Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 22 Mei 2026, 13:08 WIB
Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)

Bagi saya kereta api adalah transportasi jarak jauh yang memberikan banyak kenyamanan bagi penggunanya. Harganya yang terjangkau dan bonus menikmati pemandangan alam menjadi suatu yang menarik dari berbagai macam transportasi umum yang ada.

Kereta bagi saya adalah tempat refleksi paling nyata tentang dinamika kehidupan termasuk bagaimana segala hal yang terjadi di luar jendela merepresentasikan kenyataan sosial yang terjadi di Indonesia. Rumah kumuh dipinggir rel, anak-anak yang bermain bola dilapangan yang terbatas, persawahan yang membentang luas, orang-orang putus asa yang berniat mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke kereta dan banyak kondisi lainnya yang secara jujur bisa ditangkap oleh mereka yang memiliki kepekaan sosial.

Bahkan buku dan film Harry Potter lahir dari sebuah perjalanan penulisnya ketika menggunakan kereta api. Kereta api memang inspirasi paling nyata bagi cerita atau mencari makna hidup didalamnya. Kita bisa melihat banyak manusia dengan pikiran beragam didalamnya, latar belakang dengan status sosial yang berbeda hingga interaksi manusia yang terkadang haru-sedih-lucu dan ada sedikit kemarahan saat melihatnya.

Seperti pisau bermata dua, pada satu sisi kereta api banyak memberikan kebermanfaatan tapi pada sisi lain seringkali terluka dan dianggap berbahaya karena sering meninggalkan kasus kecelakaan. Di Bandung sendiri beberapa kasus kecelakaan kereta terjadi di sekitaran perlintasan palang pintu stasiun Cimindi. Bahkan bukan saja sering terjadi kecelakaan tapi kerap kali juga terjadi aksi mengakhiri hidup tepat di flyover perlintasan kereta api.

Kecelakaan kereta kerap terjadi karena banyak hal misalnya ketidaksabaran manusia dalam menunggu, menantang adrenalin hingga yang paling klasik alasannya adalah karena saat melintas manusia tersebut di tutupi telinganya oleh setan budeg. Narasi ini makin meyakinkan masyarakat ketika diadaptasi menjadi sebuah film horor. Meski ditakuti kadang penjualan film horor justru yang paling banyak terjual.

Lucu memang negara kita, setan ditakuti keberadaannya, hidupnya selalu jadi kambing hitam bagi manusia. Orang yang membunuh, orang yang melecehkan, manusia yang mengakhiri kehidupannya pasti kerap dikaitkan dengan setan. Padahal ketika kita selami lebih dalam maka yang lebih menakutkan dari setan adalah manusia itu sendiri.

Setan budeg menjadi metafora yang secara tidak langsung merefleksikan sifat bebal manusia. Manusia yang tidak pernah mau mendengar jika fungsi palang kereta api bukan untuk diterobos tapi jarak aman antara hidup dan kematian. Manusia tidak memilih jalan instan dengan melewati palang pintu ilegal yang diurus oleh para preman. Manusia bebal karena memiliki tingkat kesadaran yang rendah. Suatu sikap yang menunjukkan bagaimana sikap kebekuan mental, kemalasan berpikir dan sikap keras kepala karena mempertahankan keyakinan yang salah.

Manusia bebal kadang tidak memperhitungkan bagaimana dirinya dalam membuat keputusan akan sangat mempengaruhi kehidupan orang lain. Kejadian yang baru saja terjadi di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya menyebabkan kerugian tapi telah menghilangkan nyawa orang-orang tidak bersalah. Ada seorang ibu pekerja yang meninggalkan bayinya karena terjepit dan tidak selamat, ada perempuan yang baru saja menyelesaikan studi S2nya yang mungkin saja bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia. Tapi gugur sudah dalam medan pertempuran.

Dua sampai lima menit saja menunggu sangat penting bagi kehidupan masa depan orang lain. Jangan renggut yang bukan menjadi kewenangan kita sebagai manusia. Hidup dan mati ada ditangan sang maha kuasa jadi jangan sampai menjadi penyebab kekonyolan orang lain menghilang dari dunia ini.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 17:17

Cintapada, Padasuka, Padaasih, Toponim yang Merekam Kekayaan Alam dan Kekhawatiran

Kata 'pada' terdapat dalam berbagai kata dan sering terkait dengan makna alam, tempat, atau daerah.

Kampung Cipadakati di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Peta: Google maps)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 16:00

Jelajah Kuliner Roti Bandung, dari Bakery Viral Kekinian hingga Toko Jadul Legendaris

Bandung punya banyak bakery populer, mulai dari artisan sourdough modern hingga toko roti jadul dengan resep yang hampir tidak berubah.

Ilustrasi roti hits di Bandung.
Ayo Biz 21 Mei 2026, 15:38

Ketika QRIS Jadi ‘Game Changer’ Ekosistem Pembayaran Nasional, UMKM Terbantu Signifikan

QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional.

Pegawai Cikopi Mang Eko saat melayani konsumen di Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 21 Mei 2026, 14:48

Dari Tragedi Sampah ke Konservasi, Wajah Baru Eks TPA Leuwigajah

Dua dekade setelah longsor maut 2005, eks TPA Leuwigajah kini dijadikan area konservasi di Cimahi.

Lahan eks TPA Leuwigajah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 12:20

Ketika Reformasi Mulai Bergulir

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani.

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 09:21

Siswa Tahun 1980-an adalah Generasi Tangguh

Ketangguhan para siswa tahun 1980-an adalah jawaban dalam menangani bebagai permasalahan generasinya.

Ilustrasi siswa. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 08:32

Bandung Review, Membangun Kesadaran Kolektif

Hegemoni sosial seharusnya menjadi semangat untuk membangun kesadaran kolektif, dengan mengadopsi nilai-nilai lokal seperti someah, silih asah, silih asih dan silih asuh untuk membangun kota inklusif

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Wisata & Kuliner 21 Mei 2026, 08:00

Panduan Wisata ke Kampung Turis Karawang, Oase Pedesaan di Balik Kota Industri

Kampung Turis Karawang menawarkan wisata alam, sawah terasering, waterpark, kuliner Sunda, hingga villa dan camping di kawasan Tegalwaru.

Kampung Turis Karawang.