Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

6 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)

Kawasan Bandung Raya secara geografis dikelilingi oleh potensi kebencanaan geologi yang nyata dan patut diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Keindahan lanskap alam yang memikat di wilayah ini ternyata menyimpan ancaman besar dari keberadaan gunung berapi aktif serta jalur sesar aktif. Keduanya terus mengintai dan siap memicu gempa bumi maupun erupsi dahsyat.

Ancaman utama datang dari aktivitas Gunung Tangkubanparahu yang berada di Utara dan Sesar Lembang yang membentang di sepanjang kawasan pemukiman padat. Sesar aktif ini memiliki potensi pergeseran tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur skala besar. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai karakteristik ancaman tektonik dan vulkanik ini menjadi sangat krusial bagi warga.

Melalui artikel ini, kita akan membedah secara runtut peta risiko, dampak potensial dan langkah mitigasi yang harus dipersiapkan sejak dini. Meningkatkan kesiapsiagaan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban bersama demi keselamatan jiwa. Mari bangun kesadaran mitigasi yang kuat guna mewujudkan ketangguhan bencana di masa depan yang serba tidak pasti.

Ancaman Gunung Berapi Aktif

Gunung Tangkubanparahu, berada di dekat kawasan Bandung Utara dan menjadi salah satu gunung api aktif yang dipantau secara berkala. Terdapat pula ancaman dari aktivitas gunung berapi aktif di Jawa Barat seperti Gunung Guntur dan Gunung Papandayan di Kabupaten Garut dan Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya.

Bandung Raya secara geologis dikelilingi oleh jajaran gunung berapi, baik yang masih aktif (Tipe A/B) maupun yang sudah nonaktif (purba). Berdasarkan berbagai data literatur geologi, berikut adalah daftar gunung berapi utama di wilayah cekungan Bandung Raya:

Gunung Berapi Aktif (Tipe A)

Gunung berapi tipe ini memiliki catatan sejarah erupsi sejak tahun 1600.

Gunung Tangkubanparahu (2.084 mdpl), terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Gunung berbentuk stratovolcano ini merupakan salah satu gunung api paling aktif di Jawa Barat yang memiliki banyak kawah populer, seperti:

  • Kawah Ratu, kawah terbesar dan utama yang berbentuk seperti mangkuk raksasa sedalam 500 meter. Kawah ini paling mudah diakses pengunjung dari area parkir.

  • Kawah Upas, kawah yang berada di sebelah Barat Kawah Ratu dengan pelataran yang luas dan pemandangan eksotis.

  • Kawah Domas, kawah yang terkenal dengan sumber air panas dan kolam lumpur belerang tempat pengunjung bisa berendam.

  • Kawah Baru, kawah tambahan yang juga menjadi salah satu titik pemandangan di kawasan wisata.

  • Kawah-kawah lainnya: Kawah Pangguyanganbadak, Kawah Badak, Kawah Ecoma, Kawah Jurig dan Kawah Siluman.

Gunung Berapi Aktif/Istirahat (Tipe B)

Gunung berapi tipe ini tidak memiliki catatan erupsi magmatik sejak tahun 1600, namun masih menunjukkan gejala aktivitas vulkanik (seperti solfatara atau fumarola).

  • Gunung Patuha (2.434 mdpl), terletak di Kecamatan Rancabali dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Gunung ini terkenal dengan kawah eksotisnya, yaitu Kawah Putih.

  • Gunung Wayang (2.198 mdpl) dan Gunung Windu (2.182 mdpl), terletak di kawasanKecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kawasan di sekitar gunung ini kaya akan manifestasi panas bumi (geothermal).

  • Gunung Kamojang (1.730 mdpl), terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, terkenal dengan area wisatanya serta pemanfaatan uap alam sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 3 Junni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 3 Junni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Gunung Berapi Nonaktif/Purba

Gunung berapi ini sudah tidak aktif lagi, namun struktur geologinya terbentuk akibat aktivitas vulkanisme pada masa lampau.

  • Gunung Sunda, merupakan gunung api raksasa purba yang menjadi induk dari jajaran gunung di Bandung Utara, yang terletak di daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta. Letusan dahsyatnya pada masa prasejarah meruntuhkan tubuhnya sendiri dan membentuk Kaldera Sunda yang kemudian melahirkan Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Burangrang. Gunung Sunda yang ada pada saat ini bersama dengan Gunung Tangkubanparahu, Gunung Burangrang dan Gunung Bukit Tunggul merupakan sisa dari Gunung Sunda Purba.

  • Gunung Malabar (2.343 mdpl), merupakan kompleks pegunungan berapi raksasa yang sudah nonaktif di wilayah Bandung Selatan (Pangalengan). Puncaknya meliputi Puncak Besar, Gunung Puntang dan Gunung Haruman.

  • Gunung Bukit Tunggul (2.223 mdpl), merupakan titik tertinggi dari sisa-sisa Gunung Sunda purba di bagian Timur.

  • Gunung Burangrang (2.050 mdpl), merupakan sisa tubuh dari hasil runtuhnya Gunung Sunda purba di bagian Barat.

  • Gunung Manglayang (1.818 mdpl), merupakan unung berapi kerucut nonaktif yang berdiri di antara wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Ancaman Sesar Aktif

  • Sesar Lembang, patahan geser sepanjang kurang lebih 29 kilometer ini membentang dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Laju pergeserannya sekitar 1–6 mm per tahun. Sesar ini menyimpan potensi gempa bumi dengan magnitudo antara 6,5 hingga 7,0.  Kondisi tanah Cekungan Bandung, endapan bekas danau purba di wilayah ini dapat memperkuat getaran guncangan gempa. Padat penduduk. lebih dari 8 hingga 9 juta jiwa tinggal di kawasan metropolitan Bandung yang dekat dengan jalur sesar, sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan sangat penting.

  • Sesar Cicalengka, terletak di bagian Tengah hingga Timur Cekungan Bandung. Sesar lokal yang diidentifikasi aktif berdasarkan struktur geomorfologi Cekungan Bandung.

  • Sesar Cileunyi – Tanjungsari, melintasi kawasan Timur Bandung Raya hingga wilayah Sumedang. Sesar aktif lokal yang berarah Utara-Selatan dan berpotensi memicu gempa bumi merusak di wilayah pemukiman padat.

  • Sesar Garsela, memanjang 42 km dari Selatan Garut hingga masuk ke wilayah Selatan Kabupaten Bandung (seperti Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Nagreg). Merupakan salah satu sesar paling aktif di Jawa Barat secara kegempaan harian. Meskipun gempanya cenderung bermagnitudo kecil, sifatnya sangat dangkal sehingga tetap dapat merusak.

  • Sesar Gunung Geulis, sesar di Selatan Cekungan Bandung.

  • Sesar Jati, terletak di sebelah Barat Cekungan Bandung. Sesar lokal aktif yang berada di kawasan Barat wilayah metropolitan.

  • Sesar Ujungberung – Cileunyi, sesar di sekitar Cekungan Bandung.

Mengapa sesar di Bandung Raya sangat diwaspadai? Kondisi tanah di sebagian besar kota Bandung Raya terbentuk dari endapan Danau Bandung Purba yang cenderung lunak. Karakteristik tanah lunak ini memiliki efek amplifikasi, yaitu dapat memperkuat efek guncangan gempa bumi jika salah satu sesar aktif di atas mengalami pergerakan besar. Gempa bumi akibat aktivitas sesar di wilayah Bandung Raya berpotensi memicu likuifaksi, terutama di kawasan Cekungan Bandung.

Potensi Likuifaksi di Bandung Raya

  • Karakteristik tanah, Cekungan Bandung merupakan bekas danau purba yang didominasi oleh lapisan endapan lunak, lumpur organik dan kandungan air yang tinggi.

  • Amplifikasi guncangan, lapisan tanah lunak ini belum terkonsolidasi dengan sempurna, sehingga dapat memperkuat (mengamplifikasi) guncangan gelombang seismik dari aktivitas Sesar Lembang.

  • Wilayah rawan, berdasarkan kajian kebencanaan, sejumlah wilayah seperti kawasan Gedebage, Tegalluar dan beberapa kecamatan lain di Kota Bandung diidentifikasi memiliki kerawanan terhadap likuifaksi saat terjadi gempa kuat, antara lain: Kecamatan Bandung Kulon, Kecamatan Babakan Ciparay, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Astanaanyar, Kecamatan Regol, Kecamatan Lengkong, Kecamatan Bandung Kidul, Kecamatan Kiaracondong dan Kecamatan Antapani.

Sebagai penutup, kesadaran akan potensi bencana alam di wilayah Bandung Raya harus terus ditingkatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan Gunung Tangkubanparahu dan Sesar Lembang bukanlah alasan untuk terus dirundung ketakutan. Sebaliknya, kondisi geografis ini harus disikapi secara bijak dengan terus mengedukasi diri mengenai langkah-langkah mitigasi kebencanaan yang tepat dan cepat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memperkuat infrastruktur sistem peringatan dini serta melakukan simulasi evakuasi secara berkala. Kolaborasi yang solid antara pemangku kebijakan, akademisi dan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dampak kerugian. Kesiapsiagaan yang matang akan mengubah kerentanan wilayah menjadi ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk ancaman seismik.

Melalui pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik aktivitas vulkanik dan pergerakan sesar aktif, masyarakat dapat hidup berdampingan secara aman dengan alam. Langkah preventif yang konsisten hari ini adalah investasi terbaik demi keselamatan generasi masa depan. Mari kita bangun Bandung Raya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga tangguh menghadapi bencana alam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)