Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

AYOBANDUNG.IDSetiap tahun, ketika Ramadan tiba, yang berubah bukan hanya pada ritme makan dan ibadah, tetapi juga pada cara kita berbicara. Tiba-tiba kata-kata seperti sahur, imsak, tarawih, takjil, dan lailatulqadar menguasai percakapan sehari-hari. Kata-kata itu terasa akrab, bahkan terasa “asli Indonesia”, padahal hampir semuanya berasal dari bahasa Arab.

Fenomena ini bukan sekadar soal peminjaman kata. Ia mencerminkan proses panjang adaptasi budaya yang terjadi ketika Islam masuk ke Nusantara dan menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal. Bahasa Arab membawa konsep-konsep teologis, namun masyarakat Indonesia memberikan konteks sosial, budaya, bahkan administratif yang baru. Hasilnya adalah kosakata yang “berpindah kewarganegaraan” secara linguistis.

Menurut Sudaryanto, dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan, seluruh kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian dengan konteks bahasa dan budaya lokal. Proses adaptasi ini, menurutnya, berjalan relatif lancar karena bahasa Arab memiliki sifat yang adaptif.

Kelancaran adaptasi itu tidak terjadi begitu saja. Ia berlangsung berabad-abad, seiring masuknya Islam ke kepulauan Nusantara dan berkembangnya lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren, masjid, dan organisasi masyarakat Islam. Kata-kata Arab diserap, dilafalkan ulang, dan pada akhirnya dimaknai dalam kerangka praktik sosial masyarakat Indonesia.

Kata yang Maknanya Tetap Stabil

Sejumlah kosakata Arab dalam Ramadan digunakan dengan makna yang relatif tidak bergeser dari aslinya. Tarawih, misalnya, berasal dari kata Arab tarawiḥ yang berarti “istirahat” dan merujuk pada jeda di antara rangkaian rakaat salat malam. Meski makna literalnya jarang disadari masyarakat umum, penggunaannya di Indonesia tetap merujuk pada ibadah yang sama: salat sunah malam hari selama Ramadan.

Demikian pula dengan tadarus (pembacaan Al-Qur’an bersama-sama), iktikaf (berdiam di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah), serta zakat dan fidiah yang tetap digunakan dalam konteks kewajibannya yang asli. Kata-kata ini bertahan tanpa pergeseran makna yang signifikan, meski konteks sosial di sekelilingnya terus berubah.

Kata hilal dan tasamuh pun termasuk dalam kelompok ini. Hilal, yang berarti bulan sabit penanda awal Ramadan, digunakan secara tepat oleh pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dalam proses ru’yah. Tasamuh, yang berarti toleransi atau kelapangan dada, juga digunakan sesuai makna aslinya—terutama dalam konteks perbedaan penentuan awal Ramadan antarormas Islam.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)

Kata yang Maknanya Bergeser: Imsak dan Takjil

Tidak semua kata bertahan utuh. Imsak, dari kata Arab imsākan yang berarti “menahan”, mengalami penyempitan makna. Dalam konteks puasa, makna dasarnya adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Namun di Indonesia, imsak berkembang menjadi istilah teknis-administratif: penanda waktu beberapa menit sebelum azan subuh. Jadwal imsak dicetak resmi setiap Ramadan, disiarkan media, dan menjadi referensi publik yang bersifat praktis.

Namun pergeseran makna paling dramatis terjadi pada kata takjil. Dalam bahasa Arab, ta’jīl berarti “menyegerakan”, merujuk pada anjuran untuk segera berbuka puasa ketika waktunya tiba. Di Indonesia, takjil hampir sepenuhnya dipahami sebagai makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa. Bahkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI sudah mengakui kedua makna itu: “mempercepat (dalam berbuka puasa)” dan “penganan dan minuman untuk berbuka puasa”.

Pergeseran ini bukan kesalahan, melainkan bukti bagaimana praktik budaya dapat mengubah makna kata secara organik. Ketika kebiasaan berbuka dengan hidangan ringan menjadi bagian dari tradisi, kata yang semula menunjuk tindakan bergeser menjadi kata benda yang menunjuk pada benda-benda di meja buka puasa.

Kata yang Melahirkan Institusi

Beberapa kata Arab dalam Ramadan tidak hanya bertahan atau bergeser maknanya, melainkan berkembang menjadi fondasi institusi sosial. Zakat, yang dalam bahasa Arab berakar dari kata zakā (penyucian atau pertumbuhan), kini menopang sistem ekonomi redistribusi yang terorganisasi: ada lembaga resmi pengelola zakat, mekanisme distribusi, kampanye publik, bahkan regulasi pemerintah.

Demikian pula fidiah (denda berupa bahan makanan pokok yang wajib dibayar bagi muslim yang tidak mampu menjalankan puasa karena uzur tertentu seperti penyakit menahun) telah menjadi bagian dari sistem pengelolaan ibadah yang terstruktur. Bahasa religius, dalam hal ini, tidak hanya mendeskripsikan kewajiban spiritual, tetapi juga membentuk dan menggerakkan praktik sosial-ekonomi nyata dalam masyarakat.

Baca Juga: Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Perjalanan kosakata Arab dalam Ramadan di Indonesia menunjukkan bahwa bahasa tidak pernah statis. Ia bergerak, beradaptasi, dan membentuk dirinya sesuai kebutuhan masyarakat yang menggunakannya. Ada kata yang bertahan utuh, ada yang menyempit maknanya, ada yang bergeser dari kata kerja menjadi kata benda, dan ada yang menjelma menjadi institusi.

Yang menarik adalah bahwa proses ini tidak mencabut kata-kata itu dari akar Islamiahnya. Sahur tetap bermakna makan menjelang fajar; tarawih tetap identik dengan ibadah malam Ramadan; zakat tetap terkait dengan kewajiban berbagi. Adaptasi terjadi pada lapisan sosial dan budaya, bukan pada lapisan teologisnya.

Dengan demikian, kosakata Arab dalam Ramadan bukan sekadar serapan linguistis yang pasif. Ia adalah cermin dari identitas Muslim Indonesia yang khas: berakar pada ajaran Islam global, tetapi tumbuh dan berkembang dalam tanah budaya Nusantara. Ketika kita mengucapkan “takjil”, “iktikaf”, atau “tasamuh”, kita sedang menuturkan sejarah panjang perjumpaan dua peradaban yang berlangsung damai dan produktif.

Referensi:

  • Sudaryanto. Mengenal Kosakata Arab dalam Ramadan. Suara Aisyiyah, 2026.
  • Kosakata Khas Ramadan yang Murni Berasal dari Bahasa Arab, Memahami Makna Asli. Ayo Bandung, 19 Februari 2026.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)