Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan Minggu 11 Jan 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

AYOBANDUNG.ID - Warga Desa Cikuda, Kecamatan Pangalengan, April 1941, sedang tidak ingin ribut. Tetapi ribut datang sendiri lewat sebuah pintu rumah yang dibuka paksa. Barang-barang berpindah tangan tanpa salam, tanpa pamit, dan tanpa rasa bersalah. Pagi berikutnya, pemilik rumah mendapati kekosongan, lalu kabar itu berjalan keliling kampung seperti orang keliling yang tidak perlu dipanggil.

Siapa nama pelakunya tidak lama mengambang. Warga menyebutnya sambil mengangguk pelan, aparat menyebutnya sambil membuka ingatan lama. Soehali. Residivis. Bandit kambuhan. Nama yang tidak butuh pengantar. Begitu disebut, semua orang paham ke mana arah cerita ini akan dibawa.

Beberapa hari setelah pembobolan, Soehali ditangkap. Kantor berita De Preangerbode mencatatnya sebagai bagian dari rutinitas, bukan peristiwa istimewa. Dalam arsip kolonial, orang seperti Soehali lebih mirip entri berulang daripada tokoh. Namanya muncul, menghilang, lalu muncul lagi, selalu di kolom yang sama.

Baca Juga: Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Setelah penangkapan, urusan belum dianggap selesai. Soehali harus dibawa kembali ke Desa Cikuda untuk dihadapkan kepada lurah. Ini bukan soal keadilan, melainkan soal prosedur. Desa perlu melihat wajah pelakunya. Lurah perlu mencatat kehadirannya. Kertas perlu tanda tangan.

Pengawalan dilakukan dengan cara kampung yang sudah terlatih oleh kebiasaan. Kepala kampung Pataruman ikut serta, supaya urusan tampak sah dan berwibawa. Polisi desa mendampingi, cukup untuk memastikan Soehali tidak belok arah terlalu jauh. Semua berjalan kaki. Tidak tergesa-gesa. Tidak pula santai berlebihan.

Rombongan melewati jalan kampung yang sudah hafal langkah kaki. Tanah lembap, kebun di kiri kanan, udara yang tidak menawarkan apa pun selain rutinitas. Rute itu membawa mereka ke Jembatan Cisangkuy, sebuah jembatan yang selama ini hanya dipakai orang untuk menyeberang dan tidak pernah diberi peran lain.

Di bawah jembatan itu, Sungai Cisangkuy mengalir dengan reputasi sendiri. Airnya deras, warnanya keruh, dan arusnya tidak punya kebiasaan berhenti menunggu. Sungai ini bukan tempat orang berdiri lama-lama, tetapi Soehali tampaknya punya rencana kecil.

Di dekat jembatan, Soehali mengajukan permintaan. Izin sebentar. Ia ingin ke tepi sungai. Permintaan ini tidak memancing kecurigaan berlebihan. Kepala kampung ada di situ. Polisi desa ada di situ. Semua masih dalam jarak pandang. Izin diberikan.

Baca Juga: Hikayat Bandit Rusuh di Ciparay, Bikin Onar Tusuk dan Palak Warga Tionghoa

Soehali bergerak menuju sungai. Ia menuruni tepian. Air mengalir tidak jauh dari kakinya. Rombongan menunggu. Waktu berjalan. Tidak lama, tetapi cukup untuk terasa ganjil. Soehali tidak kembali. Polisi desa mulai bergerak, memeriksa sekitar, memanggil nama yang tidak dijawab.

Kesadaran muncul pelan-pelan, lalu mengeras. Soehali tidak sedang mengambil air. Ia tidak sedang menyelesaikan urusan kecil. Ia sedang pergi.

Pencarian dilakukan tanpa banyak pidato. Semua bergerak ke satu arah yang sama. Sungai Cisangkuy menjadi titik perhatian. Dari atas jembatan, arusnya diperhatikan lama, seolah air bisa diminta memberi tanda atau mengembalikan apa yang ditelannya. Tetapi sungai hanya mengalir, tenang di permukaan, licik di bawahnya.

Tepian disusuri perlahan. Semak-semak ditebas seadanya. Jalur kecil di sekitar sungai dicek satu per satu, termasuk titik titik yang dianggap masuk akal untuk orang bersembunyi atau terpeleset. Tidak ada teriakan nama. Tidak ada jawaban. Usaha ini berlangsung sampai sore, sampai cahaya mulai turun dan pencarian kehilangan alasan untuk diteruskan.

Soehali tidak ditemukan. Hari ditutup tanpa hasil. Aparat pulang dengan urusan yang belum selesai, sementara desa menyimpan cerita itu dalam diam. Orang orang menunggu kabar lanjutan tanpa tahu apa yang sebenarnya mereka harapkan.

Baca Juga: Hikayat Judi Rancaekek Zaman Kolonial, Warga Eropa dan Pribumi Kabur saat Digerebek Polisi

Keesokan paginya, kabar itu datang dari arah yang sama. Seorang anak menemukan mayat di tepi Sungai Cisangkuy. Tubuh itu basah, tidak rapi, dan tidak lagi bergerak. Warga berdatangan, mengerumuni dengan jarak yang ragu. Aparat desa kembali menjalankan perannya, kali ini bukan untuk mencari, melainkan memastikan bahwa pencarian memang telah berakhir.

Setelah diperiksa, tak ada lagi keraguan. Mayat itu adalah Soehali. Bandit kambuhan yang sehari sebelumnya masih berjalan di bawah pengawalan kini terbujur kaku. Dugaan kuat menyebutkan bahwa ia tewas tenggelam ketika berusaha menyeberangi sungai demi melarikan diri.

Tidak ada saksi mata yang melihat langsung detik-detik terakhir Soehali. Pers hanya menyajikan dugaan. Namun dari lokasi penemuan jenazah dan waktu yang berselang, kesimpulan itu terasa masuk akal. Soehali kemungkinan mencoba menyeberang, kehilangan pijakan, lalu terseret arus. Dalam kegelapan dan kepanikan, sungai menang.

Laporan menyebutkan penyebab kematian tanpa tambahan apa pun. Tenggelam. Soehali meninggal ketika mencoba menyeberangi Sungai Cisangkuy dalam usahanya melarikan diri. Air bekerja lebih cepat daripada semua rencana yang sudah disusun sejak penangkapan.

Baca Juga: Sejarah Pacuan Kuda Tegallega Bandung, Panggung Ratu Wilhelmina yang Jadi Sarang Judi dan Selingkuh Tuan Eropa

Sungai Cisangkuy bukan sungai kecil yang bisa disepelekan. Alirannya deras, terutama di musim tertentu. Airnya keruh, dasar sungainya licin, dan arusnya sering menipu mata. Bagi orang yang terbiasa, menyeberang mungkin bukan perkara sulit. Namun bagi seseorang yang tergesa, dikejar rasa takut, dan mungkin dibebani borgol atau pakaian berat, sungai bisa berubah menjadi perangkap maut.

Tag Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Mar 2026, 09:16

Air Lindih Menggenang di Jalan Pasar Gedebage, Warga Siap Laporkan ke Polda Jabar

Kondisi sampah di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, kembali dikeluhkan para pedagang pada pekan ini.

Satu sudut pasar Gedebage yang digenangi air lindih dari sampah. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 20:44

Berkah Caruluk

Orang tua dulu sering berpesan, “hirup téh kudu siga caruluk.” Jadilah manusia yang bermanfaat dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Penjual kolang kaling. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Tri Junari)
Bandung 10 Mar 2026, 20:44

Cerita Kimirai Fashion Menjemput Peluang di Tengah Semarak Pameran Menjelang Lebaran

UMKM yang berkesempatan untuk unjuk gigi dalam pameran adalah Kimirai, brand lokal fashion yang menyediakan berbagai jenis outfit lucu hingga busana muslim, dari usia remaja hingga dewasa.

UMKM yang berkesempatan untuk unjuk gigi dalam pameran adalah Kimirai, brand lokal fashion yang menyediakan berbagai jenis outfit lucu hingga busana muslim, dari usia remaja hingga dewasa. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 20:01

Dua Visi Keberlanjutan dalam Ibadah Ramadan

Ramadan menjadi ruang refleksi untuk memandang masa depan.

Seorang laki-laki sedang tilawah al-Qur'an. (Sumber: Pixabay)
Linimasa 10 Mar 2026, 18:55

Open Iftar Trafalgar Square, Buka Bersama Puasa Ramadan di Jantung London

Open Iftar di Trafalgar Square bermula dari tenda kecil mahasiswa SOAS dan kini menjadi tradisi buka puasa Ramadan terbesar di London.

Suasana Open Iftar di Trafalgar Square, London.
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 17:45

Piala Dunia 1986 Digelar Bersamaan dengan Bulan Ramadan

FIFA World Cup '86 yang digelar di Meksiko berbarengan dengan bulan suci Ramadan.

Halaman muka surat kabar terbitan Bandung, Gala dan Mandala yang menyoroti perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 16:13

Belanja atau Investasi? Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

THR dapat menjadi kesempatan tidak hanya merayakan Lebaran, tetapi juga memperkuat keuangan rumah tangga.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)
Sejarah 10 Mar 2026, 14:59

Sejarah Supersemar, Dokumen Kontroversial Fondasi 3 Dekade Kekuasaan Rezim Orde Baru

Supersemar 11 Maret 1966 menjadi dasar politik lahirnya Orde Baru dan awal kekuasaan Soeharto selama lebih dari tiga dekade.

Ilustrasi Supersemar, dokumen yang hingga kini keberadaannya kontroversial.
Beranda 10 Mar 2026, 12:47

Balap Lari Tengah Malam di Gudsel dan Ciumbuleuit, Cara Anak Muda Bandung Menunggu Sahur

Balap lari jalanan Gudsel Run Race di Gudang Selatan Bandung menjadi hiburan malam Ramadan bagi anak muda, menghadirkan lomba lari spontan yang ramai penonton hingga menjelang sahur.

Suasana balap lari jalanan di Jalan Gudang Selatan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 12:08

Ngabuburit Membaca Buku 'Ramadhan di Priangan'

Buku–buku sejarah Bandung karya sang kuncen Bandung bapak Haryoto Kunto.

Ramadhan di Priangan karya Haryoto Kunto. (Foto: Istimewa)
Linimasa 10 Mar 2026, 10:37

Menyoal Kebiasaan Melawan Arus di Rancaekek

Jalan Raya Bandung–Garut di Rancaekek kerap dipenuhi pengendara motor yang melawan arus. Selain membahayakan, kebiasaan ini dipicu jarak putaran kendaraan yang jauh serta minimnya pengawasan.

Para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Mar 2026, 09:29

Puasa Ramadan: Modal Spiritual Membangun Integritas

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga.

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 10 Mar 2026, 06:47

Generasi Muda Angkat Suara di Hari Perempuan Internasional: Ketimpangan Masih Nyata

Bagi sebagian dari mereka, peringatan IWD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk memahami dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.

Maura dan Nazwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 09 Mar 2026, 20:37

Demi Pemudik! Ayo Benahi Destinasi Wisata dan Kedai Kopi

Para pemudik libur lebaran sebagian besar menuju ke desa perlu disambut dengan pertunjukan budaya dan produk industri kreatif serta kuliner lokal.

Suasana destinasi ekowisata di Bukit Senyum, Kabupaten Bandung Barat, saat libur lebaran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Mar 2026, 19:13

Islam itu Agama yang Main Fisik (?): Bandung dan Kemarahan pada Kolonialisme

Agama ini memperlakukan manusia lain dengan adil, menolak penindasan, dan membebaskan mereka yang terjajah.

Bangunan Masjid Cipaganti zaman baheula. (Sumber: IBT Locale Techniek)
Linimasa 09 Mar 2026, 18:05

Sejarah Tarawih Kilat di Indonesia, Kontroversi Ibadah Ramadan yang Bertahan Lebih dari Seabad

Tarawih kilat di sebuah pesantren di Blitar telah berlangsung sejak 1907, dengan 23 rakaat yang selesai dalam sekitar 13 menit.

Tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam atau Pondok Mantenan, Blitar.
Bandung 09 Mar 2026, 18:00

Berburu Fashion Lebaran 2026, Intip Pesona Scarf Premium dan Essential Lotion dari âmes!

Lengkapi koleksi fashion Lebaran 2026 dengan scarf premium dan essential lotion dari brand âmes yang elegan serta multifungsi.

Lengkapi koleksi fashion Lebaran 2026 dengan scarf premium dan essential lotion dari brand âmes yang elegan serta multifungsi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 09 Mar 2026, 16:42

Merajut Asa di Persis Ramadhan Expo 2026: Saat Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Melebur Jadi Satu

Menjadi momentum inklusif, PERSIS Ramadhan Expo 2026 yang digelar pada 6–8 Maret 2026 menjadi panggung besar bagi kolaborasi tiga pilar utama yaitu dakwah, pendidikan, dan ekonomi.

Menjadi momentum inklusif, PERSIS Ramadhan Expo 2026 yang digelar pada 6–8 Maret 2026 menjadi panggung besar bagi kolaborasi tiga pilar utama yaitu dakwah, pendidikan, dan ekonomi.
Beranda 09 Mar 2026, 15:07

Dari Femisida hingga Hak Reproduksi: 110 Tuntutan Perempuan Disuarakan di Kota Bandung

Peringatan IWD 2026 di Bandung memunculkan 110 tuntutan terkait kekerasan gender, femisida, hak buruh perempuan, kesehatan reproduksi, dan kebebasan sipil.

Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 09 Mar 2026, 14:23

Sebelum Menjelajah Gunung, Ketahui Dulu Grade-nya

Jalur pendakian gunung memiliki tingkat kesulitan berbeda. Kenali grade gunung dari yang paling mudah hingga paling berat sebelum memulai pendakian.

Ilustrasi gunung. (Sumber: Freepik)