Bubur Ayam Gang Irit, Roti Cari Rasa Kosambi, dan Kenangan Masa SMA

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Roti Bumbu Cari Rasa di dekat Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Pemerintah Kota Bandung)
Roti Bumbu Cari Rasa di dekat Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Pemerintah Kota Bandung)

BERBICARA tentang kuliner roti dan bubur ayam legendaris saya selalu teringat saat masa-masa indah SMA dulu, tahun 1986-1988. 

Mundur ke masa lalu, rumah saya di Sukamiskin, Bandung Timur. Sementara, SMA saya di kota, di Jalan Lengkong Kecil.

Kalau berangkat sekolah saya naik angkot hijau Cileunyi-Cicaheum. Dari Cicaheum, ganti naik bus kota legendaris DAMRI jurusan Cicaheum-Cibeureum. Setelah melewati Simpang Lima, saya dan kawan-kawan bersiap-siap turun di Halte Balai Iklan Jalan Asia Afrika. Kemudian, ramai-ramai turun dan berbelok ke kiri menyusuri gang kecil—entah gang apa—yang menghubungkan Jalan Asia Afrika dan Jalan Lengkong Kecil. Lalu, jog weh ke SMA yang dituju. Orang bilang SMA-nya para artis, tapi tak sedikit juga yang bilang sekolah tempat kumpulnya anak-anak nakal.

Saya tak ingin membahas masa-masa indah tentang percintaan dan masa suram tentang kenakalan remaja masa lalu. Biarlah semua hal itu diceritakan oleh Pidi Baiq melalui novelnya Dilan. Yang ingin saya ceritakan adalah hal ‘remeh temeh’ tentang kuliner tempo dulu, khususnya tentang: Bubur Ayam Gang Irit dan roti legendaris Cari Rasa Kosambi.

Bubur Ayam Gang Irit

Ilustrasi bubur ayam dengan toping melimpah di Bandung. (Sumber: Youtube/Evan Media)
Ilustrasi bubur ayam dengan toping melimpah di Bandung. (Sumber: Youtube/Evan Media)

Almarhum bapak saya—seorang pensiunan—punya hobi menulis (tulisannya beberapa kali dimuat di surat kabar) dan penyuka bubur ayam. Kelak dua kesukaannya ini diturunkan kepada anaknya seorang yang kini berprofesi seorang jurnalis, yaitu saya.

Yang menarik, bubur ayamnya, bukan yang lain, harus Bubur Ayam Gang Irit di Cicaheum. Gang Irit adalah sebuah gang yang berada di seberang sebelah utara terminal Cicaheum. Persisnya berada tak jauh di jembatan penyeberangan Cicaheum. Jembatan penyeberangan ini kelak dipakai syuting Preman Pensiun. Kang Mus dan Kang Gobang di beberapa episode pernah hilir mudik di jembatan penyeberangan ini.

Berbicara tentang preman dulu, di era 1980-1990 Gang Irit terkenal dengan tempat mangkalnya preman sebab di gang dekat dengan kehidupan liar orang-orang terminal. Nah, di mulut gang itu mulai pukul 17.00 – hingga malam mangkal sebuah roda penjual bubur ayam. Saya mengenalnya dengan Bubur Ayam Gang Irit saja, tetapi kemudian saya baru tahu bahwa namanya Bubur Ayam “Nusasari”. 

Kalau saya sekolah siang, bapak saya sering titip untuk dibelikan Bubur Ayam Gang Irit. Dari bus kota Damri, saya melompat saat bus berjan pelan dan kemudian mampir dulu di situ memesan seporsi bubur ayam dengan dibungkus. Sejak dulu, penggemarnya sudah banyak. Kalau beli harus antri. Saya lupa lagi dulu berapa harga seporsinya?

Lama dari situ terlupakan dengan kesibukan, konon Bubur Ayam Gang Irit pindah ke rumah penjualnya, tidak lagi mangkal dengan rodanya di mulut gang. Masih di sekitaran situ. Dasar sudah wangi harumnya, konon hingga kini pelanggannya masih banyak. Sampai sampai sang pemilik menyediakan tempat parkir khusus untuk para pelanggan yang membawa sepeda atau sepeda motor. 

Para penggemar sepeda sering menjadikan warung bubur ayam Nusasari sebagai titik berkumpul sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pasir Impun. Lokasi ini dipilih strategis untuk mengisi tenaga sebelum menghadapi tantangan trek menanjak di area tersebut.

Apa yang membuat bubur ayam Nusasari istimewa?

  1. Sajian berlimpah. Setiap mangkuk disajikan dengan porsi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sebelum beraktivitas berat. Tekstur bubur yang creamy dengan tingkat kehangatan yang tepat memberikan cita rasa yang memuaskan.
  2. Topping tidak tanggung-tanggung. Penyaji dikenal royal dalam memberikan pelengkap. Ayam suwir, kerupuk cakwe, kedelai rebus, dan taburan bawang goreng disajikan dengan takaran yang murah hati.
  3. Varian lauk pendamping beragam. Menu tambahan mencakup berbagai pilihan sate seperti usus, telur puyuh, jantung, serta ati ampela dan telur rebus untuk melengkapi pengalaman kuliner.
  4. Tarif ramah di kantong. Satu sajian lengkap dihargai Rp12.000, sementara setengah porsi Rp10.000. Aneka sate dan telur rebus seragam dihargai Rp3.000 per tusuk. Disarankan mengecek harga terbaru saat berkunjung.

Roti Bumbu Cari Rasa

Roti Bumbu Cari Rasa di dekat Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Pemerintah Kota Bandung)
Roti Bumbu Cari Rasa di dekat Pasar Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Pemerintah Kota Bandung)

Selain fanatik pada Bubur Ayam Gang Irit alias Nusasari di Cicaheum, bapak saya juga penyuka Roti Cari Rasa Kosambi. Kalau dititipi beli roti ini, biasanya saya berjalan kaki dari Simpang Lima ke Kosambi.

Tiba di jongko roti, biasanya seragam putih abu-abu saya basah oleh keringat. Biasanya bapak say beli lebih dari satu. Selain untuk untuk konsumsi sendiri, juga dibagi untuk sahabat-sahabatnya. Inilah satu dari kebaikan bapak saya.

Dulu, jongko rotinya masih berupa mobil yang diperbarui untuk jualan. Tempatnya persis di bawah jembatan penyeberangan  Kosambi. Kini jualannya sudah di ruko, yang berada di pojok kiri depan Pasar Kosambi.

Roti Cari Rasa merupakan pionir roti bakar di Bandung. Tahun 1960 adalah awal perjalanan Roti Cari Rasa dengan menjual roti biasa berisi sarikaya. Seiring berjalannya waktu, Roti Cari Rasa menambahkan berbagai varian rasa.

Beragam ukuran Roti Cari Rasa: dari roti setengah lingkaran, roti maxim, roti kasino bergerigi, dan roti kadet. Dulu, menjual roti bumbu saja, sekarang bisa dibakar. Menu favoritnya berupa campuran cokelat dan keju. Sensasi lelehnya cokelat yang bercampur dengan keju, dipadu dengan kelembutan roti, menghasilkan cita rasa manis gurih yang memanjakan lidah.

Keunggulan Roti Cari Rasa terletak pada kemurahan hati dalam pengisian yang tampak berlimpah hingga meluber keluar dari sela-sela roti. Produk ini dibuat dengan komitmen bebas dari bahan-bahan pengawet buatan. Dari segi harga, variasi yang ditawarkan cukup beragam dengan rentang Rp8.000 untuk ukuran mini hingga Rp85.000 untuk varian jumbo.

Perintis perusahaan roti Cari Rasa adalah Haji Katmajaya yang lebih populer dengan nama Haji Ama (Alm). Konon, dulu zaman Belanda, Haji Ama adalah seorang ahli membuat roti untuk makanan tentara Belanda. Suatu waktu, Haji Ama “membelot” ka Républik dan menjadi staf di bagian dapur tentara Républik.

Sudah lama saya tidak pernah mampir ke Roti Cari Rasa Kosambi. Meskipun begitu, saya tetap bisa menikmatinya dengan membeli dari para mitranya yang tersebar di mana-mana. Cukup dengan menggerakkan telunjuk di hape, pesanan Roti Cari Rasa kesukaan bapak saya itu datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)