Tentang Radio, Bukan AI Setelah Lebaran Usai

3 menit baca
Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan
Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)
Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)

Idul Fitri 1447 H telah berlalu, menyisakan euforia mudik dan lonjakan trafik komunikasi digital. Di tengah gemuruh ucapan "Eid Mubarak" yang kian generik, radio tetap kokoh sebagai mercusuar komunikasi autentik. Tema World Radio Day 2026: "Radio and Artificial Intelligence: AI is a tool, not a voice", menjadi relevan lebih dari sebelumnya. Ini bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa di era banjir konten AI, nilai termahal adalah trust (kepercayaan) dan cerita manusia yang jujur. Radio, dengan karakternya yang personal dan real-time, membuktikan diri sebagai medium yang tak lekang oleh waktu untuk menjaga silaturahmi pasca-lebaran dan membangun kohesi sosial.

Secara global, radio berfungsi sebagai gatekeeper dalam teori komunikasi massa (Kurt Lewin, 1947), menyaring informasi dan mengarahkan narasi publik. Namun, di era digital, peran gatekeeper radio berevolusi menjadi lebih dinamis, terutama dengan maraknya jurnalisme warga (citizen journalism). Radio tak lagi hanya menyaring, melainkan juga memfasilitasi publik untuk menjadi penyampai informasi. United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menegaskan, "AI dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas, tetapi kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui integritas manusia dibaliknya". Ini berarti, AI bisa membantu menyusun naskah, meyajikan data, atau bahkan mengoptimalkan jadwal siaran, tetapi penilaian (judgement), kreativitas, dan terutama kepercayaan hanya bisa muncul dari sentuhan manusia. Radio, dengan penyiar sebagai "teman" bagi pendengarnya, mampu membangunkan kedekatan emosional yang sulit digantikan AI.

Menggema Cerita Mudik dengan Suara Pendengar

107.5 PRFM Bandung menjadi contoh nyata bagaimana radio di Indonesia merangkul konsep ini, terutama ketika cerita mudik, mulai dari laporan kelancaran jalur Tol Cipularang, kepadatan Lingkar Nagreg, hingga pengalaman pemudik di rest area menggema sebagai konten yang memperkuat kedekatan sosial.

Dengan usia 16 tahun, Radio PRFM menegaskan komitmen "Berani Berinovasi, 16 Tahun Menginspirasi', dengan program unggulannya adalah citizen journalism melalui inisiatif seperti "you are our reporter" dan "Berita dari Anda", yang di momen lebaran tahun ini diperkaya oleh cerita mudik berupa informasi destinasi wisata lebaran, kondisi terminal dan stasiun, hingga rekomendasi kuliner khas kampung halaman.

Program ini lebih hangat, terverifikasi, dan manusiawi karena difasilitasi radio sebagai moderator sosial, bukan algoritma, termasuk ketika pendengar membagikan informasi seperti situasi antrian BBM, rute alternatif, lokasi titik rawan kecelakaan, atau keramaian tempat wisata keluarga.

Melalui interaksi semacam ini, Radio PRFM tidak hanya menyiarkan informasi, tetapi juga membangun ikatan sosial yang kuat lewat cerita tentang reuni keluarga, pengalaman menginap di kampung, ataupun suasana salat Id di daerah masing-masing.

Radio lawas pada masa lalu. (Sumber: Pexels/Adiardi Zulfansyah)
Radio lawas pada masa lalu. (Sumber: Pexels/Adiardi Zulfansyah)

Mereka memvalidasi pengalaman pendengar, mengonfirmasi data lapangan, dan bahkan menjadi ruang terapi emosional, terlebih ketika cerita mudik berisi kisah haru bertemu orang tua, perjalanan panjang membawa anak kecil, hingga pengalaman spiritual selama lebaran.

Ini adalah contoh bagaimana radio merangkul konsep jurnalisme warga, dari laporan kondisi jalan hingga kisah personal yang menjadi inspirasi. Radio tetap menjadi media partisipatif yang mengandalkan kedekatan emosional, pengalaman manusia nyata, dan kontribusi warga, yang dalam konteks lebaran terlihat jelas melalui cerita mudik dari berbagai bentuk aktivitas, sesuatu yang tidak bisa digantikan AI.

Dari Koneksi Emosional hingga Inovasi Berkelanjutan

Di tengah banjir informasi dan inovasi AI, radio tetap relevan karena mampu menjaga koneksi emosional dan trust dengan audiensnya. Manfaatnya multidimensional:

  1. Penguatan Kohesi Sosial: Radio menjadi ruang dialog publik yang membangun kedekatan dan edukasi, terutama pasca-polarisasi lebaran atau isu-isu sosial.
  2. Literasi Media yang Tangguh: Dengan model citizen journalism yang diverifikasi, radio membantu pendengar memilih dan mengkritisi informasi, melawan hoaks yang kian marak di era AI.
  3. Inovasi Berkelanjutan dengan Sentuhan Manusia: AI dapat mengoptimalkn produksi konten, arsip, dan analisis audiens, tapi radio memastikan bahwa dibalik teknologi, ada suara, editorial judgement, dan kredibilitas manusia yang tetap menjadi inti.

Radio bukan sekadar pemancar informasi, ia adalah perjalanan, penjaga tradisi, dan benteng komunikasi yang tak akan pernah usang. Radio terus menghidupkan makna silaturahmi, bukan hanya di lebaran, tetapi disepanjang tahun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)