Antara Urusan Rumah dan Lapak, Beban Ganda Perempuan di Pasar Kosambi

2 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Punya beban ganda, perempuan pekerja menjadi pahlawan ekonomi sekaligus pengelola rumah tangga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Punya beban ganda, perempuan pekerja menjadi pahlawan ekonomi sekaligus pengelola rumah tangga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Suasana lengang dan sunyi menjadi gambaran Pasar Kosambi dalam beberapa waktu terakhir. Ketika disambangi pada Selasa (16/12) siang, deretan kios tampak banyak yang tertutup. Meski begitu, masih ada sejumlah pedagang yang bertahan membuka lapaknya hingga sore hari.

Di antara mereka, Rohayati (51), pedagang sayur yang telah berjualan di Pasar Kosambi sejak 1991, mengenang masa ketika pasar ini pernah menjadi pusat aktivitas warga Kota Bandung.

“Saya dari tahun 1991 di sini, dulu mah Pasar Kosambi pasar nomer satu di Bandung. Semenjak covid, jadi sepi,” ungkap dia.

Di balik lapaknya yang kini tak seramai dulu, Rohayati menjalani hari dengan rutinitas yang panjang dan melelahkan. Ia bercerita tentang kesehariannya yang dimulai sejak dini hari.

“Capek, ya. Bangun jam 4, nganter mamah saya belanja, ngurus anak, beresin rumah, terus kerja ke sini sampai sore,” ucap Rohayati.

Rohayati, pedagang sayur di Pasar Kosambi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Rohayati, pedagang sayur di Pasar Kosambi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Meski kelelahan, ia tetap bertahan demi menopang perekonomian keluarga.

“Gimana lagi cari uang gitu ya, bantu suami,” tambahnya.

Saat ditanya soal pembagian pekerjaan rumah tangga, Rohayati hanya tertawa lirih.

“Oh, suami mah ngga (bantu). Semua sama saya,” ucapnya.

Kisah serupa juga dialami Siti (45), penjual seragam sekolah yang telah berjualan di Pasar Kosambi sejak 2017. Setiap hari, Siti membagi waktunya antara pekerjaan domestik dan mencari nafkah.

“Biasa, beres-beres dulu, nyiapin makan buat anak-anak. Ke sini pagi, pulang jam 5. Lanjut nyuci,” ungkapnya.

Bagi Siti, bekerja bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

“Harus punya sampingan. Walaupun kita dikasih juga kan. Tetap aja kurang, kita bantu,” ucap dia.

Kondisi itu semakin berat karena ia harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran suami di rumah.

“Apalagi saya, kan, sering ditinggal-tinggal suami. Sudah 4 tahun ini ditinggal bekerja di Batam,” ucapnya.

Kalimat terakhirnya terucap dengan suara bergetar.

“Kalo bukan karena anak, siapa lagi,” ungkapnya sambil matanya berkaca-kaca.

Siti, penjual seragam sekolah di Pasar Kosambil yang sudah berjualan sejak 2017. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Siti, penjual seragam sekolah di Pasar Kosambil yang sudah berjualan sejak 2017. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Apa yang dialami Rohayati dan Siti menjadi potret keseharian banyak perempuan pekerja di ruang-ruang ekonomi rakyat. Mereka tidak hanya menunjukkan ketangguhan, tetapi juga menanggung beban kerja yang berlapis—di ranah domestik sekaligus publik. Dalam senyap pasar yang kian sepi, mereka menjadi pahlawan ekonomi sekaligus pengelola rumah tangga.

Dosen Sosiologi UIN Bandung, Chisa Belinda Harahap, menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena double burden atau beban ganda yang kerap dialami perempuan menikah.

“(Kondisi) di mana perempuan yang sudah menikah pun harus kerja double. Artinya kerja double itu ngurusin rumah tangga, juga ngurusin karir dia,” jelas dia.

Menurut Chisa, konstruksi sosial yang berkembang sering kali menganggap bahwa ketika perempuan telah menikah, tanggung jawab ekonomi sepenuhnya berada di pundak suami.

Padahal dalam realitasnya, kondisi tersebut jauh dari gambaran ideal. Beban ganda justru menuntut perempuan untuk terus bekerja di luar rumah, sekaligus memikul hampir seluruh pekerjaan domestik.

“Jadi, perempuan itu sudah capek duluan di dalam urusan domestik mereka, dan pada akhirnya kegiatan sosialisasi, lalu kegiatan politik, dan lain sebagainya itu akan berkurang drastis,” jelasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)