Belajar dari Jak Lingko: Harapan Saya untuk Program Angkot Pintar Bandung

3 menit baca
raihan assidiqqi
Ditulis oleh raihan assidiqqi diterbitkan
Angkutan Umum berhenti sembarangan menyebabkan kemacetan (1 Desember 2025). (Foto: Mohammad Raihan Assidiqqi)
Angkutan Umum berhenti sembarangan menyebabkan kemacetan (1 Desember 2025). (Foto: Mohammad Raihan Assidiqqi)

Jakarta sebagai kota kelahiran saya tentu sangat melekat di memori akan modernisasi transportasinya, hampir semua angkutan umum sudah terintegrasi, dari angkutan kota, Bus Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), serta Kereta Rel Listrik (KRL).

Dari ponsel, saya bisa melihat posisi kendaraan, rute, dan estimasi waktu tiba. Pengalaman menggunakan transportasi di Jakarta cukup membuka mata, pelayanan transportasi yang mudah dicapai akan memudahkan aktivitas kita. Bandung sebagai tempat saya menuntut ilmu di Telkom University juga memiliki wacana Angkot Pintar, terbayang harapan kemudahan transportasi di Jakarta akan saya dapatkan juga di kota ini.

Bandung menurut saya sudah sepatutnya membutuhkan layanan angkutan umum yang terintegrasi dan lebih teratur. Banyak pendatang atau traveller di Bandung yang mengeluhkan kemacetan dan keruwetan jalanan Kota Bandung, kebanyakan warga, terutama pelajar dan pekerja, masih mengandalkan angkot untuk perjalanan sehari-hari.

Namun masalah yang sering muncul adalah rute yang berubah-ubah, waktu tunggu yang tidak pasti, dan minimnya informasi mengenai jalur trayek. Karena itu, ketika Wali Kota Bandung mulai membicarakan wacana Angkot Pintar, saya melihatnya sebagai langkah maju yang patut mendapat dukungan dari semua warga.

Pengalaman transportasi Jakarta dengan Jak Lingko menurut saya bisa menjadi bahan perbandingan yang cukup dipertimbangkan. Dalam perjalanannya, Jakarta juga mengalami masa penyesuaian ketika memulai integrasi transportasi.

Awal implementasi tentunya tidak langsung sempurna, namun langkah kecil yang konsisten membuat layanan menjadi semakin baik. Jika Bandung akan mengimplementasikan angkot dengan skema yang lebih modern, model serupa bisa diadaptasi sesuai kondisi jalanan perkotaan di Bandung.

Salah satu hal yang menurut saya penting adalah kejelasan rute. Jak Lingko menerapkan trayek digital yang tidak boleh diubah seenaknya. Hal ini membuat pengguna merasa aman karena tahu angkutan akan menuju jalur yang seharusnya. Di Bandung, ini bisa membantu mengurangi kebingungan penumpang, terutama yang baru pindah atau jarang bepergian ke daerah tertentu.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah perekrutan sopir dan pendampingan untuk para sopir yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan teknologi. Teknologi baru memang memudahkan, namun belum tentu mudah dipakai oleh semua pengemudi.

Di Jakarta saja, beberapa sopir mikrotrans membutuhkan waktu dan pelatihan terlebih dahulu sebelum terjun langsung. Bahkan saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akademi untuk pendidikan para calon sopir Bus Transjakarta. Bandung bisa mencontoh pendekatan tersebut dengan memberi pelatihan sederhana dan pendampingan teknis.

Selain itu, aplikasi yang digunakan warga juga harus dibuat ringan dan mudah dipahami. Salah satu keluhan awal pengguna Jak Lingko adalah aplikasinya yang memerlukan memori cukup besar dan kadang lambat di ponsel lama. Bandung bisa menghindari masalah itu dengan membuat aplikasi yang tidak boros kuota dan memiliki tampilan simpel. Fitur yang terlalu banyak kadang malah membuat warga bingung.

Hal lainnya berkaitan dengan titik naik dan turun penumpang. Jakarta mulai menerapkan titik tertentu agar kendaraan tidak berhenti sembarangan. Jika Bandung bisa memulai dari beberapa koridor saja, perubahan kecil ini akan membuat perjalanan lebih lancar dan mengurangi kemacetan. Tidak harus langsung besar, yang penting konsisten.

Baca Juga: Surat Cinta untuk Bandung

Jalanan Kota Bandung yang sering mengalami kemacetan (1 Desember 2025) (Foto: Mohammad Raihan Assidiqqi)
Jalanan Kota Bandung yang sering mengalami kemacetan (1 Desember 2025) (Foto: Mohammad Raihan Assidiqqi)

Tentu saja, sosialisasi menjadi hal yang tidak kalah penting. Program secanggih apa pun akan sulit berjalan jika warga tidak paham cara menggunakannya. Wali Kota Bandung bisa membuat penjelasan singkat melalui media sosial, poster di halte, atau kerja sama dengan sekolah-sekolah. Pelajar adalah pengguna angkot yang cukup banyak, sehingga mereka bisa menjadi agen penyebar informasi yang efektif.

Modernisasi angkot bukan sekadar membuat kendaraan menjadi “pintar”, tetapi bagaimana layanan publik bisa terasa lebih nyaman. Ketepatan waktu, kejelasan rute, dan kemudahan informasi jauh lebih penting bagi warga yang setiap hari bergantung pada transportasi umum. Jika teknologi dipadukan dengan pelayanan yang baik, manfaatnya akan terasa lebih luas.

Sebagai warga Bandung yang hampir setiap hari melihat angkot melintas di sekitar kampus dan kos-kosan, saya merasa perubahan ini memang sudah waktunya dilakukan. Bandung terus tumbuh maju seiring dengan pariwisata dan kuliner yang semakin menjamur. Angkot Pintar bisa menjadi awal yang baik untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih tertata.

Pada akhirnya, saya pribadi sebagai pengguna transportasi umum di Bandung, sangat mendukung rencana Angkot Pintar ini. Meskipun masih berupa wacana, saya sangat mendukung program tersebut.

Semoga Wali Kota Bandung bisa mengambil inspirasi dari Jakarta maupun kota lain untuk memperkuat layanan publik, sehingga wacana ini tidak hanya di atas kertas, namun segera terlaksana sehingga mempermudah perjalanan dan aktivitas warga sehari-hari.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

raihan assidiqqi
Digital PR student at Telkom Uni with passion for journalism & storytelling. Experienced in communication, coordination, and building meaningful connections.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)