Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)

Bagi saya kereta api adalah transportasi jarak jauh yang memberikan banyak kenyamanan bagi penggunanya. Harganya yang terjangkau dan bonus menikmati pemandangan alam menjadi suatu yang menarik dari berbagai macam transportasi umum yang ada.

Kereta bagi saya adalah tempat refleksi paling nyata tentang dinamika kehidupan termasuk bagaimana segala hal yang terjadi di luar jendela merepresentasikan kenyataan sosial yang terjadi di Indonesia. Rumah kumuh dipinggir rel, anak-anak yang bermain bola dilapangan yang terbatas, persawahan yang membentang luas, orang-orang putus asa yang berniat mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke kereta dan banyak kondisi lainnya yang secara jujur bisa ditangkap oleh mereka yang memiliki kepekaan sosial.

Bahkan buku dan film Harry Potter lahir dari sebuah perjalanan penulisnya ketika menggunakan kereta api. Kereta api memang inspirasi paling nyata bagi cerita atau mencari makna hidup didalamnya. Kita bisa melihat banyak manusia dengan pikiran beragam didalamnya, latar belakang dengan status sosial yang berbeda hingga interaksi manusia yang terkadang haru-sedih-lucu dan ada sedikit kemarahan saat melihatnya.

Seperti pisau bermata dua, pada satu sisi kereta api banyak memberikan kebermanfaatan tapi pada sisi lain seringkali terluka dan dianggap berbahaya karena sering meninggalkan kasus kecelakaan. Di Bandung sendiri beberapa kasus kecelakaan kereta terjadi di sekitaran perlintasan palang pintu stasiun Cimindi. Bahkan bukan saja sering terjadi kecelakaan tapi kerap kali juga terjadi aksi mengakhiri hidup tepat di flyover perlintasan kereta api.

Kecelakaan kereta kerap terjadi karena banyak hal misalnya ketidaksabaran manusia dalam menunggu, menantang adrenalin hingga yang paling klasik alasannya adalah karena saat melintas manusia tersebut di tutupi telinganya oleh setan budeg. Narasi ini makin meyakinkan masyarakat ketika diadaptasi menjadi sebuah film horor. Meski ditakuti kadang penjualan film horor justru yang paling banyak terjual.

Lucu memang negara kita, setan ditakuti keberadaannya, hidupnya selalu jadi kambing hitam bagi manusia. Orang yang membunuh, orang yang melecehkan, manusia yang mengakhiri kehidupannya pasti kerap dikaitkan dengan setan. Padahal ketika kita selami lebih dalam maka yang lebih menakutkan dari setan adalah manusia itu sendiri.

Setan budeg menjadi metafora yang secara tidak langsung merefleksikan sifat bebal manusia. Manusia yang tidak pernah mau mendengar jika fungsi palang kereta api bukan untuk diterobos tapi jarak aman antara hidup dan kematian. Manusia tidak memilih jalan instan dengan melewati palang pintu ilegal yang diurus oleh para preman. Manusia bebal karena memiliki tingkat kesadaran yang rendah. Suatu sikap yang menunjukkan bagaimana sikap kebekuan mental, kemalasan berpikir dan sikap keras kepala karena mempertahankan keyakinan yang salah.

Manusia bebal kadang tidak memperhitungkan bagaimana dirinya dalam membuat keputusan akan sangat mempengaruhi kehidupan orang lain. Kejadian yang baru saja terjadi di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya menyebabkan kerugian tapi telah menghilangkan nyawa orang-orang tidak bersalah. Ada seorang ibu pekerja yang meninggalkan bayinya karena terjepit dan tidak selamat, ada perempuan yang baru saja menyelesaikan studi S2nya yang mungkin saja bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia. Tapi gugur sudah dalam medan pertempuran.

Dua sampai lima menit saja menunggu sangat penting bagi kehidupan masa depan orang lain. Jangan renggut yang bukan menjadi kewenangan kita sebagai manusia. Hidup dan mati ada ditangan sang maha kuasa jadi jangan sampai menjadi penyebab kekonyolan orang lain menghilang dari dunia ini.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)