Dari Lembaran Emosi Menjadi Karya Fashion yang Bermakna

2 menit baca
Zia Sabita
Ditulis oleh Zia Sabita diterbitkan
Rizki Sakti, pendiri Paper Official tengah berbincang dengan pelanggan di toko miliknya di Jalan Trunojoyo
Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (4/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zia Sabita)
Rizki Sakti, pendiri Paper Official tengah berbincang dengan pelanggan di toko miliknya di Jalan Trunojoyo Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Selasa (4/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zia Sabita)

Di balik etalase bercahaya yang menerangi sudut Jalan Trunojoyo, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada malam hari. Berdiri sebuah toko dengan papan bertuliskan Paper Official, sebuah brand lokal yang tumbuh dari kisah unik dan penuh makna.

Didirikan oleh Rizki Sakti pada tahun 2020, Paper Official bermula dari selembar kertas yang berisikan unek-unek pribadi yang kemudian berubah menjadi semangat untuk berkarya dan berbagi hal positif. Paper Official tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, dan nilai kemanusiaan.

Perjalanan Paper Official dimulai dari pengalaman pribadi. Setelah bertahun-tahun tinggal di New Zealand, Rizki kembali ke Indonesia dan mengalami culture shock dengan kondisi di negara ini.

Dalam momen itu ia menulis di selembar kertas “Selama tinggal di Indonesia,” sebuah ungkapan frustasi yang tak disangka menjadi karya penuh makna.

“Istri dan teman-teman saya melihat tulisan itu, lalu mereka bilang, kenapa nggak dijadiin motivasi aja? Dari situ saya sadar, ternyata energi negatif bisa diubah menjadi energi positif,” ujarnya sambil tersenyum mengingat awal mula terbentuknya Paper Official.

Sejak saat itu, Rizki mulai mengembangkan ide-ide sederhana itu, dari rasa kekesalan menjadi karya nyata. Ia mendirikan Paper Official bukan hanya sekedar brand fashion, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan dan nilai positif kepada Masyarakat.

Menariknya setiap karya yang di produksi oleh Paper Official merepresentasikan isi dari nilai-nilai Pancasila.

“Kami ingin menjadikan nilai-nilai itu sebagai fondasi dalam berkarya. Jadi semua produknya memiliki makna, bukan sekedar fashion,” tambahnya.

Seorang pegawai tampak sedang menjaga toko Paper Official di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Bandung
Wetan, Kota Bandung. Selasa (4/11/2025). | (Sumber: Zia Sabita). (Sumber: Zia Sabita | Foto: Zia Sabita)
Seorang pegawai tampak sedang menjaga toko Paper Official di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Selasa (4/11/2025). | (Sumber: Zia Sabita). (Sumber: Zia Sabita | Foto: Zia Sabita)

Sejak resmi berdiri pada tahun 2020, Paper Official berkembang pesat. Dalam satu tahun, brand ini mulai dikenal luas dikalangan pecinta produk lokal dan fashion streetwear. Tak hanya dari Indonesia, pembeli dari Malaysia, Singapura, Hingga Brunei Darrussalam juga berdatangan ke toko Paper Official Bandung.

“Jujur saya kaget, ketika kami pindah ke Trunojoyo, ternyata banyak banget pengunjung dari luar negeri yang datang kesini, Insya-Allah Januari nanti kami akan buka toko di Malaysia dan pop-up store di Eropa,” kata Rizki.

Hal yang membuat Paper Official berbeda dari brand lainnya adalah hubungan yang mereka bangun dengan pelanggan. Rizki tidak melihat pembeli sebagai raja, tetapi sebagai teman.

Dengan mengobrol dan bertukar pikiran dengan pelanggan, ia ingin pelanggan merasa diterima dengan baik.

Kini, Paper Official terus tumbuh membawa semangat yang sama seperti awal berdirinya: konsistensi, ketulusan, dan energi positif. Dari selembar kertas penuh emosi, kini Paper Official dibungkus menjadi simbol perubahan. Bahwa dari rasa frustrasi sekalipun, manusia bisa melahirkan karya yang bermakna bagi banyak orang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zia Sabita
Tentang Zia Sabita
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)