak orang akhirnya harus berangkat lebih cepat atau menunda berbagai keperluan agar tidak terjebak terlalu lama.

Lonjakan jumlah kendaraan pribadi jelas menjadi salah satu penyebab utama, tetapi bukan satu-satunya. Kapasitas jalan yang tidak berubah sejak lama membuat beban lalu lintas semakin tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan setiap tahun. Warga yang tidak punya pilihan transportasi lain akhirnya tetap membawa kendaraan masing-masing.

Parkir liar juga menjadi masalah yang memperparah keadaan. Banyak kendaraan berhenti sembarangan di pinggir jalan atau depan toko, menghabiskan ruang yang seharusnya dipakai kendaraan lain untuk bergerak. Kondisi seperti ini sering membuat jalan yang sebenarnya cukup lebar menjadi terasa sempit dan macet jauh lebih cepat.

Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan Oktober akibat padatnya arus kendaraan setelah hujan deras. (Foto: Exnachia Clara)
Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan Oktober akibat padatnya arus kendaraan setelah hujan deras. (Foto: Exnachia Clara)

Pada situasi tertentu, beberapa pengendara bahkan naik ke trotoar untuk mencari celah. Pejalan kaki yang seharusnya punya ruang aman justru terpaksa mengalah, sementara arus kendaraan tetap tidak membaik. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa pengawasan di lapangan masih belum cukup kuat.

Transportasi umum sebenarnya bisa menjadi alternatif, tetapi kondisinya belum sepenuhnya mendukung. Armada yang terbatas, waktu kedatangan yang tidak konsisten, dan rute yang belum menjangkau banyak area membuat masyarakat belum merasa nyaman meninggalkan kendaraan pribadi. Banyak halte terlihat kosong karena warga sudah terbiasa tidak menunggu bus yang jadwalnya sulit ditebak.

Sistem park and ride yang diharapkan menjadi solusi juga belum menunjukkan hasil besar. Beberapa titik parkir masih minim fasilitas, sehingga orang lebih memilih membawa kendaraan hingga pusat kota. Tanpa layanan pendukung yang memadai, konsep ini akan sulit berjalan maksimal.

Kemacetan yang berlangsung lama tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga memperburuk kualitas udara. Kendaraan yang berhenti dalam waktu lama menghasilkan asap yang menumpuk, membuat perjalanan menjadi semakin melelahkan. Banyak pengendara akhirnya merasa stres sebelum sampai ke tujuan.

Beberapa titik sebenarnya bisa terbantu jika ada petugas yang mengatur secara langsung. Ketidakhadiran pengawas di jam-jam ramai membuat arus lalu lintas berjalan tidak terarah dan kadang saling menyumbat. Pengendara yang tidak sabar justru membuat kondisi makin kacau.

Warga berharap langkah konkret segera terlihat, bukan hanya rencana di atas kertas. Penertiban, pengaturan ulang jalur padat, dan peningkatan pengawasan sangat dibutuhkan agar kondisi tidak terus memburuk. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten dapat memberikan dampak yang cukup besar.

Situasi kemacetan ini perlu menjadi perhatian serius bagi Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar masyarakat kembali merasakan perjalanan yang wajar dan tidak melelahkan. Bandung selayaknya menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, bukan tempat di mana warganya harus selalu khawatir soal waktu tempuh yang tidak menentu. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Exnachia Clara
Mahasiswi Digital Public Relations 2024 Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)