Saat Alam Jadi Arena, Gunung Manglayang Jadi Cerita

Arsyhaliq Rashif Djajadiredja
Ditulis oleh Arsyhaliq Rashif Djajadiredja diterbitkan Rabu 03 Des 2025, 14:34 WIB
Anggota Manglayang Academia menaklukkan tanjakan di jalur trail Gunung Manglayang, senin (10/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto : Manglayang Academia

Anggota Manglayang Academia menaklukkan tanjakan di jalur trail Gunung Manglayang, senin (10/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto : Manglayang Academia

Di tengah sejuknya udara pagi Bandung Timur, derap langkah para pelari berpadu dengan suara burung dan desir angin pinus di Gunung Manglayang.  

Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini menjadi wadah belajar dan regenerasi bagi para pegiat trail run yang tergabung dalam Manglayang Academia, komunitas yang menjadikan alam sebagai ruang berlatih, berkompetisi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/11/2025).

Didirikan pada tahun 2017 oleh Arief Wismoyono, yang akrab disapa Pak Rektor, Manglayang Academia lahir dari semangat untuk membangun regenerasi pelari trail di Jawa Barat. Komunitas ini bukan sekadar tempat latihan bersama, melainkan wadah untuk menemukan bibit-bibit muda berpotensi yang bisa meneruskan warisan para pelari senior di dunia trail running.

Lord Kasmana, salah satu anggota senior yang sudah lama bergabung, menjelaskan bahwa tujuan utama komunitas ini adalah mencetak penerus yang kuat, baik dalam kemampuan fisik maupun karakter.

“Kita nggak cuma lari bareng, tapi mencari pelari-pelari potensial yang bisa meneruskan semangat Manglayang Academia,” ungkap atlet profesional ini.

Salah satu kegiatan besar yang menjadi identitas komunitas ini adalah Manglayang Everesting Challenge, ajang tahunan yang menantang pelari untuk menaklukkan elevasi setara Gunung Everest, yakni 8.848 meter. Peserta harus menempuh 30 kali naik-turun setengah Gunung Manglayang atau sekitar 55,4 kilometer. Event ini menjadi daya tarik utama, tak hanya bagi pelari lokal tapi juga penggemar trail run dari luar daerah.

Selain mengembangkan prestasi, Manglayang Academia juga menanamkan nilai penting tentang kepedulian terhadap alam. Para pelari juga harus memiliki inisiatif untuk menjaga kelestarian gunung. Contohnya, jika mengonsumsi energy gel, bungkusnya jangan dibuang sembarangan.

Kegiatan komunitas ini juga terbuka untuk umum. Setiap Kamis dan Sabtu pagi pukul 06.30, latihan rutin digelar di kawasan Batu Kuda, yang sekaligus menjadi basecamp utama. Sering kali, banyak pendatang baru yang tertarik bergabung setelah melihat konten Arief Wismoyono, Lord Kasmana, dan Taofik Hidayat di media sosial. Banyak orang datang karena penasaran. Mereka ingin mencoba trail run atau sekadar foto dan ngobrol dengan atlet-atlet Manglayang Academia.

Dampak kehadiran Manglayang Academia pun cukup signifikan. Wisata Batu Kuda kini semakin ramai dikunjungi, baik oleh pelari maupun wisatawan yang ingin menikmati alam Manglayang dari dekat. Dari sisi tantangan, Lord Kasmana menyebut jalur Batu Keraton sebagai rute paling technical karena bebatuannya yang ekstrem. Namun baginya pribadi, rute tersebut hanyalah makanan sehari-hari.

Menariknya, nama Manglayang Academia sendiri tidak memiliki filosofi yang rumit. Logo Manglayang Academia bergambar kuda, karena basecamp-nya di wisata Batu Kuda. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan semangat besar untuk menjadikan Manglayang sebagai pusat trail run di Jawa Barat.

Lord Kasmana juga berharap komunitas ini terus berkembang dan melahirkan generasi baru.

“Kita ingin ada penerus-penerus yang bisa lanjutkan perjuangan. Jangan sampai berhenti di kita aja,” ujar trail runner dengan beribu-ribu kilometer di kakinya.

Bagi siapa pun yang ingin bergabung, pintu Manglayang Academia selalu terbuka lebar. Tidak perlu sungkan, banyak pelari elite di sini, tapi semuanya siap berbagi ilmu dan pengalaman. Dan bagi para pemula di dunia trail run, Lord Kasmana memberikan pesan penutup yang sederhana namun kuat.

 “Tetap semangat, latihan yang rajin, dan jangan cepat puas,” tutur pria berusia 45 tahun ini.

Manglayang Academia bukan sekadar komunitas pelari. Mereka adalah bagian dari denyut kehidupan Gunung Manglayang. Melalui semangat olahraga, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam, komunitas ini menjadikan setiap langkah di jalur gunung bukan hanya tentang kecepatan, tapi juga tentang membangun generasi dan menjaga warisan alam yang indah di Bandung Timur. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arsyhaliq Rashif Djajadiredja
Mahasiswa Digital PR Telkom University

Berita Terkait

Surat Cinta untuk Bandung

Ayo Netizen 03 Des 2025, 08:59 WIB
Surat Cinta untuk Bandung

News Update

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 14:03 WIB

5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan penulis dengan berkontribusi secara rutin di Ayobandung.id
AYO NETIZEN merupakan kanal yang menampung tulisan para pembaca Ayobandung.id. (Sumber: Lisa from Pexels)
Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)