Demi Pemudik! Ayo Benahi Destinasi Wisata dan Kedai Kopi

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Senin 09 Mar 2026, 20:37 WIB
Suasana destinasi ekowisata di Bukit Senyum, Kabupaten Bandung Barat, saat libur lebaran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Suasana destinasi ekowisata di Bukit Senyum, Kabupaten Bandung Barat, saat libur lebaran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Peristiwa Mudik Akbar Lebaran 2026 sebentar lagi tiba. Pemerintah daerah perlu bersiap diri membenahi destinasi atau tujuan wisata di wilayahnya. Karena para pemudik tentunya kangen dengan destinasi wisata yang memiliki kenangan masa lalu. Pemerintah daerah perlu mempersiapkan kegiatan budaya dan basar lokal. Para pemudik yang sebagian besar menuju ke desa perlu disambut dengan pertunjukan budaya dan produk industri kreatif serta produk kuliner lokal.

Perlu mengenakan pakaian adat masing-masing sesuai dengan kreasi saat ini. Praktik baik menyambut pemudik lebaran juga bisa berupa penyajian makanan tradisional. Masih banyak praktik baik berbudaya yang perlu ditampilkan dalam liburan Hari Raya Idul Fitri. Seperti membenahi tempat-tempat yang memiliki tradisi khas, kearifan lokal dan nilai sejarah.

Jangan sampai kondisi destinasi wisata, terutama ekowisata yang merupakan keindahan dan keunikan alam mengandung mara bahaya yang bisa mencelakai pemudik. Destinasi wisata perlu dilengkapi dengan bazar atau pameran yang berupa kedai kopi yang juga menjajakan industri khas daerah seperti makanan tradisional dan hasil kerajinan lokal.

Pemerintah daerah perlu serius membenahi destinasi wisata dan kedai kopi. Kedai kopi atau bisa saja berupa warung tradisional tentunya sangat diminati oleh para pemudik yang mencari jenis makanan khas yang memiliki cita rasa masa lalu yang masih menempel di lidahnya. Perlu mencegah kedai yang mematok harga seenaknya sendiri alias mencekik dompet pemudik. Karena modus ini bisa mencoreng nama daerah dan bikin kapok.

Perlu mitigasi atau antisipasi terkait dengan potensi atau ancaman bencana alam dan kondisi darurat infrastruktur jalan, jembatan dan tempat wisata.

Perlu jalur alternatif yang bisa memecah tumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Dinas Pariwisata daerah perlu membuat layanan pariwisata dan ekonomi kreatif, menampilkan musik-musik tradisional untuk para pemudik yang mungkin kelelahan, butuh refreshing.

Jumlah pengunjung destinasi pariwisata yang biasanya membludak saat libur lebaran mesti disertai dengan persiapan dan antisipasi oleh pengelola destinasi agar tidak terjadi kecelakaan dan hal-hal buruk lainnya. Biasanya setelah melakukan sholat Idul Fitri dan melakukan silaturahmi dengan kerabat di kampung halaman, para pemudik mengunjungi obyek wisata. Para pemudik yang kebanyakan berasal dari kota besar cenderung mencari objek wisata yang lebih bernuansa alami dan belanja tradisional.

Pola kunjungan para wisatawan pemudik akan menuju ke obyek ekowisata yang ada di daerah. Saat para pemudik berkunjung sebaiknya disertai dengan mitigasi yang baik untuk penanggulangan bencana. Mengingat banyak destinasi pariwisata secara geografis terletak pada kawasan yang rentan bencana alam. Selain itu infrastruktur jalan menuju destinasi juga masih banyak yang kurang layak.

Para pengelola obyek ekowisata harus semakin kreatif dan inovatif dalam menarik para pemudik lebaran. Perlu fokus untuk membenahi ekowisata berbasis masyarakat yang merupakan usaha ekowisata yang menitikberatkan peran aktif komunitas. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja lewat jasa pemandu, penyedia transportasi, homestay, menjual kerajinan, dan sebagainya.

Para pengelola obyek ekowisata sebaiknya memperluas basis pramuwisata. Untuk itulah seluruh elemen masyarakat diarahkan agar mampu berperan sebagai pramuwisata secara baik yang berwawasan kelestarian lingkungan. Seperti mengarahkan para wisatawan untuk bijak dalam memilih souvenir. Perlu diperhatikan material apa yang digunakan untuk souvenir itu. Karena tidak sedikit suvenir yang mengambil bagian tubuh hewan untuk dijadikan cinderamata, seperti misalnya kura-kura atau penyu yang diawetkan. Hal itulah yang bisa mencederai hakekat ekowisata.

Ilustrasi kedai kopi yang memadukan konsep alam terbuka dengan desain modern rustic yang didominasi unsur kayu dan kaca. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Syifa Nur Fauziah)
Ilustrasi kedai kopi yang memadukan konsep alam terbuka dengan desain modern rustic yang didominasi unsur kayu dan kaca. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Syifa Nur Fauziah)

Kedai Kopi Perlu Kolaborasi Kreatif

Menyambut pemudik libur lebaran, pemilik usaha kedai kopi atau warung-warung bernuansa tradisional perlu berkolaborasi yang kreatif. Kedai kopi yang jumlahnya cukup banyak hingga ke desa-desa yang digeluti oleh pemuda sebaiknya memanfaatkan momentum liburan hari raya.

Perlu kolaborasi kreatif antar kedai kopi dan lingkungannya agar gaya hidup mengkonsumsi kopi lebih asyik.Model pengelolaan usaha kedai kopi baik yang tradisional maupun yang disebut sebagai warkop milenial atau kekinian memiliki keunikan yang karakteristiknya hampir sama. Antara lain memberikan fasilitas koneksi internet secara gratis sebagai salah satu strategi menarik pengunjung, serta sajian musik yang digemari sebagian besar pengunjung, atau tambahan sarana untuk karaoke.

Dari segi penataan ruang antara kedai kopi tradisional dengan kedai milenial tentu berbeda. Kedai tradisional mampu menampung maksimal 5-10 pengunjung. Sedangkan warkop milenial memiliki ruang cukup luas dengan bangku yang ditata selonggar mungkin, didesain dengan hiasan yang artistik, dan memiliki variasi menu makanan pendamping yang sudah dikembangkan. Bahkan menu-menu yang diadaptasi dari beberapa masakan luar negeri.Warkop milenial juga memiliki fungsi bukan sekedar tempat mampir minum kopi dan nongkrong, tetapi juga digunakan sebagai tempat pertemuan, rapat, dan ulang tahun.

Di Kota Bandung sejarah tentang kedai kopi dapat ditelusuri dengan keberadaan penjualan biji kopi di Kopi Aroma yang eksis sejak tahun 1930 dimiliki oleh Tan Houw Sian dan penjualan kopi di Maison Bogerijen, kini Braga Permai yang eksis tahun 1918. Selain itu, ada pula Het Snoephuis atau sumber Hidangan yang eksis tahun 1929 di Jalan Braga. Ada lagi Warung Kopi Purnama yang terkenal legendaris di Jalan Alkateri yang didirikan pada tahun 1930.

Kedai kopi yang menjamur saat ini memiliki cara penyajian yang bermacam-macam sesuai perkembangan zaman.  Untuk sektor kuliner, di tahun 2022 Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung telah memberikan sertifikasi sebanyak 220 pada pelaku usaha kuliner di Kota Bandung khususnya pada usaha kuliner Industri Kecil Menengah (IKM).

Terkait dengan melonjaknya jumlah kedai kopi di Kota Bandung, pihak pemkot perlu memberikan insentif permodalan dan pembinaan usaha sesuai dengan perkembangan teknologi. Sehingga proses kreatif di kedai kopi bisa berjalan dengan baik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat bisnis kedai kopi selalu bertambah dari tahun ke tahun dengan lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan dan diprediksi akan terus tumbuh.

Kondisi ekonomi nasional yang diwarnai dengan merosotnya daya beli ternyata belum terpengaruh terhadap omset penjualan kedai kopi di kota Bandung. Sebagian besar pemilik kedai kopi mengambil keputusan berdasarkan intuisi atau persepsi terhadap lingkungan bisnis. Demikian pula dalam proses pengambilan keputusan strategis, pengelola kedai kopi seringkali tanpa melalui perencanaan yang terstruktur, tidak mengembangkan sebuah perencanaan formal dan terhanyut dalam situasi yang ada dan relatif mengikuti mode serta pemenuhan kebutuhan pasarnya.

Kedai kopi biasa dipakai tempat berkumpulnya remaja, hingga orang tua yang ada hampir di setiap perumahan. Tren konsumsi kopi di kalangan kaum muda berpotensi besar meningkatkan jumlah konsumsi kopi di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh data yang bersumber dari International Coffee Organization (ICO) yang menunjukkan adanya tren kenaikan konsumsi kopi di Indonesia secara signifikan.

Baca Juga: Lebaran Mudik ke Diri

Sejak 2015 ICO merilis data pertumbuhan jumlah peminum kopi di Indonesia, yaitu sebesar 8 persen lebih besar daripada pertumbuhan dunia yang hanya mencapai 6 persen. Selaras dengan ICO, data Hasil Proyeksi Konsumsi Kopi di Indonesia yang dirilis oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menunjukkan terjadinya peningkatan konsumsi kopi nasional selama 4 tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan konsumsi kopi nasional mencapai angka 2,49 persen.

Apabila melihat data peningkatan konsumsi kopi tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa bisnis kedai kopi merupakan bisnis yang memiliki prospek yang baik ke depannya. Sehingga perlu menginovasikan model bisnisnya agar dapat menarik para konsumen.

Inovasi pada kedai kopi sebaiknya disertai dengan melakukan strategi kolaborasi kreatif. Karena portofolio usaha kedai kopi di masa mendatang semakin mengalami irisan dengan industri kreatif, travel dan sosial media untuk penetrasi pasar. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 27 Apr 2026, 16:22

Wisata Curug Cipanas Lembang dan Daya Tariknya, dari Kolam Hangat hingga Camping

Curug Cipanas Lembang menawarkan air terjun hangat alami dengan kolam berundak, cocok untuk relaksasi di udara sejuk pegunungan.

Curug Cipanas Nagrak, Lembang. (Sumber: Ayonetizen | Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Bandung 27 Apr 2026, 16:21

Strategi Batik Kina Menembus Pasar Global, Inovasi Motif Heritage Tanpa Merusak Ekosistem

Batik Kina bukan sekadar bisnis UMKM biasa, melainkan sebuah gerakan inovasi yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan kemajuan teknologi tekstil.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 27 Apr 2026, 15:38

Menghidupkan Heritage Commodity, Cara Rakha Wahyu Menyelamatkan Sejarah Pohon Kina Lewat Sehelai Kain Batik

Jawa Barat, khususnya Bandung, pernah menjadi pusat Kina dunia sejak 1845, namun seiring waktu, kejayaan itu luntur dan pohonnya kian langka.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Komunitas 27 Apr 2026, 15:27

Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Komunitas DuduluRun meramaikan Kiara Artha Park dengan lari malam. Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini jadi cara anak muda menjaga kesehatan fisik, mental, dan konsistensi hidup.

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 13:22

Gedung Sate Rapi di Depan, Kacau di Belakang?

Selama pembangunan berfokus pada yang tampak di depan, Bandung belum benar-benar berubah.

Spanduk dari Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat dipasang di pagar Gedung Sate, Senin 21 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ikon 27 Apr 2026, 12:08

Sejarah Waduk Jatigede Sumedang, Proyek Warisan Kolonial yang Tenggelamkan 28 Desa

Dirancang sejak kolonial, Waduk Jatigede baru terwujud pada 2015, membawa manfaat besar sekaligus memicu relokasi warga dan hilangnya warisan budaya

Waduk Jatigede, Sumedang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 11:31

Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata.

buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 09:40

Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung.

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 27 Apr 2026, 08:49

Ambisi Transisi Energi Belum Menyentuh Akar Masalah, Warga Sekitar PLTU Tetap Menanggung Beban Lingkungan

Warga sekitar PLTU masih menanggung dampak lingkungan dan sosial, sementara kebijakan transisi energi dinilai belum menyentuh perlindungan dan keadilan di tingkat tapak.

Suasana diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi Multi Pihak” di Kota Bandung, Minggu (26/4), yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pakar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 08:00

Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis

Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.

Aa Akil anak kedua dan Kakang anak ketiga asyik membaca buku, Ahad (26/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Linimasa 26 Apr 2026, 20:21

Melawan Lupa Sesar Lembang Lewat Festival Ngabandungan Bandung

Festival Ngabandungan Bandung hadirkan edukasi mitigasi Sesar Lembang lewat seni imersif dan pendekatan budaya.

Festival Ngabandungan Bandung di Balaikota Bandung, Minggu, 26 April 2026. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 16:36

Jika Masuknya Curang, Jangan Harap Ilmunya Jujur

UTBK yang seharusnya menjadi tolak ukur kemampuan, justru berubah menjadi ruang yang menunjukkan bahwa ambisi untuk “lolos”, sering kali lebih diutamakan daripada kejujuran dalam prosesnya.

Ruang ujian bukan hanya soal soal dan jawaban, tapi juga tentang sejauh mana integritas diuji. (Sumber: UPN VETERAN JAWA TIMUR | Foto: UPN HUMAS)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 14:43

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Pembahasan pesawat listrik AAM di UBSI Sukabumi jadi sorotan, dinilai berpotensi jadi solusi transportasi masa depan untuk konektivitas dan logistik di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.
Wisata & Kuliner 26 Apr 2026, 13:58

7 Jajanan Kue Tradisional yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kue tradisional seperti putu, pancong, surabi, hingga ketan bakar yang paling nikmat disantap saat cuaca dingin.

Pisang goreng. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 13:03

Sudut Kecil ala Jepang ‘Haha Kohi’ di Bandung

Haha Kohi beroperasi mulai jam 8 pagi sampai 6 sore, jadi kamu bisa menyesuaikan jadwal datang sesuai selera dan kebutuhan.

Cafe ala Jepang cocok untuk nongkrong bersama teman, atau pasangan, spot foto yang aestetik dan instragramable. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arini Nabila Ramadhani)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 12:00

Urbanisasi Humanis ala Shenzhen

Best pactice pengelolaan urbanisasi ala Shenzhen, China yang berhasil menjadikan pendatang sebagai aset, bukan sebagai beban

Shenzhen, China. (Sumber: wikimedia.org)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 10:49

Bandung Tahun 80-an: Saat Angkot dan DAMRI Jadi Cerita

Dulu, perjalanan bukan sekadar berpindah  tempat. Ia adalah ruang perjumpaan dengan teman, dengan orang asing, bahkan dengan diri sendiri.

Ilustrasi angkutan kota dan bus DAMRI di tahun 80-an. (Sumber: Ilustrasi gambar hasil dari AI)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 09:34

Bosscha Lembang dan Jejak Astronomi Indonesia

Bosscha Observatory Lembang, sebagai ruang ilmu pengetahuan dan penelitian astronomi.

Di tengah wisata Lembang, Bosscha Observatory hadir sebagai ruang ilmu pengetahuan. (Sumber: Institut Teknologi Bandung (ITB))
Beranda 25 Apr 2026, 18:58

Merawat Ingatan di Tanah Pasundan, Alasan Warga Tetap Tegak dalam Aksi Kamisan Bandung

12 tahun konsisten, Aksi Kamisan Bandung tetap jadi ruang bagi warga untuk merawat ingatan kolektif dan menyuarakan ketidakadilan lewat payung hitam yang tak pernah lelah membentang.

Memasuki tahun ke-12, Aksi Kamisan Bandung terus menjaga konsisten menyampaikan aspirasi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Ahmad Nazar)