Curug Cipanas Lembang: Kisah Transformasi Selokan Terbengkalai Jadi Surga Terapi Air Panas Alami

3 menit baca
Muhamad Faisal Ramadhan
Ditulis oleh Muhamad Faisal Ramadhan diterbitkan
Curug Cipanas di malam hari lampu-lampu syahdu bikin vibes healing nya dapet banget. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Curug Cipanas di malam hari lampu-lampu syahdu bikin vibes healing nya dapet banget. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)

Di tengah hiruk pikuk wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terselip sebuah destinasi yang menawarkan ketenangan dan khasiat alami: Curug Cipanas.

Berlokasi di Jalan Nagrak Kulon, Desa Sukajaya, Lembang, tempat ini awalnya bukanlah sebuah lokasi wisata. Kisah transformasinya dari lahan perkebunan dan selokan yang terbengkalai menjadi pemandian air panas alami yang dikelola secara swasta menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari relaksasi dan terapi kesehatan. Kisah ini terungkap dalam wawancara dengan salah satu staf pengelola pada 6 November 2025 di area Curug Cipanas.

Wandi Dimitri, salah satu staf pengelola yang juga penduduk asli setempat, menjelaskan bahwa cikal bakal destinasi ini sangat jauh dari kesan tempat wisata modern.

"Awalnya Curug Cipanas ini hanyalah area perkebunan biasa yang bahkan sempat terbengkalai, lebih mirip selokan atau sungai yang tidak terurus," ungkapnya, mengawali cerita tentang perjuangan mengubah wajah area tersebut menjadi lokasi yang ramai dikunjungi.

Perjalanan pengelolaan Curug Cipanas dimulai dari inisiatif kelompok pemuda setempat dari Kampung Nagrak. Awalnya, mereka memiliki visi untuk membangun sebuah kampung seni di kawasan tersebut. Namun, melihat potensi sumber daya alam, terutama air panas, fokus kegiatan pun bergeser. Kolam yang tadinya hanya satu dan tak terawat, mulai dikelola hingga akhirnya resmi menjadi destinasi wisata yang kini dikelola secara swasta melalui kerja sama dengan pemilik lahan.

Daya tarik utama yang membuat Curug Cipanas menonjol di antara tempat wisata lain di Bandung adalah sumber air panasnya. Air ini bukan sekadar air hangat, melainkan air panas yang muncul secara alami, bersumber langsung dari Kawah Orok di lereng Gunung Tangkuban Parahu.

"Mungkin daya tariknya dari air panas mungkin. Meskipun memang di sini suhunya cuman 32 derajat, enggak terlalu panas-panas, cuman di sini alami dari kawah," ujar Wandi, salah satu pengelola tempat wisata, menekankan kealamian sumber air panas tersebut.

Meskipun berasal dari kawah gunung berapi, suhu air di Curug Cipanas terbilang nyaman dan tidak ekstrem, berkisar di angka 32 derajat Celsius, sehingga aman untuk berendam dalam waktu lama. Keunggulan komparatif lainnya, terutama di kawasan wisata Lembang yang terkenal mahal, adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau. Harga tiket masuk pada hari biasa adalah Rp30.000, sementara untuk kunjungan malam hari dipatok Rp35.000, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan berbudget rendah.

Pengelolaan Curug Cipanas sangat fokus pada kualitas air. Perawatan rutin sumber mata air dilakukan intensif, bisa sampai tiga kali dalam sebulan. Petugas bahkan melakukan pengecekan kualitas air setiap hari. Hal ini krusial karena air, meskipun bersumber alami, rentan menjadi keruh akibat adanya longsor (landslides) di area sekitar, sehingga pemantauan dan pembersihan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Secara kesehatan, air belerang yang terkandung dalam air panas Curug Cipanas bersifat alamiah dan memiliki banyak manfaat. Air ini sering dimanfaatkan pengunjung sebagai obat untuk mengatasi penyakit kulit, terutama gatal-gatal, dan juga digunakan sebagai sarana terapi untuk merilekskan otot dan pikiran.Wandi, seorang pemandu wisata lokal yang ramah dan menguasai seluk-beluk Curug Cipanas, menjelaskan keunggulan sumber air tersebut.

"Kalau belerang biasanya buat gatal. Kalau belerang yang ditambah, beda. Kalau di sini belerangnya alami ya, dari atas langsung, dari kawah langsung," jelasnya, menekankan pada kualitas belerang yang alami.

Uap hangat air panas alami menciptakan selubung kabut yang magis dan menenangkan di malam hari. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Uap hangat air panas alami menciptakan selubung kabut yang magis dan menenangkan di malam hari. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Curug Cipanas menyediakan berbagai pilihan fasilitas, mulai dari penginapan hingga penyewaan peralatan. Pengunjung dapat memilih untuk menginap di area glamping atau mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan.

Biaya penyewaan tenda di Curug Cipanas sangat beragam, mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000. Tenda dengan harga Rp50.000 sudah termasuk tenda kosong, matras, dan fasilitas colokan listrik. Untuk perlengkapan tambahan, pengelola menyediakan kasur (Rp40.000), bantal (Rp10.000), kompor (Rp25.000), dan gas (Rp15.000) yang dapat disewa terpisah untuk melengkapi pengalaman berkemah.

Selain fasilitas bermalam, Curug Cipanas juga melengkapi diri dengan berbagai saung-saung terbuka untuk bersantai, loker untuk menyimpan barang, serta penyediaan frozen food. Dengan kombinasi pemandangan alam, khasiat air panas alami, dan fasilitas yang lengkap dengan harga bersahabat, Curug Cipanas menjadi opsi ideal bagi masyarakat yang ingin berlibur dan melepas penat di Lembang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Faisal Ramadhan
Mahasiswa aktif telkom university jurusan digital publik relation

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)