Pungutan Liar Menjadi Cerminan Buruknya Tata Kelola Ruang Publik Bandung

2 menit baca
Zivaluna Wicaksono
Ditulis oleh Zivaluna Wicaksono diterbitkan
Parkir liar yang tidak dibatasi menimbulkan kemacetan di Jln. Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Minggu (5/12/2025) (Foto: Zivaluna Wicaksono)
Parkir liar yang tidak dibatasi menimbulkan kemacetan di Jln. Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Minggu (5/12/2025) (Foto: Zivaluna Wicaksono)

Kota Bandung tengah menghadapi masalah yang semakin mengakar yakni pemungutan liar yang ditemui di berbagai daerah. Mulai dari parkir liar di ruang publik, pungutan di daerah wisata, sampai oknum pemungut biaya yang tidak memiliki dasar hukum.

Fenomena ini tidak hanya menganggu kenyamanan warga, tetapi juga merusak citra Bandung sebagai destinasi wisata, dikarenakan wisatawan sering kali menjadi korban tarif yang tidak masuk akal. Hal tersebut membuat masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan yang seharusnya berada di bawah arahan Wali Kota Bandung, M Farhan dalam mengatur ruang publik.

Di beberapa titik pusat kota seperti Jalan Braga dan Alun Alun Bandung, pungutan liar bahkan terjadi terang-terangan di ruang yang seharusnya diawasi dengan ketat.

Muhammad Rafi Shafiq, seorang warga yang sering beraktivitas di Alun Alun Bandung turut membagikan keluh kesahnya.

“Bukan hanya resah soal nominalnya, tapi ketidakpastian. Kadang diminta lima ribu, kadang sepuluh ribu, tergantung siapa yang jaga. Kami butuh pemerintah hadir, bukan membiarkan warga berhadapan sendiri dengan situasi seperti ini,” ujar pria berkacamata tersebut.

Pedagang sekitar pun mangaku ikut terdampak saat diwawancarai, hal ini dikarenakan oleh banyak nya pengunjung yang enggan berhenti di titik-titik rawan pungli. Rara Suryani, salah satu pedagang minuman sekitar Alun Alun Bandung mengungkapkan harapannya

“Saya berharap wali kota bisa menertibkan area rawan pungli. Kalau bisa ada patroli rutin dari Dishub atau Satpol PP, Kami pedagang kecil ikut kena imbasnya,” tambahnya.

Wanita paruh baya tersebut menilai wali kota Bandung harus segera menindak tegas pungli karena keramaian pusat kota adalah sumber penghasilan pedagang kecil. Rara Suryani memiliki harapan penertiban dilakukan secara rutin, bukan hanya saat ramai pemberitaan di media sosial.

Bukan hanya warga, wisatawan juga menjadi sasaran oknum tanpa identitas resmi, salah satunya adalah Siti Lailatul Qadri seorang wisatawan asal Cirebon.

“Kami datang untuk menikmati Bandung, tapi langsung kena pungli yang rata rata mempunyai sikap agresif, tidak ada papan tarif resmi sehingga kami tidak bisa menolak. Seharusnya kota sebesar Bandung bisa menata area publiknya,” ujar wisatawan tersebut saat mengunjungi Braga.

Baca Juga: Antara Urusan Rumah dan Lapak, Beban Ganda Perempuan di Pasar Kosambi

Papan tarif resmi juga sangat minim didapati di daerah sekitar bandung sehingga masyarakat tidak mempunyai acuan untuk menolak pungutan liar. Ketidakjelasan informasi semacam ini menjadi salah satu penyebab utama maraknya praktik pungutan liar di Bandung, baik di area pendidikan, pusat kota, maupun lokasi wisata.

Hasil wawancara di lapangan ini berbicara bahwa sangat diperlukan langkah selanjutnya dari Wali Kota Bandung M. Farham guna memperkuat pengawasan serta penghentian praktik pungutan liar yang merugikan warga dan wisatawan. Selain membuat sistem pengawasan untuk area parkir dan ruang publik, Wali Kota Bandung M. Farhan juga perlu mewajibkan pemasangan papan tarif resmi di seluruh zona parkir kota guna mempersempit peluang oknum untuk memanipulasi warga yang tidak mengetahui harga standar.

Ini bukanlah sekedar keresahan kecil yang ada pada diri masyarakat semata, tetapi merupakan cerminan buruknya pengelolaan tata ruang publik di kota Bandung. masyarakat berharap besar untuk Wali Kota M. Farhan segera menindak lanjuti oknum oknum pungutan liar dan menghadirkan perubahan signifikam agar kota Bandung kembali menjadi ruang aman untuk masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)