Lumpia Basah Katadji, Nikmatnya Sampai Suapan Terakhir

4 menit baca
Tantia  Nurwina
Ditulis oleh Tantia Nurwina diterbitkan
Seporsi lumpia basah katadji dengan bumbu dan topping yang melimpah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tantia Nurwina)
Seporsi lumpia basah katadji dengan bumbu dan topping yang melimpah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tantia Nurwina)

Di antara banyaknya pilihan kuliner yang bermunculan, ada satu outlet sederhana di halaman Alfamart Batukarut, Arjasari, yang belakangan ini sering dibicarakan. Aromanya kuat, antreannya panjang, dan rasanya disebut-sebut membuat orang ketagihan. Itulah Lumpia Basah Katadji, kuliner sederhana dengan cita rasa berani yang mampu memikat banyak kalangan, dari anak muda hingga orang tua. 

Dari jauh, wangi bawang yang ditumis di atas wajan yang panas memikat siapapun yang lewat. Aromanya gurih, tajam, dan sulit diabaikan, jenis aroma yang membuat orang penasaran untuk mencari sumbernya. Di balik meja kecil di bawah terpal outlet, berdiri seorang pemuda bernama Cecep yang merupakan juru masak dan pemilik usaha tersebut. Tangan Cecep bergerak cepat meracik satu per satu pesanan. Di tempat itulah lahir lumpia basah dengan bumbunya yang medok, teksturnya kaya, dan setiap suapannya terasa penuh dan memuaskan. 

Perjalanan Katadji tidak dimulai dari outlet yang ramai seperti sekarang. Cecep memulai usahanya pada 2022 dari depan rumahnya. Ketika rencana membuka online shop tertunda karena modal belum cukup, ia memutuskan mencoba membuat lumpia basah, makanan yang sejak SMA ia sukai dan ia kenal betul rasanya. Ia unggah fotonya ke WhatsApp, dan tanpa disangka responsnya begitu positif.

“Awalnya coba-coba saja, posting di WA, dan alhamdulillah banyak yang suka,” ujar Cecep.

Barulah pada tahun 2023, ia memutuskan pindah ke halaman Alfamart Batukarut, lokasi strategis yang membuat Katadji semakin mudah ditemukan dan dikenal berbagai kalangan. 

Kekuatan terbesar Katadji terletak pada rasanya. Berbeda dari lumpia basah Bandung yang cenderung manis dan ringan, Cecep memilih karakter rasa yang lebih tegas: gurih, asin, dan pedas dalam paduan bumbu yang medok. Selain itu, pilihan topping yang beragam juga menjadi ciri khas Katadji. Semua ia mulai dari teknik olahan dasar. Bengkuang direbus hingga dua jam agar juicy dan tidak langu. Tauge dipertahankan tetap crunchy. Telur dimasak hingga matang sempurna untuk memperkuat rasa tanpa aroma bau amis yang menyengat.

“Medoknya itu dari telur, bawang dan penyedap rasa. Itu yang bikin rasanya nempel,” tutur Cecep. 

Bumbunya dibuat tanpa takaran khusus, melainkan berdasarkan insting yang terlatih dari ratusan porsi setiap hari. Sejak suapan pertama, lumpia ini langsung terasa berbeda: bengkuang yang juicy, bumbunya yang gurih, sedikit pedas, dan tetap memberikan sensasi keriuk dari taugenya. Untuk topping, tentu banyak pilihannya, ada sosis, bakso, jamur, kwetiau, makaroni, hingga ayam dan ati ampela, semua pemilihan topping dapat disesuaikan dengan selera pelanggan. Dengan harga mulai 9 ribu rupiah, satu porsi menghadirkan rasa yang membuat siapa pun ingin kembali. 

Tidak heran jika pelanggan datang dari berbagai daerah dan kalangan. Salah satunya adalah Nia, pelanggan setia yang sudah berkali-kali membeli lumpia bahasa katadji.

“Ini mah enak banget, no peres. Juicy, gurih, ada manis dari olesannya, terus ada crunchy dari tauge. Bumbunya cikruh tapi enggak cawerang. Ditambah si aanya ramah, kalau mau request apa pun selalu diturutin,” ungkap Nia. 

Katadji juga menyimpan sejumlah kisah menarik dari pelanggannya. Salah satunya datang dari seorang ibu yang awalnya hanya lewat bersama keluarganya. Ia melihat keramaian di depan outlet, penasaran, dan akhirnya membeli satu porsi untuk dicoba. Beberapa jam kemudian, ia kembali dan kali ini membeli beberapa porsi sekaligus.

“Kadang ada saja pelanggan yang begitu. Penasaran dulu, coba satu, terus balik lagi. Itu bikin saya senang,” ujar Cecep. 

Antrean yang selalu ramai setiap hari menjadi bukti lainnya. Menjelang pukul dua siang, pembeli mulai banyak berdatangan, dan puncaknya terjadi pada sore hari saat orang-orang kembali dari aktivitasnya, baik yang pulang kerja, sekolah, kuliah, maupun sekadar selesai bermain. Sehingga, tidak jarang Cecep kehabisan bahan lebih cepat dari yang direncanakan. Selain itu, sudah banyak influencer yang datang mencoba dan memberi penilaian tinggi, membuat Katadji semakin sering muncul di berbagai rekomendasi kuliner lokal. Pesanan online pun meningkat tajam dan banyak pembeli baru dari berbagai daerah berdatangan karena penasaran dengan rasanya yang menggugah selera. 

Baca Juga: Bubur Mang Amir, Bubur Ayam Termurah se-Dunia Seporsi Cuma Rp5.000

Namun di balik terkenalnya lumpia basah katadji, Cecep tetap memegang prinsip: rasa harus konsisten, pelayanan harus tetap ramah.

“Customer balik lagi itu bukan cuma karena enak, tapi karena dilayani dengan baik,” ujar Cecep. 

Lumpia Basah Katadji mungkin berawal dari outlet kecil, tetapi rasanya yang medok, topping melimpah, dan tampilannya yang menggugah membuatnya terus diburu banyak orang. Bahkan di kamera, lumpia ini tampak sama lezatnya seperti saat disantap langsung, hingga banyak influencer yang merekomendasikannya. Namun pada akhirnya, yang membuat pelanggan kembali bukan sekadar visualnya, melainkan pelayanannya yang baik dan rasanya yang nikmat hingga suapan terakhir.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)