Lebaran Mudik ke Diri

2 menit baca
Matdon
Ditulis oleh Matdon diterbitkan
Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Salah satu tujuan puasa wajib di Bulan Ramadhan adalah agar manusia beriman bisa menjadi orang yang bertakwa, artinya – diiaharapkan manusia menjadi bageur, cageur tur bener. Sebab banyak orang beriman tingkah lakunya tida benar, artinya ia belum tattaqun. (baca QS. Albaqoroh;183)

Maka, Allah menyediakan yang namanya hari raya idul Fitri atau istilah bahasa indonesia lebaran. Di hari inilah manusia kembali menjadi suci setelah sebulan digojlok dengan puasa. Di hari inilah manusia akan terlihat apakah puasa berhasil merubah manusia bisa mudik ke diri sendiri atau tidak. Lebaran menjadi muara kesadaran manusia atas eegala kekurangannya.

Lebaran, bisanya secara social dipakai untuk mudik ke kampung halaman – berrkumpul bersama keluarga, untuk saling melepas kangen, saling memaapkan dan biasanya juga untuk pamer keberhasialn seseorang.

Sebetulnya ada yang lebh penting dari sekedar mudik fisik, ialah mudik

ke diri, sebuah konsep yang mengandung makna spiritual dan reflektif, di luar sekadar perjalanan fisik pulang ke kampung halaman, kembali kepada diri sendiri dengan penuh kesadaran dan introspeksi.

Mudik ke diri pertanda pentingnya lebaran sebagai waktu untuk menyendiri dan melakukan refleksi diri. Secara spiritual, mudik ke diri mengajak individu untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk menenangkan hati, memperbaiki diri, dan menyadari kembali nilai-nilai hidup yang mungkin terlupakan selama rutinitas sehari-hari.

Mudik secara psikologis

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Perjalanan mudik ke diri berkaitan dengan kebutuhan psikologis dan kebatinan, di mana seseorang merindukan ketenangan, kedamaian, dan keutuhan diri. Dalam konteks ini, Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup, mengampuni diri sendiri dan orang lain, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Ini sejalan dengan konsep nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang dan damai) dalam ajaran Islam, yang menggambarkan keadaan hati yang patuh dan berserah diri kepada Allah.

Mke diri merupakan proses self-rediscovery, mengenali kembali kekuatan, kelemahan, serta tujuan hidup. Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan modern, momen ini menjadi peluang untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi diri, dan memperbarui niat serta komitmen spiritual maupun pribadi. Dengan demikian, perjalanan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mendalam secara emosional dan spiritual.

Inilah konsep Lalalakum tattaqun yang mengajak setiap individu untuk melakukan perjalanan batin selama momentum Lebaran. Saatnya untuk introspeksi, memperkuat hubungan spiritual, dan memperbaiki diri agar kembali ke kehidupan sehari-hari dengan hati yang lebih tenang, bersyukur, dan penuh makna.

Jadi, Lebaran tidak hanya menjadi ajang berkumpul secara fisik, tetapi juga menjadi momen transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)