Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan. Pun dengan pesatnya perkembangan teknologi, akses terhadap tautan daring makin mudah dilakukan. Hanya saja, kemudahan ini berjalan dua arah, dalam arah positif bagi pihak konsumen dan perbankan; dan dalam kaidah negatif ketika dimanfaatkan oleh penipu.

Contohnya, belum lama ini, seorang ibu muda bernama Amalia Nurhidayah Kurnia menerima sebuah pesan masuk yang mengatasnamakan institusi keuangan. Saat berbicara kepada ayobandung.id, (27/5/2026) ia menyebut isi pesan itu memintanya mengeklik sebuah tautan untuk memverifikasi data rekening. 

Tanpa berpikir panjang, ibu rumah tangga berusia 31 tahun asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, itu langsung menghapus pesan tersebut.

Alasannya bertindak cepat amat sederhana, malas buang-buang waktu.

"Langsung saya hapus. Tidak saya klik sama sekali. Sekarang kalau ada yang aneh-aneh, saya sudah refleks curiga," ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Amalia, kewaspadaan semacam itu sudah menjadi kebiasaan. Sebagai nasabah yang mengandalkan aplikasi BRImo untuk hampir seluruh transaksi hariannya, menerima uang belanja bulanan dari suami, berbelanja kebutuhan keluarga, hingga mengelola keuangan dari lapak jualannya di platform online, ia sadar betul bahwa data pribadinya adalah sesuatu yang harus dijaga ketat.

Literasi yang ia miliki sebenarnya bukan ilmu istimewa pada masa kini. Amalia mengaku pesan-pesan edukasi tentang dunia perbankan kerap ia temui, baik dari aplikasi perbankan, media sosial, maupun saat bertransaksi di ATM, semua imbauan yang tidak sengaja dibaca itu perlahan membentuk kewaspadaannya.

"Saya sudah tahu, kalau ada yang telepon mengaku dari bank lalu minta nomor OTP, itu pasti penipuan. OTP itu tidak boleh dikasih ke siapa pun, sudah sering diingatkan," katanya.

Apa yang dialami Amalia mencerminkan hasil dari upaya edukasi yang konsisten dan berlapis yang tengah digencarkan oleh perbankan. Di tengah ancaman kejahatan siber yang terus berkembang, mulai dari phishing, penipuan berkedok hadiah, hingga modus social engineering yang kian canggih, perlindungan nasabah menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Contoh notifikasi resmi dari aplikasi BRImo yang terjamin keamanannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Contoh notifikasi resmi dari aplikasi BRImo yang terjamin keamanannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Regional CEO BRI Regional Office Bandung (Region 9), Dewi Hestiningrum S., menjelaskan bahwa BRI menjalankan kampanye "Perlindungan Data Nasabah" secara masif dan berkelanjutan di seluruh kanal, mulai dari aplikasi BRImo, media sosial, hingga ruang publik di kantor cabang.

"Kepercayaan nasabah adalah aset paling berharga. Karena itu, BRI menerapkan keamanan berlapis yang melekat di setiap produk kami," ujar Dewi dalam pernyataan resminya kepada ayobandung.id

Edukasi tidak hanya berhenti pada kanal digital. Seluruh jajaran insan Brilian, mulai dari Mantri, Relationship Manager, Front Liner, hingga Agen BRILink, difungsikan sebagai garda terdepan yang secara aktif mengingatkan nasabah saat bertransaksi.

"Edukasi yang dilakukan secara repetitif dan multi-kanal terbukti membangun kewaspadaan kolektif," tambah Dewi.

Pesan inti yang terus dikampanyekan pun terbilang sederhana namun krusial: jaga kerahasiaan Username, Password, PIN, dan kode OTP seperti menjaga kunci rumah sendiri. BRI menegaskan tidak akan pernah meminta data rahasia tersebut melalui kanal apa pun dan dengan alasan apa pun.

Dewi juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk segera melapor apabila menemui hal yang mencurigakan.

"Jika menerima pesan, telepon, atau tautan yang mencurigakan, segera abaikan dan laporkan ke call center resmi BRI di 1500017. Kewaspadaan satu detik bisa menyelamatkan tabungan seumur hidup," tegasnya.

Tantangan ke depan memang tidak ringan. Dewi mengakui bahwa menjaga keseimbangan antara akselerasi teknologi dan kesiapan literasi digital masyarakat menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar industri perbankan saat ini.

"Jika teknologi melaju jauh lebih cepat dari kesiapan penggunanya, risiko eksklusi dan penyalahgunaan justru meningkat. Percepatan inovasi harus selalu berjalan seiring dengan edukasi dan perlindungan nasabah yang setara intensitasnya," pungkasnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)