Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Kedai Kopi Premium Berharga Mahasiswa yang Lahir dari Mimpi Tiga Sahabat

Nur Azizah
Ditulis oleh Nur Azizah diterbitkan Rabu 03 Des 2025, 14:41 WIB
Barista Spare and Space meracik setiap minuman dengan takaran presisi dan bahan baku premium untuk menjaga konsistensi rasa yang terjangkau, 4 November 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)

Barista Spare and Space meracik setiap minuman dengan takaran presisi dan bahan baku premium untuk menjaga konsistensi rasa yang terjangkau, 4 November 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)

Di sudut Jalan Adhyaksa Raya Nomor 11, Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kota Bandung, sebuah kedai kopi bernama Spare and Space berdiri tegak sejak dua tahun silam. Berawal dari kegelisahan melihat kawasan Telkom University yang masih minim kedai kopi berkualitas, tiga pemuda dengan mimpi serupa akhirnya memutuskan untuk mewujudkan sebuah ruang yang menawarkan cita rasa premium dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.

Pada Selasa, 4 November 2025, perjalanan panjang mereka kembali dikisahkan oleh Muhammad Apriliando atau biasa dikenal dengan nama Ando, yang mengungkap bagaimana sebuah kedai di lantai dua yang sempat berjuang melawan cuaca kini menjadi tempat bertemunya impian dan relasi baru.

Dengan harga mulai dari 12 ribu rupiah untuk black tea hingga 25 ribu rupiah untuk menu termahal, Spare and Space hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan kopi berkualitas yang tidak menguras dompet. Di balik setiap tegukan minuman berbahan baku premium, tersimpan cerita tentang konsistensi, kerja keras, dan kolaborasi tiga individu yang menyatukan keahlian di bidang bisnis, kreatif, dan kopi. Lebih dari sekadar tempat nongkrong, kedai ini telah bertransformasi menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan menemukan teman baru di tengah kesibukan kampus.

Ando, salah satu pemilik sekaligus lulusan desain interior Telkom University, mengisahkan bagaimana Spare and Space terlahir dari pertemuan tiga visi yang saling melengkapi. Bersama dua rekannya, ia membentuk tim solid dengan pembagian peran yang jelas: satu fokus pada bisnis dan kreativitas, satu lagi sebagai barista berpengalaman yang menguasai dunia kopi, sementara mitra ketiga menangani backend, finance, dan sumber daya manusia dari luar Bandung. 

"Kami berani membangun ini karena bertiga punya skill masing-masing yang sudah cukup oke di berbagai bidang yang saling melengkapi," ujar Ando menjelaskan awal mula.

Spare and Space yang kini memasuki tahun kedua operasionalnya. Perpaduan ketiga keahlian ini menciptakan fondasi kuat bagi Spare and Space untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah kompetisi kedai kopi yang kian ketat di kawasan kampus.

Membangun usaha dari nol bukanlah jalan yang mulus, terlebih dengan modal terbatas dan lokasi di lantai dua tanpa kanopi. Ando mengakui bahwa enam bulan pertama adalah periode paling berat dalam perjalanan kedai kopi mereka, di mana cuaca menjadi musuh utama yang menghadang.

Tantangan awal pertama karena modalnya terbatas, tempat yang berada di lantai dua dan tidak memiliki kanopi, menjadikan Spare amd Space adalah kafe outdoor sepenuhnya. Bahkan, ada hari-hari kelam ketika penjualan mencapai angka nol, tidak sepeser pun uang masuk ke kas kedai kecil mereka. Namun, alih-alih menyerah, trio pemilik kedai kopi ini justru menjadikan pengalaman pahit itu sebagai cambuk untuk terus berinovasi dan memperbaiki strategi bisnis mereka.

Di tengah persaingan kedai kopi yang menjamur di sekitar kampus, Spare and Space memilih jalan berbeda dengan mengutamakan konsistensi rasa dan kualitas bahan baku. Setiap minuman yang disajikan mengikuti Standard Operating Procedure yang ketat dan resep baku yang telah teruji, memastikan bahwa siapa pun barista yang bertugas akan menghasilkan cita rasa yang identik. Kedai kopi kekinian ini mempunyai SOP tersendiri dan resep yang ditaruh dengan jelas, hal ini menjadikan rasa setiap hidangan tetap memiliki rasa yang sama walaupun dibuat oleh beberapa tangan yang berbeda.

Untuk menjaga stabilitas kualitas, Spare and Space memilih bahan baku dari supplier terpercaya, termasuk susu dan sirup premium yang memiliki standar pabrik konsisten. Dedikasi terhadap kualitas ini bukan tanpa hasil, ulasan positif di berbagai platform menjadi bukti bahwa upaya mereka mempertahankan standar tinggi berbuah manis.

Kesabaran dan kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang manis setelah melewati enam bulan pertama yang penuh tantangan. Perkembangan penjualan mereka menunjukkan pola pertumbuhan eksponensial yang konsisten, dengan peningkatan omzet dua kali lipat setiap periode enam bulanan.

 "Enam bulan pertama memang kurang banget, kadang ada hari tertentu yang benar-benar nol rupiah," kenang Ando dengan jujur tentang masa-masa awal.

 Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya mahasiswa yang mengenal Spare and Space, angka penjualan mulai menunjukkan tren positif yang menggembirakan. 

"Setelah dua tahun, kalau dilihat dari perkembangannya, sales naik per enam bulan sekitar dua kali lipat," ungkap Ando dengan rasa syukur akan pertumbuhan yang konsisten tersebut.

Dalam era digital, kehadiran di media sosial bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan vital bagi bisnis kuliner seperti Spare and Space. Menyadari hal ini, tim Spare and Space menggarap konten Instagram mereka dengan serius, menciptakan feed yang estetik dan profesional layaknya coffee shop di pusat kota.

Baca Juga: Saat Alam Jadi Arena, Gunung Manglayang Jadi Cerita

Ando dan rekan-rekannya mencoba membuat konten di Instagram yang bagus dan estetik, yang membuat kedai kopi ini bukanlah kedai kopi dekat kampus yang asal-asalan. Selain konten organik yang dikemas apik, Spare and Space juga tidak segan mengalokasikan budget untuk beriklan di Instagram dan berkolaborasi dengan micro-influencer lokal. Media sosial juga menjadi jembatan komunikasi dua arah antara Spare and Space dengan pelanggan, dari reservasi hingga rekrutmen barista baru.

Spare and Space telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi atau mengerjakan tugas kuliah. Kedai ini telah menjadi ekosistem sosial mikro di mana orang-orang yang awalnya asing satu sama lain dapat bertemu, berinteraksi, dan membangun jaringan pertemanan baru.

Menurut Ando, momen yang paling berkesan adalah melihat kedai kopi ini menjadi tempat orang memperluas jaringan dan link. Atmosphere yang nyaman dan tidak kaku membuat pengunjung merasa bebas untuk membuka percakapan dengan orang lain di meja sebelah. Inilah yang membuat Spare and Space berbeda: mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga experience yang menyenangkan.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nur Azizah
Tentang Nur Azizah
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)