Sampurasun: Menghidupkan Lagi Budaya Sunda lewat Dunia Fashion

Dwi Sheila Simanjuntak
Ditulis oleh Dwi Sheila Simanjuntak diterbitkan Senin 17 Nov 2025, 17:04 WIB
Deretan tas bermotif budaya Sunda terpajang di etalase toko Sampurasun Bandung, Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (26/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Pribadi  Penulis | Foto: Dwi Sheila Simanjuntak)

Deretan tas bermotif budaya Sunda terpajang di etalase toko Sampurasun Bandung, Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (26/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis | Foto: Dwi Sheila Simanjuntak)

Siang itu, meskipun suasana di bawah jembatan layang Skywalk Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, sedang ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang, namun sebuah toko kecil berwarna kuning pastel kelihatan mencolok mencuri perhatian mata.

Tas-tas bergambar angklung, tokecang, dan ikon budaya Sunda yang bisa kita  lihat dari luar kaca transparan sedang menggantung rapi di dalamnya. Waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB ketika senyum ramah Teh Ayi menyambut setiap tamu yang datang ke toko Sampurasun Bandung, Minggu (26/10/2025).

Nur Aini Syaisa Rita, pendiri sekaligus pemilik Sampurasun Bandung, menceritakan bahwa idenya muncul dari kecintaannya pada Bandung. Ia ingin menciptakan oleh-oleh khas Bandung yang berbeda dari biasanya, bukan hanya makanan atau kaos sablon, melainkan produk yang bisa dipakai kemana aja sekaligus membawa nilai budaya.

“Saya pengen bikin sesuatu yang bisa dibawa, dipakai, tapi tetap punya nilai budaya,” ujarnya.

Perempuan berdarah Padang-Palembang itu memang jatuh hati pada Bandung sejak lama. Cintanya pada Bandung ternyata membawa Teh Ayi dan suaminya yang sama-sama berlatar belakang desain grafis, mendirikan Sampurasun pada tahun 2014. Mereka memulai dengan tiga motif pertama bertema Bandung Juara Series. Tak disangka, produk itu menarik minat pembeli, terutama dari Jakarta.

Teh Ayi menjelaskan bahwa melalui desain-desainnya, ia ingin budaya Sunda tidak hanya dipajang atau dikenang, tetapi bisa dibawa ke mana saja. Ia percaya bahwa tas bisa menjadi media bercerita yang menyenangkan dan fungsional bagi semua kalangan.

Kini, desain Sampurasun makin beragam. Ada motif permainan anak seperti tokecang dan oray-orayan, sampai motif kuliner khas Sunda seperti surabi oncom. Semua dibuat dengan harapan agar generasi muda tetap kenal dengan warisan budayanya sendiri. Teh Ayi menyebut, di tengah maraknya teknologi dan gaya hidup digital, dia berharap produk Sampurasun bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak lewat hal yang sederhana dan menarik.

Tas-tas Sampurasun dibuat dari bahan kanvas poliester, sebagian besar dipasok dari Cigondewa, Bandung. Motifnya dicetak dengan teknik press sublim agar warna lebih tahan lama. Kini, produknya tak hanya berupa tote bag, tapi juga kenes bag, sling bag, pouch, dan tumblr  dengan harga yang tetap terjangkau.

Pada tahun 2023, Sampurasun Bandung menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang datang langsung ke tempat mereka. Kunjungan itu membawa dampak besar bagi mereka, karena setelah kejadian tersebut permintaan custom meningkat, bahkan pemesanan datang dari instansi pemerintah.

Selain aktif memasarkan produknya di media sosial seperti Instagram, Sampurasun juga sering ikut pameran ekonomi kreatif seperti Inacraft, pameran kerajinan terbesar di Indonesia. Dari situ, produk mereka makin dikenal luas dan mulai bekerja sama dengan brand-brand lain yang ingin memproduksi di tempatnya.

“Kami pengen budaya itu gak cuma dilihat, tapi juga bisa dipakai. Tas jadi cara kami untuk bercerita,” katanya.

Setelah sebelas tahun berjalan dan hanya berjualan dari rumahan, impian Teh Ayi akhirnya terwujud. The Ayi membuka toko Sampurasun pertamanya di Cihampelas pada Juni 2025.

“Dulu cuma mimpi punya toko sendiri. Sekarang alhamdulillah bisa tercapai,” ujarnya dengan senyum bangga.

Bagi Teh Ayi, toko kecil itu bukan sekadar tempat jualan, melainkan simbol bahwa budaya Sunda masih hidup dan bisa terus dibanggakan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dwi Sheila Simanjuntak
Mahasiswi Digital Public Relation Telkom University
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

Ambu Encuy

Ayo Netizen 17 Nov 2025, 15:22 WIB
Ambu Encuy

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)