Membangun Wisata Kuliner Bandung dengan Konsep Tata Ruang Kota yang Ramah

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)
Kuliner malam di Lengkong Kecil, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang/Munna Mudrikah)

Bagaimana melihat kembali Bandung dengan konsep tata ruang kota (urban design narrative) yang selaras dengan identitas Bandung sebagai kota kreatif, manusiawi, dan berorientasi pada ruang publik. Salah satunya, bagaimana meningkatkan kualitas wisata kuliner dengan konsep ramah lingkungan.

Destinasi wisata yang menarik selalu identik dengan rasa nyaman dan bersih. Apakah persoalan soal kenyamanan dan kebersihan hanya menjadi tanggung jawab pihak pengelola semata? Jika ini dilihat dalam skala mikro, tentu mayoritas jawabannya pasti pihak pengelola. Tetapi jika dilihat dalam skala makro (secara keseluruhan kota), pastinya dibutuhkan penyusunan tata ruang kota yang terpadu dengan kebutuhan bisnis.

Hal ini tentu tidak terlepas dari bagaimana strategi meningkatkan kualitas wisata kuliner khususnya di Bandung. Wisata kuliner Bandung sudah kuat, tetapi bisa ditingkatkan melalui tiga aspek: produk kuliner, ekosistem pendukung, dan pengalaman ruang kota.

1. Pengembangan produk & identitas kuliner:

A. Kurasi identitas kuliner Bandung

Menonjolkan makanan khas daerah seperti: nasi tutug oncom, lotek, serabi, peuyeum, colenak, mie kocok, seblak, batagor, dll.

Membuat standar kualitas dan branding resmi seperti “Kuliner Bandung Asli”.

Mendorong inovasi kuliner kreatif (makanan tradisional bertemu teknik modern).

B. Akademi kuliner lokal

Kerja sama kuliner dengan: SMK pariwisata, kampus seperti Unpad, ITB, ISBI untuk membangun inkubator chef lokal dan pelaku UMKM.

2. Infrastruktur kota ramah wisata kuliner:

A. Zona wisata kuliner terintegrasi:

Membuat zona kuliner tematik:

Zona Heritage & Street Food Braga; Zona Kuliner Malam Cibadak; Zona Bandung Timur (Soetta–Cicaheum) berbasis UMKM; Zona Dago–Riau untuk wisata kreatif-kafe

Setiap zona memiliki standar: trotoar lebar & nyaman, ruang makan luar (outdoor dining), sign age seragam, tempat parkir teratur, pengaturan sampah & sanitasi

B. Sentra Hawker Center ala Bandung:

Mengadopsi model Singapura: penjual UMKM masuk satu area bersih, standar higienis seragam, air, ventilasi, listrik tertata.

Dengan ini, kuliner jalanan tetap hidup tapi tertib.

3. Peningkatan pengalaman wisatawan:

A. Digitalisasi UMKM kuliner melalui:

QRIS universal

rating standar (Bandung Food Score)

peta kuliner interaktif

B. Agenda event kuliner tahunan seperti:

Bandung Culinary Week

Festival Jajanan Sunda

Night Food Festival Asia-Afrika

Acara seperti ini menarik wisatawan lintas kota bahkan internasional.

C. Standar keamanan & kesehatan kuliner:

Menyiapkan program sertifikasi keamanan pangan, kebersihan dapur, pelatihan SOP pelayanan, membuat wisatawan merasa nyaman dan percaya.

Konsep Tata Ruang Kota Bandung:

Yang bisa dipakai pemerintah, akademisi, atau media untuk menggambarkan hubungan antara wisata kuliner dan tata ruang kota Bandung.

Lengkong Alit (LA), sebuah pusat streetfood di kawasan Lengkong Kecil yang mengangkat kembali semangat lokal dengan sentuhan kekinian. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Lengkong Alit (LA), sebuah pusat streetfood di kawasan Lengkong Kecil yang mengangkat kembali semangat lokal dengan sentuhan kekinian. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Dari aspek urban: “Bandung sebagai Kota Kuliner yang Hidup dari Ruang Publiknya”

Bandung adalah kota yang tumbuh dari kreativitas warganya—mulai dari seni, fashion, hingga makanan. Dalam konteks tata ruang, Bandung memiliki karakter unik: kota cekungan yang dipenuhi kampung kota, koridor komersial historis, dan ruang-ruang publik yang intens digunakan masyarakat. Dari sinilah wisata kuliner Bandung mendapat rohnya.

Di sepanjang koridor Braga, Asia-Afrika, dan Cibadak, ruang kota tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi sebagai ruang perjumpaan. Trotoar yang aktif, etalase toko yang dekat dengan jalan, dan interaksi spontan antara penjual–pembeli menjadikan kuliner Bandung bagian dari urban experience yang otentik.

Dalam konsep tata ruang modern, Bandung sedang bergerak menuju kota yang walkable, berorientasi pada pejalan kaki dan ruang publik. Narasi ini selaras dengan wisata kuliner karena: rasa makanan menjadi lebih nikmat ketika dinikmati dalam ruang kota yang nyaman, wisatawan dapat melakukan eksplorasi kuliner dengan berjalan kaki melewati lingkungan urban yang bersejarah, ruang publik menjadi panggung bagi kreativitas kuliner lokal.

Penataan koridor kuliner seperti Cibadak dan Sudirman merupakan contoh bagaimana tata ruang kota bisa menghidupkan ekonomi lokal: trotoar diperkuat, area duduk ditambah, pencahayaan diperbaiki, dan identitas visual diperkuat. Ketika ruang kota tertata, UMKM tumbuh, citra kota meningkat, dan wisata kuliner Bandung naik kelas tanpa menghilangkan rasa lokalnya.

Baca Juga: Kedai Kopi Premium Berharga Mahasiswa yang Lahir dari Mimpi Tiga Sahabat

Dengan menjadikan kuliner sebagai bagian dari rancangan kota—bukan sekadar aktivitas ekonomi—Bandung menunjukkan bahwa kota yang baik bukan hanya tempat untuk ditinggali, tetapi tempat untuk dirayakan.

Dan tidak ada perayaan kota yang lebih merakyat daripada menikmati makanan di ruang publik yang hidup.

Untuk meningkatkan kualitas wisata kuliner Bandung:

1. Kuatkan identitas kuliner lokal.

2. Bangun zona kuliner tematik dan infrastruktur ramah pejalan kaki.

3. Perkuat digitalisasi, kebersihan, dan event kuliner.

4. Selaraskan semuanya dengan konsep tata ruang yang menonjolkan: walkability, ruang publik hidup, revitalisasi koridor kota, integrasi UMKM ke ruang kota modern. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!