KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

6 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)

Bagi sebagian warga Kota Bandung dan para pendengar radio sejati, siaran radio bukan sekadar gelombang suara di udara. Radio adalah teman perjalanan, penghangat malam, sekaligus ruang kenangan yang setia menemani dari masa ke masa. Salah satu yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Di tengah derasnya arus musik digital dan media sosial, KLCBS tetap hadir dengan karakter khasnya yang hangat, akrab, dan berkelas. Sapaan para penyiar terasa seperti obrolan santai dengan sahabat lama di sudut Kota Bandung yang selalu dirindukan.

Di tengah perubahan dunia radio yang terus bergerak mengikuti tren dan zaman, ada satu frekuensi di Bandung yang tetap setia menjaga denyut musik jazz. Itulah KLCBS FM, radio legendaris yang selama lebih dari empat dekade bukan hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang budaya, ruang apresiasi, dan rumah bagi para pencinta jazz di Indonesia.

Dengan slogan ikonik “The Jazz Wave”, KLCBS dikenal sebagai radio jazz pertama di Bandung dan menjadi salah satu pelopor radio jazz di Indonesia. Radio ini juga tercatat sebagai stasiun radio FM pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi penyelenggaraan siaran, sebuah tonggak penting dalam sejarah penyiaran nasional.

Nama KLCBS merupakan singkatan dari Karang Layung Citra Budaya Swara, diambil dari lokasi awal studionya di Jalan Karang Layung No. 10, Sukajadi, Bandung Utara. Dari tempat sederhana itulah Nazar Noe’man bersama sang ayah, Achmad Noe’man, membangun radio dengan semangat idealisme dan kecintaan terhadap musik berkualitas.

KLCBS mulai mengudara sejak awal 1980-an dan resmi memperoleh izin siaran pada 10 Maret 1982. Saat itu, dunia radio Indonesia masih didominasi lagu pop dan hiburan umum. Namun KLCBS memilih jalannya sendiri dengan menghadirkan musik jazz selama 24 jam nonstop, sebuah langkah yang terbilang berani pada masanya.

Pilihan tersebut kemudian membentuk identitas kuat KLCBS. Radio ini tidak sekadar memutar lagu, melainkan memperkenalkan jazz sebagai seni, budaya, pengetahuan, dan perjalanan rasa. Dari ruang siar di Bandung Utara, alunan jazz KLCBS perlahan membangun komunitas pendengar loyal yang bertahan lintas generasi.

Bagi para pendengarnya, jazz di KLCBS bukanlah musik eksklusif milik kalangan tertentu. Jazz justru dipahami sebagai ruang apresiasi, kebebasan berekspresi, dan cara menikmati hidup dengan lebih tenang. Denting piano, tiupan saksofon, improvisasi trumpet, hingga suara penyiar yang hangat menghadirkan suasana khas yang sulit dilupakan.

Pada masa kejayaannya, KLCBS menjadi teman akrab mahasiswa dan anak muda Bandung. Musik dari radio menemani malam belajar, waktu begadang di kamar kos, hingga obrolan di warung kopi dan studio seni. Nama-nama besar jazz dunia seperti Joe Henderson, Count Basie, McCoy Tyner, hingga The Rippingtons menjadi bagian dari keseharian siaran mereka. Dari dalam negeri ada alunan manis Syaharani, Andien, Raisa, Ermy Kullit, Tulus, Tompi, Indra Lesmana, E Coutez, Mocca, Maliq & D'Essentials dan yang lainnya. 

KLCBS percaya bahwa jazz adalah perjalanan apresiasi. Karena itu, setiap lagu yang diputar dipilih bukan hanya karena populer, tetapi juga karena memiliki kualitas musikal, improvisasi, dan cerita. Pendengar diajak memahami sejarah jazz, mengenal tokoh-tokohnya, hingga menikmati kekayaan musikal yang penuh rasa.

Tak hanya menyajikan musik jazz dari berbagai era dan subgenre, KLCBS juga menghadirkan program seputar gaya hidup, teknologi, otomotif, kesehatan, hingga informasi pertunjukan jazz nasional dan internasional. Di sela-sela siaran, pendengar kerap disuguhi percakapan hangat dan renungan singkat yang menghadirkan suasana teduh dan reflektif.

Sebagai salah satu radio jazz terkemuka di Bandung, KLCBS The Jazz Wave terus menunjukkan pertumbuhan audiens yang konsisten, baik melalui siaran konvensional maupun platform digital.

Dalam kurun 28 hari terakhir, jumlah pendengar streaming KLCBS mencapai lebih dari 27 ribu pendengar dengan rata-rata durasi mendengarkan selama 1,2 jam. Angka tersebut menunjukkan loyalitas audiens yang tetap tinggi terhadap sajian musik dan program-program berkualitas yang dihadirkan KLCBS setiap harinya.

Di ranah media sosial, eksistensi KLCBS juga semakin kuat. Dalam periode 30 hari, tayangan Instagram KLCBS menembus lebih dari 53 ribu views, sementara kanal YouTube KLCBS mencatat total waktu tonton mencapai 349,9 jam. Kehadiran digital ini menjadi bagian penting dari transformasi KLCBS sebagai radio yang tidak hanya mengudara lewat frekuensi 100.4 FM, tetapi juga aktif membangun interaksi dengan komunitas pendengar lintas platform.

Kekuatan utama KLCBS terletak pada konsistensinya menghadirkan program-program musik jazz dan lifestyle yang dikemas hangat, santai, namun tetap berkelas.

Kolaborasi KLCBS dalam event Radio Ekraf yang mempertemukan kreativitas, musik, dan semangat industri radio. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Kolaborasi KLCBS dalam event Radio Ekraf yang mempertemukan kreativitas, musik, dan semangat industri radio. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)

Program Harian KLCBS yaitu:

Jazz N’ Drive

Senin–Jumat, pukul 07.00–09.00 WIB

Menemani aktivitas pagi dengan pilihan musik jazz yang enerjik dan informatif.

Jazz For The City

Senin–Jumat, pukul 09.00–11.00 WIB

Menyajikan nuansa jazz urban yang akrab dengan dinamika kota.

Coming Home

Senin–Jumat, pukul 15.00–17.00 WIB

Menjadi teman perjalanan pulang dengan suguhan musik yang rileks dan menyenangkan.

Program Mingguan KLCBS yaitu :

KLCBS Indonesiana

Sabtu, pukul 09.00–10.00 WIB

Mengangkat karya musisi Indonesia dengan sentuhan jazz dan etnik.

Menurut Yanti Rangkuti, penyiar senior KLCBS, radio jazz ini tidak hanya aktif di udara, tetapi juga konsisten menghadirkan berbagai kegiatan off-air yang memperkuat ekosistem musik jazz Indonesia.

Tribute to Arifin Panigoro – Jazz Night

Sebagai bentuk penghormatan kepada Arifin Panigoro yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan musik jazz Indonesia, MEDCO Energi bersama KLCBS menghadirkan Jazz Night, Tribute to Arifin Panigoro.

Acara yang berlangsung pada 14 Maret 2022 di Griya Jenggala, Jakarta, tersebut disiarkan secara live streaming melalui KLCBS The Jazz Wave. Malam penghormatan itu menjadi simbol apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Arifin Panigoro terhadap dunia seni, budaya, serta dukungannya bagi para pekerja musik di Indonesia.

KLCBS Ngobrol Jazz & Jams

Pada 28 Februari 2024, KLCBS menghadirkan program kolaboratif bertajuk Ngobrol Jazz & Jams di Dago Heritage Golf Course, Bandung. Acara ini memadukan workshop audio bersama David Klein dengan sesi jam session yang melibatkan para musisi Bandung.

Melalui kegiatan ini, KLCBS membuka ruang interaksi kreatif antara praktisi audio, musisi, dan komunitas jazz dalam suasana hangat dan edukatif. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Tiga Negeri Music House, Ruang Putih, dan Jazz Coffee.

KLCBS Jazz Ahead Intimate Jazz Concert

Komitmen KLCBS dalam mendukung pertumbuhan musik jazz berkualitas juga diwujudkan melalui KLCBS Jazz Ahead Intimate Jazz Concert yang digelar pada 17 Januari 2023 di Club House Heritage Golf Court, Dago Atas, Bandung.

Konser eksklusif tersebut menghadirkan penampilan Jacob Jayasena Mc Cormick, Nadine Adrianna, Vico Wibowo, serta Rudy Zulkarnaen dan Adis Zulkarnaen. Dengan konsep intim dan elegan, acara ini menghadirkan pengalaman musikal yang dekat, hangat, dan penuh improvisasi khas jazz bagi para penikmat musik.

Dalam perjalanannya, KLCBS sempat mengudara di frekuensi 100.5 FM sebelum akhirnya menetap di 100.4 FM. Jika dahulu studio berada di Karang Layung, kini KLCBS menempati studio baru di kawasan Dago Atas, tepatnya di Jalan Raya Golf Dago No. 78, Ciburial, Kabupaten Bandung. Radio dengan call sign PM3FHA ini kini dipimpin oleh Yana Panigoro.

Meski era digital telah mengubah cara orang menikmati musik, KLCBS tetap bertahan sebagai ikon radio jazz Indonesia. Kehadirannya membuktikan bahwa radio bukan sekadar media hiburan, tetapi juga ruang yang mampu membangun kedekatan emosional dan kenangan lintas generasi.

Nilai itu terasa sejalan dengan semangat International Jazz Day yang diperingati setiap 30 April. Hari Jazz Internasional yang digagas Herbie Hancock bersama UNESCO tersebut mengingatkan bahwa jazz bukan hanya musik, melainkan bahasa universal yang melintasi batas budaya, ras, dan negara.

Dan semangat itulah yang sejak lama hidup di KLCBS.

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Di saat banyak radio mengikuti arus musik populer, KLCBS tetap setia menjaga jazz sebagai seni mendengar, seni menghargai kehidupan, sekaligus ruang berbagi inspirasi.

Dari Bandung, gelombang jazz itu terus mengalun tenang, hangat, dan tak pernah benar-benar padam.

“Enjoy Great Jazz Music!” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)