RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Malam belum sepenuhnya berganti dini hari ketika suara tawa dan obrolan terdengar dari sebuah lahan parkir yang luas. Di tempat itulah anak-anak muda Sekeloa Selatan biasa berkumpul sebelum memulai tradisi bangunin sahur.

Beberapa anggota duduk melingkar, saling menimpali jawaban satu sama lain. Di tengah suasana santai itu, Fajar Tresna (28), salah satu penggiat Sekeloa Selatan, menjadi sosok yang paling banyak menjelaskan tentang kegiatan yang mereka jalankan setiap Ramadan.

Menurut Fajar, tradisi bangunin sahur di wilayahnya bukanlah hal baru.

“Sudah ada sejak 2007. Jadi ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul karena sekarang viral. Dulu, waktu saya masih kecil, sudah diajak ikut sama kakak-kakak angkatan sebelumnya. Sekarang kami cuma meneruskan saja. Nanti adik-adik yang sekarang ikut juga akan jadi generasi berikutnya,” ujar Fajar.

Baca Juga: Ulin Barong Sekeloa, Tarian Tua yang Hidup Kembali di Tangan Generasi Z Bandung

Kegiatan biasanya dimulai sekitar pukul 02.15 dini hari. Mereka tidak hanya sekali berkeliling kampung, melainkan dua putaran.

“Putaran pertama biasanya untuk membangunkan orang tuanya dulu, supaya mereka bisa menyiapkan sahur. Habis itu kami istirahat sekitar 10 sampai 15 menit. Setelah itu lanjut lagi putaran kedua, sekalian mengajak anak-anaknya agar ikut bangun dan merasakan suasananya. Biasanya selesai sekitar jam 03.45,” jelasnya.

Setelah rampung, mereka kembali ke balai untuk beristirahat sejenak sebelum waktu Subuh tiba.

Lebih dari Sekadar Membangunkan Sahur

Bagi Fajar dan kawan-kawannya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Kalau ditanya tujuannya apa, ya banyak. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini. Ada yang kerja, ada yang sekolah, masing-masing punya kesibukan,” katanya.

Ia mengaku, kadang justru warga yang mempertanyakan jika rombongan mereka tidak melewati satu gang.

“Pernah ada yang bilang, ‘kok kelewat rumah saya?’ Jadi sebenarnya, bagi sebagian warga, ini sudah jadi bagian dari suasana Ramadan. Bukan cuma kami yang merasakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Jumlah peserta setiap malam bisa mencapai puluhan orang, tanpa batasan usia.

“Tidak ada batasan umur. Anak kecil boleh, yang sudah kerja juga boleh. Soalnya kalau tidak dibiasakan dari sekarang, nanti bisa padam. Kami tidak mau tradisi ini hilang,” kata Fajar.

Remaja di Sekeloa Selatan berkeliling menyusuri gang sambil melanturkan lagu-lagu untuk membangunkan warganya untuk sahur. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Remaja di Sekeloa Selatan berkeliling menyusuri gang sambil melanturkan lagu-lagu untuk membangunkan warganya untuk sahur. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)

Respons Warga dan Batasan

Meski berlangsung pada dini hari, Fajar menyebut hingga kini belum ada komplain serius dari warga. Namun, mereka tetap menjaga etika.

“Kalau ada warga yang sedang sakit atau berduka, biasanya kami diberi tahu. Nah, itu kami lewat saja tanpa ribut. Kami harus tahu diri. Jangan sampai niatnya baik malah bikin tidak nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika suatu hari ada keberatan dari warga, mereka siap berdiskusi.

“Kalau ada yang protes, pasti kami kumpul dulu dan dibicarakan baik-baik. Karena ini kampung sendiri juga. Harus saling menghargai,” ujarnya.

Baca Juga: Saat Homeless Media jadi Rujukan Warga, Cerita di Balik Admin Akun Instagram info.sekeloa

Viral Bukan Tujuan Awal

Nama Sekeloa Selatan mulai ramai diperbincangkan setelah video bangunin sahur mereka tersebar di media sosial. Namun Fajar menegaskan, viral bukanlah tujuan utama.

“Awalnya cuma iseng divideokan. Tidak langsung ramai juga. Beberapa hari biasa saja, lalu tiba-tiba naik. Jadi memang bukan dari awal niat cari viral,” katanya.

Sejak itu, mereka menjadi lebih berhati-hati, terutama dalam memilih lagu.

“Pernah ada kejadian soal lagu yang ternyata punya hak cipta. Dari situ kami belajar. Sekarang lebih hati-hati supaya tidak jadi masalah,” ujar Fajar.

Baginya, media sosial hanyalah dampak, bukan alasan utama mereka bergerak.

“Konten itu bonus. Yang penting ada wadah dulu buat barudak berkarya. Di luar Ramadan juga kami bikin film pendek, podcast, dan kegiatan lain,” katanya menutup obrolan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)