Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Di tengah meningkatnya kemacetan dan tekanan krisis energi, sepeda kembali dilirik sebagai moda transportasi alternatif di Bandung. Pemerintah kota pun mulai melakukan pengecatan ulang marka jalur sepeda di sejumlah ruas jalan. Secara sekilas, ini menunjukkan arah kebijakan menuju mobilitas berkelanjutan.

Namun, persoalan jalur sepeda di Bandung sering kali dilihat sebagai isu infrastruktur semata. Padahal, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: sejauh mana jalur sepeda tersebut benar-benar berfungsi sebagai solusi transportasi?

Secara konseptual, jalur sepeda merupakan bagian dari sistem transportasi berkelanjutan yang mendorong peralihan dari kendaraan bermotor ke moda yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, di Bandung, banyak jalur sepeda yang masih bersifat parsial dan belum terhubung sebagai jaringan utuh. Di sejumlah titik, jalur ini juga mengalami konflik fungsi—baik dengan kendaraan bermotor maupun aktivitas parkir.

Kondisi ini membuat jalur sepeda belum dapat diandalkan untuk perjalanan harian, dan lebih sering digunakan secara terbatas, misalnya untuk rekreasi.

Secara regulatif, Indonesia telah memiliki dasar hukum yang memadai. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menjamin hak keselamatan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk pesepeda. Sementara Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 mengatur persyaratan teknis sepeda dan tata cara bersepeda demi keselamatan pesepeda di jalan.

Di tingkat kota, kebijakan yang diterapkan juga telah mendukung transportasi berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 47 Tahun 2022 yang mengatur tentang keselamatan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi pesepeda.

Namun, tantangan utama terletak pada implementasi di lapangan. Jalur sepeda yang seharusnya terlindungi masih kerap digunakan oleh kendaraan bermotor atau menjadi area parkir, menunjukkan bahwa penegakan aturan belum berjalan konsisten.

Pengalaman di Lapangan: Ruang yang Diperebutkan

Pengalaman pesepeda di beberapa jalur sepeda memperlihatkan kondisi tersebut secara nyata.

Di Jalan Ir. H. Juanda (Dago), jalur sepeda berada di kawasan dengan aktivitas yang sangat tinggi—mulai dari pendidikan, wisata, hingga komersial. Namun dalam praktiknya, jalur ini tidak selalu berfungsi sebagaimana mestinya.

Alih fungsi jalur sepeda menjadi area parkir kendaraan travel di Jalan Dago, Kota Bandung, menunjukkan tantangan implementasi kebijakan di lapangan. (Foto: Google Street View)
Alih fungsi jalur sepeda menjadi area parkir kendaraan travel di Jalan Dago, Kota Bandung, menunjukkan tantangan implementasi kebijakan di lapangan. (Foto: Google Street View)

Di beberapa titik, jalur sepeda mengalami gangguan berupa parkir liar, konflik dengan kendaraan bermotor, hingga kondisi perkerasan yang kurang mendukung. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian Sufanir dan Santosa (2022) yang menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalur sepeda masih rendah akibat tingginya volume kendaraan bermotor dan minimnya perlindungan ruang bagi pesepeda.

Kondisi tersebut membuat jalur sepeda di Dago belum memberikan rasa aman yang konsisten. Ruang yang seharusnya menjadi fasilitas khusus justru menjadi bagian dari ruang lalu lintas yang diperebutkan.

Fenomena serupa juga terlihat di Jalan L.L. R.E. Martadinata (Jalan Riau), kawasan komersial dengan intensitas aktivitas tinggi. Di sini, jalur sepeda dan trotoar kerap terokupasi oleh kendaraan parkir, sehingga pesepeda harus keluar dari jalur yang seharusnya melindungi mereka.

Bagi pesepeda, melintasi jalur-jalur ini bukan sekadar perjalanan, melainkan serangkaian kompromi. Jalur yang dirancang sebagai ruang aman berubah menjadi ruang negosiasi—antara kendaraan bermotor, aktivitas parkir, dan keterbatasan ruang jalan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa jalur sepeda tidak berdiri di ruang yang steril, melainkan dalam sistem kota yang kompleks, di mana berbagai kepentingan saling bertabrakan dalam ruang yang sama.

Kendaraan parkir menutup jalur sepeda di Jalan Riau, Kota Bandung, membuat pesepeda harus keluar dari jalur yang seharusnya melindungi mereka. (Foto: Google Street View)
Kendaraan parkir menutup jalur sepeda di Jalan Riau, Kota Bandung, membuat pesepeda harus keluar dari jalur yang seharusnya melindungi mereka. (Foto: Google Street View)

Masalah Sistem, Bukan Sekadar Desain

Dalam kajian transportasi, kualitas jalur sepeda umumnya ditentukan oleh lima aspek: keselamatan, kenyamanan, daya tarik, keterhubungan, dan aksesibilitas.

Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa pesepeda cenderung memilih rute dengan tingkat stres lalu lintas yang rendah—yakni jalur yang terhubung dengan baik dan memiliki perlindungan memadai dari kendaraan bermotor. Selain itu, kota dengan tingkat penggunaan sepeda tinggi umumnya tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga didukung oleh angkutan umum yang memadai, pembatasan kendaraan bermotor, pengelolaan parkir yang ketat, serta penegakan aturan yang konsisten.

Jika dilihat dari perspektif ini, tantangan di Bandung tidak hanya terkait desain fisik, tetapi juga pada belum terbentuknya sistem yang mendukung penggunaan sepeda secara berkelanjutan.

Pembangunan jalur sepeda dapat dipahami sebagai langkah awal menuju transportasi berkelanjutan. Namun, tanpa dukungan kebijakan yang lebih luas, infrastruktur ini berisiko berhenti pada level simbolik.

Sejumlah langkah dapat dipertimbangkan, seperti memperkuat penegakan aturan di jalur sepeda, meningkatkan keterhubungan antarsegmen, serta mengintegrasikan sepeda dengan moda transportasi lain. Selain itu, pengelolaan parkir dan pengaturan ruang jalan menjadi faktor penting yang tidak terpisahkan dari keberhasilan kebijakan ini.

Jalur sepeda di Kota Bandung menunjukkan bahwa penyediaan infrastruktur saja belum cukup untuk mengubah pola mobilitas perkotaan.

Pengalaman di berbagai jalur sepeda memperlihatkan bahwa tanpa perlindungan ruang yang memadai, keterhubungan jaringan, serta penegakan aturan yang konsisten, jalur sepeda sulit berfungsi sebagaimana direncanakan. Dalam kondisi seperti ini, sepeda tetap berada pada posisi yang kurang kompetitif dibandingkan kendaraan bermotor.

Sejumlah kota di dunia menunjukkan bahwa keberhasilan transportasi bersepeda tidak hanya bergantung pada keberadaan jalur, tetapi pada bagaimana ruang jalan dikelola secara menyeluruh—mulai dari pembatasan kendaraan bermotor hingga pengendalian parkir.

Bagi Kota Bandung, tantangannya bukan lagi sekadar membangun jalur sepeda, melainkan memastikan bahwa infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem yang utuh dan dapat diandalkan.

Tanpa perubahan pada cara ruang jalan diatur, jalur sepeda berisiko tetap menjadi fasilitas yang tersedia, tetapi belum sepenuhnya digunakan sebagai solusi mobilitas sehari-hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)