Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

6 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 15:34 WIB
Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)

Bagi sebagian warga Kota Bandung dan para pendengar radio sejati, siaran radio bukan sekadar gelombang suara di udara. Radio adalah teman perjalanan, penghangat malam, sekaligus ruang kenangan yang setia menemani dari masa ke masa. Salah satu yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Di tengah derasnya arus musik digital dan media sosial, KLCBS tetap hadir dengan karakter khasnya yang hangat, akrab, dan berkelas. Sapaan para penyiar terasa seperti obrolan santai dengan sahabat lama di sudut Kota Bandung yang selalu dirindukan.

Di tengah perubahan dunia radio yang terus bergerak mengikuti tren dan zaman, ada satu frekuensi di Bandung yang tetap setia menjaga denyut musik jazz. Itulah KLCBS FM, radio legendaris yang selama lebih dari empat dekade bukan hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang budaya, ruang apresiasi, dan rumah bagi para pencinta jazz di Indonesia.

Dengan slogan ikonik “The Jazz Wave”, KLCBS dikenal sebagai radio jazz pertama di Bandung dan menjadi salah satu pelopor radio jazz di Indonesia. Radio ini juga tercatat sebagai stasiun radio FM pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi penyelenggaraan siaran, sebuah tonggak penting dalam sejarah penyiaran nasional.

Nama KLCBS merupakan singkatan dari Karang Layung Citra Budaya Swara, diambil dari lokasi awal studionya di Jalan Karang Layung No. 10, Sukajadi, Bandung Utara. Dari tempat sederhana itulah Nazar Noe’man bersama sang ayah, Achmad Noe’man, membangun radio dengan semangat idealisme dan kecintaan terhadap musik berkualitas.

KLCBS mulai mengudara sejak awal 1980-an dan resmi memperoleh izin siaran pada 10 Maret 1982. Saat itu, dunia radio Indonesia masih didominasi lagu pop dan hiburan umum. Namun KLCBS memilih jalannya sendiri dengan menghadirkan musik jazz selama 24 jam nonstop, sebuah langkah yang terbilang berani pada masanya.

Pilihan tersebut kemudian membentuk identitas kuat KLCBS. Radio ini tidak sekadar memutar lagu, melainkan memperkenalkan jazz sebagai seni, budaya, pengetahuan, dan perjalanan rasa. Dari ruang siar di Bandung Utara, alunan jazz KLCBS perlahan membangun komunitas pendengar loyal yang bertahan lintas generasi.

Bagi para pendengarnya, jazz di KLCBS bukanlah musik eksklusif milik kalangan tertentu. Jazz justru dipahami sebagai ruang apresiasi, kebebasan berekspresi, dan cara menikmati hidup dengan lebih tenang. Denting piano, tiupan saksofon, improvisasi trumpet, hingga suara penyiar yang hangat menghadirkan suasana khas yang sulit dilupakan.

Pada masa kejayaannya, KLCBS menjadi teman akrab mahasiswa dan anak muda Bandung. Musik dari radio menemani malam belajar, waktu begadang di kamar kos, hingga obrolan di warung kopi dan studio seni. Nama-nama besar jazz dunia seperti Joe Henderson, Count Basie, McCoy Tyner, hingga The Rippingtons menjadi bagian dari keseharian siaran mereka. Dari dalam negeri ada alunan manis Syaharani, Andien, Raisa, Ermy Kullit, Tulus, Tompi, Indra Lesmana, E Coutez, Mocca, Maliq & D'Essentials dan yang lainnya. 

KLCBS percaya bahwa jazz adalah perjalanan apresiasi. Karena itu, setiap lagu yang diputar dipilih bukan hanya karena populer, tetapi juga karena memiliki kualitas musikal, improvisasi, dan cerita. Pendengar diajak memahami sejarah jazz, mengenal tokoh-tokohnya, hingga menikmati kekayaan musikal yang penuh rasa.

Tak hanya menyajikan musik jazz dari berbagai era dan subgenre, KLCBS juga menghadirkan program seputar gaya hidup, teknologi, otomotif, kesehatan, hingga informasi pertunjukan jazz nasional dan internasional. Di sela-sela siaran, pendengar kerap disuguhi percakapan hangat dan renungan singkat yang menghadirkan suasana teduh dan reflektif.

Sebagai salah satu radio jazz terkemuka di Bandung, KLCBS The Jazz Wave terus menunjukkan pertumbuhan audiens yang konsisten, baik melalui siaran konvensional maupun platform digital.

Dalam kurun 28 hari terakhir, jumlah pendengar streaming KLCBS mencapai lebih dari 27 ribu pendengar dengan rata-rata durasi mendengarkan selama 1,2 jam. Angka tersebut menunjukkan loyalitas audiens yang tetap tinggi terhadap sajian musik dan program-program berkualitas yang dihadirkan KLCBS setiap harinya.

Di ranah media sosial, eksistensi KLCBS juga semakin kuat. Dalam periode 30 hari, tayangan Instagram KLCBS menembus lebih dari 53 ribu views, sementara kanal YouTube KLCBS mencatat total waktu tonton mencapai 349,9 jam. Kehadiran digital ini menjadi bagian penting dari transformasi KLCBS sebagai radio yang tidak hanya mengudara lewat frekuensi 100.4 FM, tetapi juga aktif membangun interaksi dengan komunitas pendengar lintas platform.

Kekuatan utama KLCBS terletak pada konsistensinya menghadirkan program-program musik jazz dan lifestyle yang dikemas hangat, santai, namun tetap berkelas.

Kolaborasi KLCBS dalam event Radio Ekraf yang mempertemukan kreativitas, musik, dan semangat industri radio. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Kolaborasi KLCBS dalam event Radio Ekraf yang mempertemukan kreativitas, musik, dan semangat industri radio. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)

Program Harian KLCBS yaitu:

Jazz N’ Drive

Senin–Jumat, pukul 07.00–09.00 WIB

Menemani aktivitas pagi dengan pilihan musik jazz yang enerjik dan informatif.

Jazz For The City

Senin–Jumat, pukul 09.00–11.00 WIB

Menyajikan nuansa jazz urban yang akrab dengan dinamika kota.

Coming Home

Senin–Jumat, pukul 15.00–17.00 WIB

Menjadi teman perjalanan pulang dengan suguhan musik yang rileks dan menyenangkan.

Program Mingguan KLCBS yaitu :

KLCBS Indonesiana

Sabtu, pukul 09.00–10.00 WIB

Mengangkat karya musisi Indonesia dengan sentuhan jazz dan etnik.

Menurut Yanti Rangkuti, penyiar senior KLCBS, radio jazz ini tidak hanya aktif di udara, tetapi juga konsisten menghadirkan berbagai kegiatan off-air yang memperkuat ekosistem musik jazz Indonesia.

Tribute to Arifin Panigoro – Jazz Night

Sebagai bentuk penghormatan kepada Arifin Panigoro yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan musik jazz Indonesia, MEDCO Energi bersama KLCBS menghadirkan Jazz Night, Tribute to Arifin Panigoro.

Acara yang berlangsung pada 14 Maret 2022 di Griya Jenggala, Jakarta, tersebut disiarkan secara live streaming melalui KLCBS The Jazz Wave. Malam penghormatan itu menjadi simbol apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Arifin Panigoro terhadap dunia seni, budaya, serta dukungannya bagi para pekerja musik di Indonesia.

KLCBS Ngobrol Jazz & Jams

Pada 28 Februari 2024, KLCBS menghadirkan program kolaboratif bertajuk Ngobrol Jazz & Jams di Dago Heritage Golf Course, Bandung. Acara ini memadukan workshop audio bersama David Klein dengan sesi jam session yang melibatkan para musisi Bandung.

Melalui kegiatan ini, KLCBS membuka ruang interaksi kreatif antara praktisi audio, musisi, dan komunitas jazz dalam suasana hangat dan edukatif. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Tiga Negeri Music House, Ruang Putih, dan Jazz Coffee.

KLCBS Jazz Ahead Intimate Jazz Concert

Komitmen KLCBS dalam mendukung pertumbuhan musik jazz berkualitas juga diwujudkan melalui KLCBS Jazz Ahead Intimate Jazz Concert yang digelar pada 17 Januari 2023 di Club House Heritage Golf Court, Dago Atas, Bandung.

Konser eksklusif tersebut menghadirkan penampilan Jacob Jayasena Mc Cormick, Nadine Adrianna, Vico Wibowo, serta Rudy Zulkarnaen dan Adis Zulkarnaen. Dengan konsep intim dan elegan, acara ini menghadirkan pengalaman musikal yang dekat, hangat, dan penuh improvisasi khas jazz bagi para penikmat musik.

Dalam perjalanannya, KLCBS sempat mengudara di frekuensi 100.5 FM sebelum akhirnya menetap di 100.4 FM. Jika dahulu studio berada di Karang Layung, kini KLCBS menempati studio baru di kawasan Dago Atas, tepatnya di Jalan Raya Golf Dago No. 78, Ciburial, Kabupaten Bandung. Radio dengan call sign PM3FHA ini kini dipimpin oleh Yana Panigoro.

Meski era digital telah mengubah cara orang menikmati musik, KLCBS tetap bertahan sebagai ikon radio jazz Indonesia. Kehadirannya membuktikan bahwa radio bukan sekadar media hiburan, tetapi juga ruang yang mampu membangun kedekatan emosional dan kenangan lintas generasi.

Nilai itu terasa sejalan dengan semangat International Jazz Day yang diperingati setiap 30 April. Hari Jazz Internasional yang digagas Herbie Hancock bersama UNESCO tersebut mengingatkan bahwa jazz bukan hanya musik, melainkan bahasa universal yang melintasi batas budaya, ras, dan negara.

Dan semangat itulah yang sejak lama hidup di KLCBS.

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Di saat banyak radio mengikuti arus musik populer, KLCBS tetap setia menjaga jazz sebagai seni mendengar, seni menghargai kehidupan, sekaligus ruang berbagi inspirasi.

Dari Bandung, gelombang jazz itu terus mengalun tenang, hangat, dan tak pernah benar-benar padam.

“Enjoy Great Jazz Music!” (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.