Selasar Sunaryo Art Space, Permata Seni yang Memikat Hati Wisatawan di Bandung

2 menit baca
Putri Aulia
Ditulis oleh Putri Aulia diterbitkan
Pengunjung berdiskusi tentang makna sebuah karya seni di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Interaksi antara pengunjung dan karya seni menciptakan pengalaman wisata yang mendalam dan tak terlupakan. Bandung(02/11/25) (Sumber: Putri Aulia)
Pengunjung berdiskusi tentang makna sebuah karya seni di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Interaksi antara pengunjung dan karya seni menciptakan pengalaman wisata yang mendalam dan tak terlupakan. Bandung(02/11/25) (Sumber: Putri Aulia)

Di tengah gemerlap dan hiruk pikuk Kota Bandung, tersembunyi sebuah oase seni yang menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pelancong dan pecinta keindahan. Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), sebuah galeri seni yang telah lama menjadi ikon kota ini, kini hadir dengan wajah baru yang semakin memikat.

Dengan beragam pameran yang menggugah jiwa, instalasi yang memukau, dan atmosfer yang menenangkan, SSAS menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari inspirasi dan kedamaian yang berada di Jl. Bukit Pakar Timur No.100, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (02/11/2025)

Selasar Sunaryo Art Space bukan sekadar sebuah galeri seni biasa. Tempat ini adalah ruang perjumpaan antara karya seni, seniman, dan masyarakat. Lebih dari sekadar memamerkan karya, SSAS adalah wadah bagi dialog kreatif, pertukaran ide, dan apresiasi terhadap keindahan. Semangat ini tercermin dalam setiap program dan pameran yang diselenggarakan, menjadikannya pusat kegiatan seni yang dinamis dan relevan.

Heru Hikayat, seorang kurator seni yang memiliki pemahaman mendalam tentang dunia seni rupa.

"Seni adalah tentang bagaimana kita memaknai sebuah karya. Di Selasar Sunaryo Art Space, kami mengajak pengunjung untuk terlibat secara emosional dengan karya seni. Kami ingin mereka menemukan interpretasi personal dan merasakan koneksi yang mendalam dengan setiap goresan, warna, dan bentuk yang ada," ujarnya.

"Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyentuh hati, membangkitkan emosi, dan menginspirasi perubahan dalam diri kita," tambahnya.

Artrysha, pengunjung dengan antusias berbagi pengalamannya menceritakan bagaimana ia benar- benar kagum dengan pameran SSAS

“Saya benar-benar terpesona dengan suasana di Selasar Sunaryo Art Space. Pamerannya sangat beragam dan memberikan inspirasi baru bagi saya. Tempatnya juga sangat nyaman untuk bersantai sambil menikmati karya seni. Saya merasa seperti menemukan surga kecil di tengah kota yang sibuk ini," ujarnya.

Pameran ini bukan hanya sekadar menampilkan karya-karya indah, melainkan juga mengisahkan tentang keteguhan, kreativitas, dan semangat juang dalam menghadapi keterbatasan. Wagiono Sunarto, seorang seniman yang berkarya dengan satu jari akibat penyakit polio yang dideritanya, telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menciptakan karya seni yang luar biasa.

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) terbuka untuk umum, pengunjung dapat memilih jenis tiket masuk, di mana tiket Single Entry dijual seharga Rp25.000 per orang, sedangkan tiket Umum dibanderol Rp45.000 per orang. Dengan membeli tiket Umum, pengunjung dapat mengelilingi tiga ruang seni utama dan menikmati berbagai pameran serta instalasi yang memukau.

Dengan kombinasi yang unik antara pameran seni yang beragam, instalasi yang memukau, atmosfer yang menenangkan, dan kisah-kisah inspiratif, Selasar Sunaryo Art Space adalah destinasi wisata buatan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperkaya jiwa.

Tempat ini adalah bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan emosi, memori, dan aspirasi bersama. Jadi, jika Anda mencari pengalaman wisata yang berbeda dan bermakna di Bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Selasar Sunaryo Art Space. Biarkan diri Anda terinspirasi, terpesona, dan terhubung dengan keindahan seni yang abadi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)