Seni di Atas Sadel, Makna di Balik Pedal: "Saya Bersepeda Maka Saya...Bike-Bike"

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Pengunjung melihat karya yang dipamerkan di Orbital Dago, Jalan Ranca Kendal Luhur, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Pengunjung melihat karya yang dipamerkan di Orbital Dago, Jalan Ranca Kendal Luhur, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

AYOBANDUNG.ID - René Descartes, seorang filsuf sekaligus seniman asal Prancis, pernah melontarkan kalimat yang menggugah zaman: Cogito ergo sum—aku berpikir, maka aku ada. Ujaran itu lahir pada awal abad ke-17, bukan sekadar untaian kata indah, tapi penanda lahirnya kesadaran modern tentang eksistensi manusia.

Ratusan tahun telah berlalu sejak kalimat itu menggema dari mulut Descartes. Namun, gaungnya masih terdengar. Kali ini dalam rupa yang berbeda. "Saya bersepeda maka saya...bike-bike," begitu judul sebuah pameran seni baru-baru ini. Nuansanya serupa: bermain dengan logika dan eksistensi, meski kata-katanya sengaja dibuat ringan dan menggelitik.

Pameran tersebut berada di Galeri Orbital Dago, Kota Bandung, berlangsung hingga 29 Juni 2025. Ada 17 seniman yang terlibat dalam pameran ini. Sebagian dari mereka memiliki hobi bersepeda.

Jumlah karya seni yang dipamerkan lebih dari 10 unit. Semuanya tentang sepeda. Ada yang menggunakan bagian sepeda, lukisan, foto, hingga handphone.

Setibanya di pintu galeri, pengunjung disuguhkan sepeda yang terparkir di tempatnya. Karya ini merupakan ciptaan Yuli Prayitno, seniman lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Bandung.

Jumlah karya seni yang dipamerkan lebih dari 10 unit. Semuanya tentang sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)
Jumlah karya seni yang dipamerkan lebih dari 10 unit. Semuanya tentang sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Lukman Hidayat)

Sepeda mengarah ke dalam ruangan, seakan hendak menunjukkan karya seni lainnya. Mata seperti terhipnotis untuk melirik setiap sudut pameran. 

Melalui berbagai karya visual, instalasi, dan interpretasi artistik, para seniman berusaha menangkap makna bersepeda yang lebih dalam. Bersepeda dimaknai bukan hanya sebagai hobi atau olahraga, tetapi juga sebagai identitas, pilihan hidup, bahkan sikap atas kondisi sosial dan lingkungan.

Pameran ini menampilkan karya Joni Ramlan, Wiyoga Muhardanto, Gabriel Aries Setiadi, Handiwirman Saputra, Sari Asih, Yuli Prayitno, Awan Simatupang, Unclejoy, Dewi Aditia, Budi Adi Nugroho, Eddi Prabandono, Tita Larasati, Iwan Effendi alias Papeyo, Rudi Hermawan, Satrio Yudho, Joko Avianto, Wilman Hermana.

"Judul Saya Bersepeda Maka Saya...", meminjam frase filsuf René Descartes; "Saya berpikir maka saya ada"yang menandai eksistensi individu manusia dalam zaman modern. Sepeda, kendaraan hasil penemuan manusia modern seperti mewakili perspektif atau bagaimana manusia modern memandang dunia. Salah satunya nilai kebebasan individu dalam mengendalikan arah tujuan yang mengendarainya atau menentukan kehidupan," ujar Rifky Effendy, kurator pameran, Jumat, 13 Juni 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren bersepeda memang mengalami pasang surut. Selama masa pandemi Covid-19, sepeda sempat menjadi aktivitas populer.

Namun, menurut data dari Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo), sejak 2020 hingga 2024, yang didapat oleh kurator, pasar sepeda nasional justru mengalami penurunan tajam hingga 60-70 persen. Beberapa toko sepeda di Bandung pun terpaksa menutup usaha.

Meski demikian, sebagian masyarakat tetap mempertahankan gaya hidup bersepeda, baik sebagai kegiatan harian maupun sarana ekspresi komunitas. Di Bandung, misalnya, kegiatan Salasa Kahiji masih rutin digelar. Sementara di tingkat nasional, event seperti Audax tetap mengundang minat tinggi.

Pameran ini juga menyisipkan sejumlah kutipan inspiratif, seperti dari Albert Einstein, "Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving." Kutipan ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan, baik dalam bersepeda maupun hidup, hanya bisa dicapai jika kita terus bergerak.

Pameran "Saya Bersepeda Maka Saya... Bika-Bike" sejak awal digelar untuk menunjukkan bagaimana aktivitas bersepeda dapat dimaknai secara beragam oleh para seniman maupun masyarakat.

Bagi sebagian orang, bersepeda bukan hanya sekadar hobi atau profesi sebagai atlet, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, dan inspirasi dalam berkarya. 

"Bersepeda salah satu solusi bertransportasi yang ramah bagi lingkungan, solusi untuk mengurangi emisi gas buang yang saat ini menjadi isu utama perubahan cuaca global bahkan keadilan sosial," ucapnya.

Melalui pameran "Saya Bersepeda Maka Saya Bike-Bike", para seniman ingin menunjukkan bahwa meskipun tren bisa berubah, makna yang melekat pada aktivitas bersepeda tetap abadi. Sepeda bukan hanya kendaraan, tetapi juga cerminan dari cara manusia menempuh kehidupan.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)