Kemacetan Bandung Makin Tidak Terkendali, Warga Mulai Kehabisan Sabar

2 menit baca
Exnachia Clara
Ditulis oleh Exnachia Clara diterbitkan
Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan November akibat padatnya arus kendaraan. (Foto: Exnachia Clara)
Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan November akibat padatnya arus kendaraan. (Foto: Exnachia Clara)

Kemacetan di Kota Bandung semakin terasa padat dan mulai membuat banyak warga kehilangan kenyamanan saat beraktivitas. Jalan-jalan utama yang dulu masih bisa dilewati dengan cukup lancar kini hampir selalu padat, bahkan pada hari biasa sekalipun.

Hampir setiap sore daerah Sukajadi, Pasteur, Riau, hingga Dago berubah menjadi jalur yang nyaris tidak bergerak. Perjalanan singkat yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa menit sering berubah menjadi hampir satu jam. Banyak orang akhirnya harus berangkat lebih cepat atau menunda berbagai keperluan agar tidak terjebak terlalu lama.

Lonjakan jumlah kendaraan pribadi jelas menjadi salah satu penyebab utama, tetapi bukan satu-satunya. Kapasitas jalan yang tidak berubah sejak lama membuat beban lalu lintas semakin tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan setiap tahun. Warga yang tidak punya pilihan transportasi lain akhirnya tetap membawa kendaraan masing-masing.

Parkir liar juga menjadi masalah yang memperparah keadaan. Banyak kendaraan berhenti sembarangan di pinggir jalan atau depan toko, menghabiskan ruang yang seharusnya dipakai kendaraan lain untuk bergerak. Kondisi seperti ini sering membuat jalan yang sebenarnya cukup lebar menjadi terasa sempit dan macet jauh lebih cepat.

Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan Oktober akibat padatnya arus kendaraan setelah hujan deras. (Foto: Exnachia Clara)
Kemacetan memenuhi Jalan Buah Batu pada Bulan Oktober akibat padatnya arus kendaraan setelah hujan deras. (Foto: Exnachia Clara)

Pada situasi tertentu, beberapa pengendara bahkan naik ke trotoar untuk mencari celah. Pejalan kaki yang seharusnya punya ruang aman justru terpaksa mengalah, sementara arus kendaraan tetap tidak membaik. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa pengawasan di lapangan masih belum cukup kuat.

Transportasi umum sebenarnya bisa menjadi alternatif, tetapi kondisinya belum sepenuhnya mendukung. Armada yang terbatas, waktu kedatangan yang tidak konsisten, dan rute yang belum menjangkau banyak area membuat masyarakat belum merasa nyaman meninggalkan kendaraan pribadi. Banyak halte terlihat kosong karena warga sudah terbiasa tidak menunggu bus yang jadwalnya sulit ditebak.

Sistem park and ride yang diharapkan menjadi solusi juga belum menunjukkan hasil besar. Beberapa titik parkir masih minim fasilitas, sehingga orang lebih memilih membawa kendaraan hingga pusat kota. Tanpa layanan pendukung yang memadai, konsep ini akan sulit berjalan maksimal.

Kemacetan yang berlangsung lama tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga memperburuk kualitas udara. Kendaraan yang berhenti dalam waktu lama menghasilkan asap yang menumpuk, membuat perjalanan menjadi semakin melelahkan. Banyak pengendara akhirnya merasa stres sebelum sampai ke tujuan.

Beberapa titik sebenarnya bisa terbantu jika ada petugas yang mengatur secara langsung. Ketidakhadiran pengawas di jam-jam ramai membuat arus lalu lintas berjalan tidak terarah dan kadang saling menyumbat. Pengendara yang tidak sabar justru membuat kondisi makin kacau.

Warga berharap langkah konkret segera terlihat, bukan hanya rencana di atas kertas. Penertiban, pengaturan ulang jalur padat, dan peningkatan pengawasan sangat dibutuhkan agar kondisi tidak terus memburuk. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten dapat memberikan dampak yang cukup besar.

Situasi kemacetan ini perlu menjadi perhatian serius bagi Wali Kota Bandung, M. Farhan, agar masyarakat kembali merasakan perjalanan yang wajar dan tidak melelahkan. Bandung selayaknya menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali, bukan tempat di mana warganya harus selalu khawatir soal waktu tempuh yang tidak menentu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Exnachia Clara
Tentang Exnachia Clara
Mahasiswi Digital Public Relations 2024 Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)