3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Konvoi juara Persib Bandung musim ini meninggalkan sejumlah catatan besar bagi Pemerintah Kota Bandung dan panitia penyelenggara. Selain memicu kepadatan ekstrem, perayaan juga menimbulkan korban luka, korban jiwa, hingga tumpukan sampah mencapai ratusan ton.

Pengamat sepak bola Eko Noer Kristiyanto menilai berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius apabila Persib kembali menggelar konvoi juara di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam sterilisasi jalur, mitigasi keselamatan, hingga pengelolaan lingkungan selama pesta berlangsung.

Pemain dan offisial Persib Bandung menyapa ribuan Bobotoh saat mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemain dan offisial Persib Bandung menyapa ribuan Bobotoh saat mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Sterilisasi Jalur

Eko menilai salah satu masalah terbesar dalam konvoi Persib kali ini adalah tidak adanya sterilisasi jalur yang memadai. Akibatnya, kendaraan rombongan sulit bergerak karena ruas jalan dipenuhi Bobotoh sejak awal hingga akhir rute pawai.

"Ya gimana ini kan orang awam juga sudah bisa tahu ya, kalau ada kendaraan konvoi pawai pengen lancar apa anak-anak? Depannya harus kosong," ucapnya.

Kepadatan massa bahkan membuat para pemain Persib harus berjalan kaki menuju Pendopo Kota Bandung karena kendaraan tidak mampu menembus kerumunan.

Wali Kota Muhammad Farhan mengakui kondisi tahun ini berbeda dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, perubahan lokasi akhir perayaan membuat penumpukan massa lebih sulit dikendalikan.

"Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya pluk-plek di Gasibu. Di jalan ga terlalu penuh," kata Farhan.

Ia menjelaskan, tahun lalu massa terkonsentrasi di kawasan Gasibu yang memiliki kapasitas jauh lebih besar dibanding kawasan Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung. Sementara tahun ini, jalur pawai mencapai lima kilometer dengan titik akhir berada di kawasan yang lebih sempit.

"Kalau ini kan jalan hanya 1/3 Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan. Akibatnya lebih lambat saja," ujarnya.

Farhan juga mengungkapkan rombongan pawai terlambat tiba dari target waktu yang telah ditentukan karena arus massa terlalu padat.

"Berawal dari Gesat dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat, tadi kita target jam 12-1 sampe, tapi jam segini hanya baru sebagian yang masuk," ucapnya.

Foto udara suasana Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, saat konvoi Persib Bandung, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Foto udara suasana Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, saat konvoi Persib Bandung, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Keselamatan Bobotoh

Selain persoalan jalur, konvoi Persib juga memunculkan sorotan terkait mitigasi keselamatan penonton. Eko menyebut banyak Bobotoh pingsan akibat berdesakan selama menunggu rombongan pemain lewat.

"Bobotoh, tadinya saya sudah malas ya bicara masalah ini karena nggak perlu dibahas pun kita sudah bisa lihat kualitas konvoi kemarin. Pemain nggak nyaman, malah pada emosi. Bobotoh banyak yang pingsan," kata Eko.

Ia mengaku menerima laporan adanya dua korban meninggal dunia selama rangkaian perayaan berlangsung.

"Tapi hari ini saya dapat laporan, bukan cuma pingsan, ada yang meninggal dua orang kemarin ya waktu perayaan itu gitu. Ada dua orang meninggal, satu karena kecelakaan, satu karena kekerasan," ujarnya.

Data Pemerintah Kota Bandung mencatat terdapat 122 korban insiden selama perayaan juara Persib berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu, 24 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 39 orang dirujuk ke rumah sakit dan 26 lainnya masih menjalani perawatan.

"Ini ada 122 korban kecelakaan, dua korban kekerasan. Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun,” kata Farhan.

Selain kasus di Cibiru, Farhan menyebut terdapat korban kekerasan lain di kawasan Cisaranten Kidul yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Pantauan di Jembatan Penyeberangan Orang Asia Afrika juga menunjukkan banyak Bobotoh pingsan akibat sesak dan saling berdesakan saat menunggu konvoi lewat. Situasi itu memperlihatkan perlunya jalur evakuasi, pos kesehatan, serta pembatasan massa yang lebih terukur apabila konvoi serupa kembali digelar.

Eko meminta evaluasi tidak berhenti pada pernyataan formal semata, melainkan benar-benar dibarengi persiapan teknis dan mitigasi keselamatan yang matang.

"Jadi tolonglah ini ya, evaluasinya tuh yang bener bukan cuma retorika gitu. Masa ada hajat ya di tempat publik, udah gitu masa nggak dipersiapkan dengan baik gitu,” katanya.

Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Masalah Sampah

Persoalan lain yang muncul setelah pesta juara Persib adalah tumpukan sampah di berbagai titik Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung mencatat total sampah sisa perayaan mencapai sekitar 112 ton.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan sampah didominasi botol plastik, flare, dan sisa petasan.

"Sekitar 112 ton, itu hanya sampah pesta Persib. Karena walaupun volumenya kecil, bobotnya lumayan. Yang itu botol sama flare itu," kata Darto.

Petugas menemukan tiga karung besar berisi sisa flare hanya di kawasan Cikapayang serta enam karung kecil berisi botol plastik. Sampah juga menumpuk di sepanjang Jalan Asia Afrika yang menjadi pusat keramaian Bobotoh.

"Sampah plastik, betul. Dan itu cukup menonjol karena tidak biasanya 3 jenis sampah itu muncul di area-area biasa," ucapnya.

"Kalau Jalan Asia Afrika itu didominasi sampah plastik dan botol plastik. Dan itu sepanjang Jalan Asia Afrika, dari mulai Simpang Lima sampai ke Sudirman,” katanya.

DLH Kota Bandung mengerahkan tambahan 112 personel untuk membersihkan 11 titik pantau selama dua hari. Namun proses pembersihan sempat terhambat hujan sehingga sampah belum sepenuhnya terangkut hingga Senin pagi.

"Harusnya tadi malam kita bisa mengerjakan itu, tapi cuaca hujan yang menghambat kita sehingga supaya tim juga nggak jatuh sakit, diistirahatkan dulu di malam hari," pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)