Demi Pemudik! Ayo Benahi Destinasi Wisata dan Kedai Kopi

6 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Suasana destinasi ekowisata di Bukit Senyum, Kabupaten Bandung Barat, saat libur lebaran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Suasana destinasi ekowisata di Bukit Senyum, Kabupaten Bandung Barat, saat libur lebaran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Peristiwa Mudik Akbar Lebaran 2026 sebentar lagi tiba. Pemerintah daerah perlu bersiap diri membenahi destinasi atau tujuan wisata di wilayahnya. Karena para pemudik tentunya kangen dengan destinasi wisata yang memiliki kenangan masa lalu. Pemerintah daerah perlu mempersiapkan kegiatan budaya dan basar lokal. Para pemudik yang sebagian besar menuju ke desa perlu disambut dengan pertunjukan budaya dan produk industri kreatif serta produk kuliner lokal.

Perlu mengenakan pakaian adat masing-masing sesuai dengan kreasi saat ini. Praktik baik menyambut pemudik lebaran juga bisa berupa penyajian makanan tradisional. Masih banyak praktik baik berbudaya yang perlu ditampilkan dalam liburan Hari Raya Idul Fitri. Seperti membenahi tempat-tempat yang memiliki tradisi khas, kearifan lokal dan nilai sejarah.

Jangan sampai kondisi destinasi wisata, terutama ekowisata yang merupakan keindahan dan keunikan alam mengandung mara bahaya yang bisa mencelakai pemudik. Destinasi wisata perlu dilengkapi dengan bazar atau pameran yang berupa kedai kopi yang juga menjajakan industri khas daerah seperti makanan tradisional dan hasil kerajinan lokal.

Pemerintah daerah perlu serius membenahi destinasi wisata dan kedai kopi. Kedai kopi atau bisa saja berupa warung tradisional tentunya sangat diminati oleh para pemudik yang mencari jenis makanan khas yang memiliki cita rasa masa lalu yang masih menempel di lidahnya. Perlu mencegah kedai yang mematok harga seenaknya sendiri alias mencekik dompet pemudik. Karena modus ini bisa mencoreng nama daerah dan bikin kapok.

Perlu mitigasi atau antisipasi terkait dengan potensi atau ancaman bencana alam dan kondisi darurat infrastruktur jalan, jembatan dan tempat wisata.

Perlu jalur alternatif yang bisa memecah tumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Dinas Pariwisata daerah perlu membuat layanan pariwisata dan ekonomi kreatif, menampilkan musik-musik tradisional untuk para pemudik yang mungkin kelelahan, butuh refreshing.

Jumlah pengunjung destinasi pariwisata yang biasanya membludak saat libur lebaran mesti disertai dengan persiapan dan antisipasi oleh pengelola destinasi agar tidak terjadi kecelakaan dan hal-hal buruk lainnya. Biasanya setelah melakukan sholat Idul Fitri dan melakukan silaturahmi dengan kerabat di kampung halaman, para pemudik mengunjungi obyek wisata. Para pemudik yang kebanyakan berasal dari kota besar cenderung mencari objek wisata yang lebih bernuansa alami dan belanja tradisional.

Pola kunjungan para wisatawan pemudik akan menuju ke obyek ekowisata yang ada di daerah. Saat para pemudik berkunjung sebaiknya disertai dengan mitigasi yang baik untuk penanggulangan bencana. Mengingat banyak destinasi pariwisata secara geografis terletak pada kawasan yang rentan bencana alam. Selain itu infrastruktur jalan menuju destinasi juga masih banyak yang kurang layak.

Para pengelola obyek ekowisata harus semakin kreatif dan inovatif dalam menarik para pemudik lebaran. Perlu fokus untuk membenahi ekowisata berbasis masyarakat yang merupakan usaha ekowisata yang menitikberatkan peran aktif komunitas. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja lewat jasa pemandu, penyedia transportasi, homestay, menjual kerajinan, dan sebagainya.

Para pengelola obyek ekowisata sebaiknya memperluas basis pramuwisata. Untuk itulah seluruh elemen masyarakat diarahkan agar mampu berperan sebagai pramuwisata secara baik yang berwawasan kelestarian lingkungan. Seperti mengarahkan para wisatawan untuk bijak dalam memilih souvenir. Perlu diperhatikan material apa yang digunakan untuk souvenir itu. Karena tidak sedikit suvenir yang mengambil bagian tubuh hewan untuk dijadikan cinderamata, seperti misalnya kura-kura atau penyu yang diawetkan. Hal itulah yang bisa mencederai hakekat ekowisata.

Ilustrasi kedai kopi yang memadukan konsep alam terbuka dengan desain modern rustic yang didominasi unsur kayu dan kaca. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Syifa Nur Fauziah)
Ilustrasi kedai kopi yang memadukan konsep alam terbuka dengan desain modern rustic yang didominasi unsur kayu dan kaca. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Syifa Nur Fauziah)

Kedai Kopi Perlu Kolaborasi Kreatif

Menyambut pemudik libur lebaran, pemilik usaha kedai kopi atau warung-warung bernuansa tradisional perlu berkolaborasi yang kreatif. Kedai kopi yang jumlahnya cukup banyak hingga ke desa-desa yang digeluti oleh pemuda sebaiknya memanfaatkan momentum liburan hari raya.

Perlu kolaborasi kreatif antar kedai kopi dan lingkungannya agar gaya hidup mengkonsumsi kopi lebih asyik.Model pengelolaan usaha kedai kopi baik yang tradisional maupun yang disebut sebagai warkop milenial atau kekinian memiliki keunikan yang karakteristiknya hampir sama. Antara lain memberikan fasilitas koneksi internet secara gratis sebagai salah satu strategi menarik pengunjung, serta sajian musik yang digemari sebagian besar pengunjung, atau tambahan sarana untuk karaoke.

Dari segi penataan ruang antara kedai kopi tradisional dengan kedai milenial tentu berbeda. Kedai tradisional mampu menampung maksimal 5-10 pengunjung. Sedangkan warkop milenial memiliki ruang cukup luas dengan bangku yang ditata selonggar mungkin, didesain dengan hiasan yang artistik, dan memiliki variasi menu makanan pendamping yang sudah dikembangkan. Bahkan menu-menu yang diadaptasi dari beberapa masakan luar negeri.Warkop milenial juga memiliki fungsi bukan sekedar tempat mampir minum kopi dan nongkrong, tetapi juga digunakan sebagai tempat pertemuan, rapat, dan ulang tahun.

Di Kota Bandung sejarah tentang kedai kopi dapat ditelusuri dengan keberadaan penjualan biji kopi di Kopi Aroma yang eksis sejak tahun 1930 dimiliki oleh Tan Houw Sian dan penjualan kopi di Maison Bogerijen, kini Braga Permai yang eksis tahun 1918. Selain itu, ada pula Het Snoephuis atau sumber Hidangan yang eksis tahun 1929 di Jalan Braga. Ada lagi Warung Kopi Purnama yang terkenal legendaris di Jalan Alkateri yang didirikan pada tahun 1930.

Kedai kopi yang menjamur saat ini memiliki cara penyajian yang bermacam-macam sesuai perkembangan zaman.  Untuk sektor kuliner, di tahun 2022 Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung telah memberikan sertifikasi sebanyak 220 pada pelaku usaha kuliner di Kota Bandung khususnya pada usaha kuliner Industri Kecil Menengah (IKM).

Terkait dengan melonjaknya jumlah kedai kopi di Kota Bandung, pihak pemkot perlu memberikan insentif permodalan dan pembinaan usaha sesuai dengan perkembangan teknologi. Sehingga proses kreatif di kedai kopi bisa berjalan dengan baik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat bisnis kedai kopi selalu bertambah dari tahun ke tahun dengan lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan dan diprediksi akan terus tumbuh.

Kondisi ekonomi nasional yang diwarnai dengan merosotnya daya beli ternyata belum terpengaruh terhadap omset penjualan kedai kopi di kota Bandung. Sebagian besar pemilik kedai kopi mengambil keputusan berdasarkan intuisi atau persepsi terhadap lingkungan bisnis. Demikian pula dalam proses pengambilan keputusan strategis, pengelola kedai kopi seringkali tanpa melalui perencanaan yang terstruktur, tidak mengembangkan sebuah perencanaan formal dan terhanyut dalam situasi yang ada dan relatif mengikuti mode serta pemenuhan kebutuhan pasarnya.

Kedai kopi biasa dipakai tempat berkumpulnya remaja, hingga orang tua yang ada hampir di setiap perumahan. Tren konsumsi kopi di kalangan kaum muda berpotensi besar meningkatkan jumlah konsumsi kopi di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh data yang bersumber dari International Coffee Organization (ICO) yang menunjukkan adanya tren kenaikan konsumsi kopi di Indonesia secara signifikan.

Baca Juga: Lebaran Mudik ke Diri

Sejak 2015 ICO merilis data pertumbuhan jumlah peminum kopi di Indonesia, yaitu sebesar 8 persen lebih besar daripada pertumbuhan dunia yang hanya mencapai 6 persen. Selaras dengan ICO, data Hasil Proyeksi Konsumsi Kopi di Indonesia yang dirilis oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menunjukkan terjadinya peningkatan konsumsi kopi nasional selama 4 tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan konsumsi kopi nasional mencapai angka 2,49 persen.

Apabila melihat data peningkatan konsumsi kopi tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa bisnis kedai kopi merupakan bisnis yang memiliki prospek yang baik ke depannya. Sehingga perlu menginovasikan model bisnisnya agar dapat menarik para konsumen.

Inovasi pada kedai kopi sebaiknya disertai dengan melakukan strategi kolaborasi kreatif. Karena portofolio usaha kedai kopi di masa mendatang semakin mengalami irisan dengan industri kreatif, travel dan sosial media untuk penetrasi pasar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)