Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 10:38 WIB
Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Matahari belum terlalu tinggi ketika deretan anyaman daun kelapa mulai memenuhi sisi Jalan Gurame, Kota Bandung, Rabu 26 Mei 2026.

Di bawah pohon rindang di bahu jalanan dengan ngampar seadanya, tangan-tangan para pedagang terus bergerak menganyam janur menjadi bungkus ketupat.

Di lapak sederhana pinggir jalan itu, Ucup (40) duduk sambil menjaga tumpukan bungkus ketupat yang disusun rapi. Bagi dirinya, momen seperti ini bukan hal baru. Setiap tahun, menjelang Idulfitri dan Iduladha, ia kembali datang berjualan.

“Memang tiap tahun jualan begini. Pas Idulfitri sama Iduladha. Mulai ramai itu dari kemarin, saya sendiri sudah tiga hari jualan di sini,” kata Ucup.

Menariknya, bahan baku jualannya bukan berasal dari pasar atau pemasok besar. Daun kelapa yang ia gunakan datang dari pohonnya sendiri.

“Kalau saya mah karena punya pohon kelapa sendiri, jadi dimanfaatkan. Nganyam juga sendiri. Pokoknya bikin terus buat stok. Kalau tidak tidur ya bikin terus,” ujarnya sambil tertawa.

Dari anyaman kecil itulah rezeki musiman datang.

Dalam sehari, Ucup mengaku bisa membuat ratusan bungkus ketupat. Saat permintaan tinggi, jumlahnya bahkan bisa menembus seribu buah.

“Kalau lagi banyak, bisa 500 sampai 1.000. Yang beli biasanya ibu-ibu. Sekarang sih agak sepi dibanding kemarin, tapi tetap ada yang cari,” katanya.

Bungkus ketupat yang ia jual dibanderol Rp10 ribu per ikat. Meski terlihat sederhana, permintaan menjelang hari raya bisa berubah tak terduga.

Ucup bahkan punya cerita sendiri soal “demam ketupat” ketika stok mulai menipis.

“Pernah waktu barang tinggal sedikit, orang masih nyari terus. Sampai hampir Rp50 ribu juga pernah. Pas Idulfitri kemarin sempat Rp25 ribu per ikat karena sudah mepet banget ke hari raya. Orang tetap cari karena memang butuh,” katanya.

Baginya, alasan ketupat tetap dicari dari tahun ke tahun cukup sederhana.

“Ini sudah jadi ciri khas. Kalau enggak ada ketupat, rasanya kayak bukan hari raya.”

Tak jauh dari lapak Ucup, Rio (35), pedagang asal Cianjur, juga sedang sibuk menganyam daun kelapa.

Berbeda dengan pekerjaan hariannya sebagai petani, menjelang Iduladha rutinitas Rio berubah menjadi perajin bungkus ketupat dadakan di pinggir jalan.

“Kalau hari biasa saya bertani. Nah, pas musim begini jualan ketupat. Memang musiman, tiap Iduladha sama Idulfitri,” katanya.

Bungkus ketupat yang ia jual bukan hasil produksi pabrik atau pesanan massal. Semua dibuat sendiri, langsung di lokasi jualan.

“Nganyam sendiri. Kalau seharian penuh paling bisa bikin 300-an. Kalau cepat ya segitu. Bikin langsung di sini juga,” ujarnya.

Rio menyebut jualan ketupat bukan semata soal mencari tambahan penghasilan musiman. Ada tradisi yang ikut dibawa.

Menurutnya, ketupat sudah menjadi bagian dari budaya yang terus diwariskan.

“Ketupat itu sudah ciri khas. Dari dulu, dari orang tua sampai sekarang tetap ada. Makanya saya lanjut jualan juga. Orang masih nyari karena memang tradisi turun-temurun.”

Meski begitu, tahun ini ia merasa pembeli tidak seramai momentum sebelumnya.

“Tahun sekarang tidak terlalu ramai dibanding kemarin-kemarin. Tapi pembeli tetap ada. Kalau lagi ramai mah bisa jual sampai ribuan,” katanya.

Rio percaya, di tengah makanan praktis dan serba instan, banyak keluarga masih memilih membuat ketupat sendiri di rumah.

“Kebanyakan masih bikin sendiri. Makanya orang tetap beli bungkusnya.”

Bagi pembeli seperti Surani, membeli bungkus ketupat menjelang Iduladha bukan sekadar urusan pelengkap makanan. Ada tradisi keluarga yang ikut dijaga.

“Ini sudah rutin di rumah. Mau Iduladha ya beli ketupat buat keluarga. Soalnya ini memang ciri khas orang Sunda, tradisi dari dulu,” kata perempuan yang datang membeli bungkus ketupat itu.

Ia mengaku, suasana hari raya terasa kurang lengkap tanpa sajian ketupat di meja makan.

“Rasanya ada yang kurang kalau hari raya tanpa ketupat,” katanya.

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)