Sensasi Unik Naik Lift Kaca di Tengah Hutan Bandung Barat

3 menit baca
Iroh Rokhiya
Ditulis oleh Iroh Rokhiya diterbitkan
Pengunjung menaiki inclinator khas Rumpun Chanaya Resort. (Foto: Dokumentasi Penulis)
Pengunjung menaiki inclinator khas Rumpun Chanaya Resort. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Udara sejuk kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (8/11/2025) pagi itu terasa menyapa lembut di antara pepohonan hijau. Dari atas bukit, tampak lift kaca vertikal yang menuruni lembah. Itulah inclinator khas Chanaya Resort, destinasi wisata buatan baru yang memadukan kenyamanan kuliner, keindahan alam, dan pengalaman edukatif dalam satu kawasan terpadu.

Chanaya Resort resmi berdiri dan beroperasi sejak 31 Maret 2024 di atas lahan seluas 3 hektare yang kini menjadi 5 hektare. Berlokasi di Jalan Dago Giri No.102, Bandung Barat, resort ini langsung menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah karena konsepnya yang unik yakni perpaduan wisata alam dan buatan yang ramah lingkungan.

Menurut Bai, HR Chanaya Resort, fasilitas unggulan yang membedakan Chanaya dengan destinasi lain di Bandung adalah inclinator setinggi 130 meter yang saat ini merupakan inclinator terpanjang di Indonesia.

“Kami ingin tamu yang datang tidak hanya makan atau menginap, tapi menikmati keseluruhan pengalaman dari pemandangan, aktivitas, sampai pelayanan yang kami berikan", ujar perempuan rambut panjang terikat saat ditemui di area Chanaya Resort.

Untuk menikmati perjalanan menggunakan inclinator ini, pengunjung dikenakan tarif Rp99.000 per orang. Dari jumlah tersebut, Rp24.000 merupakan biaya tiket masuk, sedangkan Rp75.000 bersifat deposit yang akan dikembalikan dalam bentuk voucher.

Voucher ini dapat digunakan untuk membeli makanan atau minuman di Resto Rumpun, Rumah Cokelat, Rumah Keju, maupun rumah tematik lainnya di area Rumpun. Menariknya, setiap bulan Chanaya Resort juga menghadirkan souvenir berbeda bagi pengunjung, mulai dari pin, magnet, hingga pouch eksklusif untuk setiap pembelian tiketnya.

Inovasi ini menjadi bentuk apresiasi kepada tamu yang telah berkunjung sekaligus menambah kesan berlibur yang berkesan.

Nama “Chanaya” memiliki makna mendalam yang dibuat oleh owner Paulina. Kata “cha” berasal dari nama anak Paulina, yakni Natasha yang kerap dipanggil Chacha. Sedangkan “annaya” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "jawaban tuhan", Gabungan keduanya mencerminkan rasa syukur dan harapan keluarga pemilik, menjadikan Chanaya bukan sekadar tempat wisata, tetapi simbol doa dan makna keluarga.

Dalam penerapannya, konsep wisata buatan di Chanaya tetap memperhatikan keseimbangan alam sekitar.

“Di kawasan atas kami tidak boleh membangun secara permanen. Jadi desainnya dibuat semi alami agar tetap ramah lingkungan,” jelas Bai.

Prinsip itu pula yang menjadikan Chanaya terasa menyatu dengan alam tanpa kehilangan sisi modern. Selain Resto Rumpun yang menjadi daya tarik utama, area bawah Chanaya Resort menyajikan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat berinteraksi dengan rusa dan merak di area mini zoo, mengikuti workshop membuat cokelat di Rumah Coklat, atau berkreasi di Rumah Seni.

Chanaya juga menyediakan berbagai jenis penginapan mulai dari tree house, glamping, hingga camping room, serta fasilitas ruang kegiatan seperti mini hall, medium hall, dan camping meeting area yang dapat digunakan untuk pernikahan, rapat, maupun gathering perusahaan. Sebagian besar karyawan Chanaya berasal dari warga sekitar kawasan Dago Giri.

Baca Juga: Lorong Lumut Jayagiri, Jejak Belanda 1936 yang Kini Jadi Surga Tersembunyi Lembang

Rumpun Chanaya ini melibatkan masyarakat lokal karena banyak dari mereka yang memiliki latar belakang di bidang hospitality. Dengan begitu, Chanaya bisa tumbuh bersama lingkungan sekitarnya. Sejak dibuka, Chanaya Resort mendapat banyak tanggapan positif dari pengunjung.

Mayoritas wisatawan, terutama dari Jakarta, mengaku puas dengan suasana alami, pelayanan ramah, dan konsep wisata yang berbeda dari tempat lain. Untuk kedepannya, Chanaya Resort tengah menyiapkan sejumlah fasilitas baru seperti gym, area spa, serta tipe penginapan baru bernama Tree House Safari, di mana tamu dapat melihat hewan langsung dari jendela kamar mereka.

“Kami tidak ingin sekadar viral, fokus kami adalah konsistensi dan pengembangan berkelanjutan agar setiap tamu yang datang bisa menemukan hal baru" pungkas Bai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)