Resolusi 2026: Kota Bandung ‘Bersih’ dari Juru Parkir Liar dan Pungutan Liar yang Kerap Meresahkan Masyarakat 

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 13:31 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan terus menertibkan parkir liar. Termasuk terus mengedukasi petugas parkir agar bertindak sesuai aturan. (Sumber: Pemprov Jabar)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan terus menertibkan parkir liar. Termasuk terus mengedukasi petugas parkir agar bertindak sesuai aturan. (Sumber: Pemprov Jabar)

KOTA BANDUNG kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak hanya di hari-hari libur dan weekend, di hari biasa pun para wisatawan—dengan memakai bus atau kendaraan pribadi--kerap berdatangan ke kota berjuluk ‘Paris van Java’ itu.

Sejumlah alasan ini membuat para wisatawan memilih Bandung sebagai tujuan wisata: Bandung udaranya sejuk dan banyak pepohonan; di Bandung banyak ragam kuliner yang memanjakan dan selalu saja ada yang baru; Bandung sebagai kota pendidikan (ITB, Unpad, UPI, UIN, dll.); Bandung juga cocok untuk wisata religi (Masjid Al-Jabbar); daya tarik alamnya yang cantik memesona--pegunungan, kebun teh (Lembang, Ciwidey, Pangalengan); budaya heritage (Gedung Merdeka, Gedung Sate, Savoy Homan. Braga); dan ekonomi kreatif (kuliner, factory outlet, kafe). 

Namun, dampak dari Bandung sebagai kota wisata kerap muncul masalah baru. Selain terjadi kemacetan di mana-mana, juga maraknya para juru parkir liar—yang kerap merugikan dunia wisata dan juga meresahkan masyarakat. 

Penulis mencatat beberapa kejadian di Kota Bandung akibat ulah para juru parkir liar:

  • Di Buahbatu, gara-gara tidak diberi uang parkir sebesar Rp10.000, tukang buah dibacok kepalanya oleh dua juru parkir liar.
  • Di acara Wisuda Unpad, tukang parkir liar mematok tarif parkir sebesar Rp50.000.
  • Di Jalan Braga, juru parkir liar getok tarif Rp15.000 kepada para wisatawan dan ini viral di media sosial.
  • Di Balonggede, juru parkir liar palak sopir bus wisata dengan memasang tarif Rp50.000.
  • Di Jalan Pungkur, seorang juru parkir liar meminta uang parkir sebesar Rp50.000 kepada sopir yang mengantar pengunjung sebuah rumah makan.
  • Di Sukajadi, Satgas Premanisme amankan belasan juru parkir liar dan pungli di pasar yang meresahkan masyarakat.
  • Di Balonggede, diduga pakai kuitansi warung—bukan karcis resmi--seorang juru parkir liar mematok tarif parkir Rp30.000. Juru parkir itu tidak berseragam dan tidak memakai seragam resmi Dishub. 
Ilustrasi Juru Parkir. (Sumber: Pemkot Bandung)
Ilustrasi Juru Parkir. (Sumber: Pemkot Bandung)

Beberapa peristiwa ulah para juru parkir liar itu menjadi viral dan mendapat perhatian Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM). KDM berterima kasih kepada wisatawan atas keberaniannya melaporkan dan mengadukan ulah para juru parkir liar di sekitar Braga. 

KDM mengecam keras dan meminta pelaku diproses hukum pidana untuk memberi efek jera, karena dianggap merusak citra pariwisata dan ketertiban umum di Bandung, serta meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menertibkan.

Dan dikabarkan KDM sudah menyampaikan ke Bapak Wali Kota Bandung dan jajarannya agar membersikan Bandung dari berbagai kegiatan pungutan liar. Menurut KDM, pariwisata tidak akan mengalami kemajuan pesat manakala ada perilaku buruk warga seperti itu dan semoga hal ini tidak berulang.

Baca Juga: Tumbuh Kembali untuk Damri Leuwipanjang—Ledeng

Di saat Libur Nataru 2025/2026 praktik parkir liar di kawasan ikonik Jalan Asia Afrika. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tak tinggal diam, dan turun langsung ke lokasi untuk penertiban. Menurutnya, parkir di atas trotoar tidak dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia menyebut, juru parkir yang memfasilitasi parkir liar tersebut wajib bertanggung jawab dengan memindahkan seluruh kendaraan ke area parkir resmi. 

“Kita menemukan satu spot di depan Gedung Merdeka. Ada ratusan motor parkir di atas trotoar. Tentu saja ini melanggar peraturan,” ujar Farhan kepada media. “Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar serta menindak pungutan liar yang meresahkan warga, terutama di kawasan wisata dan bersejarah.” 

Saat ini, Dishub sedang mendata juru parkir termasuk mereka yang tidak terdaftar secara resmi.

Kita tunggu gebrakan Kang Farhan beserta jajarannya dan kita berharap di tahun 2026 ini Kota Bandung “bersih” dari para juru parkir liar dan pungutan liar. Semoga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)