Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)

Pelaku industri sedang pusing tujuh keliling akibat pengadaan bahan baku untuk pabriknya yang kini sulit didapat karena masalah nilai tukar rupiah dan terganggunya rantai pasok global.

Terlihat betapa peliknya masalah bahan baku industri di Jawa Barat. Adanya ketergantungan impor untuk material dasar (seperti bahan kimia tekstil), biaya logistik yang tinggi, fluktuasi nilai tukar, serta regulasi ekspor-impor yang ketat. Hal ini memicu penumpukan biaya produksi dan ancaman relokasi pabrik.Para pekerja juga merasa was-was karena bisa terkena pengurangan jam kerja bahkan bisa kena PHK.

Industri manufaktur utama di Jawa Barat seperti sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) antara lain di wilayah Bandung dan Purwakarta selama ini masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku dan serat sintetis dari luar negeri.

Dalam kondisi krisis sebenarnya ada solusi di sekitar kita, yakni solusi penggunaan bahan baku yang lebih alami untuk bahan baku industri TPT. Solusi tersebut adalah penggunaan substitusi sebagian kebutuhan bahan baku dengan ulat sutra. Apalagi Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa sentra budidaya dan perkebunan ulat sutra (termasuk perkebunan tanaman murbei sebagai pakan ulat) yang tersebar di wilayah dataran tinggi seperti Bogor, Sukabumi, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Lokasi utama yang terkenal dengan fasilitas budidaya dan edukasi antara lain di Sukamantri, Ciapus, Bogor). Disitu menjadi salah satu lokasi wisata budidaya dan edukasi pengolahan ulat sutra populer di kawasan kaki Gunung Salak.

Wilayah pengembangan ulat sutra yang dikelola bersama petani setempat itu untuk memproduksi sutra nasional. Di Jabar sudah ada beberapa kelompok usaha seperti Pondok Sutra yang memberdayakan masyarakat desa mulai dari budidaya murbei, pemeliharaan ulat, hingga penenunan kain. Inilah yang sekarang ini perlu diberi insentif yang memadai agar momentum krisis bahan baku TPT bisa teratasi.

Biaya logistik yang meningkat membuat pasokan bahan baku dari pelabuhan atau daerah penghasil lainnya membengkak. Apalagi dengan adanya kenaikan BBM untuk industri.

Nilai tukar rupiah menembus batas psikologis di level Rp 18.000 per dolar AS semakin membuat kondisi industri kian sulit. Untuk sektor industri TPT dan sektor plastik harga bahan baku naik antara 40  hingga 50 persen, bahkan ada yang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

Para pengusaha didorong untuk memperkuat jejaring komunitas dan mencari solusi alternatif yang lebih membumi dan lebih bernuansa ekonomi hijau ( green economy ) agar dapat bertahan di tengah krisis pasokan dan tingginya harga bahan baku ini.

Ilustrasi kepompong ulat sutra (Foto: Pixabay)
Ilustrasi kepompong ulat sutra (Foto: Pixabay)

Transformasi Bahan Baku Berbasis Sumber Daya Lokal

Komitmen pemerintah untuk menggenjot lokalisasi komponen perlu disertai dengan langkah detail. Mestinya pemerintah menerapkan secara konsisten strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan oleh negeri ini. Secara sederhana ISI dapat didefinisikan sebagai usaha suatu negara untuk melakukan substitusi barang-barang impor dengan barang-barang sejenis yang diproduksi oleh industri domestik.

Berdasarkan jenis barang yang diproduksi, ISI dikelompokkan menjadi dua hal. Pertama, yang berorientasi pada pasar atau market-based, di mana suatu negara memusatkan diri pada produksi barang-barang konsumtif dengan tetap mengimpor barang-barang kapital seperti mesin-mesin dan berbagai perlengkapan pabrik dan perkantoran. Kedua, yang berorientasi pada kapital atau capital based yang memusatkan pada produksi barang-barang kapital maupun bahan baku industri seperti mesin-mesin, peralatan industri, logam, semen, petrokimia, dan lain-lain. Mestinya, pemerintah menerapkan dua orientasi ISI di atas sekaligus terhadap program pembangunan infrastruktur.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian perindustrian selama ini menekankan program restrukturisasi mesin untuk menstimulasi penggunaan peralatan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan daya saing.

Masalah rantai pasok bahan baku sangat penting untuk segera diselesaikan. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, impor kapas setiap tahun mencapai 2,26 miliar dolar AS. Bahan baku untuk fashion yang dipakai di Indonesia saat ini hanya polyester dan rayon. Tingginya angka impor bahan baku diatas menyulitkan Indonesia menjadi trendsetter dunia dalam pengembangan industri TPT atau fashion.

Menurut  Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) permintaan bahan baku serat dan filamen terus melemah.  Sektor pembuatan benang untuk produksi kain, saat ini utilisasinya rata-rata hanya sekitar 50 persen. Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam bidang industri tekstil.

Saatnya industri TPT transformasi menuju arah baru yang ramah lingkungan terkait dengan solusi bahan baku yang berbasis sumber daya alam (SDA) lokal. Antara lain pengembangan benang sutera produk dalam negeri.  Saatnya mengembangkan program untuk menggenjot produksi benang sutera. Untuk itu perlu sinergi  dengan sektor kehutanan dan perkebunan yang telah berhasil  mengembangkan dua spesies ulat sutera yang lebih produktif.

Sinergi itu bisa menjadi transformasi bagi pelaku industri domestik untuk dapat menggenjot produksi benang sutera yang menjadi salah satu bahan baku bagi industri tekstil dan produk tekstil.Selama ini kebutuhan benang sutera di dalam negeri sangat tinggi. Sementara pasokan dari produksi dalam negeri tidak mencukupi. Akibatnya untuk memenuhi permintaan industri yang tinggi pemerintah harus membuka kran impor benang sutera terutama dari Tiongkok.

Jika program ulat sutera diatas dijalankan secara sungguh-sungguh dengan memberikan insentif bagi peternak ulat sutera maka Indonesia tidak impor benang sutera lagi. Hingga kini tidak hanya benang sutera saja yang diimpor, namun kebutuhan bahan baku industri TPT seperti kapas, wol dan bahan baku lainnya juga masih tergantung impor. (*) 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 16:07

Masih Ada Waktu! 6 Ide Tema untuk Ayo Netizen di Sisa Juli 2026

Berikut beberapa momentum aktual yang bisa diangkat sepanjang 29–31 Juli 2026 ini.

Website ayobandung.id pada layar smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 15:26

SNT dan Jalan Panjang Pemerataan Pendidikan

Keberhasilan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Siswa SMP. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)