Sepeda, dari Kendaraan Elit Jadi Merakyat

2 menit baca
taris rafiqa
Ditulis oleh taris rafiqa diterbitkan
Iklan penjualan sepeda anak-anak. (Sumber: Majalah Star Weekly (No. 502))
Iklan penjualan sepeda anak-anak. (Sumber: Majalah Star Weekly (No. 502))

Tahukah Anda bahwa dulu sepeda adalah kendaraan yang hanya dimiliki orang-orang elit? Tidak seperti sekarang, di mana setiap jalan pasti ada orang yang menggunakan sepeda ke mana pun.

Kemunculan sepeda di Indonesia mulanya dibawa oleh Belanda dari Eropa sebagai fasilitas untuk para militer Belanda dalam tugas pengawasan mereka. Selain orang Belanda, ternyata pribumi kalangan atas pun merasakan keistimewaan itu.

Sebelumnya, di Eropa sepeda memang sudah jadi kendaraan yang diproduksi secara massal dan banyak digunakan khalayak umum, tetapi ketika sepeda datang ke Hindia Belanda, yakni yang sekarang kita sebut Indonesia, sepeda menjadi barang elit yang hanya dimiliki oleh kalangan atas.

Bukan tanpa alasan, harga sepeda pada masa itu bahkan bisa mencapai 500 gulden. Tetapi seiring berjalannya waktu, dengan banyaknya negara yang juga mulai memproduksi sepeda dan mengirimkannya ke Indonesia dengan harga yang murah, sepeda mulai digunakan oleh banyak orang.

Tren bersepeda di Bandung menunjukkan pergeseran pola pikir masyarakat terhadap mobilitas dan gaya hidup hingga mencatatkan partisipasi yang terus meningkat. (Sumber: dok. Humas Setda Kota Bandung)
Tren bersepeda di Bandung menunjukkan pergeseran pola pikir masyarakat terhadap mobilitas dan gaya hidup hingga mencatatkan partisipasi yang terus meningkat. (Sumber: dok. Humas Setda Kota Bandung)

Sejak sepeda masuk ke Hindia Belanda pada abad 19, barang tersebut menjadi penanda kelas sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah. Orang-orang yang memiliki sepeda saat itu adalah orang-orang Belanda dan pribumi kalangan atas. Dalam artikel Mulai Jadi Tren, Sejak Kapan Sepeda Eksis di Indonesia? dan Abdul Hakim dalam bukunya yang berjudul Jakarta Tempo Doeloe (1989) menyebutkan bahwa pada tahun 1890, Rover adalah merek sepeda yang paling terkenal dan paling dibanggakan oleh pemiliknya, harganya mencapai 500 gulden.

Pun Pemerintah Hindia Belanda mulai menerapkan pajak peneng yang dikhususkan pada kendaraan tanpa mesin seperti sepeda. Pajak peneng dalam Arsip Nasional RI berasal dari bahasa Belanda penning yang artinya iuran. Karena sepeda adalah barang langka, maka jika sepeda tidak dilengkapi dengan lampu, rem, atau bel, akan dikenakan denda pada saat razia dilakukan polisi, yang biasanya dilakukan di kota-kota besar.

Seiring berjalannya waktu, produksi sepeda tidak lagi berfokus pada sepeda-sepeda Eropa, China sebagai negara Asia pun sudah mulai memproduksi sepeda dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sehingga hasil produksinya dikirim ke Indonesia.

Koran-koran pun pada saat itu sudah mulai membagikan daftar harga sepeda bekas, seperti yang tertera dalam surat kabar Provinciale Geldersche en Nijmeegsche courant edisi 9 April 1911 bahwa harga sepeda bekas berkisar antara f 17,50 hingga f 70,00. Sejak saat itu keberadaan sepeda dapat dinikmati oleh banyak orang, bahkan sepeda menjadi budaya masyarakat di ibu kota masa itu.

Hingga kini, sepeda masih dinikmati oleh masyarakat, entah dijadikan sarana berolahraga ataupun alat transportasi bagi pemiliknya. Perjalanan sejarah sepeda di Indonesia memberikan bukti transformasi kelas sosial dalam masyarakat. Bermula sebagai barang eksklusif yang diminati kalangan elit berubah menjadi barang yang pasaran. Melalui sepeda, kita dapat melihat batas-batas kelas yang perlahan runtuh melalui mobilitas yang lebih setara di masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)