Membangun Wisata Kuliner Bandung dengan Konsep Tata Ruang Kota yang Ramah

Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan Rabu 03 Des 2025, 16:09 WIB
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)

Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)

Bagaimana melihat kembali Bandung dengan konsep tata ruang kota (urban design narrative) yang selaras dengan identitas Bandung sebagai kota kreatif, manusiawi, dan berorientasi pada ruang publik. Salah satunya, bagaimana meningkatkan kualitas wisata kuliner dengan konsep ramah lingkungan.

Destinasi wisata yang menarik selalu identik dengan rasa nyaman dan bersih. Apakah persoalan soal kenyamanan dan kebersihan hanya menjadi tanggung jawab pihak pengelola semata? Jika ini dilihat dalam skala mikro, tentu mayoritas jawabannya pasti pihak pengelola. Tetapi jika dilihat dalam skala makro (secara keseluruhan kota), pastinya dibutuhkan penyusunan tata ruang kota yang terpadu dengan kebutuhan bisnis.

Hal ini tentu tidak terlepas dari bagaimana strategi meningkatkan kualitas wisata kuliner khususnya di Bandung. Wisata kuliner Bandung sudah kuat, tetapi bisa ditingkatkan melalui tiga aspek: produk kuliner, ekosistem pendukung, dan pengalaman ruang kota.

1. Pengembangan produk & identitas kuliner:

A. Kurasi identitas kuliner Bandung

Menonjolkan makanan khas daerah seperti: nasi tutug oncom, lotek, serabi, peuyeum, colenak, mie kocok, seblak, batagor, dll.

Membuat standar kualitas dan branding resmi seperti “Kuliner Bandung Asli”.

Mendorong inovasi kuliner kreatif (makanan tradisional bertemu teknik modern).

B. Akademi kuliner lokal

Kerja sama kuliner dengan: SMK pariwisata, kampus seperti Unpad, ITB, ISBI untuk membangun inkubator chef lokal dan pelaku UMKM.

2. Infrastruktur kota ramah wisata kuliner:

A. Zona wisata kuliner terintegrasi:

Membuat zona kuliner tematik:

Zona Heritage & Street Food Braga; Zona Kuliner Malam Cibadak; Zona Bandung Timur (Soetta–Cicaheum) berbasis UMKM; Zona Dago–Riau untuk wisata kreatif-kafe

Setiap zona memiliki standar: trotoar lebar & nyaman, ruang makan luar (outdoor dining), sign age seragam, tempat parkir teratur, pengaturan sampah & sanitasi

B. Sentra Hawker Center ala Bandung:

Mengadopsi model Singapura: penjual UMKM masuk satu area bersih, standar higienis seragam, air, ventilasi, listrik tertata.

Dengan ini, kuliner jalanan tetap hidup tapi tertib.

3. Peningkatan pengalaman wisatawan:

A. Digitalisasi UMKM kuliner melalui:

QRIS universal

rating standar (Bandung Food Score)

peta kuliner interaktif

B. Agenda event kuliner tahunan seperti:

Bandung Culinary Week

Festival Jajanan Sunda

Night Food Festival Asia-Afrika

Acara seperti ini menarik wisatawan lintas kota bahkan internasional.

C. Standar keamanan & kesehatan kuliner:

Menyiapkan program sertifikasi keamanan pangan, kebersihan dapur, pelatihan SOP pelayanan, membuat wisatawan merasa nyaman dan percaya.

Konsep Tata Ruang Kota Bandung:

Yang bisa dipakai pemerintah, akademisi, atau media untuk menggambarkan hubungan antara wisata kuliner dan tata ruang kota Bandung.

Lengkong Alit (LA), sebuah pusat streetfood di kawasan Lengkong Kecil yang mengangkat kembali semangat lokal dengan sentuhan kekinian. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Lengkong Alit (LA), sebuah pusat streetfood di kawasan Lengkong Kecil yang mengangkat kembali semangat lokal dengan sentuhan kekinian. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Dari aspek urban: “Bandung sebagai Kota Kuliner yang Hidup dari Ruang Publiknya”

Bandung adalah kota yang tumbuh dari kreativitas warganya—mulai dari seni, fashion, hingga makanan. Dalam konteks tata ruang, Bandung memiliki karakter unik: kota cekungan yang dipenuhi kampung kota, koridor komersial historis, dan ruang-ruang publik yang intens digunakan masyarakat. Dari sinilah wisata kuliner Bandung mendapat rohnya.

Di sepanjang koridor Braga, Asia-Afrika, dan Cibadak, ruang kota tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi sebagai ruang perjumpaan. Trotoar yang aktif, etalase toko yang dekat dengan jalan, dan interaksi spontan antara penjual–pembeli menjadikan kuliner Bandung bagian dari urban experience yang otentik.

Dalam konsep tata ruang modern, Bandung sedang bergerak menuju kota yang walkable, berorientasi pada pejalan kaki dan ruang publik. Narasi ini selaras dengan wisata kuliner karena: rasa makanan menjadi lebih nikmat ketika dinikmati dalam ruang kota yang nyaman, wisatawan dapat melakukan eksplorasi kuliner dengan berjalan kaki melewati lingkungan urban yang bersejarah, ruang publik menjadi panggung bagi kreativitas kuliner lokal.

Penataan koridor kuliner seperti Cibadak dan Sudirman merupakan contoh bagaimana tata ruang kota bisa menghidupkan ekonomi lokal: trotoar diperkuat, area duduk ditambah, pencahayaan diperbaiki, dan identitas visual diperkuat. Ketika ruang kota tertata, UMKM tumbuh, citra kota meningkat, dan wisata kuliner Bandung naik kelas tanpa menghilangkan rasa lokalnya.

Baca Juga: Kedai Kopi Premium Berharga Mahasiswa yang Lahir dari Mimpi Tiga Sahabat

Dengan menjadikan kuliner sebagai bagian dari rancangan kota—bukan sekadar aktivitas ekonomi—Bandung menunjukkan bahwa kota yang baik bukan hanya tempat untuk ditinggali, tetapi tempat untuk dirayakan.

Dan tidak ada perayaan kota yang lebih merakyat daripada menikmati makanan di ruang publik yang hidup.

Untuk meningkatkan kualitas wisata kuliner Bandung:

1. Kuatkan identitas kuliner lokal.

2. Bangun zona kuliner tematik dan infrastruktur ramah pejalan kaki.

3. Perkuat digitalisasi, kebersihan, dan event kuliner.

4. Selaraskan semuanya dengan konsep tata ruang yang menonjolkan: walkability, ruang publik hidup, revitalisasi koridor kota, integrasi UMKM ke ruang kota modern. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)