Warisan Cinta Ibu yang Diteruskan Lewat Benang dan Desain Khal Label

2 menit baca
Firza Adzkia Rizky
Ditulis oleh Firza Adzkia Rizky diterbitkan
Suasana toko Khal Label di Bandung yang menampilkan berbagai koleksi busana muslimah dan kasual rancangan orisinal, (12/11/2025).  (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Firza Adzkia Rizky)
Suasana toko Khal Label di Bandung yang menampilkan berbagai koleksi busana muslimah dan kasual rancangan orisinal, (12/11/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Firza Adzkia Rizky)

Pagi itu, suasana hangat memenuhi sebuah ruangan yang telah disulap menjadi studio kecil. Di sana, kain berpola dan benang warna-warni tersusun rapi serta menjadi saksi lahirnya Khal Label, brand fashion lokal yang memadukan sentuhan personal dan makna keluarga.

Sang ibu mendirikan brand ini pada tahun 2015, kemudian putri semata wayangnya, Khalisah Azka, meneruskan usaha tersebut sekaligus menjadi inspirasi di balik nama brand. Semua proses kreatif berlangsung di Antapani Kidul, Kota Bandung.

Selain itu, Khal Label memiliki kisah unik di balik namanya.

“Nama Khal Label itu sebenarnya berasal dari nama saya. Ibu saya dulu mendirikannya karena saya putri satu-satunya dan kedua adik saya laki-laki. Jadi, ibu saya menggunakan nama saya untuk nama brand-nya,” ujar Khalisah Azka, penerus brand tersebut saat ini, Selasa (12/11/2025).

Kini, fashion brand ini terus berinovasi mengikuti tren tanpa melupakan ciri khasnya.

“Kami tetap mempertahankan desain orisinal hasil rancangan sendiri. Semua model dibuat langsung oleh tim kami agar eksklusif dan berbeda dari yang lain,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa toko ini juga menjual berbagai aksesori seperti kacamata, ciput, ikat rambut, gelang, tas, dan parfum.

Usaha fashion tersebut tumbuh dari kecintaan sang ibu terhadap dunia fashion. Pemilik toko ini awalnya mendesain pakaian untuk dirinya sendiri hingga akhirnya memiliki penjahit pribadi dan memutuskan untuk membuat brand. Koleksi pertamanya dipasarkan di salah satu toko fashion ternama, Alisha, yang menjadi awal perjalanan brand ini dikenal masyarakat.

Target pasar busana lokal ini mencakup kalangan yang cukup luas, mulai dari remaja hingga lansia.

“Produk kami memang banyak berupa gamis dan kerudung, tapi kami juga punya celana dan kemeja kasual yang bisa digunakan siapa saja,” jelasnya. Dengan kisaran harga Rp100.000 hingga Rp400.000, koleksi fashion di toko ini mudah diterima oleh berbagai kalangan tanpa batas usia.

Dalam strategi pemasaran, busana fashion ini memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai jembatan utama dengan konsumen. Baginya, platform yang paling efektif tetap Instagram dan Shopee karena banyak pengunjung berasal dari kalangan ibu-ibu yang lebih sering melihat pembaruan di Instagram. Khal Label juga dapat ditemukan di toko fashion Alisha yang berlokasi di Jl. Salendro Utara No. 27, Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40264.

Namun, Khalisah mengakui bahwa tantangan terbesar dalam industri fashion saat ini adalah kecepatan tren yang berubah. Tren datang dan pergi dengan sangat cepat sehingga sebuah brand harus mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas. Meski begitu, Khalisah tetap percaya bahwa orisinalitas menjadi kunci keberhasilan brand fashion.

Respons konsumen terhadap brand tersebut sangat positif. Banyak pelanggan telah menjadi pembeli setia dan selalu menantikan koleksi terbaru. Beberapa pengunjung bahkan meminta label ini untuk meluncurkan kembali varian parfum lama yang sudah tidak tersedia.

Ke depannya, pemilik toko ini berencana menambah varian aroma parfum dan menghadirkan koleksi busana yang lebih up to date. Pemilik brand ini berharap dapat terus berkembang serta menjangkau generasi muda tanpa kehilangan ciri khasnya. Dengan semangat keluarga dan desain khas Bandung, Khal Label siap melangkah lebih jauh di dunia fashion Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Firza Adzkia Rizky
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)