Tentang Radio, Bukan AI Setelah Lebaran Usai

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Ditulis oleh Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba diterbitkan Rabu 01 Apr 2026, 12:45 WIB
Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)

Ilustrasi radio. (Sumber: Pexels | Foto: Đặng Thanh Tú)

Idul Fitri 1447 H telah berlalu, menyisakan euforia mudik dan lonjakan trafik komunikasi digital. Di tengah gemuruh ucapan "Eid Mubarak" yang kian generik, radio tetap kokoh sebagai mercusuar komunikasi autentik. Tema World Radio Day 2026: "Radio and Artificial Intelligence: AI is a tool, not a voice", menjadi relevan lebih dari sebelumnya. Ini bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa di era banjir konten AI, nilai termahal adalah trust (kepercayaan) dan cerita manusia yang jujur. Radio, dengan karakternya yang personal dan real-time, membuktikan diri sebagai medium yang tak lekang oleh waktu untuk menjaga silaturahmi pasca-lebaran dan membangun kohesi sosial.

Secara global, radio berfungsi sebagai gatekeeper dalam teori komunikasi massa (Kurt Lewin, 1947), menyaring informasi dan mengarahkan narasi publik. Namun, di era digital, peran gatekeeper radio berevolusi menjadi lebih dinamis, terutama dengan maraknya jurnalisme warga (citizen journalism). Radio tak lagi hanya menyaring, melainkan juga memfasilitasi publik untuk menjadi penyampai informasi. United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menegaskan, "AI dapat meningkatkan efisiensi dan kreativitas, tetapi kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui integritas manusia dibaliknya". Ini berarti, AI bisa membantu menyusun naskah, meyajikan data, atau bahkan mengoptimalkan jadwal siaran, tetapi penilaian (judgement), kreativitas, dan terutama kepercayaan hanya bisa muncul dari sentuhan manusia. Radio, dengan penyiar sebagai "teman" bagi pendengarnya, mampu membangunkan kedekatan emosional yang sulit digantikan AI.

Menggema Cerita Mudik dengan Suara Pendengar

107.5 PRFM Bandung menjadi contoh nyata bagaimana radio di Indonesia merangkul konsep ini, terutama ketika cerita mudik, mulai dari laporan kelancaran jalur Tol Cipularang, kepadatan Lingkar Nagreg, hingga pengalaman pemudik di rest area menggema sebagai konten yang memperkuat kedekatan sosial.

Dengan usia 16 tahun, Radio PRFM menegaskan komitmen "Berani Berinovasi, 16 Tahun Menginspirasi', dengan program unggulannya adalah citizen journalism melalui inisiatif seperti "you are our reporter" dan "Berita dari Anda", yang di momen lebaran tahun ini diperkaya oleh cerita mudik berupa informasi destinasi wisata lebaran, kondisi terminal dan stasiun, hingga rekomendasi kuliner khas kampung halaman.

Program ini lebih hangat, terverifikasi, dan manusiawi karena difasilitasi radio sebagai moderator sosial, bukan algoritma, termasuk ketika pendengar membagikan informasi seperti situasi antrian BBM, rute alternatif, lokasi titik rawan kecelakaan, atau keramaian tempat wisata keluarga.

Melalui interaksi semacam ini, Radio PRFM tidak hanya menyiarkan informasi, tetapi juga membangun ikatan sosial yang kuat lewat cerita tentang reuni keluarga, pengalaman menginap di kampung, ataupun suasana salat Id di daerah masing-masing.

Radio lawas pada masa lalu. (Sumber: Pexels/Adiardi Zulfansyah)
Radio lawas pada masa lalu. (Sumber: Pexels/Adiardi Zulfansyah)

Mereka memvalidasi pengalaman pendengar, mengonfirmasi data lapangan, dan bahkan menjadi ruang terapi emosional, terlebih ketika cerita mudik berisi kisah haru bertemu orang tua, perjalanan panjang membawa anak kecil, hingga pengalaman spiritual selama lebaran.

Ini adalah contoh bagaimana radio merangkul konsep jurnalisme warga, dari laporan kondisi jalan hingga kisah personal yang menjadi inspirasi. Radio tetap menjadi media partisipatif yang mengandalkan kedekatan emosional, pengalaman manusia nyata, dan kontribusi warga, yang dalam konteks lebaran terlihat jelas melalui cerita mudik dari berbagai bentuk aktivitas, sesuatu yang tidak bisa digantikan AI.

Dari Koneksi Emosional hingga Inovasi Berkelanjutan

Di tengah banjir informasi dan inovasi AI, radio tetap relevan karena mampu menjaga koneksi emosional dan trust dengan audiensnya. Manfaatnya multidimensional:

  1. Penguatan Kohesi Sosial: Radio menjadi ruang dialog publik yang membangun kedekatan dan edukasi, terutama pasca-polarisasi lebaran atau isu-isu sosial.
  2. Literasi Media yang Tangguh: Dengan model citizen journalism yang diverifikasi, radio membantu pendengar memilih dan mengkritisi informasi, melawan hoaks yang kian marak di era AI.
  3. Inovasi Berkelanjutan dengan Sentuhan Manusia: AI dapat mengoptimalkn produksi konten, arsip, dan analisis audiens, tapi radio memastikan bahwa dibalik teknologi, ada suara, editorial judgement, dan kredibilitas manusia yang tetap menjadi inti.

Radio bukan sekadar pemancar informasi, ia adalah perjalanan, penjaga tradisi, dan benteng komunikasi yang tak akan pernah usang. Radio terus menghidupkan makna silaturahmi, bukan hanya di lebaran, tetapi disepanjang tahun. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldin Aldama Dosen Fikom Unisba
Dosen & Praktisi Komunikasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 08:00

Panduan Wisata ke Kampung Turis Karawang, Oase Pedesaan di Balik Kota Industri

Kampung Turis Karawang menawarkan wisata alam, sawah terasering, waterpark, kuliner Sunda, hingga villa dan camping di kawasan Tegalwaru.

Kampung Turis Karawang.