Puasa Perisai Konsumtif

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 24 Feb 2026, 08:09 WIB
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat asyik membaca Pikiran Rakyat, tanpa sengaja telingaku menangkap percakapan istri dengan tetangga. Ibu-ibu ini membicarakan pengeluaran rumah tangga yang terasa membengkak setiap kali Ramadan tiba.

Nada bicaranya ringan, tapi isinya dipenuhi kegelisahan. Mengapa bulan yang seharusnya melatih pengendalian diri justru sering menjadi musim meningkatnya konsumsi?

Bahan Makanan Pokok Jadi Pilihan Utama Mayoritas Konsumen Muslim (Sumber: GoodStats | Foto: Istimewa)
Bahan Makanan Pokok Jadi Pilihan Utama Mayoritas Konsumen Muslim (Sumber: GoodStats | Foto: Istimewa)

Tingginya Budaya Konsumtif

Padahal ramadan adalah momen sakral yang mengubah pola konsumsi dan belanja masyarakat Indonesia secara signifikan.

Consumer Funding dan Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Ivan Jaya membeberkan "Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam pengeluaran, terutama untuk kebutuhan berbuka puasa, persiapan Lebaran, dan mudik," ujarnya.

Data dari InMobi dan Glance mengungkapkan 40 persen konsumen Indonesia telah memulai persiapan belanja sejak dua minggu sebelum Ramadan.

Mari kita bandingkan dengan laporan dari Ipsos menyatakan pengeluaran individu selama bulan Ramadan meningkat hingga 1,6 kali lipat dibandingkan bulan biasa.

Survei JakPat 2023 menunjukkan 87,3 persen masyarakat berencana untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan keluarga dan kerabat selama Ramadan. (Metro TV, 10 Maret 2025).

Memasuki bulan Ramadan, pola konsumsi dan perilaku belanja masyarakat mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ini terlihat pada konsumen Muslim yang cenderung mempersiapkan kebutuhan Ramadan dengan lebih intens dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam laporan Populix bertajuk Perilaku Belanja di Bulan Ramadan 2025, sebanyak 34% konsumen Muslim membeli makanan dan minuman dalam jumlah besar pada awal bulan puasa.

Survei ini melibatkan 1.119 responden dari enam agama berbeda, dengan mayoritas responden beragama Islam (89%). Pengumpulan data dilakukan pada 6–9 Desember 2024.

Secara keseluruhan, terdapat 869 responden Muslim yang mengaku membeli lebih banyak makanan dan minuman selama Ramadan. Produk yang paling banyak dibeli adalah bahan makanan pokok seperti beras, gula, minyak, dan mentega.

Temuan ini menegaskan bahwa kebutuhan pangan pokok tetap mendominasi pola belanja masyarakat selama bulan puasa.

Selain bahan pokok, sebanyak 82% responden memprioritaskan pembelian camilan, makanan ringan untuk menu berbuka puasa. Minuman kemasan, seperti teh, sirup, dan jus, dibeli dalam jumlah besar oleh 64% responden.

Terdapat 61% responden membeli produk sumber protein seperti daging sapi, ayam, dan ikan guna menjaga asupan energi selama menjalani puasa.

Dari sisi kepraktisan, 42% responden memilih membeli makanan siap saji (frozen food) dalam jumlah lebih banyak selama Ramadan.

Rupanya alasan di balik pembelian dalam jumlah besar ini beragam. Sebanyak 76% responden menyatakan bahwa mereka ingin mengamankan persediaan makanan dan minuman untuk kebutuhan sahur dan berbuka.

Malahan, 61% responden mengaku melakukan pembelian besar sebagai persiapan menyambut Lebaran, dan 44% lainnya berencana membagikan makanan serta minuman kepada orang lain.

Di sisi lain, 39% responden mengaku terdorong membeli dalam jumlah besar karena faktor diskon, dan 20% lainnya menyebut kebiasaan tahunan sebagai alasan utama.(www.goodstats.id, 20 Februari 2026 pukul 10.00 WIB)

Lozy Big Warehouse Sale Vol 7, agenda rutin yang selalu dinanti para kolektor hijab dan pakaian muslim kualitas premium dengan harga miring. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Lozy Big Warehouse Sale Vol 7, agenda rutin yang selalu dinanti para kolektor hijab dan pakaian muslim kualitas premium dengan harga miring. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Paradoks Memaknai Puasa

Padahal salah satu hikmah dari puasa itu umat Islam diharapkan dapat mengontrol diri dari banyaknya produk yang ditawarkan berbagai perusahaan marketplace.

Pada hakikatnya puasa itu perintah Allah SWT agar kita dapat mengendalikan nafsu seseorang dari perilaku konsumtif. Ingat, ibadah puasa yang dilaksanakan umat Muslim selama Ramadan dengan menahan makan, minum, dan hubungan seksual dapat dimaknai untuk menahan perilaku konsumtif.

Puasa seyogyanya membangun keintiman seorang makhluk dengan Sang Khaliq, mencapai ketakwaan, memompa produktifitas, menyehatkan, menyejahterakan, dan membangun solidaritas.

Pasalnya, saat ibadah puasa seseorang berinteraksi secara langsung, jujur dan spesial dengan Allah Swt, sehingga mendapat ridha-Nya.

Sejatinya saat berpuasa seseorang mengurangi jadwal dan jumlah konsumsi, sehingga lebih sehat, perut lebih stabil, banyak waktu untuk berkarya dan dapat merasakan betapa penderitaan menahan lapar dan haus, hingga terketuk hatinya untuk berbagi sebagai rasa solidaritas kemanusiaan.

Nyatanya fenomena puasa sering kali berlawanan dan paradoks antara nilai dengan realitanya. Acap kali orang berpuasa hanya rutinitas keagamaan tahunan, tidak makan, tidak minum dan tidak bersetubuh di siang hari tetapi prilakunya tidak ada perubahan, pikiran dan hatinya tidak dibersihkan dari rasa hasud. Walhasil, puasa tidak memberi efek perubahan dalam hidupnya.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Uniknya, saat bulan Ramadan seyogyanya bahan pokok lebih murah dan lebih banyak persediaan karena puasa mengurangi kebutuhan konsumsi. Nyatanya, harga bahan pokok dan kebutuhan beranjak naik. Ini menunjukkan bahwa permintaan bahan pokok meningkat sekaligus menimbulkan kenaikan harga. Dengan demikian, pelaksanaan puasa tidak membuat pengurangan konsumsi justru malah meningkat tajam.

Puasa menambah produktivitas tetapi kenapa sering menjadi alasan untuk menghentikan banyak aktivitas karena alasan puasa. Padahal saat berpuasa seseorang menstabilkan konsumsi, memperbanyak gerak dengan banyak beribadah sehingga tubuh dan rohani dibersihkan.

Akan tetapi nyatanya acap kali orang yang berbuka malah “balas dendam” dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan berlebihan.

Alhasil, saat puasa tak ubahnya hanya merubah jadwal makan di siang hari menjadi makan di malam hari tidak berkurang sedikitpun bahkan bertambah.

Puasa semestinya dapat membangkitkan rasa solidaritas. Sebab saat berpuasa dapat merasakan pedihnya lapar dan haus yang diderita oleh orang yang tidak mampu. Nyatanya, acap kali orang yang berpuasa berlebihan mengkonsumsi saat berbuka dan saat sahur, bahkan banyak makanan yang basi dan terbuang.(Cholil Nafis, 2015:87-89).

Agama Islam mengajarkan pada umatnya untuk tidak taqtir (kikir), israf (boros), tabdzir (membazir), itraf (mewah) dalam menggunakan harta kekayaan, namun Islam mengajarkan kesederhanaan dalam membelanjakan harta kekayaan.

Mahmud Syaltut berpendapat bahwa pemerintah memiliki hak untuk menegakkan maslahah agar bahaya kikir, boros dan mubazir tidak terjadi di kalangan umat. (Syaltut, 1996: 65).

Hasil survei Murtadho Ridwan dan Irsad Andriyanto tentang sikap boros menunjukkan mayoritas konsumsi harian keluarga Muslim di bulan Ramadhan mengalami peningkatan.

Tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna. Makanan yang disediakan keluarga Muslim di bulan Ramadhan sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia.

Bagi yang memiliki sisa makanan, mereka memanfaatkan untuk hewan peliharaan sehingga tidak termasuk sikap boros. Hanya ada satu responden yang mengaku membuang sisa makanan dengan sia-sia, sehingga perilaku itu termasuk boros yang dilarang Islam. (Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 2019 Vol 11 (2): 272-284)

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota 
Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kendalikan Perilaku Mubazir

Alih-alih menahan diri, kita justru tergoda untuk membeli lebih banyak. Ingin menyederhanakan kebutuhan, kita malah memperluas daftar keinginan.

Fenomena konsumtif saat Ramadan bukan berarti tradisi harus dihindari. Berbagi makanan, memberi hadiah, dan berkumpul bersama keluarga adalah bagian dari kebahagiaan yang wajar.

Namun, Ramadan bisa menjadi momentum untuk merefleksikan pola konsumsi. Paling tidak ada 5 langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

Pertama, Menyusun anggaran khusus Ramadan dan Lebaran. Kedua, Membatasi jumlah agenda buka bersama. Ketiga, Memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Keempat, Mengingat kembali makna kesederhanaan dalam berpuasa. Kelima, Menahan lapar memang inti dari puasa. Namun, menahan impuls belanja juga merupakan bentuk pengendalian diri yang tidak kalah penting.

Bulan Ramadan bukan tentang seberapa banyak kita beli, melainkan seberapa sadar kita dalam mengambil setiap keputusan finansial. (Kumparan 16 Februari 2026 4:00 WIB)

Allah SWT melarang hambanya untuk berlebih-lebihan, baik dalam urusan ibadah maupun aktivitas sehari-hari, seperti belanja di pasar (supermarket, mall, marketplace).

Dengan adanya puasa Ramadan, setiap Muslim seyogianya mampu melatih diri untuk tidak makan dan minum secara berlebihan, sekaligus berusaha mengendalikan perilaku konsumtif.

Secara sederhana, perilaku konsumtif dapat dilihat dari kebiasaan membeli dan menggunakan barang tanpa pertimbangan kebutuhan yang mendasar, melainkan semata-mata didorong oleh keinginan dan hawa nafsu.

Kecenderungan berlebihan ini kerap dimulai dari pengaturan menu makanan saat berbuka puasa dan sahur, hingga persiapan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 5 April 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Memang, godaan berbelanja menjelang Idulfitri dengan berbagai iklan diskon besar-besaran terasa begitu kuat. Namun, semua itu dapat dikendalikan jika kita menjadikan puasa sebagai tameng untuk menangkal budaya konsumtif.

Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 27 mengingatkan bahwa sikap boros (berlebihan) merupakan perbuatan yang menyerupai saudara setan. Karena itu, kita diperintahkan untuk hidup sederhana dan dianjurkan untuk berbagi, baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Selama sebulan berpuasa, berbagi dan bersedekah menjadi amalan istimewa yang mendatangkan banyak kebaikan.

Mari kita jadikan bulan Ramadan sebagai ladang amal, memperbanyak sedekah, berbagi kebahagiaan, dan menebar kedermawanan kepada sesama. Bukan sebaliknya, berpoya-poya dengan membeli barang secara berlebihan. Sudah saatnya kita menjalani puasa dengan sikap sederhana.

Kini saatnya “berpuasa belanja” di era digital dengan membeli secukupnya, sesuai kebutuhan. Ramadan sejatinya menjadi ruang pendidikan batin untuk latihan mengelola hasrat, menajamkan empati, sambil menyadari batas antara kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai nilai-nilai ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)