Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan Selasa 26 Mei 2026, 11:24 WIB
Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Konvoi juara Persib Bandung musim ini meninggalkan sejumlah catatan besar bagi Pemerintah Kota Bandung dan panitia penyelenggara. Selain memicu kepadatan ekstrem, perayaan juga menimbulkan korban luka, korban jiwa, hingga tumpukan sampah mencapai ratusan ton.

Pengamat sepak bola Eko Noer Kristiyanto menilai berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius apabila Persib kembali menggelar konvoi juara di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam sterilisasi jalur, mitigasi keselamatan, hingga pengelolaan lingkungan selama pesta berlangsung.

Pemain dan offisial Persib Bandung menyapa ribuan Bobotoh saat mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pemain dan offisial Persib Bandung menyapa ribuan Bobotoh saat mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Sterilisasi Jalur

Eko menilai salah satu masalah terbesar dalam konvoi Persib kali ini adalah tidak adanya sterilisasi jalur yang memadai. Akibatnya, kendaraan rombongan sulit bergerak karena ruas jalan dipenuhi Bobotoh sejak awal hingga akhir rute pawai.

"Ya gimana ini kan orang awam juga sudah bisa tahu ya, kalau ada kendaraan konvoi pawai pengen lancar apa anak-anak? Depannya harus kosong," ucapnya.

Kepadatan massa bahkan membuat para pemain Persib harus berjalan kaki menuju Pendopo Kota Bandung karena kendaraan tidak mampu menembus kerumunan.

Wali Kota Muhammad Farhan mengakui kondisi tahun ini berbeda dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, perubahan lokasi akhir perayaan membuat penumpukan massa lebih sulit dikendalikan.

"Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya pluk-plek di Gasibu. Di jalan ga terlalu penuh," kata Farhan.

Ia menjelaskan, tahun lalu massa terkonsentrasi di kawasan Gasibu yang memiliki kapasitas jauh lebih besar dibanding kawasan Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung. Sementara tahun ini, jalur pawai mencapai lima kilometer dengan titik akhir berada di kawasan yang lebih sempit.

"Kalau ini kan jalan hanya 1/3 Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan. Akibatnya lebih lambat saja," ujarnya.

Farhan juga mengungkapkan rombongan pawai terlambat tiba dari target waktu yang telah ditentukan karena arus massa terlalu padat.

"Berawal dari Gesat dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat, tadi kita target jam 12-1 sampe, tapi jam segini hanya baru sebagian yang masuk," ucapnya.

Foto udara suasana Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, saat konvoi Persib Bandung, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Foto udara suasana Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, Kota Bandung, saat konvoi Persib Bandung, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Keselamatan Bobotoh

Selain persoalan jalur, konvoi Persib juga memunculkan sorotan terkait mitigasi keselamatan penonton. Eko menyebut banyak Bobotoh pingsan akibat berdesakan selama menunggu rombongan pemain lewat.

"Bobotoh, tadinya saya sudah malas ya bicara masalah ini karena nggak perlu dibahas pun kita sudah bisa lihat kualitas konvoi kemarin. Pemain nggak nyaman, malah pada emosi. Bobotoh banyak yang pingsan," kata Eko.

Ia mengaku menerima laporan adanya dua korban meninggal dunia selama rangkaian perayaan berlangsung.

"Tapi hari ini saya dapat laporan, bukan cuma pingsan, ada yang meninggal dua orang kemarin ya waktu perayaan itu gitu. Ada dua orang meninggal, satu karena kecelakaan, satu karena kekerasan," ujarnya.

Data Pemerintah Kota Bandung mencatat terdapat 122 korban insiden selama perayaan juara Persib berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu, 24 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 39 orang dirujuk ke rumah sakit dan 26 lainnya masih menjalani perawatan.

"Ini ada 122 korban kecelakaan, dua korban kekerasan. Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun,” kata Farhan.

Selain kasus di Cibiru, Farhan menyebut terdapat korban kekerasan lain di kawasan Cisaranten Kidul yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Pantauan di Jembatan Penyeberangan Orang Asia Afrika juga menunjukkan banyak Bobotoh pingsan akibat sesak dan saling berdesakan saat menunggu konvoi lewat. Situasi itu memperlihatkan perlunya jalur evakuasi, pos kesehatan, serta pembatasan massa yang lebih terukur apabila konvoi serupa kembali digelar.

Eko meminta evaluasi tidak berhenti pada pernyataan formal semata, melainkan benar-benar dibarengi persiapan teknis dan mitigasi keselamatan yang matang.

"Jadi tolonglah ini ya, evaluasinya tuh yang bener bukan cuma retorika gitu. Masa ada hajat ya di tempat publik, udah gitu masa nggak dipersiapkan dengan baik gitu,” katanya.

Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Masalah Sampah

Persoalan lain yang muncul setelah pesta juara Persib adalah tumpukan sampah di berbagai titik Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung mencatat total sampah sisa perayaan mencapai sekitar 112 ton.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan sampah didominasi botol plastik, flare, dan sisa petasan.

"Sekitar 112 ton, itu hanya sampah pesta Persib. Karena walaupun volumenya kecil, bobotnya lumayan. Yang itu botol sama flare itu," kata Darto.

Petugas menemukan tiga karung besar berisi sisa flare hanya di kawasan Cikapayang serta enam karung kecil berisi botol plastik. Sampah juga menumpuk di sepanjang Jalan Asia Afrika yang menjadi pusat keramaian Bobotoh.

"Sampah plastik, betul. Dan itu cukup menonjol karena tidak biasanya 3 jenis sampah itu muncul di area-area biasa," ucapnya.

"Kalau Jalan Asia Afrika itu didominasi sampah plastik dan botol plastik. Dan itu sepanjang Jalan Asia Afrika, dari mulai Simpang Lima sampai ke Sudirman,” katanya.

DLH Kota Bandung mengerahkan tambahan 112 personel untuk membersihkan 11 titik pantau selama dua hari. Namun proses pembersihan sempat terhambat hujan sehingga sampah belum sepenuhnya terangkut hingga Senin pagi.

"Harusnya tadi malam kita bisa mengerjakan itu, tapi cuaca hujan yang menghambat kita sehingga supaya tim juga nggak jatuh sakit, diistirahatkan dulu di malam hari," pungkasnya.

Tag Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)