Hikayat Sumanto, Kanibal Tobat yang Tertidur Lelap dalam Siaran Televisi

7 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Sumanto pernah menjadi sosok yang bikin geger karena kasus kanibalisme di Purbalingga tahun 2003 lalu.
Sumanto pernah menjadi sosok yang bikin geger karena kasus kanibalisme di Purbalingga tahun 2003 lalu.

AYOBANDUNG.ID - Indonesia punya banyak legenda lokal, dari babi ngepet sampai nyi-nyi aneh yang berkeliaran di pohon besar. Namun, kisah Sumanto pada 2003 terasa seperti legenda yang memutuskan turun gunung dengan cara yang sangat literal. Berawal dari makam yang terbongkar, misteri itu membawa warga menuju satu nama yang kemudian menghiasi layar televisi, ruang sidang, hingga akhirnya—secara tak terduga—sofa empuk studio talkshow tempat ia tertidur pulas bertahun-tahun kemudian.

Tahun 2003 sebenarnya bukan tahun yang terlalu istimewa bagi Purbalingga. Kabupaten kecil di Jawa Tengah itu lebih dikenal karena produksi rambut palsu dan tembakau rajangannya. Sampai suatu malam di awal Januari, sebuah desa bernama Majatengah mendadak menjadi kata kunci nasional. Bukan karena festival desa atau panen raya, melainkan karena liang kubur yang sunyi ternyata tidak seramah yang dibayangkan.

Pada malam 11 Januari, warga Majatengah mendapati tanah kuburan seorang nenek, Mbok Rinah, masih basah padahal baru 16 jam ditimbun. Makamnya terbuka. Seperti pintu rumah yang tidak ditutup oleh orang yang terburu-buru, hanya saja yang hilang bukan sandal tetapi jasadnya. Hilang tanpa ada tanda digondol hewan liar. Dan semua orang tahu: tak ada macan yang melakukan penggalian seapik itu.

Baca Juga: Hikayat Kasus Ferdy Sambo, Terbongkarnya Konspirasi Gelap Polisi di Duren Tiga

Kepanikan warga menggiring polisi ke sebuah gubuk di desa sekitar. Dan di sinilah kisah Sumanto, pria berusia 32 tahun yang lahir di Desa Pelumutan, mulai bergeser dari rumor warga menjadi berita nasional. Di dalam rumah kecil itu, polisi menemukan pemandangan yang tidak layak muncul di sinetron malam hari. Tulang, daging, potongan tubuh, dan sisa yang tak ingin dibayangkan siapa pun, berserakan. Sebagian sudah diolah. Sebagian lain seperti eksperimen yang tidak selesai. Tidak butuh keahlian forensik untuk menyimpulkan bahwa Mbok Rinah telah berpindah tangan. Atau lebih tepatnya, berpindah perut.

Dua hari setelah makam dibongkar, Sumanto dicokok. Pengakuannya bukan hanya membuat bulu kuduk berdiri, tetapi membuat Indonesia sadar bahwa film horor lokal kadang kalah jauh dari kenyataan. Ternyata, menurut versinya, Mbok Rinah bukan korban pertama. Ia pernah melakukan hal serupa pada akhir 1980-an saat bekerja di perkebunan tebu di Lampung. Ada pula kabar tentang tukang pijat bernama Mistam yang hilang setelah mampir ke rumahnya. Pakaian korban ditemukan di rumah, membuat dugaan jumlah korban mungkin lebih dari tiga.

Yang membuat cerita ini semakin berjalan ke wilayah absurd adalah motifnya. Sumanto mengaku melakukannya demi ilmu mistik. Ia percaya bahwa daging manusia adalah akses tercepat menuju kesaktian tingkat lanjut. Semacam cheat code tradisional: kebal senjata tajam, hati tenang seperti biksu, dan kemampuan membangunkan orang mati jika sedang mood. Ia menuruti ajaran seorang guru spiritual yang disebutnya sebagai pemandu ke arah kesaktian itu. Dalam dunia mistik Jawa, mencari ilmu memang biasa. Tetapi memakannya secara harfiah adalah urusan lain.

Baca Juga: Hikayat Kasus Reynhard Sinaga, Jejak Dosa 3,29 Terabita Predator Seksual Paling Keji dalam Sejarah Inggris

Keyakinan mistis ini ternyata tumbuh di tanah yang subur oleh gangguan mental. Bertahun-tahun kemudian, dokter yang menangani rehabilitasinya menyebut bahwa Sumanto memiliki gangguan jiwa berat yang bercampur dengan sugesti supranatural. Kombinasi seperti ini bukan hanya berbahaya, tetapi juga membuat hidupnya berjalan di persimpangan antara halusinasi dan kenyataan, sebuah daerah abu-abu yang berakhir di gubuk itu.

Kisah hidup Sumanto sebenarnya tidak memperlihatkan bibit tragedi. Ia anak pertama dari lima bersaudara, terlahir dari keluarga yang cukup berada karena warisan orang tuanya. Masa kecilnya cukup normal, kecuali reputasinya sebagai anak yang suka cari perhatian. Prestasi belajar seadanya saja, bahkan harus mengulang kelas enam karena tidak lolos ujian nasional. Ia masuk SMP, bertahan hingga kelas tiga, lalu keluar karena merasa sekolah bukan habitatnya.

Dunia kerja dan pernikahan juga tidak berpihak padanya. Ia menikah dua kali, dua-duanya kandas. Bekerja berpindah-pindah, mulai dari perkebunan tebu hingga pekerjaan kasar lain. Perilaku kasar dalam rumah tangga membuat kedua istrinya pergi tanpa menoleh. Sementara ia sendiri mulai menapaki jalan mistik, mencari guru spiritual, mengumpulkan ajaran aneh, dan menjadikan ritual sebagai pegangan hidup. Benih-benih dari tragedi 2003 mulai tumbuh dari kombinasi kesendirian dan keyakinan yang salah arah.

Perkara semakin pelik ketika kasus ini masuk ke pengadilan. Saat itu, Indonesia belum punya pasal khusus soal kanibalisme. Jaksa kemudian menggunakan pasal pencurian dengan pemberatan, karena dianggap yang dicuri adalah jenazah. Perdebatan hukum pun muncul. Tim pembela berargumen bahwa jenazah bukan barang, melainkan sesuatu yang sudah tidak bernilai secara hukum. Sementara polisi dan jaksa berpegang pada logika bahwa mengambil dan memakan jasad orang lain jelas perbuatan kriminal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Hikayat Tragedi Bom Bali 2002, Teror Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Sumanto kini menjadi konten kreator di TikTok.
Sumanto kini menjadi konten kreator di TikTok.

Hakim akhirnya menjatuhkan vonis lima tahun penjara. Lebih ringan dari tuntutan jaksa, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa apa yang dilakukan Sumanto tidak hanya melukai hukum tetapi juga rasa publik. Pengadilan Tinggi memperkuat keputusan itu, Mahkamah Agung kemudian menolak kasasi. Tanpa sadar, kasus ini menjadi bahan bakar untuk perubahan KUHP yang lebih modern. Dalam rancangan KUHP baru, pasal tentang kanibalisme akhirnya muncul, membuat tindakan seperti ini memiliki rumah hukum yang jelas.

Sumanto keluar penjara pada 24 Oktober 2006 dengan remisi. Tetapi kebebasannya justru menghadirkan babak baru yang jauh lebih menyedihkan. Keluarganya menolak memulangkannya. Tetangga menutup pintu. Desa asalnya seperti ingin menghapus namanya dari sejarah lokal. Satu-satunya tangan yang terbuka adalah seorang tokoh agama bernama Supono Mustajab yang menampungnya di Yayasan Rehabilitasi An-Nur. Di tempat inilah Sumanto ditempa kembali. Ia menjalani pengobatan jiwa, dibimbing secara spiritual, dan dipantau ketat agar tidak kembali ke jalan gelap yang pernah dilalui.

Waktu berjalan pelan tetapi pasti. Sumanto berubah. Tatapan yang dulu menakutkan melembut. Ia mulia mampu bersosialisasi. Hidupnya tenang, lebih stabil, dan jauh lebih bersih secara batin. Yang tidak berubah hanyalah fisik Purbalingga yang tetap panas pada siang hari.

Baca Juga: Hikayat Pelarian Eddy Tansil, Koruptor Legendaris Paling Diburu di Indonesia

Di tengah rehabilitasinya, tahun 2016 datang membawa kejutan. Sumanto diundang ke studio televisi nasional untuk sebuah acara talkshow. Tema acara itu bukan horor atau kriminal, melainkan diskusi ringan tentang mainan anak. Tetapi alih-alih bicara, Sumanto justru tidur pulas di sofa studio. Lengkap dengan dengkuran halus yang menjadi suara latar acara itu. Presenter dan narasumber lain tidak ada yang berani menyentuhnya. Penonton rumah menatap layar dengan rasa campur antara bingung dan geli. Sumanto tertidur dari awal hingga akhir. Dan seperti layaknya tradisi abad digital, momen itu langsung viral. Meme-meme bermunculan. Sosok yang dulu ditakuti kemudian jadi bahan lelucon kolektif.

Sumanto saat tertidur dalam sebuah talkshow di TVOne.
Sumanto saat tertidur dalam sebuah talkshow di TVOne.

Ia hadir di acara itu karena tiga tokoh kriminal pernah dijadikan action figure, termasuk dirinya. Publik terpecah antara yang menganggap itu karya seni dan yang menilai sebagai bentuk glorifikasi kejahatan. Yayasan rehabilitasi pun menyatakan keberatan, karena Sumanto tidak punya kuasa atas citra dirinya. Namun, tampilnya ia di televisi, meski sekadar tidur, justru menggeser narasi tentangnya. Dari figur kelam menjadi sesuatu yang lebih manusiawi, meski lewat jalur tidak sengaja.

Tahun demi tahun berjalan. Sumanto ikut kegiatan promosi untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018. Ia menerima vaksinasi COVID-19 pada 2021 seperti warga lain. Belakangan, ia muncul di media sosial, khususnya TikTok. Kontennya sederhana: joget, komentar ringan, kulineran, atau sekadar aktivitas harian. Dunia maya yang dulu menertawakannya kini malah memberinya ruang baru untuk hidup sebagai manusia biasa.

Baca Juga: Hikayat Skandal Dimas Kanjeng, Dukun Pengganda Uang Seribu Kali Lipat

Nama Sumanto kembali mencuat pada 2024 saat proyek film dokumenter tentang hidupnya diumumkan. Agus Makkie menyutradarai, sedangkan Aming mengambil peran utama sebagai Sumanto. Transformasi Aming dengan rambut gondrong sempat dikira sebagai proses hijrah oleh publik sebelum akhirnya terungkap bahwa itu untuk peran. Aming bahkan bertemu langsung dengan Sumanto untuk mendalami karakter. Hingga 2025, film itu belum rilis, tetapi antusiasme publik tetap ada. Sementara itu, Sumanto muncul sebagai cameo di film horor Labinak pada Agustus 2025, menambah bumbu aktual pada sejarah hidupnya.

Kini, di usianya lima puluh tiga tahun, Sumanto tinggal di lingkungan yang membimbingnya jauh dari masa lalu. Hidupnya berjalan perlahan, tetapi stabil. Tidak ada lagi gubuk, ritual aneh, atau studio televisi yang membuatnya tertidur di depan kamera. Yang ada adalah seorang pria yang berusaha hidup normal setelah bab kelam yang pernah mengguncang Indonesia. Karenanya, hikayat Sumanto tetap hidup, bukan sebagai horor, tetapi sebagai cerita tentang bagaimana hidup bisa berubah di jalur paling tidak terduga.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)