Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

5 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)

Kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa seorang pesepeda perempuan di Jalan Soekarno-Hatta pada 29 Juli 2026 bukan sekadar insiden lalu lintas biasa. Peristiwa ini kembali menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan ruang yang aman bagi pengguna jalan rentan. Setelah Dika Putra Mahardika tewas pada 16 Juni 2026 dan seorang pesepeda lainnya tewas di koridor yang sama pada 31 Juli 2020, pertanyaannya bukan lagi apakah Jalan Soekarno-Hatta membutuhkan jalur sepeda terproteksi, melainkan mengapa infrastruktur tersebut belum juga dibangun.

Pertanyaan itu penting diajukan karena peristiwa terbaru ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Dika Putra Mahardika, pelajar SMP berusia 14 tahun, meninggal setelah terlibat kecelakaan dengan truk saat bersepeda di Jalan Soekarno-Hatta. Kepergiannya menggugah empati publik dan memunculkan berbagai seruan untuk meningkatkan keselamatan pesepeda di Kota Bandung. Namun jauh sebelumnya, seorang pesepeda juga kehilangan nyawa di ruas jalan yang sama pada 2020.

Dalam kurun waktu beberapa tahun, Jalan Soekarno-Hatta berulang kali menjadi lokasi kecelakaan fatal yang melibatkan pesepeda. Fakta ini menunjukkan bahwa persoalannya tidak dapat lagi dipandang sebagai rangkaian peristiwa yang kebetulan terjadi. Ketika korban terus berjatuhan di koridor yang sama dengan pola risiko yang serupa, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya perilaku pengguna jalan, melainkan juga sistem keselamatan yang mengatur ruang jalan tersebut.

Terlalu sering kita menganggap hilangnya nyawa di jalan raya sebagai konsekuensi yang tidak terhindarkan dari mobilitas perkotaan. Padahal, dalam pendekatan keselamatan transportasi modern, setiap korban jiwa di jalan merupakan indikator kegagalan sistem yang seharusnya dapat dicegah.

Jalan Arteri yang Mengabaikan Pengguna Jalan Rentan

Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu koridor transportasi terpenting di Kota Bandung. Ruas ini menghubungkan kawasan industri, perdagangan, terminal, permukiman, dan berbagai pusat aktivitas ekonomi. Setiap hari ribuan kendaraan melintas, mulai dari sepeda motor dan mobil pribadi hingga bus dan truk logistik bertonase besar.

Masalahnya, desain ruang jalan masih didominasi oleh kebutuhan kendaraan bermotor. Hampir seluruh kapasitas jalan diarahkan untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan, sementara kebutuhan keselamatan pesepeda dan pejalan kaki belum menjadi prioritas yang setara.

Akibatnya, pesepeda harus berbagi ruang dengan kendaraan yang memiliki perbedaan kecepatan, ukuran, dan tingkat perlindungan yang sangat jauh. Dalam kondisi seperti itu, pesepeda menjadi kelompok yang paling rentan. Ketika terjadi tabrakan dengan kendaraan berat, peluang selamat mereka jauh lebih kecil dibandingkan pengguna kendaraan bermotor.

Persoalan ini bukan semata-mata soal disiplin berlalu lintas. Bahkan pengemudi yang berhati-hati sekalipun tetap dapat melakukan kesalahan. Dalam sistem transportasi yang baik, desain jalan harus mampu mengantisipasi kesalahan manusia dan mencegahnya berubah menjadi tragedi fatal.

Sayangnya, pendekatan tersebut belum terlihat di Jalan Soekarno-Hatta. Koridor yang setiap hari dilalui kendaraan berat dan berkecepatan relatif tinggi ini belum memiliki perlindungan yang memadai bagi pesepeda. Padahal risiko yang dihadapi sudah sangat jelas.

Pemilihan tipe jalur sepeda berdasarkan fungsi dan kelas jalan. (Sumber: Pedoman Perancangan Fasilitas Pesepeda, 2021)
Pemilihan tipe jalur sepeda berdasarkan fungsi dan kelas jalan. (Sumber: Pedoman Perancangan Fasilitas Pesepeda, 2021)

Ironisnya, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk hidup sehat, mengurangi emisi, dan menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Namun ajakan tersebut menjadi kontradiktif ketika warga yang memilih bersepeda harus menghadapi risiko kehilangan nyawa hanya untuk bepergian di dalam kota.

Padahal, arah kebijakan nasional sudah jelas. Melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) 2021–2040, pemerintah menetapkan keselamatan sebagai prioritas nasional dalam pembangunan sistem transportasi jalan. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Dengan kata lain, upaya melindungi pesepeda dan pengguna jalan rentan bukan sekadar aspirasi komunitas tertentu, melainkan bagian dari agenda keselamatan nasional yang telah memiliki landasan kebijakan yang kuat.

Jalur Sepeda Terproteksi: Solusi yang Sudah Lama Ditunggu

Sudah saatnya Bandung berhenti memperdebatkan apakah jalur sepeda terproteksi diperlukan atau tidak. Pertanyaan yang lebih relevan adalah mengapa infrastruktur tersebut belum menjadi prioritas di koridor berisiko tinggi seperti Jalan Soekarno-Hatta.

Berbeda dengan jalur sepeda yang hanya ditandai oleh garis marka, jalur sepeda terproteksi memiliki pemisah fisik yang jelas antara pesepeda dan kendaraan bermotor. Pemisahan ini penting karena mengurangi potensi konflik langsung dengan kendaraan yang bergerak lebih cepat dan memiliki massa jauh lebih besar.

Karena itu, pembangunan jalur sepeda terproteksi tidak boleh dipandang sebagai proyek kosmetik atau fasilitas tambahan bagi kelompok tertentu. Di koridor dengan karakteristik seperti Jalan Soekarno-Hatta—volume lalu lintas tinggi, dominasi kendaraan berat, dan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi—pemisahan fisik antara pesepeda dan kendaraan bermotor merupakan instrumen keselamatan.

Perspektif jalur sepeda dengan proteksi jalur hijau. (Sumber: Pedoman Perancangan Fasilitas Pesepeda, 2021)
Perspektif jalur sepeda dengan proteksi jalur hijau. (Sumber: Pedoman Perancangan Fasilitas Pesepeda, 2021)

Prinsipnya sederhana: semakin besar risiko yang dihadapi pengguna jalan, semakin besar pula perlindungan yang harus diberikan. Karena pesepeda merupakan kelompok yang paling rentan, mereka membutuhkan perlindungan fisik yang nyata, bukan sekadar simbol berupa marka di atas aspal.

Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan keselamatan nasional yang menempatkan jalan yang berkeselamatan sebagai salah satu pilar utama dalam RUNK LLAJ. Keselamatan tidak lagi dipandang hanya sebagai tanggung jawab pengguna jalan, tetapi juga sebagai hasil dari desain infrastruktur yang mampu melindungi manusia dari risiko fatal ketika terjadi kesalahan di jalan.

Berbagai kota di dunia telah menunjukkan bahwa jalur sepeda terproteksi mampu meningkatkan keselamatan, memperluas akses transportasi, dan mendorong lebih banyak warga menggunakan sepeda untuk perjalanan sehari-hari. Infrastruktur semacam ini bukan fasilitas eksklusif bagi komunitas pesepeda, melainkan bagian dari sistem transportasi yang lebih aman dan lebih inklusif.

Jalan Soekarno-Hatta memiliki hampir semua karakteristik yang menjadikan jalur sepeda terproteksi sebagai kebutuhan mendesak: volume lalu lintas tinggi, dominasi kendaraan berat, kecepatan kendaraan yang relatif tinggi, serta keberadaan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat di sepanjang koridor. Karena itu, pembangunan jalur sepeda terproteksi di ruas ini seharusnya dipandang sebagai investasi keselamatan, bukan proyek pelengkap.

Jangan Tunggu Nama Korban Berikutnya

Tragedi yang menimpa Dika Putra Mahardika seharusnya menjadi peringatan. Kematian pesepeda perempuan di seberang Terminal Leuwipanjang seharusnya menjadi peringatan yang lebih keras lagi. Dan sejarah kecelakaan pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta seharusnya cukup untuk mendorong perubahan nyata.

Pemerintah perlu segera melakukan audit keselamatan menyeluruh di koridor ini, mengidentifikasi titik-titik rawan, membangun jalur sepeda terproteksi, memperbaiki desain persimpangan, serta memperkuat pengawasan terhadap kendaraan berat dan kecepatan lalu lintas.

Langkah-langkah tersebut memang membutuhkan biaya dan keberanian politik. Namun biaya terbesar justru muncul ketika tidak ada tindakan yang dilakukan. Setiap nyawa yang hilang meninggalkan kerugian sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang tidak dapat dihitung hanya dengan angka.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah jalan tidak diukur dari seberapa cepat kendaraan dapat melintas, melainkan dari seberapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan.

Kota Bandung tidak membutuhkan lebih banyak korban untuk membuktikan bahwa Jalan Soekarno-Hatta memerlukan jalur sepeda terproteksi. Bukti itu sudah ada. Nama-nama korbannya sudah ada.

Yang belum ada adalah keberanian untuk bertindak sebelum muncul nama korban berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 17:06

Mempersiapkan Agustus 2026, Ide Tema Semarak Kemerdekaan hingga Panggung Seni

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide, berikut beberapa pijakan tema yang bisa diangkat sepanjang Agustus 2026 nanti.

Kemeriahan lomba setiap tanggal 17 Agustus di Indonesia. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 29 Jul 2026, 16:07

Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

Ketua Umum AMSI mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 16:07

Masih Ada Waktu! 6 Ide Tema untuk Ayo Netizen di Sisa Juli 2026

Berikut beberapa momentum aktual yang bisa diangkat sepanjang 29–31 Juli 2026 ini.

Website ayobandung.id pada layar smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 15:26

SNT dan Jalan Panjang Pemerataan Pendidikan

Keberhasilan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau fasilitas yang tersedia.

Siswa SMP. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 14:20

PANGSI Sebagai Ruang Kreativitas

Sebuah potensi jika tidak terus menerus di pupuk, ia akan menjadi ruang hampa.

 (Foto: Tim Media OSIS)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 13:23

Tamasya Pondok Halimun Sukabumi: Harga Tiket, Camping, Rute, dan Daya Tariknya

Meta: Panduan lengkap wisata Pondok Halimun Sukabumi mulai dari harga tiket terbaru, camping, river tubing, kebun teh, rute menuju lokasi, hingga kondisi akses jalan.

Pondok Halimun Sukabumi.
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 13:18

Kala Bandung Jadi 'Rumah Kedua' Pemain Asing Persib

Ketika seorang pemain asing seperti Matricardi menyebut keluarganya betah di Bandung, itu bukan sekadar catatan tambahan, melainkan indikator penting.

Persib bertanding dalam Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu 25 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)