Menjelajahi Curug Layung, Surga Alam dengan Sentuhan Kopi Hutan

3 menit baca
humaira mazaya
Ditulis oleh humaira mazaya diterbitkan
Derai air Curug Layung mengiringi langkah pengunjung saat bermain di antara bebatuan pada 9 November 2025 di Desa Kartawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Humaira Mazaya | Foto: Humaira Mazaya)
Derai air Curug Layung mengiringi langkah pengunjung saat bermain di antara bebatuan pada 9 November 2025 di Desa Kartawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Humaira Mazaya | Foto: Humaira Mazaya)

Matahari pagi menembus sela pepohonan hutan lindung, sementara udara sejuk membalut tubuh para pengunjung yang mulai berdatangan dan gemericik Curug Layung terdengar lembut dari kejauhan. Menampilkan perpaduan ketenangan dan keindahan yang tak lekang oleh waktu di Desa Kartawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (9/11/2025).

Di balik rindangnya hutan dan segarnya aliran air, Curug Layung menyimpan cerita panjang tentang asal-usulnya. Dahulu kawasan ini merupakan hutan produksi yang kemudian berubah status menjadi hutan lindung. Perubahan itu sempat membuat masyarakat sekitar kehilangan sumber penghasilan sehingga muncul gagasan untuk membuka potensi wisata berbasis alam.

Nandang, salah satu staff pengelola, menjelaskan sejarah dari wisata alam yang memesona ini.

“Dulu asal-usulnya itu hutan lebat, namanya Leuwi Jurig. Karena ada potensi dan masyarakat butuh penghasilan, akhirnya dibuka jadi wisata. Lalu muncul fenomena pelangi, diartikan sebagai jembatan putri, makanya dinamakan Curug Putri layung,” katanya.

Ia menambahkan penamaan ‘layung’ merujuk pada lembayung, warna kemerahan pelangi yang dianggap membawa makna kecantikan sekaligus keberkahan alam.

Menurutnya, masyarakat mulai mengenal Curug Layung sekitar tahun 2004. Saat itu kawasan baru dirintis, kemudian dilegalkan pada 2005 dengan tiket masuk Rp2.500 per orang. Namun sempat terbengkalai hampir sembilan tahun sebelum akhirnya dibuka kembali pada 2016. Sejak saat itu, pengunjung terus berdatangan, terutama mereka yang mencari destinasi alam yang tenang dan bersih.

Pengelola kawasan wisata ini menjelaskan bahwa Curug Layung memiliki keunikan tersendiri dibandingkan curug lainnya.

“Kalau curug lain itu tinggi air terjunnya, tapi Curug Layung beda. Ada tiga kolam alami seperti pemandian putri,” ujarnya.

Selain pesona alamnya, kawasan ini juga memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Layung Coffee yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Kedai kecil tersebut menyajikan kopi dari biji yang ditanam langsung di area hutan sekitar curug, memberikan cita rasa autentik yang berpadu harmonis dengan suasana alam sekitarnya.

Meski area wisata ini tetap mengedepankan nuansa alaminya, sejumlah fasilitas dasar telah disediakan bagi pengunjung, seperti area camping ground, titik kegiatan outdoor, serta ruang sederhana untuk membersihkan diri dan beribadah. Pengelolaan kawasan dilakukan dengan prinsip menyesuaikan diri dengan alam, dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta dan upaya pelestarian terhadap lingkungan, sehingga tidak ada pembangunan bangunan besar di area tersebut. Fokus utama pengelola tetap pada kenyamanan, keamanan, dan kebersihan kawasan wisata.

Terkait biaya, pengunjung dapat memilih beberapa opsi sesuai kegiatan yang diinginkan. Aktivitas hiking dikenakan tarif Rp15.000 dengan biaya parkir motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000. Sementara itu, untuk kegiatan camping dikenakan tarif Rp25.000 per orang dengan parkir motor Rp10.000. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi, seperti larangan menebang pohon, membawa minuman keras, serta membakar sesuatu yang dapat membahayakan hutan. Pengelola menegaskan pentingnya menghormati alam agar kelestariannya tetap terjaga.

Upaya pelestarian alam menjadi prioritas utama bagi pengelola. Mereka secara rutin melakukan kegiatan reboisasi untuk menjaga kelestarian ekosistem. Sumber air dijaga agar tetap stabil, karena keberadaan air merupakan elemen penting bagi curug itu sendiri. Ketersediaan air yang terpelihara tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.

Keberadaan Curug Layung turut memberi dampak ekonomi yang positif. Warga lokal yang bersedia ikut terlibat menjadi bagian dari pengelolaan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). “Dampaknya ada. Kita kontribusi ke desa, ke RW sekitar. Yang diuntungkan itu warga yang tinggal dekat kawasan hutan,” ujar Nandang.

Meski tidak semua mendapat gaji tetap, kontribusi dalam bentuk kegiatan, peluang usaha, termasuk berkembangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti Layung Coffee, menjadi salah satu manfaat nyata.

Ke depannya, pengelola berencana mengembangkan konsep wisata dengan menghadirkan private camp atau area berkemah privat yang tetap menyatu dengan alam. Konsep ini ditujukan untuk menarik minat wisatawan dari kalangan menengah ke atas, dengan pengalaman berkemah yang lebih eksklusif namun tetap menjaga keaslian lingkungan. Rencana tersebut disusun berdasarkan masukan dari para pengunjung agar Curug Layung memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam tanpa mengurangi keasrian kawasan alamnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)