SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

5 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)

Setiap hari, pemandangan pelajar mengendarai sepeda motor menuju sekolah masih mudah ditemukan di berbagai daerah. Fenomena ini tetap berlangsung meskipun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili telah diterapkan untuk mendekatkan akses pendidikan dengan tempat tinggal. Secara sederhana, semakin dekat jarak antara rumah dan sekolah, semakin kecil pula kebutuhan untuk melakukan perjalanan jauh setiap hari.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kedekatan jarak belum otomatis mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor. Karena itu, upaya meningkatkan keselamatan generasi muda tidak cukup hanya melalui pengaturan penerimaan murid, tetapi juga perlu didukung perubahan perilaku, penyediaan transportasi yang memadai, serta penguatan budaya tertib berlalu lintas.

SPMB Jalur Domisili dan Realitas Mobilitas Pelajar

Pada jenjang SMA dan SMK, jalur domisili dalam SPMB memiliki kuota minimal 35 persen dari total daya tampung sekolah. Kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi calon murid yang berdomisili di sekitar sekolah sekaligus mendekatkan layanan pendidikan dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

Meski demikian, sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama bagi banyak pelajar. Keterbatasan transportasi umum, pertimbangan efisiensi waktu, serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan roda dua membuat penggunaan sepeda motor tetap menjadi pilihan yang dianggap paling praktis.

Berbagai sekolah telah berupaya membatasi penggunaan sepeda motor dengan mengurangi fasilitas parkir atau melarang pelajar membawa kendaraan ke lingkungan sekolah. Namun, kebijakan tersebut sering kali belum sepenuhnya efektif. Di sejumlah lokasi muncul kantung-kantung parkir di rumah warga, warung, atau lahan kosong di sekitar sekolah. Akibatnya, kendaraan memang tidak masuk ke area sekolah, tetapi tetap digunakan untuk berangkat dan pulang.

Fenomena kantung parkir di luar lingkungan sekolah menjadi gambaran nyata bahwa penggunaan sepeda motor masih sulit dipisahkan dari mobilitas pelajar. Kondisi ini muncul sebagai konsekuensi dari pembatasan atau larangan parkir kendaraan di dalam sekolah. Akibatnya, tujuan mengurangi penggunaan sepeda motor belum sepenuhnya tercapai karena pelajar tetap datang ke sekolah dengan kendaraan pribadi, hanya lokasi parkirnya yang berpindah ke luar area sekolah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan mobilitas pelajar tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembatasan parkir atau larangan administratif. SPMB jalur domisili telah membantu mendekatkan akses pendidikan, tetapi kedekatan jarak belum otomatis mengubah pola mobilitas pelajar. Selama sepeda motor masih dianggap sebagai pilihan transportasi yang paling praktis, ketergantungan terhadap kendaraan roda dua akan tetap tinggi meskipun sekolah berada lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Risiko Keselamatan dan Kepatuhan Hukum

Tingginya penggunaan sepeda motor oleh pelajar patut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan di jalan raya. Data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri mencatat bahwa pada periode 1–12 November 2024 terjadi 3.328 kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang melibatkan 15.880 pengemudi. Sebanyak 16,1 persen di antaranya merupakan pengemudi anak dan remaja, dengan mayoritas menggunakan sepeda motor. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia muda masih menghadapi risiko tinggi dalam kecelakaan lalu lintas, sehingga upaya edukasi dan pembinaan keselamatan berkendara perlu terus diperkuat.

Data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan roda dua masih menjadi moda transportasi yang paling banyak melibatkan anak dan remaja dalam kecelakaan lalu lintas. Temuan ini sejalan dengan keterangan PT Jasa Raharja yang menyebutkan bahwa sekitar 70 persen korban maupun penyebab kecelakaan lalu lintas berasal dari kelompok usia muda atau usia produktif.

Kerentanan remaja terhadap kecelakaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengalaman berkendara yang terbatas, tetapi juga oleh kecenderungan mengambil risiko yang relatif lebih tinggi. Berbagai pelanggaran lalu lintas masih kerap ditemukan, mulai dari tidak menggunakan helm, mengabaikan rambu lalu lintas, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Persoalan ini juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap hukum. Mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya mensyaratkan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM), membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta menggunakan kendaraan yang dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) sesuai ketentuan. Persyaratan tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

Karena itu, pengendalian penggunaan sepeda motor oleh pelajar tidak hanya bertujuan mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga menanamkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan sejak usia sekolah.

Edukasi dan Transportasi Pelajar sebagai Solusi

Upaya mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif daripada sekadar larangan. Salah satu langkah penting adalah memperkuat edukasi dan sosialisasi safety riding di lingkungan sekolah. Edukasi ini tidak hanya mengajarkan teknik berkendara yang aman, tetapi juga membangun kesadaran mengenai risiko kecelakaan, pentingnya perlengkapan keselamatan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Pada saat yang sama, penyediaan alternatif transportasi yang aman dan terjangkau perlu menjadi perhatian bersama. Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong optimalisasi transportasi umum dan pengembangan angkutan berlangganan bagi pelajar merupakan upaya yang patut diapresiasi. Solusi semacam ini dapat menekan kemacetan, mengurangi polusi, serta meringankan beban biaya transportasi keluarga. Kebijakan ini juga menjadi instrumen penting untuk menanamkan budaya penggunaan transportasi publik sejak dini.

Keberhasilan kebijakan tersebut tentu memerlukan dukungan berbagai pihak. Orang tua perlu memastikan anak menggunakan moda transportasi yang aman dan sesuai ketentuan. Sekolah berperan dalam menanamkan budaya disiplin dan keselamatan. Pemerintah bertanggung jawab menghadirkan sistem transportasi yang mendukung mobilitas pelajar, sementara masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendorong kepatuhan terhadap aturan.

Pada akhirnya, SPMB jalur domisili merupakan langkah penting untuk mendekatkan akses pendidikan, tetapi kebijakan tersebut belum cukup untuk mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor. Diperlukan kombinasi antara edukasi keselamatan berkendara, penegakan aturan, dukungan keluarga, dan penyediaan transportasi yang memadai. Dengan pendekatan yang menyeluruh, tujuan pendidikan tidak hanya memastikan pelajar dapat mengakses sekolah dengan mudah, tetapi juga memastikan mereka dapat berangkat dan pulang dengan selamat setiap hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)