Menyoroti Isu Krisis Iklim dan Kesehatan lewat Sore: Istri Dari Masa Depan

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Poster film Sore: Istri dari Masa Depan. (Sumber: Instagram/@yndlaurens)
Poster film Sore: Istri dari Masa Depan. (Sumber: Instagram/@yndlaurens)

Tau ga kenapa senja itu menyenangkan ? Kadang dia merah merekah bahagia. Kadang dia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya

Itulah kutipan mendalam yang muncul pada permulaan munculnya adegan dalam film. Penuh romansa tapi begitu dalam maknanya. Tentang seseorang atau mungkin tempat yang bisa menerima bahagia dan kacaunya kita.

Senja menjadi bentuk metafora bagi bumi yang kita rasakan hari ini. Indah, cantik, menghangatkan perlahan, penuh dengan ketidakpastian, dan penuh kehilangan yang kadang tidak kita sadari kedatangan pun kepergiannya.

Film garapan Yandi Laurens ini banyak menyita perhatian netizen. Terlebih karya-karya yang di daulatnya seringkali memunculkan gertakan yang berbeda. Membawa angin segar pada dunia perfilman Indonesia.

Seperti film sebelumnya yang berjudul Jatuh Cinta Seperti di Film-Film yang digarap pada tahun 2023, menayangkan film dengan nuansa vintage, hitam putih, layaknya film pada era tahun 1950-an.

Tidak seperti kebanyakan film lain yang mengikuti trend modern dengan nuansa penuh warna. Meski demikian, film tersebut bisa menarik perhatian dengan artis yang tak diragukan lagi kemampuan aktingnya dalam dunia film seperti Agus Ringgo dan Nirina Zubir.

Bahkan sebelumnya Yandi Laurens juga dipercaya untuk remake sebuah film yang berjudul Keluarga Cemara pada tahun 2019. Film yang di adaptasi dari novel dan sinetron legendaris pada masanya yaitu Arswendo Atmowiloto.

Kemudian baru-baru ini film yang digarap pada tahun 2025 yang berjudul 1 Kakak 7 Ponakan berhasil naik ke layar lebar juga.

Coba bayangkan jika dari masa depan adalah yang memberitahu, bahwa segala hal yang kita lakukan hari ini bisa menciptakan bencana untuk masa depan. Akankah kita skeptis atau memilih percaya dan segera berbenah diri.

Tentu bukan hal mudah bagi seorang manusia untuk mengambil keputusan tersebut. Hawa nafsu yang diciptakan beriringan dengan logika, bisa saja membuat manusia lupa akan esensi tujuan yang sesungguhnya.

Manusia yang diberikan kelebihan akal dan logika untuk berpikir, justru seringkali berbalik arah menjadi sebuah kebodohan karena logika selalu menuntut adanya pembuktian.

Melalui film sore, istri dari masa depan, menarasikan bagaimana sifat manusia di muka bumi. Egois, pemarah, pendendam, kadang tidak tau arah dan tujuan, juga kadang bersikap skeptis untuk masa depan.

Film yang menceritakan kisah fiksi penuh romansa dan perjalanan waktu ini, ternyata menyimpan lapisan refleksi tentang pilihan hidup, sebuah kehilangan, pentingnya menjaga kesehatan dan bentuk cinta yang paling radikal yaitu dengan merawat dan menjaga masa depan.

Narasi Isu Krisis Iklim

Meski tidak secara eksplisit dijelaskan melalui gerakan kampanye tapi setiap penggalan cerita dalam film ini merefleksikan bagaimana isu krisis iklim yang di alami hampir oleh semua manusia di seluruh dunia.

Bahkan bukan hanya manusia yang bisa terkena dampaknya, mahluk lain seperti hewan dan tumbuhan pun merasakan hal yang sama.

Narasi sore, istri dari masa depan membawa kita sebagai manusia untuk merefleksikan perihal masa depan, bukan melalui bencana yang ganas tapi lewat perubahan kecil yang dimulai dari diri sendiri, yang justru kadang tidak kita sadari.

Musim yang bergeser tidak sesuai dengan waktunya, suhu yang tidak wajar dan rotasi waktu yang terus berjalan tanpa kita sadari apa yang akan tersisa untuk dunia ini.

Pada kenyatannya bumi memang sedang tidak baik-baik saja. Banyak petani dari Indonesia yang dihantui gagal panen karena cuaca yang ekstrim belakangan ini.

Rumah-rumah yang dulunya merupakan daerah resapan air, kini tidak terelakkan, terendam bahkan tersapu oleh air bah. Sawah-sawah hilang tak berbekas, berganti menjadi perumahan yang berjajar nan mewah.

Orang-orang sering berkata kalau kita sibuk membicarakan tentang mencintai bumi, bahkan mereka merasa bahwa isu ni adalah hal baru. Padahal bumi sudah lebih dulu mencintai kita, tanpa syarat tanpa mengharap pamrih. Memberikan naungan sejuk lewat oksigennya.

Mengalirkan air, menghidupkan tanaman, melepaskan dahaga juga membersihkan makhluk hidup dari berbagai macam penyakit. Memberikan tempat terbaik bagi siapa yang berpijak di dalamnya.

Poster film Sore: Istri dari Masa Depan. (Sumber: Instagram/sheiladaisha)
Poster film Sore: Istri dari Masa Depan. (Sumber: Instagram/sheiladaisha)

Lewat film sore kita diingatkan bahwa masa depan bukanlah suatu jarak yang jauh karena ia bisa hadir dalam bentuk tempat yang kita pijak, orang sekitar yang kita cintai atau pergantian musim yang secara tidak langsung kita rindukan.

Mungkin kita sebagai manusia tidak bisa kembali ke masa lalu. Tapi kita punya kesadaran penuh untuk memilih antara yang baik dan buruk. Kesadaran yang disulut oleh perasaan cinta bisa menjadi mesin perubahan yang lebih besar dampaknya dibandingkan dengan fiksi semata.

Isu krisis iklim tidak hanya soal , kutub es mencair, kebakaran hutan, juga cuaca ekstrim tapi dia hadir di lingkungan terdekat kita. Sesederhana polusi udara yang kita hirup, harga pangan yang semakin melonjak karena faktor kegagalan panen atau waktu yang semakin sempit untuk memperbaiki semuanya.

Narasi Personal Perihal Kesehatan

Rokok dan wine, menjadi dua simbol dalam film ini yang secara tidak langsung merepresentasikan bagaimana karakter pemeran utama bisa meninggal di usia muda karena pola hidup yang tidak sehat.

Berapa banyak kasus dan data yang menyebutkan bahwa rokok telah menjadi salah satu pembunuh terbesar masyarakat di dunia. Berapa banyak jurnal yang menyajikan dampak buruk rokok bagi kesehatan. Bahkan peringatan terdekat yang nampak dalam kemasan rokok pun , seolah tidak terlihat dan diabaikan begitu saja.

Bagi seorang perokok, mungkin rokok dianggap sebagai peredam stres, rokok juga dipercaya bisa jadi media lahirnya sebuah ide atau inspirasi. Tapi sesungguhnya rokok bukan solusi tapi marabahaya nyata yang meratapi secara diam-diam.

Film ini secara terang-terangan membuktikan bahwa memang begitu sulit untuk mengubah kebiasaan orang lain. Kita tidak punya kendali akan itu, karena perubahan hadir dari keinginan diri sendiri yang paling dalam dan jujur.

Lewat sore, kita diingatkan bahwa menjaga dan merawat hidup yang sehat adalah investasi juga bentuk cinta yang paling radikal untuk masa depan. Hal-hal kecil baik ataupun buruk memiliki dampak pada masa depan seseorang.

Meninggalkan atau ditinggalkan adalah fase yang tidak bisa luput dari kehidupan seorang manusia. Tapi melalui film sore, kita diajak untuk menjadi manusia yang lebih menghargai diri, merawat kesehatan, memupuk rasa cinta dengan cara menjaga dan merawatnya sebaik mungkin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)