Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Matahari belum terlalu tinggi ketika deretan anyaman daun kelapa mulai memenuhi sisi Jalan Gurame, Kota Bandung, Rabu 26 Mei 2026.

Di bawah pohon rindang di bahu jalanan dengan ngampar seadanya, tangan-tangan para pedagang terus bergerak menganyam janur menjadi bungkus ketupat.

Di lapak sederhana pinggir jalan itu, Ucup (40) duduk sambil menjaga tumpukan bungkus ketupat yang disusun rapi. Bagi dirinya, momen seperti ini bukan hal baru. Setiap tahun, menjelang Idulfitri dan Iduladha, ia kembali datang berjualan.

“Memang tiap tahun jualan begini. Pas Idulfitri sama Iduladha. Mulai ramai itu dari kemarin, saya sendiri sudah tiga hari jualan di sini,” kata Ucup.

Menariknya, bahan baku jualannya bukan berasal dari pasar atau pemasok besar. Daun kelapa yang ia gunakan datang dari pohonnya sendiri.

“Kalau saya mah karena punya pohon kelapa sendiri, jadi dimanfaatkan. Nganyam juga sendiri. Pokoknya bikin terus buat stok. Kalau tidak tidur ya bikin terus,” ujarnya sambil tertawa.

Dari anyaman kecil itulah rezeki musiman datang.

Dalam sehari, Ucup mengaku bisa membuat ratusan bungkus ketupat. Saat permintaan tinggi, jumlahnya bahkan bisa menembus seribu buah.

“Kalau lagi banyak, bisa 500 sampai 1.000. Yang beli biasanya ibu-ibu. Sekarang sih agak sepi dibanding kemarin, tapi tetap ada yang cari,” katanya.

Bungkus ketupat yang ia jual dibanderol Rp10 ribu per ikat. Meski terlihat sederhana, permintaan menjelang hari raya bisa berubah tak terduga.

Ucup bahkan punya cerita sendiri soal “demam ketupat” ketika stok mulai menipis.

“Pernah waktu barang tinggal sedikit, orang masih nyari terus. Sampai hampir Rp50 ribu juga pernah. Pas Idulfitri kemarin sempat Rp25 ribu per ikat karena sudah mepet banget ke hari raya. Orang tetap cari karena memang butuh,” katanya.

Baginya, alasan ketupat tetap dicari dari tahun ke tahun cukup sederhana.

“Ini sudah jadi ciri khas. Kalau enggak ada ketupat, rasanya kayak bukan hari raya.”

Tak jauh dari lapak Ucup, Rio (35), pedagang asal Cianjur, juga sedang sibuk menganyam daun kelapa.

Berbeda dengan pekerjaan hariannya sebagai petani, menjelang Iduladha rutinitas Rio berubah menjadi perajin bungkus ketupat dadakan di pinggir jalan.

“Kalau hari biasa saya bertani. Nah, pas musim begini jualan ketupat. Memang musiman, tiap Iduladha sama Idulfitri,” katanya.

Bungkus ketupat yang ia jual bukan hasil produksi pabrik atau pesanan massal. Semua dibuat sendiri, langsung di lokasi jualan.

“Nganyam sendiri. Kalau seharian penuh paling bisa bikin 300-an. Kalau cepat ya segitu. Bikin langsung di sini juga,” ujarnya.

Rio menyebut jualan ketupat bukan semata soal mencari tambahan penghasilan musiman. Ada tradisi yang ikut dibawa.

Menurutnya, ketupat sudah menjadi bagian dari budaya yang terus diwariskan.

“Ketupat itu sudah ciri khas. Dari dulu, dari orang tua sampai sekarang tetap ada. Makanya saya lanjut jualan juga. Orang masih nyari karena memang tradisi turun-temurun.”

Meski begitu, tahun ini ia merasa pembeli tidak seramai momentum sebelumnya.

“Tahun sekarang tidak terlalu ramai dibanding kemarin-kemarin. Tapi pembeli tetap ada. Kalau lagi ramai mah bisa jual sampai ribuan,” katanya.

Rio percaya, di tengah makanan praktis dan serba instan, banyak keluarga masih memilih membuat ketupat sendiri di rumah.

“Kebanyakan masih bikin sendiri. Makanya orang tetap beli bungkusnya.”

Bagi pembeli seperti Surani, membeli bungkus ketupat menjelang Iduladha bukan sekadar urusan pelengkap makanan. Ada tradisi keluarga yang ikut dijaga.

“Ini sudah rutin di rumah. Mau Iduladha ya beli ketupat buat keluarga. Soalnya ini memang ciri khas orang Sunda, tradisi dari dulu,” kata perempuan yang datang membeli bungkus ketupat itu.

Ia mengaku, suasana hari raya terasa kurang lengkap tanpa sajian ketupat di meja makan.

“Rasanya ada yang kurang kalau hari raya tanpa ketupat,” katanya.

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.