Pencak Silat Panglipur Kopo Parahyangan, Kekinian Tanpa Hilangkan Tradisi

Riri Pamungkas
Ditulis oleh Riri Pamungkas diterbitkan Selasa 18 Nov 2025, 17:23 WIB
Seorang murid mempraktekan gerakan ke-7 Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong (TGR) di Grand Kopo Parahyangan, Kec. Margahayu, Kabupaten Bandung, (1/11/205). (Foto: Ana Apriana)

Seorang murid mempraktekan gerakan ke-7 Jurus Tunggal Baku Tangan Kosong (TGR) di Grand Kopo Parahyangan, Kec. Margahayu, Kabupaten Bandung, (1/11/205). (Foto: Ana Apriana)

Selepas azan magrib mereda, terdengar suara hentakan kaki di atas matras dari seorang murid yang tengah berlatih pencak silat. Di sudut ruangan, Ana Apriana mengamati murid-muridnya berlatih dengan serius, ia tersenyum tipis sambil menata ide content digital untuk Perguruan Panglipur Kopo Parahyangan, Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (3/11/2025).

Ana Apriana, penggagas Panglipur Kopo Parahyangan, mengatakan bahwa perbedaan utama perguruannya dengan perguruan Panglipur lainnya terletak pada keaktifan di media sosial.

“Yang membedakan Panglipur lain dengan Panglipur Kopo Parahyangan adalah keaktifan di social media,” katanya.

Ia kerap mendokumentasikan proses latihan murid-murid dan mengunggahnya ke akun @pencaksilat.pkp, yang kemudian mendapat banyak pujian dari perguruan Panglipur lainnya. Dampaknya juga terasa pada murid-muridnya, mereka semakin dikenal di lingkungan sekolahnya karena konten yang dibuat oleh pria lembut itu viral di media sosial.

Seiring berkembangnya zaman, tantangan terbesar bagi kesenian tradisional adalah mempertahankan eksistensi di tengah derasnya arus budaya asing yang masuk ke Indonesia. Dalam dunia pencak silat, konten mengenai seni bela diri ini masih jarang muncul di media, salah satunya karena minimnya eksposur dari perguruan itu sendiri. Upaya kreatif diperlukan agar pencak silat tidak hanya diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga dikenalkan melalui media digital.

Pemanfaatan perkembangan zaman itu diwujudkan oleh pria humoris itu melalui program baru bernama Pencak Silat Digital. Ia menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah menyebarkan ajaran Panglipur seluas-luasnya sambil melestarikan budaya dan nilai di dalamnya. Menurut pria ramah itu,

“Melalui Pencak Silat Digital, saya ingin membuat ajaran Panglipur bis dipelajari siapapun meski dari rumah.”

Program ini bekerja dengan menyediakan video penjelasan jurus secara detail dan e-book berisi uraian lengkap setiap gerakan. Peserta dapat mengikuti pembelajaran melalui grup WhatsAppwebinar, atau sesi private Zoom, sehingga tidak perlu datang langsung ke perguruan.

Keunikan perguruan ini juga terletak pada pembangunan karakter yang diterapkan oleh pria rendah hati itu. Setiap murid diajarkan memiliki emotional quotient (EQ) yang baik agar terjalin kebersamaan dan kerja sama selama latihan. Hal itu dilakukan melalui kegiatan berbincang, bermain bersama, belajar mengontrol emosi, serta menanamkan sikap rendah hati dan tanggung jawab, termasuk datang tepat waktu.

Murid Panglipur Kopo Parahyangan berhasil meraih sejumlah medali dari berbagai perlombaan dalam lima tahun terakhir. (1/11/205) (Foto: Riri Pamungkas)
Murid Panglipur Kopo Parahyangan berhasil meraih sejumlah medali dari berbagai perlombaan dalam lima tahun terakhir. (1/11/205) (Foto: Riri Pamungkas)

Karakter perguruan ini dibentuk dari visi “silat tradisi mengejar silat prestasi” dan misi “mencetak pesilat-pesilat muda yang juga berprestasi”. Visi dan misi tersebut lahir dari perjalanan pria humoris itu dalam memahami disiplin dan seni di setiap gerakan silat. Pengalaman itu membentuk pandangannya tentang pentingnya karakter dan nilai budaya dalam proses latihan.

Menariknya perguruan ini berdiri tanpa disengaja, Ana mulanya hanya berlatih dengan dua anaknya, hingga akhirnya berkembang pesat. Sebelum terjun ke pencak silat, ia merupakan pelatih tari jaipongan, namun kemudian memilih memfokuskan diri pada seni bela diri. Salah satu alasan pria beranak dua itu memilih aliran Panglipur adalah karena unsur seninya, “Setiap gerakan Panglipur punya makna yang dalam dan indah, itu yang membuat saya menetapkan pilihan,” ujarnya.

Kini, di tengah derasnya arus digitalisasi, pria cerdik itu membuktikan bahwa tradisi dan teknologi dapat berjalan beriringan. Melalui program Pencak Silat Digital, ia berusaha menjaga warisan leluhur sambil mengenalkan nilai budaya kepada generasi muda. Pendekatan karakter yang ia kembangkan menjadikan Panglipur Kopo Parahyangan bukan hanya tempat berlatih silat, tetapi ruang pembentukan moral dan kebersamaan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Riri Pamungkas
Digital Public Relations student from Telkom University

Berita Terkait

News Update

Sejarah 12 Apr 2026, 14:38

Sejarah Letusan Galunggung 1982, Sembilan Bulan Bencana Vulkanik di Jawa Barat

Letusan Galunggung 1982 berlangsung sembilan bulan, memicu pengungsian massal, kerusakan luas, dan menjadi salah satu bencana vulkanik terbesar di Jawa Barat.

Letusan Galunggung 1982. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 13:26

4 Ide Cerita untuk Kamu yang Merasa 'Terasing' di Bandung Kampung Halamanmu

Kita berdiri di kota tempat lahir, tapi merasa seperti tamu.

Wisata kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 12 Apr 2026, 09:39

Hikayat Kampung Adat Mahmud, Penyebaran Islam hingga Larangan Menabuh Gong

Kampung Adat Mahmud di Bandung menyimpan sejarah penyebaran Islam, tradisi rumah panggung, dan larangan menabuh gong yang masih dijaga.

Kampung Mahmud, Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 08:52

Bandung Era 1990-an dalam Ingatan Anak Kost

Bandung era 90-an, bagi saya, bukan sekadar kenangan. Ia adalah rumah yang selalu bisa saya kunjungi, kapan saja, dalam ingatan.

Anak kost era 1990-an, bersahabat dengan Erwan Setiawan, kini Wagub Jawa Barat. Kenangan sederhana yang tak lekang waktu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)