Kalaswara Café, Tempat Nongkrong Unik yang Lahir dari Kolam Renang Keluarga

2 menit baca
Nazwa Sahva
Ditulis oleh Nazwa Sahva diterbitkan
Beberapa pengunjung mengunjungi Kalaswara disore hari pada 29 Oktober 2025 (Foto: Nazwa Sahva Titania)
Beberapa pengunjung mengunjungi Kalaswara disore hari pada 29 Oktober 2025 (Foto: Nazwa Sahva Titania)

Alunan langkah kaki berpadu dengan aroma kopi yang mengudara. Sinar mentari menembus sela-sela pepohonan. Di tengah suasana hangat itu terlihat pengunjung tampak asyik berbincang, melupakan bahwa tempat yang mereka duduki dulu pernah berisi air. Inilah Kalaswara, kafe unik Berlokasi di Jl. Babakan Jati No.44, Gumuruh, Kec. Batununggal, Kota Bandung yang tumbuh dari ruang bekas kolam renang keluarga, Rabu (29/10/25)

Arya Bhavi (19) sebagai pemilik Kalaswara menjelaskan ia ingin kalaswara ini nantinya bisa menjadi tempat bagi komunitas, pengunjung dan pelayan saling berinteraksi dan kolaborasi.

“Kalaswara ini ruang untuk tumbuh. Kami pengen banyak komunitas masuk bareng ke sini, saling interaksi dan akhirnya kolaborasi,” ujarnya.

Sebelumnya tempat ini bernama Rumah Jati yang telah berdiri sejak Januari 2024. Rebranding dilakukan bukan sekadar untuk mempercantik nama, tapi menanamkan nilai filosofis baru. Kalaswara berasal dari kata Kala (waktu) dan Swara (ekspresi), yang menggambarkan proses pertumbuhan yang perlahan namun stabil selaras dengan identitas jerapah sebagai simbol utama kafe.

Kafe unik ini berdiri di bekas kolam renang yang kemudian disulap menjadi ruang duduk open space dengan tetap mempertahankan struktur kolam. Tempat ini menjadi favorit muda mudi bandung untuk sekedar melepas penat, mengerjakan tugas, kumpul komunitas hingga work from cafe

Keputusan untuk mengubah kolam renang menjadi kafe berawal dari masa pandemi, saat operasional kolam terhenti. Alih-alih membiarkan tempat itu kosong, Arya melihat potensi ruang yang bisa hidup kembali. Ia ingin menghadirkan tempat yang tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang membuka peluang kolaborasi antar komunitas.

“Akhir tahun 2023, di bulan Desember, itu aku kepikiran, kenapa kolamnya gak dijadikan kafe aja?” ujar Arya.

Kini, Kalaswara bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi wadah bagi berbagai komunitas, mulai dari musik, seni, hingga literasi. Interaksi yang hangat antara barista dan pengunjung menjadi ciri khasnya. Arya ingin Kalaswara menjadi tempat yang menghubungkan banyak orang, bahkan antar pelanggan, untuk saling berbagi ide dan inspirasi.

Meski berdiri di atas bekas kolam renang kafe ini telah disesuaikan desainnya agar aman dan nyaman bagi pengunjung. Lantai kolam difungsikan sebagai area duduk luas dengan tangga kayu dan lampu dinding yang menciptakan suasana homey nan modern.

Dua menu Kalaswara yaitu Laveda dan Sangra Karage. Rabu, 29 Oktober 2025 (Foto: Nazwa Sahva Titania)
Dua menu Kalaswara yaitu Laveda dan Sangra Karage. Rabu, 29 Oktober 2025 (Foto: Nazwa Sahva Titania)

Selain konsep ruangnya yang unik, Hidangannya tergolong terjangkau, mulai dari Rp20.000 kalian sudah bisa menikmati minuman andalan bernama Rengkuh, kopi susu dengan sentuhan rempah nusantara. Menu termahalnya pun hanya sekitar Rp39.000 yaitu Swara Tera yang berisi kentang, katsu, karaage, dan onion.

“Rengku itu emang kita jadiin speciality di sini karena Rengku ini kita bikinnya pakai simple syrup yang kita buat sendiri, dan itu pakai rempah, ada kayu manis, coklat sama star anise” ucap Arya.

Meski baru beroperasi, Kalaswara berhasil menarik perhatian warga Bandung lewat konsep uniknya. Visinya sebagai ruang kolaborasi pun menghadirkan pengalaman baru bagi setiap pengunjung yang datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)