Dari Lembaran Emosi Menjadi Karya Fashion yang Bermakna

Zia Sabita
Ditulis oleh Zia Sabita diterbitkan Selasa 18 Nov 2025, 14:42 WIB
Rizki Sakti, pendiri Paper Official tengah berbincang dengan pelanggan di toko miliknya di Jalan Trunojoyo
Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (4/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zia Sabita)

Rizki Sakti, pendiri Paper Official tengah berbincang dengan pelanggan di toko miliknya di Jalan Trunojoyo Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (4/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zia Sabita)

Di balik etalase bercahaya yang menerangi sudut Jalan Trunojoyo, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada malam hari. Berdiri sebuah toko dengan papan bertuliskan Paper Official, sebuah brand lokal yang tumbuh dari kisah unik dan penuh makna.

Didirikan oleh Rizki Sakti pada tahun 2020, Paper Official bermula dari selembar kertas yang berisikan unek-unek pribadi yang kemudian berubah menjadi semangat untuk berkarya dan berbagi hal positif. Paper Official tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, dan nilai kemanusiaan.

Perjalanan Paper Official dimulai dari pengalaman pribadi. Setelah bertahun-tahun tinggal di New Zealand, Rizki kembali ke Indonesia dan mengalami culture shock dengan kondisi di negara ini.

Dalam momen itu ia menulis di selembar kertas “Selama tinggal di Indonesia,” sebuah ungkapan frustasi yang tak disangka menjadi karya penuh makna.

“Istri dan teman-teman saya melihat tulisan itu, lalu mereka bilang, kenapa nggak dijadiin motivasi aja? Dari situ saya sadar, ternyata energi negatif bisa diubah menjadi energi positif,” ujarnya sambil tersenyum mengingat awal mula terbentuknya Paper Official.

Sejak saat itu, Rizki mulai mengembangkan ide-ide sederhana itu, dari rasa kekesalan menjadi karya nyata. Ia mendirikan Paper Official bukan hanya sekedar brand fashion, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan dan nilai positif kepada Masyarakat.

Menariknya setiap karya yang di produksi oleh Paper Official merepresentasikan isi dari nilai-nilai Pancasila.

“Kami ingin menjadikan nilai-nilai itu sebagai fondasi dalam berkarya. Jadi semua produknya memiliki makna, bukan sekedar fashion,” tambahnya.

Seorang pegawai tampak sedang menjaga toko Paper Official di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Bandung
Wetan, Kota Bandung. Selasa (4/11/2025). | (Sumber: Zia Sabita). (Sumber: Zia Sabita | Foto: Zia Sabita)
Seorang pegawai tampak sedang menjaga toko Paper Official di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Selasa (4/11/2025). | (Sumber: Zia Sabita). (Sumber: Zia Sabita | Foto: Zia Sabita)

Sejak resmi berdiri pada tahun 2020, Paper Official berkembang pesat. Dalam satu tahun, brand ini mulai dikenal luas dikalangan pecinta produk lokal dan fashion streetwear. Tak hanya dari Indonesia, pembeli dari Malaysia, Singapura, Hingga Brunei Darrussalam juga berdatangan ke toko Paper Official Bandung.

“Jujur saya kaget, ketika kami pindah ke Trunojoyo, ternyata banyak banget pengunjung dari luar negeri yang datang kesini, Insya-Allah Januari nanti kami akan buka toko di Malaysia dan pop-up store di Eropa,” kata Rizki.

Hal yang membuat Paper Official berbeda dari brand lainnya adalah hubungan yang mereka bangun dengan pelanggan. Rizki tidak melihat pembeli sebagai raja, tetapi sebagai teman.

Dengan mengobrol dan bertukar pikiran dengan pelanggan, ia ingin pelanggan merasa diterima dengan baik.

Kini, Paper Official terus tumbuh membawa semangat yang sama seperti awal berdirinya: konsistensi, ketulusan, dan energi positif. Dari selembar kertas penuh emosi, kini Paper Official dibungkus menjadi simbol perubahan. Bahwa dari rasa frustrasi sekalipun, manusia bisa melahirkan karya yang bermakna bagi banyak orang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zia Sabita
Tentang Zia Sabita
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)