Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Curug Cipanas Lembang: Kisah Transformasi Selokan Terbengkalai Jadi Surga Terapi Air Panas Alami

Muhamad Faisal Ramadhan
Ditulis oleh Muhamad Faisal Ramadhan diterbitkan Selasa 18 Nov 2025, 18:00 WIB
Curug Cipanas di malam hari lampu-lampu syahdu bikin vibes healing nya dapet banget. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)

Curug Cipanas di malam hari lampu-lampu syahdu bikin vibes healing nya dapet banget. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)

Di tengah hiruk pikuk wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terselip sebuah destinasi yang menawarkan ketenangan dan khasiat alami: Curug Cipanas.

Berlokasi di Jalan Nagrak Kulon, Desa Sukajaya, Lembang, tempat ini awalnya bukanlah sebuah lokasi wisata. Kisah transformasinya dari lahan perkebunan dan selokan yang terbengkalai menjadi pemandian air panas alami yang dikelola secara swasta menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari relaksasi dan terapi kesehatan. Kisah ini terungkap dalam wawancara dengan salah satu staf pengelola pada 6 November 2025 di area Curug Cipanas.

Wandi Dimitri, salah satu staf pengelola yang juga penduduk asli setempat, menjelaskan bahwa cikal bakal destinasi ini sangat jauh dari kesan tempat wisata modern.

"Awalnya Curug Cipanas ini hanyalah area perkebunan biasa yang bahkan sempat terbengkalai, lebih mirip selokan atau sungai yang tidak terurus," ungkapnya, mengawali cerita tentang perjuangan mengubah wajah area tersebut menjadi lokasi yang ramai dikunjungi.

Perjalanan pengelolaan Curug Cipanas dimulai dari inisiatif kelompok pemuda setempat dari Kampung Nagrak. Awalnya, mereka memiliki visi untuk membangun sebuah kampung seni di kawasan tersebut. Namun, melihat potensi sumber daya alam, terutama air panas, fokus kegiatan pun bergeser. Kolam yang tadinya hanya satu dan tak terawat, mulai dikelola hingga akhirnya resmi menjadi destinasi wisata yang kini dikelola secara swasta melalui kerja sama dengan pemilik lahan.

Daya tarik utama yang membuat Curug Cipanas menonjol di antara tempat wisata lain di Bandung adalah sumber air panasnya. Air ini bukan sekadar air hangat, melainkan air panas yang muncul secara alami, bersumber langsung dari Kawah Orok di lereng Gunung Tangkuban Parahu.

"Mungkin daya tariknya dari air panas mungkin. Meskipun memang di sini suhunya cuman 32 derajat, enggak terlalu panas-panas, cuman di sini alami dari kawah," ujar Wandi, salah satu pengelola tempat wisata, menekankan kealamian sumber air panas tersebut.

Meskipun berasal dari kawah gunung berapi, suhu air di Curug Cipanas terbilang nyaman dan tidak ekstrem, berkisar di angka 32 derajat Celsius, sehingga aman untuk berendam dalam waktu lama. Keunggulan komparatif lainnya, terutama di kawasan wisata Lembang yang terkenal mahal, adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau. Harga tiket masuk pada hari biasa adalah Rp30.000, sementara untuk kunjungan malam hari dipatok Rp35.000, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan berbudget rendah.

Pengelolaan Curug Cipanas sangat fokus pada kualitas air. Perawatan rutin sumber mata air dilakukan intensif, bisa sampai tiga kali dalam sebulan. Petugas bahkan melakukan pengecekan kualitas air setiap hari. Hal ini krusial karena air, meskipun bersumber alami, rentan menjadi keruh akibat adanya longsor (landslides) di area sekitar, sehingga pemantauan dan pembersihan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Secara kesehatan, air belerang yang terkandung dalam air panas Curug Cipanas bersifat alamiah dan memiliki banyak manfaat. Air ini sering dimanfaatkan pengunjung sebagai obat untuk mengatasi penyakit kulit, terutama gatal-gatal, dan juga digunakan sebagai sarana terapi untuk merilekskan otot dan pikiran.Wandi, seorang pemandu wisata lokal yang ramah dan menguasai seluk-beluk Curug Cipanas, menjelaskan keunggulan sumber air tersebut.

"Kalau belerang biasanya buat gatal. Kalau belerang yang ditambah, beda. Kalau di sini belerangnya alami ya, dari atas langsung, dari kawah langsung," jelasnya, menekankan pada kualitas belerang yang alami.

Uap hangat air panas alami menciptakan selubung kabut yang magis dan menenangkan di malam hari. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Uap hangat air panas alami menciptakan selubung kabut yang magis dan menenangkan di malam hari. (Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Curug Cipanas menyediakan berbagai pilihan fasilitas, mulai dari penginapan hingga penyewaan peralatan. Pengunjung dapat memilih untuk menginap di area glamping atau mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan.

Biaya penyewaan tenda di Curug Cipanas sangat beragam, mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000. Tenda dengan harga Rp50.000 sudah termasuk tenda kosong, matras, dan fasilitas colokan listrik. Untuk perlengkapan tambahan, pengelola menyediakan kasur (Rp40.000), bantal (Rp10.000), kompor (Rp25.000), dan gas (Rp15.000) yang dapat disewa terpisah untuk melengkapi pengalaman berkemah.

Selain fasilitas bermalam, Curug Cipanas juga melengkapi diri dengan berbagai saung-saung terbuka untuk bersantai, loker untuk menyimpan barang, serta penyediaan frozen food. Dengan kombinasi pemandangan alam, khasiat air panas alami, dan fasilitas yang lengkap dengan harga bersahabat, Curug Cipanas menjadi opsi ideal bagi masyarakat yang ingin berlibur dan melepas penat di Lembang. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Faisal Ramadhan
Mahasiswa aktif telkom university jurusan digital publik relation

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)