Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Senin 15 Jun 2026, 09:59 WIB
Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)

Pelaku industri sedang pusing tujuh keliling akibat pengadaan bahan baku untuk pabriknya yang kini sulit didapat karena masalah nilai tukar rupiah dan terganggunya rantai pasok global.

Terlihat betapa peliknya masalah bahan baku industri di Jawa Barat. Adanya ketergantungan impor untuk material dasar (seperti bahan kimia tekstil), biaya logistik yang tinggi, fluktuasi nilai tukar, serta regulasi ekspor-impor yang ketat. Hal ini memicu penumpukan biaya produksi dan ancaman relokasi pabrik.Para pekerja juga merasa was-was karena bisa terkena pengurangan jam kerja bahkan bisa kena PHK.

Industri manufaktur utama di Jawa Barat seperti sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) antara lain di wilayah Bandung dan Purwakarta selama ini masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku dan serat sintetis dari luar negeri.

Dalam kondisi krisis sebenarnya ada solusi di sekitar kita, yakni solusi penggunaan bahan baku yang lebih alami untuk bahan baku industri TPT. Solusi tersebut adalah penggunaan substitusi sebagian kebutuhan bahan baku dengan ulat sutra. Apalagi Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa sentra budidaya dan perkebunan ulat sutra (termasuk perkebunan tanaman murbei sebagai pakan ulat) yang tersebar di wilayah dataran tinggi seperti Bogor, Sukabumi, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Lokasi utama yang terkenal dengan fasilitas budidaya dan edukasi antara lain di Sukamantri, Ciapus, Bogor). Disitu menjadi salah satu lokasi wisata budidaya dan edukasi pengolahan ulat sutra populer di kawasan kaki Gunung Salak.

Wilayah pengembangan ulat sutra yang dikelola bersama petani setempat itu untuk memproduksi sutra nasional. Di Jabar sudah ada beberapa kelompok usaha seperti Pondok Sutra yang memberdayakan masyarakat desa mulai dari budidaya murbei, pemeliharaan ulat, hingga penenunan kain. Inilah yang sekarang ini perlu diberi insentif yang memadai agar momentum krisis bahan baku TPT bisa teratasi.

Biaya logistik yang meningkat membuat pasokan bahan baku dari pelabuhan atau daerah penghasil lainnya membengkak. Apalagi dengan adanya kenaikan BBM untuk industri.

Nilai tukar rupiah menembus batas psikologis di level Rp 18.000 per dolar AS semakin membuat kondisi industri kian sulit. Untuk sektor industri TPT dan sektor plastik harga bahan baku naik antara 40  hingga 50 persen, bahkan ada yang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

Para pengusaha didorong untuk memperkuat jejaring komunitas dan mencari solusi alternatif yang lebih membumi dan lebih bernuansa ekonomi hijau ( green economy ) agar dapat bertahan di tengah krisis pasokan dan tingginya harga bahan baku ini.

Ilustrasi kepompong ulat sutra (Foto: Pixabay)
Ilustrasi kepompong ulat sutra (Foto: Pixabay)

Transformasi Bahan Baku Berbasis Sumber Daya Lokal

Komitmen pemerintah untuk menggenjot lokalisasi komponen perlu disertai dengan langkah detail. Mestinya pemerintah menerapkan secara konsisten strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan oleh negeri ini. Secara sederhana ISI dapat didefinisikan sebagai usaha suatu negara untuk melakukan substitusi barang-barang impor dengan barang-barang sejenis yang diproduksi oleh industri domestik.

Berdasarkan jenis barang yang diproduksi, ISI dikelompokkan menjadi dua hal. Pertama, yang berorientasi pada pasar atau market-based, di mana suatu negara memusatkan diri pada produksi barang-barang konsumtif dengan tetap mengimpor barang-barang kapital seperti mesin-mesin dan berbagai perlengkapan pabrik dan perkantoran. Kedua, yang berorientasi pada kapital atau capital based yang memusatkan pada produksi barang-barang kapital maupun bahan baku industri seperti mesin-mesin, peralatan industri, logam, semen, petrokimia, dan lain-lain. Mestinya, pemerintah menerapkan dua orientasi ISI di atas sekaligus terhadap program pembangunan infrastruktur.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian perindustrian selama ini menekankan program restrukturisasi mesin untuk menstimulasi penggunaan peralatan yang lebih modern, hemat, dan ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan daya saing.

Masalah rantai pasok bahan baku sangat penting untuk segera diselesaikan. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, impor kapas setiap tahun mencapai 2,26 miliar dolar AS. Bahan baku untuk fashion yang dipakai di Indonesia saat ini hanya polyester dan rayon. Tingginya angka impor bahan baku diatas menyulitkan Indonesia menjadi trendsetter dunia dalam pengembangan industri TPT atau fashion.

Menurut  Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) permintaan bahan baku serat dan filamen terus melemah.  Sektor pembuatan benang untuk produksi kain, saat ini utilisasinya rata-rata hanya sekitar 50 persen. Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam bidang industri tekstil.

Saatnya industri TPT transformasi menuju arah baru yang ramah lingkungan terkait dengan solusi bahan baku yang berbasis sumber daya alam (SDA) lokal. Antara lain pengembangan benang sutera produk dalam negeri.  Saatnya mengembangkan program untuk menggenjot produksi benang sutera. Untuk itu perlu sinergi  dengan sektor kehutanan dan perkebunan yang telah berhasil  mengembangkan dua spesies ulat sutera yang lebih produktif.

Sinergi itu bisa menjadi transformasi bagi pelaku industri domestik untuk dapat menggenjot produksi benang sutera yang menjadi salah satu bahan baku bagi industri tekstil dan produk tekstil.Selama ini kebutuhan benang sutera di dalam negeri sangat tinggi. Sementara pasokan dari produksi dalam negeri tidak mencukupi. Akibatnya untuk memenuhi permintaan industri yang tinggi pemerintah harus membuka kran impor benang sutera terutama dari Tiongkok.

Jika program ulat sutera diatas dijalankan secara sungguh-sungguh dengan memberikan insentif bagi peternak ulat sutera maka Indonesia tidak impor benang sutera lagi. Hingga kini tidak hanya benang sutera saja yang diimpor, namun kebutuhan bahan baku industri TPT seperti kapas, wol dan bahan baku lainnya juga masih tergantung impor. (*) 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 09:06

BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".

Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)
Bandung 13 Jun 2026, 20:44

Sektor Perdagangan dan Industri Loyo, Kredit UMKM Jabar Sentuh Rp186,4 Triliun

Total kredit UMKM Jawa Barat tembus Rp186,4 triliun per Maret 2026. Namun, sektor perdagangan besar dan industri pengolahan justru mengalami kontraksi yoy.

Ilustrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 13 Jun 2026, 19:45

Gaya Hidup Serba Cepat, Begini Cara Wanita Modern Pilih Tas Multifungsi yang Sesuai Jati Diri

Wanita urban masa kini cenderung mencari keseimbangan antara fungsionalitas yang tinggi dan pesan personal yang ingin mereka sampaikan kepada dunia melalui penampilan mereka.

Tren terbesar yang mendominasi panggung mode sehari-hari saat ini adalah tingginya permintaan terhadap tas yang bersifat multifungsi atau versatile. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 13 Jun 2026, 09:16

Mengupas Kebiasaan Belanja Baju yang Menjadi Ancaman Lingkungan

Pemutaran film Menolak Punah di Bandung mengungkap dampak tersembunyi industri fast fashion, dari limbah tekstil hingga ancaman mikroplastik bagi manusia.

Diskusi film Menolak Punah di Tjap Sahabat Bandung mengajak peserta melihat kembali hubungan antara isi lemari dan krisis lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)