Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Puasa Perisai Konsumtif

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 24 Feb 2026, 08:09 WIB
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat asyik membaca Pikiran Rakyat, tanpa sengaja telingaku menangkap percakapan istri dengan tetangga. Ibu-ibu ini membicarakan pengeluaran rumah tangga yang terasa membengkak setiap kali Ramadan tiba.

Nada bicaranya ringan, tapi isinya dipenuhi kegelisahan. Mengapa bulan yang seharusnya melatih pengendalian diri justru sering menjadi musim meningkatnya konsumsi?

Bahan Makanan Pokok Jadi Pilihan Utama Mayoritas Konsumen Muslim (Sumber: GoodStats | Foto: Istimewa)
Bahan Makanan Pokok Jadi Pilihan Utama Mayoritas Konsumen Muslim (Sumber: GoodStats | Foto: Istimewa)

Tingginya Budaya Konsumtif

Padahal ramadan adalah momen sakral yang mengubah pola konsumsi dan belanja masyarakat Indonesia secara signifikan.

Consumer Funding dan Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Ivan Jaya membeberkan "Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam pengeluaran, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa, persiapan Lebaran, dan mudik," ujarnya.

Data dari InMobi dan Glance mengungkapkan 40 persen konsumen Indonesia telah memulai persiapan belanja sejak dua minggu sebelum Ramadan.

Mari kita bandingkan dengan laporan dari Ipsos menyatakan pengeluaran individu selama bulan Ramadan meningkat hingga 1,6 kali lipat dibandingkan bulan biasa.

Survei JakPat 2023 menunjukkan 87,3 persen masyarakat berencana untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat selama Ramadan. (Metro TV, 10 Maret 2025).

Memasuki bulan Ramadan, pola konsumsi dan perilaku belanja masyarakat mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ini terlihat pada konsumen Muslim yang cenderung mempersiapkan kebutuhan Ramadan dengan lebih intens dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam laporan Populix bertajuk Perilaku Belanja di Bulan Ramadan 2025, sebanyak 34% konsumen Muslim membeli makanan dan minuman dalam jumlah besar pada awal bulan puasa.

Survei ini melibatkan 1.119 responden dari enam agama berbeda, dengan mayoritas responden beragama Islam (89%). Pengumpulan data dilakukan pada 6–9 Desember 2024.

Secara keseluruhan, terdapat 869 responden Muslim yang mengaku membeli lebih banyak makanan dan minuman selama Ramadan. Produk yang paling banyak dibeli adalah bahan makanan pokok seperti beras, gula, minyak, dan mentega.

Temuan ini menegaskan bahwa kebutuhan pangan pokok tetap mendominasi pola belanja masyarakat selama bulan puasa.

Selain bahan pokok, sebanyak 82% responden memprioritaskan pembelian camilan, makanan ringan untuk menu berbuka puasa. Minuman kemasan, seperti teh, sirup, dan jus, dibeli dalam jumlah besar oleh 64% responden.

Terdapat 61% responden membeli produk sumber protein seperti daging sapi, ayam, dan ikan guna menjaga asupan energi selama menjalani puasa.

Dari sisi kepraktisan, 42% responden memilih membeli makanan siap saji (frozen food) dalam jumlah lebih banyak selama Ramadan.

Rupanya alasan di balik pembelian dalam jumlah besar ini beragam. Sebanyak 76% responden menyatakan bahwa mereka ingin mengamankan persediaan makanan dan minuman untuk kebutuhan sahur dan berbuka.

Malahan, 61% responden mengaku melakukan pembelian besar sebagai persiapan menyambut Lebaran, dan 44% lainnya berencana membagikan makanan serta minuman kepada orang lain.

Di sisi lain, 39% responden mengaku terdorong membeli dalam jumlah besar karena faktor diskon, dan 20% lainnya menyebut kebiasaan tahunan sebagai alasan utama.(www.goodstats.id, 20 Februari 2026 pukul 10.00 WIB)

Lozy Big Warehouse Sale Vol 7, agenda rutin yang selalu dinanti para kolektor hijab dan pakaian muslim kualitas premium dengan harga miring. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Lozy Big Warehouse Sale Vol 7, agenda rutin yang selalu dinanti para kolektor hijab dan pakaian muslim kualitas premium dengan harga miring. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Paradoks Memaknai Puasa

Padahal salah satu hikmah dari puasa itu umat Islam diharapkan dapat mengontrol diri dari banyaknya produk yang ditawarkan berbagai perusahaan marketplace.

Pada hakikatnya puasa itu perintah Allah SWT agar kita dapat mengendalikan nafsu seseorang dari perilaku konsumtif. Ingat, ibadah puasa yang dilaksanakan umat Muslim selama Ramadan dengan menahan makan, minum, dan hubungan seksual dapat dimaknai untuk menahan perilaku konsumtif.

Puasa seyogyanya membangun keintiman seorang makhluk dengan Sang Khaliq, mencapai ketakwaan, memompa produktifitas, menyehatkan, menyejahterakan, dan membangun solidaritas.

Pasalnya, saat ibadah puasa seseorang berinteraksi secara langsung, jujur dan spesial dengan Allah Swt, sehingga mendapat ridha-Nya.

Sejatinya saat berpuasa seseorang mengurangi jadwal dan jumlah konsumsi, sehingga lebih sehat, perut lebih stabil, banyak waktu untuk berkarya dan dapat merasakan betapa penderitaan menahan lapar dan haus, hingga terketuk hatinya untuk berbagi sebagai rasa solidaritas kemanusiaan.

Nyatanya fenomena puasa sering kali berlawanan dan paradoks antara nilai dengan realitanya. Acap kali orang berpuasa hanya rutinitas keagamaan tahunan, tidak makan, tidak minum dan tidak bersetubuh di siang hari tetapi prilakunya tidak ada perubahan, pikiran dan hatinya tidak dibersihkan dari rasa hasud. Walhasil, puasa tidak memberi efek perubahan dalam hidupnya.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Uniknya, saat bulan Ramadan seyogyanya bahan pokok lebih murah dan lebih banyak persediaan karena puasa mengurangi kebutuhan konsumsi. Nyatanya, harga bahan pokok dan kebutuhan beranjak naik. Ini menunjukkan bahwa permintaan bahan pokok meningkat sekaligus menimbulkan kenaikan harga. Dengan demikian, pelaksanaan puasa tidak membuat pengurangan konsumsi justru malah meningkat tajam.

Puasa menambah produktivitas tetapi kenapa sering menjadi alasan untuk menghentikan banyak aktivitas karena alasan puasa. Padahal saat berpuasa seseorang menstabilkan konsumsi, memperbanyak gerak dengan banyak beribadah sehingga tubuh dan rohani dibersihkan.

Akan tetapi nyatanya acap kali orang yang berbuka malah “balas dendam” dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan berlebihan.

Alhasil, saat puasa tak ubahnya hanya merubah jadwal makan di siang hari menjadi makan di malam hari tidak berkurang sedikitpun bahkan bertambah.

Puasa semestinya dapat membangkitkan rasa solidaritas. Sebab saat berpuasa dapat merasakan pedihnya lapar dan haus yang diderita oleh orang yang tidak mampu. Nyatanya, acap kali orang yang berpuasa berlebihan mengkonsumsi saat berbuka dan saat sahur, bahkan banyak makanan yang basi dan terbuang.(Cholil Nafis, 2015:87-89).

Agama Islam mengajarkan pada umatnya untuk tidak taqtir (kikir), israf (boros), tabdzir (membazir), itraf (mewah) dalam menggunakan harta kekayaan, namun Islam mengajarkan kesederhanaan dalam membelanjakan harta kekayaan.

Mahmud Syaltut berpendapat bahwa pemerintah memiliki hak untuk menegakkan maslahah agar bahaya kikir, boros dan mubazir tidak terjadi di kalangan umat. (Syaltut, 1996: 65).

Hasil survei Murtadho Ridwan dan Irsad Andriyanto tentang sikap boros menunjukkan mayoritas konsumsi harian keluarga Muslim di bulan Ramadhan mengalami peningkatan.

Tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna. Makanan yang disediakan keluarga Muslim di bulan Ramadhan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia.

Bagi yang memiliki sisa makanan, mereka memanfaatkan untuk hewan peliharaan sehingga tidak termasuk sikap boros. Hanya ada satu responden yang mengaku membuang sisa makanan dengan sia-sia, sehingga perilaku itu termasuk boros yang dilarang Islam. (Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 2019 Vol 11 (2): 272-284)

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota 
Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kendalikan Perilaku Mubazir

Alih-alih menahan diri, kita justru tergoda untuk membeli lebih banyak. Ingin menyederhanakan kebutuhan, kita malah memperluas daftar keinginan.

Fenomena konsumtif saat Ramadan bukan berarti tradisi harus dihindari. Berbagi makanan, memberi hadiah, dan berkumpul bersama keluarga adalah bagian dari kebahagiaan yang wajar.

Namun, Ramadan bisa menjadi momentum untuk merefleksikan pola konsumsi. Paling tidak ada 5 langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

Pertama, Menyusun anggaran khusus Ramadan dan Lebaran. Kedua, Membatasi jumlah agenda buka bersama. Ketiga, Memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Keempat, Mengingat kembali makna kesederhanaan dalam berpuasa. Kelima, Menahan lapar memang inti dari puasa. Namun, menahan impuls belanja juga merupakan bentuk pengendalian diri yang tidak kalah penting.

Bulan Ramadan bukan tentang seberapa banyak kita beli, melainkan seberapa sadar kita dalam mengambil setiap keputusan finansial. (Kumparan 16 Februari 2026 4:00 WIB)

Allah SWT melarang hambanya untuk berlebih-lebihan, baik dalam urusan ibadah maupun aktivitas sehari-hari, seperti belanja di pasar (supermarket, mall, marketplace).

Dengan adanya puasa Ramadan, setiap Muslim seyogianya mampu melatih diri untuk tidak makan dan minum secara berlebihan, sekaligus berusaha mengendalikan perilaku konsumtif.

Secara sederhana, perilaku konsumtif dapat dilihat dari kebiasaan membeli dan menggunakan barang tanpa pertimbangan kebutuhan yang mendasar, melainkan semata-mata didorong oleh keinginan dan hawa nafsu.

Kecenderungan berlebihan ini kerap dimulai dari pengaturan menu makanan saat berbuka puasa dan sahur, hingga persiapan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 5 April 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Memang, godaan berbelanja menjelang Idulfitri dengan berbagai iklan diskon besar-besaran terasa begitu kuat. Namun, semua itu dapat dikendalikan jika kita menjadikan puasa sebagai tameng untuk menangkal budaya konsumtif.

Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 27 mengingatkan bahwa sikap boros (berlebihan) merupakan perbuatan yang menyerupai saudara setan. Karena itu, kita diperintahkan untuk hidup sederhana dan dianjurkan untuk berbagi, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Selama sebulan berpuasa, berbagi dan bersedekah menjadi amalan istimewa yang mendatangkan banyak kebaikan.

Mari kita jadikan bulan Ramadan sebagai ladang amal, memperbanyak sedekah, berbagi kebahagiaan, dan menebar kedermawanan kepada sesama. Bukan sebaliknya, berpoya-poya dengan membeli barang secara berlebihan. Sudah saatnya kita menjalani puasa dengan sikap sederhana.

Kini saatnya “berpuasa belanja” di era digital dengan membeli secukupnya, sesuai kebutuhan. Ramadan sejatinya menjadi ruang pendidikan batin untuk latihan mengelola hasrat, menajamkan empati, sambil menyadari batas antara kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai nilai-nilai ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)