Hikayat Kasus Reynhard Sinaga, Jejak Dosa 3,29 Terabita Predator Seksual Paling Keji dalam Sejarah Inggris

7 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Reynhard Sinaga.
Reynhard Sinaga.

AYOBANDUNG.ID - Pada malam jahanam di awal Juni 2017 itu, seorang pemuda berusia 18 tahun keluar dari klub malam The Factory di pusat kota Manchester untuk mencari udara segar. Ia terpisah dari teman-temannya. Di tengah kebingungan, datanglah seorang pria kecil, kurus, senyumnya ramah seperti sales asuransi yang baru dapat target. Pria itu menawarkan bantuan: silakan naik ke apartemennya untuk menelepon teman-temannya. Kebaikan yang kelak tercatat dalam sejarah Inggris sebagai salah satu jebakan paling beracun.

Pemuda itu mengikutinya ke apartemen di 11 Montana House, Princess Street. Di sana, dunia berubah. Beberapa jam kemudian, ia terbangun dalam keadaan tak berdaya, tubuhnya diserang, pikirannya kabur. Ia melawan, memukul penyerang, merebut ponsel, dan kabur. Aksi spontan itu membuka tirai neraka yang menutup rapat di tengah kehidupan malam Manchester selama lebih dari satu dekade. Nama si penyerang itu: Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia dari Depok, yang kelak dijuluki media Inggris sebagai predator seksual paling sadis dalam sejarah hukum Inggris.

Reynhard lahir di Jambi, 19 Februari 1983, besar di Depok dalam keluarga Batak Katolik kelas menengah atas. Ayahnya pengusaha sukses, cukup makmur untuk membiayai sekolah anaknya sampai ke Inggris. Ia lulus arsitektur Universitas Indonesia pada 2006, lalu menapaki karier akademik yang tampak mulus: dua gelar master di University of Manchester—perencanaan kota dan sosiologi—dan kemudian mendaftar doktor di University of Leeds. Semua tampak indah di atas kertas.

Baca Juga: Sejarah Letusan Krakatau 1883, Kiamat Kecil yang Guncang Iklim Bumi

Teman-temannya mengenal Reynhard sebagai orang yang manis, aktif di gereja, suka tersenyum, suka pesta, kadang flamboyan, dan tampak harmless, kata yang kelak menjadi ironi terbesar abad ini. Apartemennya kecil tapi strategis, di jantung kehidupan malam Manchester, tempat mahasiswa mabuk dan pemuda pekerja kantoran berbaur setiap akhir pekan. Dari jendela apartemen itu, lahir satu dari kisah kejahatan seksual paling gelap di Inggris modern.

Hasil penyidikan polisi, metode Reynhard sederhana dan konsisten, seperti resep nasi goreng warung tenda. Ia menunggu di luar klub hingga dini hari, mencari pria muda yang tampak mabuk dan sendirian. Ia menghampiri mereka dengan senyum ramah dan logat Asia yang membuatnya tampak jinak. Tawaran klasiknya: numpang istirahat dulu, tunggu taksi di apartemen, atau sekadar menelepon teman. Para korban, kebanyakan heteroseksual, tidak curiga sedikit pun. Mereka pikir Reynhard cuma orang baik yang kebetulan punya sofa kosong.

Begitu masuk apartemen, korban diberi minuman yang dicampur obat penenang. Campur dengan alkohol, efeknya lebih kejam dari kombinasi Tinder dan gin tonic. Korban langsung tak sadarkan diri. Lalu Reynhard menyalakan kamera ponselnya dan memulai ritual yang diulangi selama bertahun-tahun: memperkosa mereka dalam keadaan tidak sadar, merekam semuanya, lalu menyimpan file itu rapi dalam folder dengan nama-nama kecil yang ia ingat dari dompet atau kartu identitas korban.

Dalam beberapa video, penyerangan berlangsung berjam-jam. Ada yang delapan jam nonstop. Ketika korban mulai sadar, ia mendorong mereka kembali ke lantai. Ketika mereka terbangun penuh kebingungan, Reynhard pura-pura ramah, bahkan membuatkan kopi. Beberapa korban malah meminta maaf karena telah “merepotkan” tuan rumah. Mereka pulang tanpa sadar bahwa tubuh mereka telah dijarah.

Dunia tidak tahu apa-apa sampai Juni 2017, ketika satu korban memukulnya dan melarikan diri. Polisi yang datang awalnya mengira Reynhard-lah korban pemukulan. Tapi perilakunya aneh: ia hanya memohon agar ponselnya tidak disita. Permohonan itu justru menjadi kunci pembuka.

Baca Juga: Jejak Dukun Cabul dan Jimat Palsu di Bandung, Bikin Resah Sejak Zaman Kolonial

Penyidik menemukan 3,29 terabita video dan foto dalam ponsel dan laptopnya—setara 250 DVD film horor, tapi tanpa naskah dan penuh keheningan. Di dalamnya, ratusan pria muda tampak tak sadarkan diri, tubuh mereka dijadikan objek. Setiap video seperti catatan dosa yang sistematis. Polisi sampai harus membuat tim khusus hanya untuk mengidentifikasi korban satu per satu dari wajah yang terekam di layar.

Penyidik kemudian menemukan lemari trofi: dompet, jam tangan, kartu identitas, hingga ponsel para korban. Semua disimpan rapi seperti koleksi prangko. Ia juga menyimpan tangkapan layar media sosial korban, seolah ingin mengenang mereka seperti teman-teman lama. Bahkan beberapa korban tanpa sadar berteman dengannya di Facebook. Di aplikasi pesan, Reynhard menulis kalimat yang menggambarkan pikirannya: bahwa ia bisa membuat siapa pun “jatuh cinta” setelah meminum ramuannya.

Investigasi itu membuat polisi Inggris terperangah. Tak ada kasus serupa dengan skala sebesar ini. Setelah disisir, ditemukan bahwa kejahatannya berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Para korban diperkirakan mencapai lebih dari 190 orang, meski hanya 48 yang akhirnya cukup bukti untuk dibawa ke pengadilan.

Lokasi apartemen reynhard Sinaga yang jadi TKP pemerkosaan. (Sumber: Greater Manchester Police)
Lokasi apartemen reynhard Sinaga yang jadi TKP pemerkosaan. (Sumber: Greater Manchester Police)

Karena jumlahnya begitu besar, Crown Prosecution Service harus membagi kasus ini ke dalam empat persidangan terpisah, masing-masing dengan lebih dari sepuluh korban. Setiap kali sidang, video-video itu diputar untuk juri. Para jaksa dan polisi yang menyaksikannya disebut mengalami trauma. Reynhard sendiri tetap tenang, kadang tersenyum di ruang sidang.

Dalam pembelaannya, ia mengaku bahwa semua yang terekam adalah permainan peran konsensual. Menurutnya, para korban berpura-pura tidak sadar. Teori absurd itu dipatahkan dengan bukti medis, testimoni korban, dan ratusan jam video. Juri menolak mentah-mentah.

Baca Juga: Hikayat Pelarian Eddy Tansil, Koruptor Legendaris Paling Diburu di Indonesia

Setelah empat persidangan yang berlangsung antara 2018 dan 2020, pengadilan menjatuhkan vonis atas 159 pelanggaran seksual, termasuk 136 pemerkosaan dan delapan percobaan pemerkosaan. Hakim Suzanne Goddard menyebutnya sebagai individu berbahaya dan menyimpang. Ia dijatuhi hukuman seumur hidup dengan masa minimum 30 tahun yang kemudian diperpanjang oleh pengadilan banding menjadi 40 tahun.

Kasus ini kemudian menjadi penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah peradilan Inggris. Sebuah rekor kelam yang tak pernah dibayangkan sebelumnya di negeri itu, yang ironisnya, dilakukan oleh warga Depok.

Wacana Pemulangan ke Indonesia

Setelah dijatuhi hukuman, Reynhard dikurung di HMP Wakefield, penjara dengan pengamanan superketat di Yorkshire, tempat para pembunuh berantai dan predator kelas berat Inggris disimpan. Di sana, kabarnya ia tidak disukai siapa pun. Narapidana lain menganggapnya bangkai moral. Pada Juli 2023, seorang tahanan bernama Jack McRae menyerangnya di blok penjara. Petugas berhasil menghentikan sebelum nyawanya melayang.

Tapi, kisah ini belum selesai. Di Indonesia, keluarga Reynhard mulai bergerak. Mereka melobi pemerintah agar anaknya dipulangkan. Pada Februari 2025, ada wacana bahwa Kementerian Koordinator Hukum dan HAM mengumumkan rencana pemulangan tahanan Indonesia di Inggris, dan salah satunya disebut sebagai Reynhard Sinaga. Alasannya klasik: negara wajib melindungi warganya, tak peduli dosanya sebesar apa.

Wajah Reynhard SInaga babak belur setelah dihajar Jack McRae. (Sumber: Greater Manchester Police)
Wajah Reynhard SInaga babak belur setelah dihajar Jack McRae. (Sumber: Greater Manchester Police)

Rencana pemulangan ini muncul setelah pemerintah Indonesia berhasil mentransfer beberapa narapidana asing kembali ke negara asal mereka, termasuk anggota sindikat penyelundupan narkoba Bali Nine ke Australia pada Desember 2024, dan Mary Jane Veloso ke Filipina pada bulan yang sama. Pemerintah juga mentransfer dua narapidana Inggris, Lindsay June Sandiford dan Shahab Shahabadi, kembali ke Inggris. Yusril memperjelas bahwa transfer dua warga negara Inggris itu dilakukan melalui mekanisme transfer tahanan, bukan pertukaran tahanan, sehingga Inggris tidak berkewajiban mengirim balik narapidana Indonesia sebagai gantinya.

Jika pun berhasil memulangkan, pemerintah berencana akan menempatkannya di penjara supermaksimum seperti Nusakambangan. Sebuah pulau penjara yang terkenal dengan keheningannya. Cocok untuk pria yang sepanjang hidupnya mencari “teman tidur” dengan cara paling jahat yang bisa dibayangkan.

Tapi, upaya memulangkan Reynhard menghadapi berbagai hambatan hukum dan diplomatik. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki perjanjian kerja sama transfer tahanan yang diratifikasi dengan pemerintah Inggris. Di sisi lain, keluarga mengaku kesulitan berkomunikasi dengannya. Mereka ingin Reynhard kembali, entah karena kasih sayang atau rasa malu yang sudah terlalu berat ditanggung.

Baca Juga: Jejak Pembunuhan Sadis Sisca Yofie, Tragedi Brutal yang Gegerkan Bandung

Orang tua Reynhard Sinaga baru-baru ini dikabarkan mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Isinya ama, mereka meminta agar anaknya bisa dipulangkan ke Indonesia. Namun, pemerintah menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai rencana pemulangan tersebut.

Sementara itu, di HMP Wakefield, Reynhard masih hidup dalam rutinitas: bangun pagi, baris berbaris, makan roti tawar, lalu kembali ke selnya. Ia tak punya akses internet, tak punya kontak luar selain surat. Di usia 42 tahun, ia mungkin menghitung waktu, 40 tahun lagi sebelum bisa mengajukan pembebasan bersyarat. Jika ia hidup sampai 77 tahun, itulah kali pertama ia bisa kembali menghirup udara bebas. Itu pun kalau dunia masih mau menerimanya.

Di balik semua belenggu diplomatik, Reynhard Sinaga tetap di sana: di penjara Wakefield, dengan 3,29 terabita dosa yang membekukan sejarah hukum Inggris. Dunia boleh berubah, politik boleh berganti, tapi monster kecil dari Depok itu akan tetap menjadi simbol betapa gelapnya sisi manusia yang bisa tersembunyi di balik senyum paling manis sekalipun.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)